Putra Putri Sang Penguasa 3

Putra Putri Sang Penguasa 3
Pria Tidak Waras


__ADS_3

"Apa?!"


Meisya terlihat sangat terkejut mendengar ucapan Safira tentang pria yang baru saja membuat masalah dengan  mereka.


"Kak Fira jangan bercanda. Ini sama sekali tidak lucu!" Bibir Meisya mengerucut manja saat bicara karena dia tak percaya dengan candaan Safira


"Kamu tidak percaya padaku? Lihatlah pria itu! Dia sedang berusaha merayu priamu"  Safira terus saja menggoda Meisya dengan senyum tipis dibibirnya. Dia meminta Meisya untuk memperhatikan Kenzie yang sedang memapah Risha, namun pria itu juga terus saja mendekati Kenzie


"Ah tidak mungkin kak Zie akan suka padanya. Aku yakin kalau kak Zie adalah pria yang normal, jadi aku tidak perlu khawatir akan hal itu" Meisya menunjukkan senyum yang manis, dia  berusaha tenang menanggapi apa yang dikatakan Safira meskipun ada rasa kesal dihatinya


"Apa kamu yakin? Lihatlah itu. Pria itu benar-benar tidak menyerah untuk mendekati Kenzie" Safira terus saja menggoda Meisya, dia sangat senang melihat ekspresi wajahnya ketika dia tidak senang melihat Kenzie didekati oleh orang lain


"Sudah sudah. Aku tidak ingin mendengarnya lagi. Lebih baik sekarang kita cepat susul mereka kerumah sakit. Kasihan kak Risha yang sedang kesulitan" Meisya langsung menarik tangan Safira agar mempercepat langkah kakinya dan mengikuti Kenzie dan Risha yang berjalan di depan


Mereka bergegas kerumah sakit terdekat agar Risha segera mendapatkan perawatan


"Noey, apa kondisi Risha sangat serius?" Rendra bertanya dengan raut wajah khawatir karena Kenzie membawa Risha lebih dulu dan membiarkan Rendra menyusul dengan Billy dan Noey


"Tidak. Sepertinya hanya terkilir, tapi tetap saja harus mendapatkan pengobatan kan?" Noey menanggapi Rendra dengan sikap yang tenang dan acuh tak acuh


"Kamu benar. Semoga saja lukanya tidak parah" Rendra tidak lagi memperpenjang perkataannya dan tetap tenang menuju rumah sakit


Setelah berapa lama akhirnya mereka tiba. Risha masih berada diruag IGD untuk menerima perawatan. Rendra telihat gagah meski duduk diatas kursi rodanya, Kenzie menunggu di kursi tunggu berdampingan dengan Meisya, disana juga ada Safira yang duduk bersama mereka. Dan satu lagi pria tak diundang yang masih berada disana


"Zie, bagaimana keadaan Risha?" Kenzie, Meisya dan Safira menoleh bersamaan ketika mendengar suara Redra


"OMG ... pria tampan! Apa mereka hanya berkumpul dengan orang-orang tampan saja?" Pikir pria yang mengikuti Kenzie sejak tadi ketika dia melihat Rendra, Noey dan Billy. Dia menutup bibirnya dengan  mata yang masih  membelalak karena terpesona dengan ketampanan dari tiga pria itu

__ADS_1


"Ren, kalian sudah disini?" Kenzie berdiri dan menyapa Rendra yang baru saja tiba bersama Billy dan Noey


"Ya, dimana Risha? Bagaimana keadaannya?"


"Aku baik-baik saja. Hanya sedikit bengkak, tapi dokter bilang ini tidak terlalu parah kok" Risha keluar dari ruang IGD sebelum Kenzie sempat manjawab pertanyaan Rendra


"Sayang, apa benar kamu baik-baik saja?" Rendra mengulurkan sebelah tangannya agar Risha mendekat padanya


"Aku baik-baik saja. Ini sudah diperban, dokter bilang hanya perlu beberapa hari sampai memarnya hilang" Risha menjelaskan dengan lembut mengenai bagaimana keadaannya pada Rendra


"Syukurlah kalau begitu. Kenzo sedang berada dijalan, mungkin sebentar lagi dia akan tiba disini. Kita tunggu disini sebentar setelah itu kita pergi ke restoran yang sudah di booking olehnya" Rendra menjelaskan bagaimana rencana mereka akan berjalan


"Hemn .. baiklah" Mereka pun duduk menunggu sampai Kenzo datang. Kenzie dan Rendra saling memberikan perhatian pada pasangan mereka masing-masing, sedangkan Safira san Noey saling berbincang mengenai Kenzo dan lainnya. Pria yang tidak dikenal itu tetap diam sambil memperhatikan Kenzie, Rendra, Billy dan Noey secara bergantian.


Tak berapa lama Kenzo datang menghampiri mereka semua


"Zo! Kamu sudah sampai?" Safira bertanya dengan senyum ceria dan nada bicara yang manja. Dia langsung berdiri kemudian berjalan menghampiri Kenzo


"Pria tampan lagi. Eh mereka kembar" Pria itu kembali terpesona melihat Kenzo, kemudian dia menyadari kalau Zo dan Zie kembar. Dia pun terus mempehatikan keduanya secara bergantian untuk memastikan wjah mereka


"Mereka memang kembar, tapi aura yang mereka pancarkan berbeda.Si tampan yang tadi terlihat ramah dan bercahaya, tapi yang ini ... dia benar-benar seksi dengan sikapnya yang anggun dan penuh wibawa. Sungguh menggemaskan!" Pikir pria itu menatap Kenzo dengan wajah merah


"Ya, aku akan ikut bersenang-senang dengan kalian" Kenzo bicara sambil menyambut Safira dengan sebelah tangan yang kini melingkar dibagian pinggangnya


"Bagaimana kamu bisa mengatakan kalau kami seperti  korban pengungsian jika kamu ikut teribat dengan kami?" Risha pun mulai mengeluh dengan senyum mencibir dibibirnya. dan Kenzo tersenyum menanggapi ucapan Risha.


"Sudahlah, lupakan, bagaimana dengan kondisi tanganmu?" Kenzo bertanya dengan nada yang dingin dan acuh tak acuh

__ADS_1


"Ini tidak terlalu parah. Dokter bilang akan sembuh dalam beberapa hari" Risha menjawab dengan senyum ceria dibibirnya dan sikap yang tenang


"Benarkah? Baguslah kalau begitu" Kenzo menghela napas lega mendengar apa yang Risha katakan, tapi sesaat kemudian dia menyadari ada seseorang yang sungguh mengganggu pandangannya


"Tunggu . Siapa dia? Sejak kapan kalian membiarkan seseorang bergabung dengan kita begitu saja?" Kenzo menatap peia itu dengan sinis. Nada bicaranya terdengar sangat dingin dan tegas. Tidak ada keramahan atau sikap bersahabat sama sekali


"Eh itu ... aku ... aku Salim, kamu bisa memanggilku Sally" Salim menjawab Kenzo dengan wajah merona seakan dia sedang tersipu malu saat bicara dengan Kenzo


"Kak Fira, kakak juga harus hati-hati karena sepertinya sekarang pria itu lebih menyukai kak Zo daripada yang lainnya" Meisya yang tadi terus diledek oleh FIra, kini berbalik menggoda Fira


"Kamu tenang saja Sya, dia bukan saingan yang sesuai denganku. Aku ini seorang model, jadi aku tidak akan kalah dari pria jadi-jadian itu" Safira menjawab dengan sinis dan penuh  tekad. Dia menatap Salim dengan sorot mata tajam penuh waspada.


Kenzo menyadari tatapan Fira yang seperti ingin mencabik Salim saat ini juga. Diapun tersenyum dan berbisik pada Safira


"Kamu tidak perlu cemas seperti itu.Aku ini hanya akan setia padamu. Aku tidak akan pernah menyukai gadis lain, apalagi menyukai laki-laki lain. Aku ini hanya singa lapar yang ingin segera memangsamu" Kenzo berbisik didekat telinga Safira dan membuatnya tersipu malu


"Karena Zo sudah ada disini, maka sebaiknya kita pergi dan nikmati hari kita" Semua mengangguk setuju dengan apa yang disarankan oleh Noey, mereka pun beranjak dari rumah sakit untuk pergi ke restoran seperti yang direncanakan sebelumnya


"Anu, bolehkah aku ikut dengan kalian? Aku ingin mengenal kalian lebih jauh lagi" Salim terlihat sedikit ragu saat dia mengatakan ingin bergabung dengan Zo dan yang lainnya


"Kenapa kami harus mengajakmu? Kami tidak mengenalmu dan kami juga tidak suka jika ada orang luar yang berusaha masuk seenaknya pada wilayah yang kami batasi" Zo bicara dengan sikapnya yang dingin. Tentu saja, yang melihat Kenzo bersikap seperti ini pasti merasa segan dan takut karena aura mengancam yang dia pancarkan bisa membuat orang gemetar ketakutan


"Aku hanya ingin lebih dekat dengan kalian, itu saja" Jawab Salim dengan ragu


"Tapi aku sangat tidak ingin dekat denganmu! Aku tidak suka jika ada tikus yang mencoba bergabung dengan singa, karena dia hanya akan jadi mainan kami saja" Jawab Zo dengan sikap yang tegas


"Kamu jahat sekali. Padahal aku ingin dekat denganmu. Kamu akan menyesal jika memperlakukan aku seperti ini!" Salim terlihat marah dengan sikap yang diberikan Zo padanya

__ADS_1


"Sudah ku  bilang kalau aku tidak suka tikus. Lagipula dalam kamusku, seorang Kenzo tidak pernah menyesal. Justru sebaliknya, aku bisa membuatmu sadar dan menyesal karena telah terlibat dengan kami, Jadi, jangan tunjukkan wajahmu lagi di depan mataku sebelum aku hilang kesabaran!" Salim langsung diam setelah mendengar perkataan Zo. Dia hanya bisa menatap punggung Zo dan yang lainnya yang semakin lama semakin menjauh


__ADS_2