
Keesokan harinya pak Arseno datang keperusahaan Kenzie untuk bicara dengannya.
“Permisi, apa kami bisa bertemu dengan pak Kenzie?” Har bertanya pada resepsionis sedangkan pak Arseno menunggu tidak jauh darinya.
“Apa anda sudah membuat janji sebelumnya?” tanya petugas resepsionis itu dengan sikap yang ramah dan sopan.
“Tidak. Tolong katakan kalau pak Arseno ingin bertemu dengan beliau” Har menanggapi dengan sikap yang tenang dan sopan.
“Tolong tunggu sebentar. Saya akan tanyakan terlebih dulu pada asisten beliau”. Petugas resepsionis itu langsung mengangkat telepon untuk menghubungi Noey setelah Har menganggukkan kepala mengizinkannya.
Tuut tuut tuut
“Ya, ada apa?” Noey menanggapi resepsionis itu dengan sikap yang dingin
“Maaf, Pak Noey. Ada tamu yang ingin bertemu dengan pak Kenzie. Mereka menunggu di lobby” ujar gadis resepsionis itu dengan sopan.
“Siapa? Apa kamu menanyakan darimana mereka?”. Noey kembali menanggapi dengan sikap yang dingin
“Katanya beliau bernama pak Arseno dan satu orang lagi bersamanya”
“Pak Arseno? Apa dia ayahnya Meisya?” Noey terdiam sesaat dan berpikir mengenai tamu yang ingin mengunjungi Kenzie.
“Kalau begitu persilahkan mereka naik kemari”
“Baik, Pak”
Noey langsung menutup telepon diantara mereka setelah mengizinkan Pak Arseno naik keruangan Kenzie.
“Permisi, Pak. Anda berdua bisa langsung naik keruangan pak Kenzie dilantai 5” Resepsionis itu kembali memanggil Har setelah dia mendapatkan izin dari Noey untuk mempersilahkan mereka naik.
“Baik. Terimakasih. Mari, Tuan”. Har langsung bicara pada pak Arseno setelah dia mendapatkan izin untuk menemui Kenzie.
Sementara dilantai atas, Noey langsung menemui Kenzie setelah dia mendapatkan telepon dari resepsionis.
Tok tok tok
“Masuk!”
Noey langsung masuk setelah mendengar Kenzie memberikannya izin untuk masuk.
“Ada apa?” Tanya Kenzie dengan sikap yang dingin. Dia hanya menoleh sejenak pada Noey untuk melihat siapa yang datang. Setelah itu perhatiannya kembali tertuju pada dokumen yang ada ditangannya.
“Ada tamu yang ingin bertemu denganmu. Mereka sedang menuju kemari”
“Siapa? Sepertinya aku tidak memiliki janji temu dengan siapapun hari ini?” Tanya Kenzie lagi tanpa menoleh pada Noey
__ADS_1
“Pak Arseno”
Kenzie langsung meghentikan gerakan tangannyan yang sedang menandatangani dokumen dan menatap Noey dengan tatapan dingin.
“Untuk apa pak Arseno datang kemari? Sepertinya sudah tidak ada yang perlu kami bicarakan lagi?”
“Aku tidak tahu. Sebaiknya kamu bicara baik-baik dengannya”
Tok tok tok
Suara ketukan pintu mengalihkan perhatian Kenzie dan Noey. Mereka pun langsung menoleh kearah pintu secara bersamaan.
“Aku akan membuka pintunya. Ingat untuk bicarakan semua baik-baik dengan mereka”. Noey langsung berbalik untuk membukakan pintu tanpa menunggu tanggapan dari Kenzie.
Ceklek
“Permisi. Saya... ”
“Silahkan masuk. Pak Kenzie sudah menunggu anda”. Noey menyela pak Arseno sebelum dia selesai bicara dan mempersilahkannya masuk.
“Terimakasih” Pak Arseno dan Har pun langsung masuk kedalam, sedangkan Noey keluar dan meniggalkan mereka untuk bicara.
“Ada angin apa sampai anda datang kemari?” Kenzie bertanya dengan sikap yang dingin sambil berjalan kearah sofa yang ada diruagannya, lalu memperslahkan pak Arseno duduk.
“Silahkan duduk!”
Kenzie tersenyum sinis lalu menjawab
“Apa itu penting untuk ditanyakan sekarang? Saya rasa itu sudah tidak ada artinya lagi”
Pak Arseno terdiam sesaat sambil menggenggam tangannya sendiri.
“Saya tahu kalau saya melakukan kesalahan, tapi saya disini karena saya menyadari kesalahan saya. Saya ingin meminta kamu kembali menjalin hubungan dengan putri saya”.
Kenzie mengernyitkan dahinya dan tersenyum mencibir pak Arseno
“Apa yang membuat anda berubah pikiran dan meminta saya kembali berhubungan dengan Meisya?”. Kenzie bertanya dengan raut wajah serius dan dingin.
“Itu … Meisya memutuskan untuk pergi keluar negeri dan melanjutkan belajar disana. Saya yakin hanya kamu yang bisa menahannya agar tidak pergi”
Kenzie kembali mendengus kesal dengan senyum yang sinis.
“Jadi anda datang kemari karena Meisya mengancam akan meninggalkan anda jika tidak bisa berhubungan dengan saya?”
Pak Arseno panik dan gugup menghadapi Kenzie yang sekarang bersikap dingin padanya.
__ADS_1
“Ya, saya ingin kamu kembali bersamanya dan membujuk dia agar tidak meninggalkan saya. Saya sudah pernah jauh darinya sejak dia kecil. Saya tidak ingin lagi berpisah jauh darinya”
“Lalu bagaimana jika kami menikah? Tentu saja saya akan membawa Meisya untuk tinggal bersama saya. Apa anda tidak memikirkan hal itu?”
“Itu … rumahku sangat besar dan ada banyak kamar yang kosong. Aku harap Meisya tetap tinggal denganku setelah menikah”
Kenzie kembali tersenyum sinis mendengar jawaban pak Arseno.
“Bukankah itu namanya egois? Anda hanya akan mengekangnya dan memaksakan keinginan anda padanya. Dan anda juga ingin, saya sebagai laki-laki menuruti keinginan anda jika masih ingin bersama dengan Meisya?!'
"Pak Arseno, anda pikir saya tidak punya pendirian? Anda pikir saya akan menjadi boneka yang bisa anda kendalikan jika bersama dengan Meisya? Saya memang mencintainya, tapi saya tidak akan membuang prinsip saya hanya untuk memaksakan sebuah hubungan yang
tidak akan pernah berhasil”.
Kenzie bicara dengan sikap yang dingin dan penuh percaya diri. Dia benar-benar mengatakan apa yang ingin dia katakan.
“Saya tidak bermaksud seperti itu. Saya tidak akan mencampuri urusan rumah tangga kalian nantinya. Saya hanya ingin selalu berada disamping Meisya dan menggantikan waktu kami yang tidak bisa bersama saat dia kecil!”. Pak Arseno panik, dia bicara dengan tergesa-gesa saat menanggapi perkataan Kenzie
“Maaf, Pak Arseno. Hubungan kami telah berakhir, dan saya telah memutuskan untuk menyerah atas cinta saya pada Meisya. Maafkan saya”.
Kenzie kembali bersikap tenang dan merendahkan nada bicaranya, meskipun tatapan matanya tetap menunjukkan sorot mata yang dingin dan tajam.
“Apa kamu tidak ingin mempertimbangkannya lagi? Jika kamu memintaku untuk berlutut dihadapanmu sekarang juga untuk bisa kembali menjalin
hubungan dengan Meisya, maka aku akan melakukannya”.
Pak Arseno langsung berdiri dari duduknya dan bersimpuh dihadapan Kenzie.
“Tuan!”
“Tidak, anda tidak perlu melakukan ini karena saya sudah bulat dengan keputusan yang saya ambil. Saya tidak bisa kembali menjalin hubungan dengan Meisya”.
Kenzie dan Har dengan sigap menghampiri pak Arseno yang berlutut dihadapannya dan membantunya berdiri kembali.
“Saya akui kalau saya telah melakukan kesalahan dengan mengajukan syarat gila itu padamu, tapi itu saya lakukan karena saya sangat mencintai Meisya dan saya ingin dia bahagia. Saya tidak pernah mengira kalau
apa yang saya lakukan padamu justru membuat dia bersedih dan menderita”.
Pak Arseno bicara dengan kepala tertunduk dan air mata yang mulai mengalir dari kedua matanya.
“Saya tahu itu, tapi anda tidak tahu kalau hubungan yang dimulai dengan syarat itu bisa menjadi bumerang dimasa depan. Entah itu untuk hubungan kami berdua atau untuk hubungan saya dan anda. Bisa juga jadi bumerang untuk keluarga saya dan anda. Saya tidak hidup sendiri. Anda tidak bisa memaksa saya mengakhiri hubungan dengan keluarga saya sendiri. Sampai kapanpun itu tidak akan bisa dirubah, karena sampai matipun, darah keluarga Kusuma telah mengalir dalam tubuh saya. Siapapun tidak akan pernah bisa merubahnya. Termasuk anda!"
Kenzie terdiam sesaat memberikan jeda pada perkataannya.
"Saya akan dengan sukarela melakukan apapun untuk orang yang saya cintai, tapi saya tidak akan pernah membiarkan siapapun menyakiti keluarga saya, karena mereka adalah bagian penting dalam hidup saya"
__ADS_1
Kenzie bicara dengan sikap yang tegas. Dari sorot matanya tidak terlihat penyesalan dari apa yang sudah dia putuskan.
Pak Arseno pun tidak bisa berkata apa-apa lagi pada Kenzie dan hanya bisa menatapnya penuh penyesalan.