Putra Putri Sang Penguasa 3

Putra Putri Sang Penguasa 3
Aku Tidak Akan Mengorbankan Permata Berharga Hanya Demi Batu Usang


__ADS_3

Kenzo sedang makan siang bersama dengan Max sambil membahas mengenai pekerjaan dan agar mereka bisa saling mengenal satu sama lain terlebih dahulu.


“Apa kamu sudah menghubugi Zack dan bertanya mengenai pekerjaanmu?” ujar Kenzo dengan sikap yang tenang.


“Kami sudah saling berkirim pesan, mungkin nanti kami akan bertemu agar saya bisa mempelajari dan mengatur bagaimana cara kerja anda. Untuk sekarang, saya hanya bisa mengatur pekerjaan tertulis anda saja” Max menjelaskan pada Kenzo caranya mengerjakan pekerjaan.


"Tidak masalah. Kamu atur pekerjaanku di JB Company saja. Pekerjaan selain disini akan diatur oleh Zack, tapi kamu juga harus belajar darinya. Aku merekrutmu untuk membantu meringankan pekerjaan Zack. Lagipula sekarang ini belum ada hal lain yang harus kamu kerjakan secara khusus” Kenzo memberi arahan dengan tenang sambil menikmati makan siangnya.


“Sepertinya kita harus kembali sekarang, Pak. Anda masih memiliki janji setelah makan siang ini disebuah hotel” Max mengingatkan Kenzo akan jadwalnya setelah ini.


“Hotel? Janji dengan siapa? Sepertinya aku tidak memiliki janji dengan siapapun dihotel? Dan aku juga tidak pernah membuat janji dihotel” Kenzo menanggapi dengan wajah bingung sambil memikirkan apa yang dikatakan oleh Max.


"Tapi sekertaris anda bilang kalau anda memiliki janji penting dihotel setelah makan siang ini. Katanya dengan kekasih anda. Dia juga memberikan nomor kamar hotelnya" Max terlihat bingung dengan mana yang benar dan yang salah karena dia masih belum mengerti Kenzo.


"Apa itu Safira? Tapi dia sedang syuting diluar kota siang ini dan baru akan kembali malam nanti. Apa dia ingin membuat kejutan untukku? Apa aku menghubungi dia saja? Ah tidak perlu!" pikir Kenzo mempertimbangkan apa yang dikatakan oleh Max.


"Baiklah, kita akan pergi kehotel setelah makan siang untuk menemui tamuku itu" Kenzo menanggapi dengan sikap yang tenang meskipun saat ini dia sedang terlihat bingung.


Tak lama, makan siang mereka pun selesai. Kenzo lagsung bergegas kehotel yang lokasinya tidak jauh dengan perusahaan JB Company untuk menemui orang yang katanya menunggu Kenzo.


"Kamu tunggu di lobby saja. Aku akan menghubungimu jika butuh sesuatu" ujar Kenzo pada Max dengan sikap yang tenang.


"Baik pak"


Kenzo pun melanjutkan langkahnya menuju kamar yang telah dikatakan Max, Dia tersenyum manis selama perjalanan karena mengira kalau Safira yang menyiapkan ini untuk memberikan kejutan padanya. Namun setelah Kenzo masuk kekamar hotel, dia sangat terkejut ketika melihat seorang gadis cantik yang duduk disofa dengan mengenakan pakaian seksi bukanlah Safira.


"Apa yang kamu lakukan disini? Bagaimana bisa kamu masuk ke dalam kamar ini?" tanya Kenzo dengan nada yang sinis dan sikap yang dingin.


"Tentu saja aku masuk lewat pintu. Dan aku yang sudah membuat janji dengan sekertarismu, dan aku sudah mengatakan padanya kalau aku akan untuk menunggu disini" Olivia menanggapi Kenzo dengan sikap yang genit.


"Manda? Cih, ternyata sekertarisku tidak tahu bagaimana tempramenku" gumam Kenzo dengan senyum tipis mencibir.

__ADS_1


"Sebenarnya apa yang kamu inginkan sampai kamu merencanakan semua ini? Kamu pikir karena ayahmu bekerja diperusahaanku, jadi kamu bisa seenaknya melakukan apapun yang kamu mau? Jangan kamu pikir kalau kamu bisa mendapatkan apapun yang kamu inginkan hanya dengan nama ayahmu" Kenzo terlihat marah dan kesal pada Olivia yang selalu mengganggunya.


"Tapi pak Kenzo, papa saya kan pemegang saham terbesar kedua setelah anda, tentu dia juga memiliki kekuasaan yang sama pentingnya diperusahaan setelah anda. Terlebih lagi saya cukup cantik dan tidak memalukan untuk bersanding dengan anda. Jadi ... saya rasa ... ini akan bagus untuk kedua belah pihak, dan tidak ada salahnya juga untuk kita coba" Olivia bicara sambil berusaha menggoda Kenzo. Dia mendekatinya dan menyentuh tangan juga dada Kenzo.


"Kemarin kamu bilang kalau pertemuan kita adalah sebuah takdir kan? Aku akan tunjukan padamu takdir seperti apa yang akan terjadi pada kita sekarang" Kenzo menyeringai tipis sambil mendelik pada Olivia, lalu dia berbalik dan berjalan menuju sofa. Kenzo menghubungi Max yang saat ini menunggu di lobby.


"Apa yang akan anda lakukan?". Kenzo mengabaikan Olivia dan terus saja menghubungi Max.


"Halo, Max. Hubungi pak Hardi dan minta dia untuk datang kemari. Aku memiliki sesuatu yang penting untuk dibahas dengannya sekarang" ujar Kenzo dengan senyum tipis yang menyeramkan diwajahnya.


"Baik, Pak"


"Apa yang terjadi dengannya? Kenapa pak Kenzo sepertinya sangat marah? Bukannya dia sedang bersama dengan kekasihnya?" gumam Max yang bingung dengan Kenzo yang tiba-tiba terdengar kesal. Diapun langsung menghubungi pak Hardi melalui kantor untuk memintanya datang ke hotel.


"Halo, tolong sambungkan ke ruangan pak Hardi" ujar Max dengan sikap tenang. Dia pun menunggu sampai teleponnya disambungkan dengan pak Hardi.


"Halo" terdengar suara Hardi dari ujung telepon


"Halo, Pak Hardi? Saya Max, asisten pak Kenzo. Pak Kenzo meminta anda untuk datang ke hotel sekarang. Beliau menunggu anda untuk menyampaikan sesuatu yang penting"


"Baiklah, kirimkan padaku alamat hotelnya"


"Baik, Pak. Sampai jumpa"


Pak Hardi tidak menyia-nyiakan peluang ini dan langsung setuju untuk menemui Kenzo.


Tak berapa lama, pak Hardi tiba dihotel yang telah dimaksud Max.


"Pak Hardi, saya Max, mari saya antar keruangan pak Kenzo" Max sengaja menunggu didepan hotel, jadi begitu dia datang Max langsung mendekatinya.


Hardi pun mengangguk dan mengikuti Max dari belakang untuk bisa menemui Kenzo.

__ADS_1


Tok tok tok


"Permisi, Pak. Saya datang bersama pak Hardi" Max bicara di ambang pintu dan memberitahukan kedatangannya dengan Hardi


"Masuklah!"


"Silahkan, pak"


Setelah mendapatkan izin, Max pun mempersilahkan pak Hardi masuk kedalam.


"Terimakasih. Pak Kenzo. Tapi ada angin apa sampai anda ingin bertemu secara pribadi dengan saya?" Hardi langsung menyapa Kenzo dengan senyum ceria diwajahnya. Tak lama, pandangannya terkunci pada gadis cantik dengan piyama panjang model kimono yang duduk tidak jauh dari Kenzo.


"Oliv? Apa yang dia lakukan disini? Apa jangan-jangan mereka ...? Cih, sepertinya semua keluarga Kusuma hanya baik di depan orang lain saja. Tapi tidak papa, dengan hubungan ini ... aku bisa lebih dekat dengan keluarga itu" Pak Hardi tersenyum tipis setelah memikirkan kemungkin yang terjadi antara putrinya dengan Kenzo.


"Papa, Papa sudah disini?" Olivia menyapa sang ayah dengan senyum ceria dibibirnya.


"Oliv, apa yang kamu lakukan disini? Bukannya kamu juga sedang sibuk? Bagaimana kamu bisa dekat dengan pak Kenzo?" Hardi bertanya dengan wajah seakan bingung setelah melihat kehadiran putrinya bersama Kenzo.


Prok prok prok


Pak Hardi dan Olivia langsung menoleh mendengar Kenzo bertepuk tangan dengan perlahan.


"Sungguh akting yang mengejutkan. Anda ingin saya percaya kalau ini tidak direncanakan? Pak Hardi, tidak perlu bertingkah polos dan suci dihadapan saya. Anda yang meminta putri anda ini untuk mendekati saya kan?" Kenzo bicara pada pak Hardi dengan sikap dingin dan acuh tak acuhnya.


"Apa maksud anda? Saya sama sekali tidak mengerti dengan apa yang anda katakan" ujar pak Hardi yang memang tidak mengerti dengan ucapan Kenzo.


"Anda yang sengaja meminta putri cantik anda ini untuk tidur dengan saya, kan? Agar anda bisa mengendalikan saya" Kenzo bicara dengan sikap yang tenang dan sorot mata yang sinis


"Anda jangan sembarangan bicara, Pak Kenzo. Anda pikir saya akan mengorbankan putri saya untuk tidur dengan sembarang pria?! Jangan bilang karena anda tidak ingin bertanggung jawab pada putri saya, jadi anda berusaha memfitnah saya?" pak Hardi terlihat kesal karena Kenzo mengira kalau ini semua adalah bagian dari rencananya.


"Tanggung jawab? kenapa saya harus bertanggung jawab pada putri anda? Apa bagusnya dia? Lagipula kami tidak memiliki hubungan apapun" Kenzo menanggapi dengan senyum mencibir diwajahnya.

__ADS_1


"Apa maksudmu dengan tidak memiliki hubungan apa-apa? Jika memang tidak punya hubungan apa-apa, kenapa kamu harus tidur dengan putriku?!"


"Apa?! Tidur dengan putrimu? Kamu gila! Apa kamu tahu, aku sudah memiliki seseorang yang jauh diatas putrimu. Aku tidak akan mengorbankan permata yang berharga hanya demi batu usang seperti putrimu"


__ADS_2