
Teguh sangat terkejut dengan apa yang dikatakan Kenzie. Dia langsung menoleh kesana kemari dengan wajah panik dan juga pucat untuk mencari sumber kamera yang dimaksud Kenzie, namun Teguh tidak dapat menemukan kameranya. Dia tidak menyadari kalau itu terpasang pada kemeja di baju Noey.
"Kamu pasti sedang mempermainkanku, kan?!" teriak Teguh yang masih ragu dengan apa yang dikatakan Kenzie.
"Kenapa aku harus mempermainkanmu? Apa kamu tahu bagaimana pergerakan sahammu dalam waktu 2 jam ini? Harga sahammu sudah turun cukup banyak". Kenzie tetap bersikap tenang dan acuh tak acuh dengan senyum tipis yang selalu terlihat dibibirnya.
"Tidak mungkin! Kalian cepat lihat persentase harga saham kita hari ini!" Teguh meminta pada karyawannya dengan meninggikan suara.
"Baik, Pak". Tak lama salah seorang karyawannya mendekati Teguh dan menunjukkan tabel pergerakan harga saham perusahaan mereka.
"Ini tidak mungkin! Bagaimana bisa?" gumam Teguh yang masih tidak percaya dengan harga saham perusahaannya yang selalu turun setiap beberapa menit
"Ini semua pasti ulahmu, kan?!". Teguh kembali bertanya pada Kenzie dengan sikap yang sinis dan tatapan penuh kemarahan.
"Apanya ulahku? Bukannya sikapmu sendiri yang membuat harga sahammu semakin merosot? Aku sudah bilang kalau sejak tadi itu, kita ditonton oleh ribuan orang. Kamu sama sekali tidak menjaga sikapmu". Kenzie kembali menanggapi Teguh dan mempermainkannya.
"Dasar licik! Kamu sengaja melakukan ini untuk menjebakku, kan?! Kamu ingin menjatuhkanku, kan?!". Teguh terus saja berteriak dan mencaci maki Kenzie.
Sorot mata Kenzie yang sebelumnya tampak tenang kini berubah sinis dan tajam
"Bukankah kamu yang lebih dulu menggunakan media untuk mengklain desain kami? Aku hanya menggunakan cara yang sama dengan apa yang kamu gunakan untuk membersihkan nama baik perusahaanku. Desain itu adalah hasil kerja keras karyawanku. Aku tidak akan membiarkan kamu menggunakannya seenaknya. Kamu pikir karena aku masih muda, jadi aku tidak akan mengambil sikap atas perbuatan licik yang kamu lakukan? Kamu salah. Aku adalah Kenzie Lutherin Anggara dan bagaimanapun aku akan jadi penerus perusahaan Kusuma. Jika aku membiarkan orang sepertimu begitu saja, maka perusahaan yang dibangun keluargaku dengan susah payah bisa langsung hancur dalam sekejap"
"Kamu tenang saja, tidak hanya perusahaanmu yang harus membayar mahal atas tindakan bodoh yang kamu lakukan. Aku juga akan melaporkanmu dan juga Deby atas tuduhan pencurian desain yang menyebabkan kerugian perusahaanku. Untuk kecurangan yang kamu lakukan diperusahaan ini ... aku tidak akan ikut campur karena itu masalah internal perusahaan kalian". Kenzie bicara dengan sikap yang dingin dan sorot mata yang tajam, sesekali terlihat juga senum tipis yang mencibir Teguh saat dia bicara.
"Ka-kamu ..." Teguh tidak dapat berkata apa-apa lagi. Dia hanya terduduk lemas memikirkan perusahaannya yang akan langsung hancur dan juga nasibnya yang akan berakhir dipenjara.
"Noey, kurasa pertunjukan kita telah selesai. Kita tinggal tunggu polisi datang kemari untuk menangkapnya. Ayo pergi! Salah satu dari kalian berjaga disini sampai polisi datang dan membawa Teguh. Jangan biarkan dia lari!"
"Baik, tuan muda!". Kenzie bicara pada Noey untuk mengakhiri siaran langsungnya, setelah itu dia bicara pada salah satu pengawal yang ada disekitarnya sebelum keluar meninggalkan ruang meeting.
__ADS_1
Kini semua orang terdengar riuh dengan saling berbisik mengenai status Kenzie begitu dia keluar dari ruang meeting. Bahkan tidak hanya diperusahaan Teguh saja, dunia maya pun dihebohkan dengan ucapan Kenzie yang mengungkap identitasnya. Mereka mengomentari video siaran langsung dengan pertanyaan yang hampir sama.
"Benarkah Kenzie penerus Kusuma? Jadi dia adalah putra Cheva dan Lian yang selama ini disembunyikan?"
"Tunggu-tunggu,, bukankah Kenzie ini saudara kembarnya Kenzo, programer muda itu? Jadi mereka penerus yang selama ini disembunyikan?"
"Aku tahu kalau Kenzo dan Kenzie adalah saudara kembar dari keluarga Kusuma, tapi tetap saja aku terkejut mendengar penjelasan itu"
Kenzie mengabaikan tatapan semua orang padanya. Dia tetap berjalan dengan gagahnya menuju mobil dan meninggalkan kantor Teguh. Noey pun berjalan dibelakangnya dengan senyum yang tak pernah hilang karena apa yang dilakukan Kenzie hari ini.
"Kurasa ... aku tidak akan menyesal lagi menuruti permintaan Kenzo. Sekarang aku mengerti kenapa dia memintaku berada disampingmu"
"Apa maksudmu?"
"Tidak ada"
Kenzie menatap Noey dengan raut wajah bingung dan dahi berkerut saat mendengar apa yang Noey katakan. Dia benar-benar tidak mengerti maksud ucapannya.
***
Pak Arseno juga melihat siaran langsung yang dilakukan Kenzie. Dia menatap layar tablet yang ada ditangannya dengan sorot mata yang dingin.
"Apa anda sudah melihat siaran langsung yang dilakukan pak kenzie, Tuan?" Har bertanya dengan ragu-ragu pada Arseno yang sedang serius menatap layar tablet.
"Ya, aku melihatnya" Pak Arseno menanggapi Har dengan singkat dan ekspresi yang datar.
"Apa yang akan anda lakukan? Nona Meisya sampai saat ini tidak terlalu nafsu makan. Dia terus mengurung diri dikamarnya dan tidak mau melakukan aktivitas apapun". Har berusaha mengingatkan pak Arseno kalau Kenzie dan Meisya masih saling membutuhkan satu sama lain.
Sesaat pak Arseno terdiam sebelum memberikan tanggapan atas ucapan Har. Har pun menunggu dengan gugup tanggapan tuannya yang dingin dan keras kepala itu.
__ADS_1
"Baiklah, undang Kenzie kemari. Aku ingin membicarakan masalah ini dengannya" ujar pak Arseno dengan sikap yang tenang.
Har yang mendengarnya langsung tersenyum tipis dan menganggukkan kepala sambil menjawab
"Baik, Tuan. Saya akan segera menghubungi pak Kenzie" Har pun berbalik dan pergi untuk menghubungi Kenzie. Dia juga bergegas kekamar Meisya untuk memberitahukan kabar ini.
Tok tok tok
"Pergi. Aku ingin sendiri" teriak Meisya dari dalam kamarnya
"Nona, ini saya, Har" Har menjawab dengan tenang sambil terus berdiri didepan pintu
Ceklek
"Pak Har. Aku kira papa yang datang kemari. Ada apa?" Meisya langsung membukakan pintu dan menyapa Har dengan sikap yang ramah
"Apa anda sudah melihat video siaran langsung yang dilakukan pak Kenzie? Dia mengungkap identiasnya dan mengatakan akan jadi penerus Kusuma". Har bicara dengan sikap yang tenang dan senyum yang tak hilang dari bibirnya.
"Ya aku melihatnya. Aku tidak tahu kalau dia akan melakukan hal yang begitu berani seperti itu. Kukira, dia hanya akan memberikan teguran dan melaporkan perusahaan Pak Teguh saja. Ternyata dia juga menghancurkan perusahaan itu" Meisya menanggapi dengan senyum tipis dan kepala tertunduk.
"Tuan meminta saya untuk menghubungi pak Kenzie. Beliau ingin bertemu dengan pak Kenzie secepatnya".
Meisya yang sebelumnya menundukkan kepala, seketika langsung mengangkat kepalanya dengan senyum bahagia dibibirnya
"Benarkah? Papa bilang ingin bertemu dengan kak Zie?". Meisya kembali bertanya dengan senyum ceria untuk memastikan ucapan Har.
"Benar, tuan meminta saya untuk mengundangnya kemari" Har pun tersenyum bahagia melihat Meisya yang kembali ceria.
"Baiklah, kalau begitu pak Har hubungi kak Zie. Aku akan bersiap sekarang!" Meisya begitu bersemangat mendengar kalau Kenzie akan datang. Dia langsung menutup pintu kamarnya dan membiarkan Har yang masih berdiri disana sendiri.
__ADS_1
"Semoga senyum nona tidak pernah hilang lagi dari wajah cantiknya. Aku harap kali ini tuan benar-benar menerima tuan Kenzie. Tapi... apa maksudnya dengan tuan tidak bisa menerima keluarga Kusuma? Semoga bukan apa-apa" gumam Har menatap pintu kamar Meisya yang kini sudah tertutup kembali dengan raut wajah bingung.