Putra Putri Sang Penguasa 3

Putra Putri Sang Penguasa 3
Hari Pertama Kenzo


__ADS_3

Marina berada di satu ruangan yang disediakan oleh Arseno dengan ditemani penjaga


"Kak Zie, apa tidak masalah menghubungi rumah sakit jiwa? Dia itu putri dari pengusaha tambang loh? Ayahnya juga memiliki pengaruh didunia bisnis"


Meisya bertanya pada Kenzie dengan raut wajah khawatir


"Sejak kapan aku takut pada kekuasaan seseorang? Lagipula dia itu memang gadis yang gila. Bagaimana bisa orang tuanya membiarkan dia berkeliaran dengan pikiran sakit begitu. Jika bicara mengenai kekuasaan... kamu tahu kan bagaimana kekuasaan keluargaku? Jadi tidak perlu khawatir "


Kenzie menjawab dengan tenang ucapan Meisya. Dia sama sekali tidak terlihat khawatir jika orang tua Marina datang menemuinya. Kenzie juga sedikit berbisik saat membicarakan kekuasaan karena pak Arseno tidak tahu identitasnya.


"Tapi Kenzie, dia itu putri temanku juga. Mungkin ibunya terlalu memanjakan dia sampai dia jadi seperti itu. Berbuat sesuatu seenaknya dan mempermalukan orang lain begitu saja, mungkin karena ibunya juga seperti itu"


Pak Arseno pun mulai angkat bicara setelah apa yang dilakukan Kenzie


"Apa ada seorang ibu yang mengajarkan hal seperti itu? Mustahil karena untuk seorang ibu yang membesarkan putrinya dengan manja bisa mengajarkan melakukan hal seperti itu. Mungkin ibunya juga gila sampai mengajarkan hal seperti itu pada anaknya"


"Hmn … Kamu benar, mungkin ibunya gila karena mengajarkan anaknya untuk bersikap egois dan seenaknya" Pak Arseno pun tersenyum dengan tanggapan Kenzie yang terlihat tenang


"Permisi pak, perawat dari rumah sakit jiwa sudah datang"


Pak Arseno, Meisya dan Kenzie langsung menoleh begitu mendengar suara salah satu pengawal


"Ya sudah, tunjukan saja kamarnya dan biarkan mereka membawa Marina pergi" Pak Arseno menjawab pengawal dengan tenang dan acuh tak acuh. Sepertinya dia tidak peduli lagi dengan apa yang akan terjadi pada hubungannya dan juga ayah Marina


"Lepaskan aku! Apa yang akan kalian lakukan? Aku akan melaporkan semua ini pada papaku. Om Arseno ...! Bukannya om sudah berjanji pada papaku?!" Marina terus berteriak pada pak Arseno agar dia bisa menolongnya


"Marina, tenanglah. Mereka mungkin hanya akan melakukan tes kesehatan saja padamu. kamu pasti sudah bisa kembali besok siang"


Pak Arseno bicara dengan sikap yang tenang dan tetap berwibawa. DIa terlihat malas mengurusi Marina yang selalu bersikap seenaknya


"Bagaimana aku bisa tenang?! Cepat lepaskan aku!" Marina terus memberontak saat dua orang perawat pria berusaha membawanya


"Itu akan lebih bagus karena dia memiliki tempramen yang buruk" Kenzie berbisik pada Meisya dengan sikap yang tenang.

__ADS_1


"Kak Zie benar-benar tidak memiliki perikemanusiaan" Meisya menjawab dengan senyum mencibir dibibirnya


"Mau bagaimana lagi, aku dilahirkan dari keluarga singa yang dilatih untuk menangkap mangsa" Kenzie tersenyum menanggapi Meisya dengan sikap yang acuh tak acuh seperti menghadapi masalah sepele


Perawat pun akhirnya berhasil membawa Marina pergi meskipun dengan paksa. Pesta pun terus berlanjut dengan meriah dan semua orang terlihat bersenang-senang. Hingga satu persatu dari tamu yang hadir mulai meninggalkan pesta


"Papa, kami pergi dulu. Sampai jumpa lain waktu" Meisya dan Kenzie pamit pada pak Arseno saat tamu lain tidak menyadarinya


"Ya, kalian hati-hati di jalan. Dan kamu Kenzie, kamu juga harus berhati-hati karena sudah membuat masalah dengan Marina, jadi ayahnya tidak akan membiarkanmu begitu saja" Pak Arseno memperingatkan Kenzie dengan sikap yang tenang


"Om tenang saja. Bukan masalah yang sulit untuk mengalahkannya. Om tidak tahu kan jika aku punya kekuatan tersembunyi kalau sampai ada sesuatu terjadi padaku"


Kenzie selalu menanggapi semuanya dengan sikap yang tenang dan terkesan bercanda


"Ya, terserah kamu saja"


"Daah papa" Meisya dan Kenzie beranjak pergi meninggalkan kediaman pak Arseno


"Apa maksud kak Zie dengan kekuatan tersembunyi?" Meisya bertanya pada Kenzie saat mereka berdua berjalan keluar dari rumah


"Tentu saja aku ingat. Dia itu kan saudara kembarmu" Meisya menjawab dengan antusias karena dia memang mengingat Kenzo dengan baik


"Dia adalah kekuatanku. Jika terjadi sesuatu padaku, apalagi itu sampai membahayakan nyawa, sudah pasti Kenzo akan datang kemari dan turun tangan sendiri" Kenzie menjelaskan dengan penuh kebanggaan dan antusiasme yang tinggi


"Kenapa kamu sangat yakin? Kalau sampai tidak ada yang tahu pelakunya bagaimana? Jika ada yang merencanakan kejahatan ... bukankah itu akan dilakukan dengan sangat baik?" Meisya tersenyum lembut saat dia mengutarakan pendapatnya pada Kenzie


"Kenzo sangat cerdas, dan juga teliti, yang lebih penting lagi adalah ... dia tidak akan pernah terima jika ada yang berani melukaiku dan juga Risha. Sudah pasti dia akan langsung datang jika terjadi sesuatu pada kami dan mencari pelakunya, bagaimanapum caranya. Karena itu, aku tidak khawatir sama sekali" Kenzie bicara dengan santai disertai senyum yang manis


"Kamu tetap harus waspada. Aku tidak mau terjadi sesuatu padamu" Meisya terkesan ragu dan canggung saat mengingatkan Kenzie


"Apa kamu khawatir padaku?"


"Tidak"

__ADS_1


Meisya mengalihkan pandangannya dari Kenzie karena dia terus menggodanya


***


Keesokan hariny


Hari ini adalah hari pertama Kenzo masuk keperusahaan Anggara. Sam dan Pram sebagai orang yang dipercaya Lian untuk mengelola perusahaan ini berdiri didepan pintu menunggu atasan baru mereka datang di temani beberapa petinggi perusahaan yang berdiri dibelakang mereka.


"Pak Sam, sebenarnya siapa yang dipercaya pak Lian untuk mengambil alih perusahaan ini? Pak Lian juga masih muda, Kenapa dia bisa melepas jabatannya dengan mudah? Padahal kita semua tahu betul bagaimana upayanya untuk kembali membangun perusahaan ini agar kembali maju"


"Yang aku dengar pemimpin baru kita itu masih sangat muda, apa kemampuannya bisa dipercaya?"


"Kalian bisa lihat sendiri orangnya nanti. Masalah kemampuan ... kalian juga akan tahu setelah melihatnya"


Saat ini, Sam dan para petinggi perusahaan sedang membicarakan perihal bergabungnya Kenzo. Mereka terlihat penasaran dengan sosok Kenzo yang dirahasiakan.


Tak berselang lama, sebuah mobil sport berwarna putih berhenti tepat didepan pintu masuk perusahaan. Seorang pemuda perlahan turun dari bagian kemudi. Setelan jas rapih berwarna silver yang pas dibadan terlihat sangat berwibawa, sepatu hitam mengkilat seakan menggemparkan langkahnya. Rambut ditata rapih begitu cocok dengan ketampanan yang dia miliki. Hidung mancung menyangga kaca mata hitam yang dia kenakan. Begitu kacamatanya dilepas, sepasang sorot mata tajam terlihat berkilau meperti manik-manik yang indah. Kenzo melangkah dengan penuh wibawa. Aura ketampanan dan kepemimpinannya kini begitu terasa saat dia melangkah masuk


"Itu kan …"


"Kenzo Osterin, dia programer muda yang belum lama ini menjadi trending topic berkat software yang dia ciptakan. Apa maksudnya … dia yang jadi orang kepercayaan pak Lian?"


Semua tampak terkejut melihat Kenzo. Mereka kini menatap Pram dan Sam dengan penuh tanda tanya menunggu penjelasan dari kedua orang yang telah lama memegang kendali perusahaan ini.


"Ya, kalian benar. Dia yang akan menjadi pemimpin perusahaan ini sekarang. Pak Lian sudah bicara langsung padanya dan dia setuju untuk memegang kendali perusahaan ini" Sam menjelaskan dengan singkat mengenai Kenzo yang akan mengambil alih perusahaan.


"Selamat pagi pak Sam, pak Pram" Kenzo menyapa Sam dan Pram karena kakak beradik itu yang memegang kendali perusahaan atas kepercayaan sang ayah


"Selamat pagi pak Kenzo. Selamat bergabung dengan perusahaan Anggara. Saya harap anda bisa membawa kemajuan pada perusahaan ini" Sam dan Kenzo saling berjabat tangan seakan mereka tidak memiliki hubungan dekat


"Perusahaan ini tidak bisa berjalan karena saya sendiri. Saya tentu membutuhkan bantuan dari karyawan lain yang memiliki kemampuan untuk mengembangkan perusahaan ini bersama saya. Bukan karyawan yang mengembangkan diri sendiri menggunakan perusahaan ini"


Semua orang saling menatap heran dan orang-orang yang menjadi tikus diperusahaan mulai menelan ludah sendiri mendengar ucapan Kenzo

__ADS_1


"Apa dia sudah mengetahui sesuatu sebelum masuk ke perusahaan ini?"


"Entahlah, mulai sekarang kita harus waspada"


__ADS_2