
Arumi terkejut ketika mendengar Kenzie menghubungi polisi
"A-apa yang kamu lakukan?" Tanya Arumi dengan wajah panik
"Aku ingin memberimu pelajaran. Kamu pikir bisa seenaknya menyalahkan Risha atas semua hal yang terjadi padamu? Kamu pernah menamparnya, bahkan nyawa Risha berada dalam bahaya karena kamu menabraknya. Jangan kamu pikir aku akan selalu diam saja!" Ujar Kenzie dengan sikap yang dingin dan tegas
"Cih, aku memang menamparnya tapi aku sama sekali tidak menabraknya. Memangnya kamu punya bukti apa untuk menuduhku? Ini bisa jadi pencemaran nama baik!" Arumi bersikap seakan dia tidak bersalah dan mengatakan akan menuntut balik
"Silahkan. Dengan senang hati, aku tunggu tuntutanmu. Kami sudah memiliki cukup bukti untuk menjebloskankmu ke dalam penjara. Kamu pikir kami hanya ingin main-main saja?!" Kenzie berjalan mendekati Arumi dan membuatnya tersudut
"Bagaimana ini? Tidak mungkin mereka memiliki bukti kan? Mobil yang aku gunakan sudah dijual, jadi tidak ada barang bukti lagi yang tersisa" Pikir Arumi sambil terdiam dengan wajah pucat
"Kalian hanya berani menggertak saja. Bahkan kamu laki-laki hanya berani menekan wanita. Apa kamu tidak malu?!" Arumi yang tersudut mulai menyalahkan Kenzie dan membuat semua orang yang berkumpul membicarakan Kenzie
"Untuk apa aku malu? Aku tidak bersalah karena aku melindungi saudaraku. Menurutmu aku harus diam saja melihat gadis yang berniat mencelakai saudaraku? Aku lebih memilih kehilangan nama baikku daripada melihatĀ saudaraku dalam bahaya!" Kenzie menjelaskan kalau dia bisa melakukan apa saja untuk saudaranya
Tak berselang lama polisi datang setelah mendapat laporan pengaduan dari Kenzie
"Permisi, kami mendapat laporan dari saudara Kenzie atas perlakuan tidak menyenangkan dan mengancam nyawa" Ujar salah satu polisi yang mendekati mereka
"Benar pak. Saya yang melaporkan saudara Arumi karena dia telah menyebabkan saudara saya celaka dan tidak ada itikad baik apapun untuk berdamai darinya" Ujar Kenzie dengan sikap yang dingin
Risha kembali terkejut dengan apa yang telah dilakukan kenzie. Dia terus menatap Kenzie dengan wajah terkjeut dan mata membelalak tak percaya. Selama ini Kenzie selalu bisa mengontrol emosinya. Ini sangat jarang terjadi. Pertama kali dia marah saat Ilana kerumah mereka tanpa izin, sekarang Kenzie kembali marah saat Arumi mencelakainya.
"Zie, kamu tidak papa? Bukankah Kenzo bilang dia masih ingin bermain dengannya? Harusnya kamu menunggu sampai permainan Kenzo selesai" Ujar Risha yang berusaha menenangkan Kenzie
"Aku tidak bisa sabar menunggu. Ini sudah keterlaluan. Bahkan setelah membuatmu celaka dia tidak menyesal sama sekali" Ujar Kenzie dengan sorot mata yang tajam dan nada bicara yang dingin
__ADS_1
"Tapi Zie" Risha berusaha melarang Kenzie untuk bertindak gegabah
"Tidak ada tapi. Kali ini aku ingin dia benar-benar masuk penjara" Zie dengan nada bicaranya yang tegas tetap ingin Arumi di tahan
"Kalau begitu kami akan bawa dia ke kantor polisi. Anda bisa melengkapi laporan anda dikantor" Ujar polisi sebelum membawa Arumi
"Lepaskan aku! Aku tidak bersalah. Kalian tidak akan aku lepaskan! Aku akan panggil pengacara terbaik untuk membelaku" Teriak Arumi yang meronta saat polisi membawanya menuju mobil
"Sha, aku akan antar kamu kembali ke kamar. Ada sesuatu yang harus aku urus" Risha menanggapi Kenzie dengan anggukan kepala. Dia tahu kalau Kenzie kesal tidak mungkin mendengarkan apa yang dia minta
Mereka pun kembali ke kamar
"Setelah ini aku pergi dulu. Kamu akan ditemani pengawal, nanti aku akan hubungi Kenzo untuk datang kemari" Ujar Kenzie sambil mendorong kursi roda Risha
"Ya, aku mengerti"
Kenzie langsung pergi ke kantor polisi setelah mengantar Risha ke kamarnya
"Dia masih ditempatkan diruang periksa. Penyidik masih melakukan penyelidikan" Jawab petugas yang berjaga
"Saya ingin menemuinya. Ada hal yang ingin saya bicarakan" Ujar Kenzie meminta izin
"Silahkan tunggu sebentar" Petugas pun meninggalkan Kenzie untuk membawa Arumi kehadapannya
Tak berselang lama petugas kembali dengan Arumi bersama mereka. AruMi terdiam melihat Kenzie yang sedang duduk menunggunya
"Kamu jangan senang dulu. Aku disini belum 24 jam, jadi jika aku tidak buka suara, aku masih bisa bebas meskipun tanpa pengacara sekalipun " Arumi tersenyum sinis pada Kenzie dengan tangan yang masih diborgol
__ADS_1
"Siapa bilang kamu bisa bebas hari ini? Aku sudah memberikan bukti rekaman CCTV dan juga bukti pembelian dan penjualan mobil yang kamu gunakan untuk menabrak Risha. Kamu pikir bisa lolos begitu saja setelah kamu mencelakai Risha? Jangan terlalu bermimpi!" Kenzie bicara dengan sikap yang tenang sambil duduk bersandar dengan kaki yang disilangkan
"Papaku pasti melakukan semuanya untuk membebaskanku. Dia tidak mungkin membiarkan putri semata wayangnya mendekam dipenjara" Ujar Arumi dengan penuh keyakinan
"Papamu? Siapa papamu? Aah pemilik resort dan restoran terkenal di negara A? Kalau begitu aku juga bisa menggunakan nama keluargaku untuk membuatmu mendekam lebih lama dalam penjara" Kenzie tersenyum mencibir perkataan Arumi
"Tidak mungkin kamu bisa menahanku disini"
"Aku akan buktikan padamu kalau kamu salah berurusan denganku dan Risha. Jangan panggil aku Kenzie Lutherin Anggara jika tidak bisa membuatmu mendekam dipenjara dengan hukuman maksimal, yaitu 4 tahun penjara" Kenzie bicara dengan sorot mata yang tajam dan senyum mencibir Arumi
"Siapa?! Kenzie Lutherin Anggara?!" Arumi cukup terkejut mendengar nama belakang Kenzie
"Kenapa? Terkejut? Tidak percaya? Atau masih kurang? Kalau begitu kamu harus lebih bekerja keras selama di dalam penjara ini, karena mulai sekarang kamu tidak akan pernah bisa bersikap sombong dan seenaknya lagi" Kenzie langsung berdiri dan meninggalkan Arumi untuk menemui petugas sipir
"Boleh saya minta tolong?" Tanya Kenzie dengan senyum lembut dan nada bicara yang ramah pada sipir wanita yang berjaga
"Ya, minta tolong apa?" Sipir wanita itu menanggapi Kenzie dengan sikap yang ramah juga
"Apa dia bisa ditempatkan dengan tahanan yang keras? Karena Arumi itu manja, dan karena sikap manja itu juga dia berani menabrak sepupuku. Dia juga mengira kalau dia akan bebas dari jerat hukum dengan kekuasaan ayahnya setelah dia melakukan kesalahan, jadi saya harap dia bisa mendapatkan pelajaran berharga selama masa tahanan" Kenzie bicara dengan wajah penuh harap dan sedih
"Benarkah seperti itu? Dia tega sekali, menggunakan kekuasaan untuk menyakiti orang lain. Anda tenang saja, saya pastikan kalau dia akan menyesal dan tidak akan mengulangi hal yang lagi setelah dia bebas dari sini" Ujar sipir wanita itu setelah melihat sikap Kenzie yang membuatnya merasa iba
"Terimakasih banyak. Saya percaya pada anda. Saya yakin kalau Arumi akan dapat pelajaran berharga selama dia ditahan disini dan berada dalam pengawasan anda" Kenzie tersenyum manis pada sipir itu
"Ya, sama-sama"
"Kalau begitu saya permisi" Ujar Kenzie yang dibalas anggukan oleh sipir wanita itu. Sesaat dia menoleh pada Arumi yang sepertinya masih syok
__ADS_1
"Anggara? Nama keluarganya Anggara? Bukankah itu menantu keluarga Kusuma, selain bisnis dia juga seorang pelukis. Dan yang lebih parah lagi... bukankah keluarga Kusuma tidak akan tinggal diam jika ada yang mengusik mereka?" Arumi berpikir dengan raut wajah panik dan tangan gemetar ketakutan
"Bagaimana dengan papa? Apa papa baik-baik saja? Apa resort papa baik-baik saja?"