
Rendra mengantarkan Risha pulang setelah mereka pergi memilih gaun pengantin dan juga makan malam bersama. Selain untuk mengantar Risha pulang, Rendra juga berniat untuk kembali bicara dengan keluarga Risha mengenai tanggal pernikahan yang sudah mereka tetapkan. Lebih tepatnya Rendra yang menetapkan.
“Kita sudah sampai. Ayo turun!” Rendra bicara pada Risha dengan senyum yang lembut dibibirnya. Lalu dia turun lebih dulu untuk membukakan pintu mobil untuk Risha
“Kenapa wajahmu seperti itu?” Risha bertanya sambil tersenyum ketika melihat wajah Rendra yang tiba-tiba berubah tegang.
“Aku hanya … bagaimana jika om Diaz tidak mengizinkan kita menikah? Aku sengaja mempersiapkan pernikahan kita terlebih dulu sebelum memberitahu keluargamu karena aku merasa takut, tapi sekarang aku malah menjadi semakin takut jika mereka menentang kita”
“Hahaha … ayolah, tidak ada yang seperti itu. Kamu sudah tahu betul bagaimana keluargaku. Apa kamu masih takut untuk jadi bagian dari
keluarga kami?” Risha terus tertawa saat dia bicara dengan Rendra yang terlihat lucu karena wajahnya yang berubah pucat.
“Bukan takut itu. Justru aku takut jika tidak bisa jadi bagian dari keluargamu. Aku tahu betul bagaimana keluarga kalian. Mereka pasti akan menerimaku dengan baik karena kita saling mencintai, apalagi aku juga sudah lama mengenal Kenzo dan keluarganya. Hanya saja … om Diaz, dia sangat tidak suka hubungan kita. Aku takut kalau dia kembali berubah pikiran dan tidak membiarkan kita menikah” Rendra menundukkan kepala saat dia menjelaskan pada Risha mengenai kekhawatirannya.
“Hei, tidak ada yang seperti itu. Kita memang membutuhkan restu mereka untuk menikah, tapi yang akan menjalani rumah tangga itu aku. Mereka hanya perlu mendoakan kebahagiaan kita saja kan? Mereka tidak bisa mengatur
semuanya tentang hidupku” Risha memegang sebelah pipi Rendra dan membuatnya menatap kedua matanya. Dia bicara dengan lembut sambil tersenyum untuk menghibur Rendra.
“Kamu benar. Ini mengenai hidup kita. Om Diaz ingin kebahagiaanmu, jadi tidak mungkin dia akan menghalangi pernikahan kita” Rendra
pun kembali tersenyum setelah mendengar penjelasan dari Risha.
“Apa sekarang kita sudah bisa masuk? Ini adalah waktu yang tepat untuk memberitahu rencana pernikahan kita karena keluargaku pasti sedang berkumpul sekarang”
“Ya, ayo kita masuk!” Rendra pun mengangguk setuju dengan ajakan Risha untuk masuk kerumah keluarga Kusuma.
Mereka berjalan bergandengan tangan memasuki rumah besar nan mewah bagaikan sebuah istana itu.
“Selamat malam semuanya” Risha menyapa semua orang begitu mereka masuk. Disana seluruh keluarga sedangg berkumpul setelah makan malam.
Hanya Kenzo dan Safira saja yang tidak ada karena mereka tinggal di nagara lain.
“Selamat malam, sayang.. Kamu sudah pulang? Halo Ren” Tania menanggapi sapaan putri cantiknya dengan lembut dan senyum tipis dibibirnya. Dia juga menyapa Rendra yang ada disebelahnya.
__ADS_1
“Malam tante. Malam semuanya” ujar Rendra yang menanggapi Tania dan juga menyapa semua orang yang hadir disana.
“Malam Ren. Kemarilah. Kalian darimana?” Cheva menyapa Rendra dengan ceria dan mempersilahkannya duduk untuk bergabung dengan mereka.
“Kami hanya makan malam bersama, Tante” ujar Rendra dengan sikap yang tenang.
“Oh. Ku pikir kalian jalan-jalan terlebih dahulu dan menikmati malam yang indah ini lebih dulu. Ternyata hanya makan malam dan langsung pulang” Cheva terlihat kecewa saat Rendra hanya mengatakan kalau mereka hanya makan malam saja.
“Nonton? Ini sudah terlalu malam, Va. Jika mereka nonton, maka akan pulang lebih malam lagi. Besok pagi mereka masih harus kerja” Diaz menanggapi Cheva dengan sikapnya yang sinis dan wajah yang kesal.
“Kak, mereka ini masih muda, wajar kan jika mereka menikmati waktu bersama. Apalagi jarak rumah Rendra dari sini cukup jauh. Sayang sekali jika hanya makan malam dan pulang begitu saja. Seperti kakak tidak pulang larut malam saja saat pacaran dengan Kak Tania” Seperti biasanya, Cheva tidak ingin kalah saat dia harus berdebat dengan Diaz
“Itu berbeda. Dulu aku dan Tania pergi denganmu dan juga Lian, sedangkan mereka hanya berdua saja. Bisa saja …”
“Memangnya apa yang akan terjadi jika mereka pergi berdua. hah? Kakak pikir mereka akan melakukan hal yang tidak-tidak saat didepan umum? Mereka bukan anak kecil. Mereka bisa membedakan sendiri mana yang baik dan tidak baik” Cheva menyela Diaz dan tidak membiarkan kakak sepupunya itu begitu
saja.
Diaz langsung menoleh pada Risha dan Rendra setelah mendengar ucapan Cheva
“Apa?!” Rendra dan Risha sangat terkejut saat mendapat pertanyaan seperti itu dari Diaz
“Kak Diaz. Pertanyaan bodoh macam apa itu?!” ujar Cheva yang terlihat kesal dengan pertanyaan yang diajukan Diaz. Bahkan tidak hanya Cheva, Tania juga langsung menyenggol lengan Diaz dengan dahi berkerut karena bingung dengan apa yang ditanyakan suaminya.
“Kenapa kalian menatapku seperti itu? Aku kan hanya bertanya saja” Diaz tetap bersikap tenang seakan-akan dia tidak mengajukan pertanyaan yang salah.
“Apa yang kamu lakukan saat sedang berdua dengan Tania? Mungkin saja itu hal yang sama yang dilakukan Rendra dan juga putrimu” Lian
yang tadi hanya diam, kini bicara dengan senyum tipis dibibirnya. Dia tahu kalau sahabatnya ini selalu berpikiran yang tidak tidak.
“Berpegangan tangan, berciuman dan ….” Diaz langsung diam dan berpikir kemungkinan yang dilakukan Rendra saat bersama putrinya
“Tidak! Kalian tidak boleh melakukan itu sebelum menikah!” Semua orang terkejut karena Diaz tiba-tiba berteriak sambil berdiri.
__ADS_1
“Papi. Apa yang papi lakukan? Mengagetkan saja” ujar Dhefin yang terkejut setelah melihat reaksi Diaz yang berlebihan.
“Sebenarnya apa yang kak Diaz khayalkan sampai bereaksi seperti itu?” Cheva pun ikut mengomentari reaksi berlebihan Diaz tadi
“Tidak ada. Aku tidak memikirkan apapun. Pokonya kalian tidak boleh pergi berduaan. Dan kalian juga harus menjaga jarak satu sama lain. Kalian tidak boleh terlalu sering bersama sebelum menikah” ujar Diaz dengan
sikapnya yang terlihat serius. Semua orang disana hanya bisa menggelengkan kepala melihat sikap over protektif Diaz pada Risha.
“kebetulan sekali om. Karena om berkata begitu, aku jadi ingin menyampaikan sesuatu”
“Hmn?” semua terdiam dan menatap Rendra dengan tatapan
penasaran
“Apa yang ingin kamu katakan?”
“Aku dan Risha … kami sudah menentukan tanggal pernikahan kami”. Untuk sesaat semua kembali terkejut hingga mereka diam, namun tak berapa suasana kembali ramai.
“Benarkah? Sungguh bagus” ujar Cheva dengan senyum ceria
“Mami senang mendengar kabar bahagia ini dari kalian berdua” ujar Tania dengan sikapnya yang tenang
“Selamat ya, kak. . Tidak lama lagi kalian akan jadi sepasang suami istri” Dhefin pun bicara dengan sikap yang tenang dan senyum ceria.
“Apa?! Tidak. Siapa yang mengizinkan kalian menikah?” Diaz terkejut dan tidak menerima rencana pernikahan Risha dan Rendra
“Selamat, karena sebentar lagi posisimu untuk berada disamping Risha akan digantikan oleh Rendra” Daripada memberi ucapan selamat
pada Risha dan Rendra, Lian malah memberi ucapan selamat pada Diaz dan
membuatnya semakin kesal.
“Teman macam apa kamu? Bukannya membantuku dengan ini. Kamu
__ADS_1
malah tertawa diatas penderitaanku” Diaz pun menanggapi Lian dengan kesal
“Bodoh. Meskipun kamu sahabatku, aku tidak akan membiarkan kamu tertawa diatas Penderitaan keponakanku”