Putra Putri Sang Penguasa 3

Putra Putri Sang Penguasa 3
Gosip Buruk Tentang Safira


__ADS_3

Kenzie masih terlihat kesal setelah dia membawa Risha pergi dari perpustakaan


"Bagaimana bisa seorang dosen yang sangat dihormati memiliki tunangan yang begitu manja dan kekanak-kenakan? Apa dia itu buta bisa menyukai gadis seperti itu?" Zie terus saja menggerutu selama dia makan siang dengan Risha


"Apa kamu tidak bisa berhenti menggerutu Zie? Sejak tadi kamu terus saja membahas tunangan pak Panji. Kupingku sampai sakit mendengarnya" Risha mengeluh karena Zie terus saja membicarakan Arumi


"Habis aku kesal. Saat melihat kamu hampir ditampar olehnya rasanya aku ingin mematahkkan pergelangan tangannya itu. Kami saja yang keluargamu tidak pernah menamparmu, lalu siapa dia berani melakukan itu padamu?" Ujar Zie dengan nada yang kesal


"Kamu dan Zo bahkan sering berkelahi denganku. Eh bukan, tapi bertanding beladiri, jadi apa artinya dengan sebuah tamparan?" Risha bertanya dengan senyum manis dibibirnya


"Itu latihan. Dan kami tidak pernah benar-benar menyakitimu" Ujar Kenzie dengan sikap  yang tenang


"Sudahlah berhenti membicarakan tunangan pak Panji. Apa Zo sudah menghubungimu? Kira-kira apa yang di lakukan Ilana padanya ya? Dia akan percaya atau tidak kalau Zo kuliah disana dengan beasiswa? Membayangkannya saja membuatku kesal, sepertinya dia akan terus mengganggu Kenzo disana" Risha mengalihkan pembicaraan agar Kenzie tidak terlalu kesal dengan apa yang telah terjadi


"Benar juga. Bagaimana kalau kita hubungi Kenzo sekarang?" Kenzie bertanya pada Risha, setelah itu dia meraih ponselnya dan menghubungi Kenzo meskipun Risha belum memberikan tanggapan


Tuut tuut  tuut


Cukup lama mereka menunggu sampai Kenzo menerima telepon dari Zie


"Halo" Akhirnya Kenzo menerima teleponnya dan terdengar suaranya yang dingin dan acuh tak acuh itu


"Halo, Zo. Apa kamu sibuk?" Tanya Kenzie sebelum dia mulai menanyakan hal lain pada Zo


"Aku sedang bekerja. Nanti malam saja aku hubungi kalian" Jawab Kenzo dengan sikap acuh tak acuhnya


"Bekerja? Kamu sudah menemukan pekerjaan? Dimana? Sebagai apa?" Kenzie terdengar sangat penasaran dengan apa yang dilakukan Kenzo


"Aku jadi waitress disebuah restoran bintang 5"


"apa?!" Kenzie sangat terkejut setelah mendengar kalau saudara kembarnya menjadi seorang waitress


"Tidak perlu berteriak seperti itu. Memangnya Risha tidak bilang padamu kalau aku mencari pekerjaan sambilan sebagai waitress?" Kenzie langsung menoleh pada Risha dengan sorot mata yang tajam


"Kenapa kamu menatapku seperti itu?" Tanya Risha yang mendapat tatapan tajam dari Kenzie

__ADS_1


"Ya sudah nanti malam kamu harus menghubungi kami" Ujar Kenzie dengan nada yang ceria


"Ya baik. Sampai jumpa" Kenzo langsung menutup teleponnya tanpa menunggu tanggapan dari Kenzie


"Kamu tidak memberi tahuku kalau Kenzo bekerja sebagai waitress" Tanya Kenzie dengan tatapan curiga


"Oh masalah itu. Sepertinya aku lupa, waktu itu saat aku menghubunginya memang kebetulan Kenzo akan interview di sebuah restoran untuk kerja sambilan tapi aku tidak tahu kalau itu benar-benar diterima" Risha berusaha menjelaskan pada Kenzie kalau dia memang tidak tahu kalau Kenzo akan diterima bekerja sebagai waitress


"Jika dia bekerja sebagai waitress, itu berarti Kenzo berhasil membuat Ilana yakin kalau dia sekarang adalah orang miskin?"


"Ya semoga saja. Jadi dia tidak akan mengganggu Kenzo lagi" Risha menanggapi Kenzie dengan sikap yang tenang


***


Sementara itu Kenzo sedang berada direstoran saat ini. Restoran benar-benar ramai dikunjungi oleh para gadis setelah video mengenai waitress tampan tersebar di media sosial


"Sita tolong bantu aku disebelah sini! Kenzo tolong antarkan ini ke meja di sebelah sana!" Manajer restoran sedang sibuk mengatur pesanan para tamu yang datang bersamaan saat jam makan siang


"Zo, kamu benar-benar sumber keberuntungan restoran kita" Ujar manajer pada Kenzo yang sedang mempersiapkan pesanan milik tamu


"Kamu layani dulu tamu yang berada di privat room" Pinta manajer pada Kenzo


"Baik pak. Sita tolong gantikan aku dulu"


"Tentu Zo" Kenzo menyerahkan tugas mengelap meja pada Sita dan bergegas ke privat room


Tok tok tok


Kenzo mengetuk pintu sebelum dia masuk. Disana terlihat seorang gadis cantik yang sedang duduk sendiri sambil menatap keluar jendela dengan raut wajah sedih. Kenzo terdiam menatap gadis yang biasanya ceria meskipun wajahnya selalu ditutupi masker


"Sepertinya kamu sedang sedih?" Suara Kenzo berhasil mengalihkan perhatian gadis itu, dia menoleh kepada Kenzo dan menunjukkan senyum yang dipaksakan


"Hai Zo. Ehm... aku pesan jus dan salad buah ya" Jawab Safira setelah Kenzo mendekat padanya


"Baik, tolong tunggu sebentar" Safira menanggapi Kenzo dengan senyum yang manis. Zo berbalik ke dapur untuk menyiapkan apa yang dipesan Safira

__ADS_1


Tak berselang lama Kenzo kembali ke privat room dengan membawakan pesanan Safira. Saat ini jam makan siang telah selesai karena itu Kenzo sudah mulai senggang. Dia kembali melihat Safira sedang melamun sambil menatap keluar jendela.


"Sepertinya kamu sedang ada masalah?" Kenzo bertanya pada Safira karena setelah syuting hari itu mereka sudah semakin dekat


"Tidak ada, aku baik-baik saja" Jawab Safira dengan senyum yang kembali dipaksakan


"Kamu tahu bisa cerita padaku jika memang memiliki masalah. Tidak perlu khawatir, aku tidak mengenal banyak orang disini, jadi kamu bisa percaya padaku" Dengan nada bicaranya yang tenang Kenzo berusaha meyakinkan Safira


Safira terdiam sesaat memikirkan apa yang dikatakan Kenzo


"Aku hanya sedang tidak mood saja. Aku sedikit sedih karena ternyata aku tidak terlalu bebakat sebagai seorang artis" Safira bercerita dengan raut wajah sedih


"Apa yang membuatmu berpikir seperti itu? Kamu itu artis berbakat, sudah banyak film dan iklan yang kamu bintangi. Mana mungkin kamu bisa terkenal jika kamu tidak memiliki bakat dibidang yang kamu geluti ini" Ujar Kenzo menenangkan Safira


"Kamu benar. Mungkin ini hanya kekhawatiran bodohku saja" Safira membenarkan apa yang dikatakan Kenzo dan kembali memaksakan senyum yang terlihat semakin ketir


"Kamu tidak ditemai asistenmu?" Tanya Kenzo yang merasa penasaran karena biasanya Safira selalu ditemani Tiara


"Dia sedang sibuk dan aku ingin sendiri"


"Apakah kamu masih lama disini?"


"Kenapa? Kamu ingin menemaniku disini?" Safira bertanya dengan senyum menggoda Kenzo


"Aku akan mengantarmu saat pulang nanti. Itupun jika kamu tidak takut jika difoto saat sedang bersama denganku" Kenzo kembali menggoda Safira dengan kedua alis diangkat bersamaan


"Kalau sekedar difoto sih tidak akan jadi masalah, karena aku akan tetap terlihat cantik. Hanya gosipnya yang akan sangat mneyebalkan" Jawab Safira dengan senyum tipis diwajahnya


"Kalau begitu tunggu aku. Setelah aku selesai bekerja aku akan mengantarmu, sekarang aku harus turun dan kembali bekerja" Safira mengangguk menannggapi ajakan Kenzo


"Apa kamu sudah lihat gosip terpanas saat ini? Katanya Safira bisa terkenal karena koneksi. Dia sama sekali tidak bisa melakukan apa-apa tanpa bantuan orang yang menjadi pendukungnya"


"Benarkah? Tapi film yang dia bintangi sudah banyak dan selalu sukses dipasaran, mana mungkin ada berita seperti itu?"


"Benar, aku sama sekali tidak bohong. Lihatlah ini!" Tanpa sengaja Kenzo mendengar apa yang sedang dibicarakan oleh dua orang gadis itu. Ekspresinya langsung berubah dan dia mencari postingan yang dimaksud kedua gadis itu

__ADS_1


"Jadi karena ini Safira merasa sedih?" Gumam Kenzo setelah melihat postingan yang sedang trending itu


__ADS_2