
Risha terus menatap Rendra yang sedang mengemudi selama perjalanan mereka. Dia menatapnya dengan seksama tanpa berkedip sambil tersenyum ceria. Rendra pun merasakan tatapan Risha padanya
"Apa ada sesuatu diwajahku?" Tanya Rendra disela aktivitasnya mengemudi, dia sama sekali tidak menoleh pada Risha.
"Sejak kapan kamu bisa berjalan? Apa kamu sengaja menyembunyikannya dariku?" Risha mengabaikan pertanyaan Rendra dan balik bertanya padanya dengan tatapan penuh selidik.
"Sebenarnya saat di negara F aku sudah mulai bisa berdiri, hanya saja aku belum bisa melangkahkan kakiku. Jadi begitu aku kembali dari negara F, aku terus melakukan terapi untuk melangkah secara perlahan dan menguatkan otot kakiku. Karena itu aku tidak memiliki banyak waktu untuk bisa berkomunikasi denganmu. Dan sekarang semua terapi yang aku jalani telah membuahkan hasil. Aku bisa berjalan lagi tanpa harus menggunakan kursi roda maupun tongkat" Rendra bercerita dengan senyum ceria diwajahnya. Risha pun mendengarkan dengan sangat antusias karena melihat sang kekasih yang sudah bisa berjalan kembali. Dari sorot matanya yang berbinar, terlihat jelas kalau dia bahagia.
"Apa kita harus merayakannya? Haruskah kita pergi jalan-jalan? Atau ... kita bisa makan malam ditempat yang romastis?" Risha bertanya dengan nada yang manja dan ceria. Dia terlihat begitu antusias untuk bisa merayakan kesembuhan sang kekasih.
"Apapun yang kamu mau, aku akan setuju" ujar Rendra dengan sikap yang tenang dan senyum yang lembut.
Risha tersipu malu mendengar ucapan Rendra yang mengatakan akan melakukan apapun yang dia inginkan.
"Kamu yakin akan melakukan apapun yang aku inginkan?" tanya Risha yang masih tidak percaya.
"Tentu saja. Aku ini pacarmu dan akan jadi pendamping masa depanmu, jadi sudah pasti kalau aku akan melakukan apa saja untuk kebahagiaanmu. Kecuali kamu memintaku untuk menikahi wanita lain" Rendra menanggapi dengan sikap yang acuh tak acuh dan senyum menggoda Risha.
" Apa maksudmu?" tanya Risha dengan kesal dan wajahnya langsung berubah suram setelah mendengar kalau Rendra menikahi wanita lain selain dirinya.
"Maksudnya ... jika kamu memintaku menikahi wanita lain, maka aku pasti akan menolaknya. Tidak mungkin aku menuruti keinginanmu yang seperti itu" Rendra menjawab dengan sikap acuh dan nada yang bercanda
"Kamu tenang saja. Aku tidak akan melepaskanmu begitu saja. Apalagi memintamu menikahi wanita lain. Mungkin, sampai mati aku akan menahanmu disampingku" ujar Risha dengan senyum ceria dibibirnya
Rendra tersenyum mendengar jawaban sang kekasih
"Dengan senang hati aku bersedia menjadi tahanan seumur hidupmu"
***
Sementara itu dikantor Kenzie
"Bu Deby, bagaimana ini bisa terjadi? Anda sudah lama menjadi penanggung jawab kerjasama antara perusahaan saya dengan perusahaan Kusuma, kenapa sekarang direktur baru anda malah bersikap seenaknya?! Dia berani memutuskan kerjasama kita yang sudah lama terjalin!". Bimo sedang bicara pada Deby melalui sambungan telepon. Dia marah-marah padanya karena Kenzie mengakhiri kontrak kerjasama mereka.
__ADS_1
"Pak Bimo, dalam kerjasama kita sebelumnya, anda selalu memberikan harga yang normal. Sekarang anda memberikan harga dibawah rata-rata, bagaimana bisa anda ingin bekerjasama dengan perusahaan besar dengan harga yang tidak masuk akal?" Deby pun menanggapi Bimo dengan sikap yang tenang meskipun sebenarnya dia sangat marah dan kesal.
"Anda cukup membujuk direktur baru itu saja. Toh kita sudah lama sekali menjalin kerjasama. Tidak mungkin kalau kalian masih meragukan kinerja perusahaan kami, kan? Lagipula direktur anda tidak akan mengerti hal ini" Bimo terdengar mencibir saat dia bicara dengan Deby agar gadis itu mau membujuk Kenzie untuk menjalin kerjasama
"Maaf Pak, saya tidak bisa melakukan itu. Saya bekerja diperusahaan ini sudah lama. Tidak masuk akal kalau saya mengkhianati perusahaan ini!" Deby menanggapi dengan tegas ucapan dari Bimo
"Anda yakin? Aku tahu kalau kamu menyukai atasanmu itu. Bukankah jika kamu menjadi penengah kerjasama ini ... kamu bisa selalu dekat dengannya dan menjalin hubungan dengannya?" Bimo bersikap tenang dengan nada bicara yang sangat percaya diri. Ucapannya membuat Deby sangat terkejut
"Apa?!"
"Saya bisa melihat dari cara anda menatapnya. Bu Deby menyukainya, kan? Seperti yang saya katakan, jika anda bekerjasama dengan kami, maka anda memiliki banyak kesempatan untuk menghabiskan waktu berdua dengan direktur anda" Bimo masih terus berusaha membujuk Deby agar dia mau membantunya untuk membentuk kembali kerjasama dengan perusahaan Kusuma
"Bagaimana jika saya tetap menolak tawaran anda? Saya sama sekali tidak tertarik dengan apa yang anda tawarkan" Deby pun bersikeras dengan apa yang jadi keputusannya. Dia sama sekali tidak ingin membantu Bimo untuk membangun kembali kerjasama dengan perusahaan tempatnya bekerja.
"Anda akan menyesal karena menolak tawaran dari saya!" ancam Bimo pada Deby
"Saya tidak takut dengan ancaman anda. Saya tidak akan mau mengkhianati perusahaan tempat saya bekerja. Anda tahu sendiri bagaimana perasaan Kusuma dalam menangani masalah. Jika anda tidak ingin menyesal, sebaiknya jangan lakukan hal macam-macam. Kalau anda memang mau bekerjasama dengan perusahaan kami lagi, kenapa tidak rubah kembali kesepakatan kontraknya?" Deby bicara dengan tegas dan menolak tawaran Bimo
"Maka saya tidak akan menahan anda. Saya rasa … saya sudah cukup mengingatkan anda. Saya tidak akan ikut campur lagi dengan apa yang jadi langkah anda kedepannya. Saya sarankan sekali lagi agar anda mempertimbangkan langkah yang akan anda ambil agar anda tidak menyesal" ujar Deby dengan sikap yang tegas
"Saya tidak butuh saran anda!" ujar Bimo dengan sinis dan langsung menutup panggilan teleponnya.
"Aku memang menyukai pak Kenzie, tapi aku tidak akan mengambil resiko dengan perusahaan Kusuma. Aku hanya akan mendekatinya secara personal" gumam Deby setelah dia menutup teleponnya
***
Dinegara F, media sedang dihebohkan dengan berita mengenai penangkapan seorang produser film dan juga artis muda. Banyak wartawan yang mendatangi kantor polisi untuk mencari kebenaran mengenai berita tersebut. Ada juga video dan foto-foto yang beredar dari jepretan orang awam yang ada di hotel.
Media sosial pun menjadi ramai oleh perbincangan mengenai masalah ini.
"Ih memalukan sekali. Bisa-bisanya seorang produser besar melakukan hal keji seperti itu?!"
"Benar! Bagaimana bisa mereka menggunakan kekuasaan untuk menjebak orang lain! Dunia hiburan sungguh menakutkan"
__ADS_1
"Mereka yang terjebak itu … pasti sangat putus asa untuk bisa terkenal dan mendapatkan banyak uang. Mereka sampai rela melakukan apa saja untuk mendapatkan peran, bahkan sampai menghancurkan masa depan mereka"
"Belum tentu seperti itu. Lihat saja wanita yang juga ditangkap. dia menjadi orang yang membantu produser itu. Bisa jadi mereka menjebak para korban agar mau melakukan apa yang mereka perintahkan"
"Ya itu tidak menutup kemungkinan. Yang jelas orang seperti itu harus mendapatkan ganjaran yang setimpal"
Safira menunjukkan ekspresi yang berbeda-beda saat dia membaca setiap komentar yang tertulis disana.
"Waah … mereka senang sekali melihat pertunjukan yang ditampilkan Najim dan Catherin" Ujar Safira dengan senyum mencibir sambil terus membaca komentar di media sosial.
"Ada apa?" tanya Kenzo yang menghampiri Safira dan duduk disebelahnya.
Safira menoleh pada sang suami dan mulai bersandar padanya
"Ini, aku baca komentar orang-orang mengenai kasus Najim dna Catherin. Mereka menghujatnya tapi mereka juga bingung bagaimana caranya kedua orang itu membujuk para korbannya" Safira menjelaskan pada Kenzo dengan nada manja.
"Kadang mereka menggunakan kontrak awal namun tidak dijelaskan secara rinci pekerjaan yang harus dikerjakannya. Jika mereka melanggar kontrak yang telah disepakati, maka denda yang harus mereka bayar akan sangat besar" Kenzo menjelaskan pada sang istri kemungkinan yang terjadi
"Memangnya ada kontrak seperti itu?" tanya Safira bingung
"Tentu saja ada. Mereka akan melakukan apa saja untuk menjebak target mereka. Jadi, aku ingin kamu membaca dengan jelas setiap tawaran kontrak yang kamu terima. Jila perlu, aku yang akan memilih pekerjaan untukmu"
Safira menatap wajah Kenzo dengan dahi mengernyit
"Kamu akan jadi manajer pribadiku?"
"Kenapa tidak? Jika itu untuk istriku, maka aku akan melakukan semuanya. Kamu tahu kan kalau perusahaan Sanjaya sudah jadi rumah produksi semenjak nenek buyut yang mengelolanya? Jadi bukan hal yang sulit untuk jadi manajer artis karena aku juga mempelajarinya" Kenzo bicara dengan penuh percaya diri
"Oowh... beruntungnya aku, ternyata suamiku bisa melakukan apa saja" Safira pun menggoda Kenzo dengan senyum tipisnya
"Tentu saja. Aku adalah pria idaman para wanita. Dan kamu adalah wanita paling beruntung karena bisa mendapatkan cintaku"
"Cih, aku menyesal memujimu"
__ADS_1