
"Pasti nona ingin kerjasama kami berjalan dengan lancar kan? Saya memiliki syarat untuk nona" Steve tersenyum puasa dan berpikir kalau Safira adalah gadis bodoh yang akan setuju dengan tawaran yang dia berikan.
Safira masih diam menatap Steve dengan dahi berkerut heran. Apa benar dia rekan bisnis Kenzo? Apa dia tidak tahu bagaimana hubungannya?
"Anda bilang tadi kalau anda sedang bekerjasama dengan Kenzo?" Tanya Safira dengan sikap yang tenang
"Ya benar" Steve menjawab dengan senyum lembut disetai anggukkan kepala
"Anda bekerja sama dengan Kenzo dari perusahaan Anggara kan?" Safira kembali bertanya untuk memastikan
"Benar, Kenzo Osterin" Steve kembali menjawab dengan mengangguk kepala
"Kalau begitu saya tidak perlu mendengar syarat anda. Buang-buang waktu saja!" Safira mencibir kemudian berdiri dari duduknya
"Eh?" Steve terlihat bingung dengan reaksi dari Safira
"Tiara, lain kali kamu harus teliti dulu sebelum mengatur jadwal bertemu dengan seseorang, katakan itu juga pada Kak Mona" Ujar Safira sambil beranjak pergi meninggalkan Steve
"Tunggu!" Langkah Safira dan Tiara terhenti ketika mendengar Steve memanggil mereka. Safira pun berbalik dan melihat Steve berjalan ke arahnya
"Nona, anda yakin tidak ingin membantu suami anda?" Steve kembali bertanya dengan senyum tipis dan kedua alis diangkat bersamaan dengan harapan kalau kali ini Safira akan tergoda dengan tawarannya
"Sepertinya anda sudah mengumpulkan informasi yang lengkap mengenai suami saya?" Steve hanya mengangguk dengan senyum dibibirnya
"Tapi sepertinya anda tidak tahu betul siapa suami saya? Dia tidak membutuhkan bantuan saya seperti ini. Saya yakin kalau dia bisa menyelesaikan urusannya sendiri. Bolehkan saya memberi nasihat pada anda? Anggap saja sebagai ucapan terimakasih karena ingin menjalani kerjasama yang baik"
Safira bicara dengan sikap yang tenang dan terkesan dingin, namun ada senyum tipis dari bibirnya yang berwarna pink
"A-apa itu?" Steve masih bingung dengan respon yang diberikan Safira atas apa yang dikatakannya
"Jika anda ingin selamat, lebih baik lakukan kerjasama anda dengan suami saya se…baik mungkin. Anda harusnya merasa beruntung bisa bekerjasama dengannya, tapi anda juga bisa dibilang tidak beruntung, karena jika anda melakukan sedikit saja kesalahan, maka taruhannya adalah semua yang anda miliki. Jadi jika anda tidak ingin berakhir dijalanan atau dibalik jeruji besi sebaiknya anda tidak macam-macam dengan suami saya"
Safira bicara dengan senyum tipis dan nada bicara yang terdengar dingin. Dia langsung berbalik dan pergi menginggalkan Steve yang mencibirnya atas apa yang telah dikatakan padanya tadi
"Dia bilang aku bisa kehilangan semuanya kalau macam-macam dengan suaminya? Apa dia bercanda? Dia tidak tahu siapa Steve Nugros sebenarnya?"
__ADS_1
Sesaat setelah Safira dan Tiara pergi dari kafe, seseorang datang menghampiri Steve yang masih berada disana bersama sang asisten
"Permisi, sepertinya kita memiliki kesamaan. Apa anda mau bekerjasama denganku untuk menjatuhkan Safira dan Kenzo?"
Steve menoleh ketika mendengar suara seorang wanita yang tiba-tiba berdekat menghampirinya
"Saya tidak mengenal anda. Dan saya juga tidak tahu apa yang anda maksud" Steve bersikap acuh tak acuh ketika dia bicara
"Oh, saya Catherin, saya juga seorang model seperti Safira. Saya lihat kalau anda dan Fira memiliki perselisihan. Jika anda mau ... kita bisa bekerja sama" Catrerin bicara dengan sikap yang tenang dan senyum yang menggoda
"Apa kamu yakin ingin bekerjasama denganku? Kamu sama sekali tidak kenal siapa aku" Steve pun bicara dengan seringai tipis dibibirnya
"Aku tidak peduli. Aku hanya tahu kalau kita memiliki tujuan yang sama, itu saja. Kurasa itu sudah jadi alasan yang cukup untuk kita bekerja sama dalam hal ini" Catherin bicara dengan senyum penuh keyakinan karena bisa mendapatkan partner untuk menjatuhkan Safira
"Jika aku bisa menjatuhkan Safira dan Kenzo, maka akan mudah untuk menyerahkannya pada pak Najim" Pikir Catherin dengan seringai tipis dibibirnya
"Apa yang kamu rencanakan?" Steve tampak cukup tertarik dengan apa yang ditawarkan Catherin padanya
"Jika kamu ingin menghancurkan Kenzo, maka kamu harus menggunakan Safira. Dia adalah gadis yang dicintainya sudah pasti kalau dia itu adalah kelemahannya" Catherin bicara dengan senyum menggoda sambil duduk di salah satu kursi yang dekat dengan Steve
"Kalau begitu, kita harus berhasil membuat Safira hancur terlebih dahulu. Dengan begitu Kenzo bisa dijatuhkan dengan mudah" Ujar Steve dengan seringai dibibirnya
"Aku memiliki rencana untuk itu. Besok akan ada pemotretan diluar kota. Kita bisa memanfaatkan kesempatan ini sebaik mungkin" Ujar Catherin penuh percaya diri
"Bagaimana caranya?" Steve penasaran dengan rencana yang dimiliki Catherin
"Aku akan memberikan obat tidur padanya, dengan begitu kita bisa membuat sebuah jebakan dan menyebarkan rumor palsu tentang Safira. Saat ini dia kehilangan ingatannya, kurasa rumor akan mudah tersebar karena orang akan membicarakan kepribadiannya yang juga ikut berubah"
Catherin menjelaskan pada Steve tentang rencananya untuk menjatuhkan Safira dan membuatnya malu dihadapan banyak orang
"Itu bisa sangat beresiko jika dia tahu langsung mengenai rencana kita. Apa kamu yakin kalau itu akan baik-baik saja?" Steve terlihat khawatir dengan apa yang sudah direncanakan oleh Catherin
"Anda tidak perlu khawatir. Cukup bantu aku siapkan semua yang kubutuhkan di sekitar lokasi pemotretan besok. Dan aku akan menjalankan rencananya dengan sangat baik, anda tidak perlu terlibat langsung dengan ini" Catherin terlihat tenang saat dia mengatakan rencananya kepada Steve
"Baiklah. Itu bukan masalah untukku. Anda tinggal katakan apa saja yang anda perlukan. Ini kartu nama saya" Steve pun setuju dan memberikan kartu namanya kepada Catherin agar mereka bisa saling berhubungan dengan baik nantinya
__ADS_1
"Baiklah, aku akan menghubungi anda nanti. Anda tinggal mengatur apa yang aku inginkan' Steve pun berdiri dan mulai beranjak pergi meninggalkan Catherin
"Baiklah saya harap kerjasama kita bisa berjalan lancar dan saling menguntungkan"
***
Ditempat lain Safira pulang bersama Kenzo yang datang ke lokasi untuk menjemputnya
"Apa yang membuatmu terlihat bahagia?" Kenzo yang sedang mengemudi bertanya pada Safira karena melihat sang istri terus saja tersenyum sejak dia datang menjemputnya.
"Tidak ada. Aku hanya senang karena kamu datang menjemputku" Safira menjawab dengan wajah tersenyum cerah
"Apa benar hanya itu? Ada yang ingin kamu katakan lagi?"
Kenzo bertanya dengan sikap yang tenang sambil mengemudi. Sesekali dia menoleh pada sang istri yang berada disampingnya. Dia tidak langsung percaya kalau sang istri akan senang seperti itu hanya karena dia menjemputnya saja
"Ehm ... kamu ingat rekan sesama model yang kita temui dihotel waktu itu?" Safira bertanya setelah dia mempertimbangkan apakah akan cerita pada Kenzo atau tidak
"Ya, aku ingat. Yang bersama produser kurang ajar itu kan? Ada apa dengannya?" Kenzo menanggapi Safira dengan sikap yang tenang dan eskpresi yang datar
"Hari ini aku melakukan pemotretan dengannya"
"Hah? Kamu melakukan pemotretan dengannya? Apa kamu baik-baik saja? Apa tidak terjadi sesutu yang serius saat dilokasi tadi?"
Kenzo tetap tenang saat mengemudi, namun dia terlihat sedikit menutupi kekhawatirannya
"Tidak perlu khawatir. Dia tidak melakukan apa-apa. Setidaknya untuk sekarang ini"
"Apa maksudmu, honey? Untuk sekarang ini? Berarti ada kemungkinan dia akan melakukan sesuatu padamu nanti?" Kenzo kembali bertanya pada Safira untuk memperjelas apa yang baru saja dia dengar dari mulut sang istri
"Apa benar kamu sedang menjalin kerjasama dengan pria bernama Steve?" Safira tidak menjawab pertanyaan Kenzo, dia malah bertanya hal yang lain padanya
"Apa sekarang kamu menyelidiki suamimu?" Kenzo bertanya dengan senyum tipis dibbirnya yang terlihat sangat menggoda
"Tentu saja tidak. Hanya saja ... sepertinya ada keledai yang sedang mencari kawan untuk bisa menyerang sepasang singa"
__ADS_1