Putra Putri Sang Penguasa 3

Putra Putri Sang Penguasa 3
Kenzie Dan Meisya Putus


__ADS_3

“Papa, kenapa Papa memintaku datang kemari? Aku kan baru saja kemari beberapa hari yang lalu dengan kak Zie” Meisya bertanya pada sang ayah ketika dia baru saja tiba dirumah sang ayah.


“Ada yang ingin Papa bicarakan denganmu” ujar pak Arseno dengan wajahnya yang dingin dan serius. Pak Arseno yang sedang membaca dokumen ditangannya langsung meletakkan dokumen itu diatas meja didepannya.


“Ada apa, Pah? Apa ada masalah yang terjadi? Kenapa Papa memasang wajah seperti itu?” Meisya terlihat penasaran dan khawatir dengan alasan sang ayah memanggilnya pulang.


“Sejak kapan kamu tahu kalau Kenzie berasal dari keluarga Kusuma?” Pak Arseno terus bicara dengan raut wajahnya yang serius dan menegangkan.


“Sejak awal. Aku bahkan sudah bertemu dengan semua keluarga Kusuma saat saudara kembar kak Kenzie menikah di Negara F” Meisya menanggapi pertanyaan


sang ayah dengan sikap yang tenang


“Memangnya kenapa, Pah?”


Pak Arseno terdiam beberapa saat sebelum dia menjawab pertanyaan Meisya


“Papa mau kamu mengakhiri hubunganmu dengan Kenzie”


“Apa?! Kenapa seperti itu? Apa kak Zie punya salah pada Papa?” Meisya terkejut dan tidak habis pikir dengan apa yang diminta sang ayah.


“Tidak ada. Kenzie tidak melakukan kesalahan apapun. Hanya saja Papa tidak ingin kamu memiliki hubungan dengan keluarga itu” ujar pak Arseno dengan sikap yang tetap tenang namun tidak menatap mata meisya secara langsung.


“Kenapa? Papa harus memberiku alasan yang jelas kenapa aku tidak boleh memiliki hubungan dengan kak Zie?” Meisya bersikeras untuk mengetahui alasan kenapa dia tidak boleh berhubungan dengan Kenzie.


“Mei, kita memang bukan dari kalangan biasa. Kedudukan kita juga tidak kalah bagusnya jika dibandingkan dengan keluarga Kusuma, tapi bukan itu alasannya. Papa hanya ingin melindungimu, mereka itu sangat berbahaya. Mereka selalu diibaratkan sebagai singa. Predator penguasa yang bisa memangsa dan menjatuhkan lawannya dengan mudah. Masuk ke keluarga mereka sama saja


dengan kamu masuk kekandang singa. Kamu tidak akan bisa keluar dari sana dan kamu juga tidak bisa hidup dengan tenang disana. Ada banyak mata yang akan mengawasi setiap gerak gerikmu. Sedikit saja kamu lengah dan melakukan kesalahan, bisa saja kamu menjadi bahan untuk melampiaskan kekesalan orang lain pada keluarga itu. Papa tidak ingin kamu malah mengalami hidup yang sulit meskipun kamu dan Kenzie saling mencintai. Papa hanya ingin melihat kebahagiaan dan keselamatanmu saja”.

__ADS_1


Pak Arseno bicara dengan menundukkan kepala dan raut wajah sedih. Dia menyangga  dagu dengan jari  tangan yang saling bertautan dan menutup mulutnya sehingga tidak terlihat jelas wajah sedih pak Arseno.


“Papa, itu tidak akan terjadi , Pah. Aku akan baik-baik saja dikeluarga itu. Mereka semua baik dan selalu melindungi satu sama lain. Aku yakin kalau mereka juga akan melindungiku, terutama kak Zie, dia tidak akan membiarkan sesuatu yang buruk menimpaku. Jadi papa tidak perlu mengkhawatirkan hal yang tidak masuk akal seperti itu, ya?".


Meisya tersenyum canggung saat berusaha membujuk sang ayah agar merestui hubungannya dengan Kenzie


“Papa sudah kehilangan mamamu. Papa tidak ingin mengambil resiko lagi untuk kehilanganmu. Tinggal kamu satu-satunya yang Papa miliki di dunia ini. Papa tidak bisa membiarkan kalian bersama”.


Pak Arseno menggelengkan kepala dengan air mata yang mulai menetes dari kedua matanya.


“Papa, kumohon Papa jangan menangis. Aku tidak ingin melihat Papa sedih. Aku tahu Papa sangat menyayangiku. Aku akan melakukan apapun untuk Papa” Meisya yang melihat air mata sang ayah langsung mendekat padanya dan bersimpuh dihadapan sang ayah.


“Maafkan Papa. Maafkan Papa” Pak Arseno terus minta maaf pada Meisya disela isak tangisnya.


“Aku juga hanya punya papa didunia ini. Aku akan melakukan apapun untuk membuat Papa tenang dan bahagia. Meskipun aku harus mengorbankan cintaku” ujar Meisya yang kini membaringkan kepalanya dipangkuan sang ayah. Air matanya pun mulai mengalir dan membasahi pipinya.


“Apa katamu?! Kita putus?!” Kenzie sangat terkejut ketika Meisya masuk keruangannya dan membicarakan tentang mengakhiri hubungan diantara mereka.


“Ya, aku ingin kita putus saja” Meisya bicara dengan kepala tertunduk dan wajah yang sedih. Dia berusaha keras menahan air matanya agar tidak jatuh dihadapan Kenzie.


“Kenapa? Kenapa kamu ingin putus dariku? Apa sakahku? Kita baik-baik saja selama ini” tanya Kenzie dengan suara yang lemah dan wajah sedih. Dia menatap Meisya dengan tatapan tak percaya.


“Tidak. Kak Zie tidak memiliki salah apapun padaku. Hanya saja … aku tidak bisa lagi melanjutkan hubungan kita. Maaf … Maafkan aku. hiks … hiks ... hiks …”


“Mei! Meisya!”


Meisya langsung berlari meninggalkan ruangan Zie dengan derai air mata diwajahnya setelah dia mengatakan apa yang harus dia katakan pada Kenzie

__ADS_1


“Apa yang terjadi dengan mereka berdua? Kenapa Meisya berlari sambil menangis seperti itu?” gumam Noey yang melihat Meisya meninggalkan ruangan Kenzie sambil menangis


“Apa terjadi sesuatu?” Noey mendatangi ruangan Kenzie untuk mengetahui apa yang sebenarnya terjadi. Disana dia melihat Kenzie yang selalu tersenyum ceria seperti orang bodoh, saat ini sedang duduk dengan kepala tertunduk dan menutupi wajahnya dengan kedua tangan yang saling bertautan didahi.


“Dia minta putus dariku” jawab Kenzie tanpa berani menatap wajah Noey. Dia terus saja menundukkan kepala dan menutupi kesedihannya.


“Putus? Kenapa kalian putus? Apa tidak bisa dibicarakan baik-baik dan mencari solusinya terlebih dahulu?” Noey menanggapi dengan sikapnya yang dingin dan memberi saran pada Kenzie.


“Aku juga tidak tahu kenapa dia minta putus dariku” Kenzie menggelengkan kepalanya, namun dia tetap tidak mengangkat kepalanya.


“Bagaimana kamu akan tahu, jika kamu hanya berdiam diri saja disini?” Noey kembali bicara dengan sikapnya yang dingin.


“Kamu benar. Aku harus tanyakan langsung pada Meisya alasannya” Kenzie mulai bereaksi dan mengangkat kepalanya. Dia menatap Noey terlebih dahulu lalu berlari meninggalkan ruangannya untuk pergi keruangan Meisya.


“Masalah cintaku saja belum terpecahkan. Bisa-bisanya aku malah memberikan saran padanya” Gumam Noey sambil menggelengkan kepala dan menatap kepergian Kenzie.


Kenzie sedikit berlari menuju gedung dimana Meisya ditempatkan. Dia mengabaikan tatapan semua karyawan yang menatapnya dengan raut wajah bingung dan penasaran.


“Hah hah hah Mei! Meisya?! Hah hah hah” Kenzie memanggil Meisya diruangannya dengan napas yang terengah-engah setelah berlari. Dia menoleh kesana kemari mencari keberadaan Meisya namun tidak menemukannya. Kenzie pun memutuskan untuk bertanya pada rekan kerja Meisya.


“Dimana Meisya?” tanyanya dengan masih terengah-engah.


“Dia … sudah pergi. Dia baru saja mengundurkan diri dari perusahaan ini”


“Apa katamu?!” Sejenak Kenzie terkejut mendengar jawaban rekan Meisya, namun setelah itu dia langsung berlari keluar perusahaan dan berusaha mengejar Meisya.


“Meisya! Meisya!” Kenzie berlari sambil berteriak memanggil Meisya dan berharap dia bisa mendengarnya. Namun setelah berlari cukup jauh, dia tetap tidak bisa menemukannya. Kenzie menghentikan langkahnya dan terdiam menatap jauh kedepan dengan tatapan kosong

__ADS_1


“Mei … sebenarnya … apa yang terjadi…? Kenapa kamu pergi meninggalkanku begitu saja?”. Tanpa Kenzie sadari dia menitikan air mata dengan kepala tertunduk sedih. Semuanya terasa hampa dan tidak ada artinya lagi.


__ADS_2