
"Akhirnya kamu menghubungi kami. Kemana saja kamu kemarin? Kamu baik-baik saja kan Zo? Tidak terjadi sesuatu kan?" Kenzie bertanya dengan nada bicara yang panik. Dia langsung menghubungi Kenzo begitu ada kelas yang kosong
"Aku baik-baik saja. Kemarin ayahnya Ilana berusaha mencelakai aku dan Rendra. Tapi kami tidak papa" Zo menjawab dengan nada bicaranya yang tenang
"Lalu apa yang terjadi setelah itu? Kamu benar-benar tidak terluka kan Zo? " Risha pun sama-sama panik mendengar Kenzo hendak dicelakai ayah Ilana.
"Aku tidak terluka sama sekali. Kalian tahu kan kemampuan bela diriku? Lagipula aku selalu membawa senjata yang diberikan kakek kemana pun, jadi pasti aku bisa melindungi diriku sendiri. Jangan meremehkanku seperti itu!"
"Syukurlah kalau begitu. Lalu apa yang terjadi dengan ayah dan anak itu?" Kenzie terdengar lega kemudian menanyakan keadaan Ilana dan ayahnya
"Mereka dibawa ke kantor polisi. Awalnya aku sudah berencana membuat pak Rudi membayar biaya ganti rugi yang mahal dengan menggunakan pengacara kakek disini. Tapi apa boleh buat, satu telepon dariku malah membuat kakek dan nenek langsung datang menemuiku dan menggemparkan kantor polisi semalam" Kenzo mengeluh dengan nada kecewa
"Apa? Kakek Ed dan nenek Ji datang? Lalu apa yang terjadi pada mereka? Apa mereka kencing dicelana?" Risha dan Kenzie tersenyum puas setelah mendengar kalau Ed dan Ji datang ke kantor polisi
"Nenek meminta pengacaranya agar menuntut pak Rudi dan Ilana dengan pasal berlapis. Kalian sudah bisa bayangkan kan berapa lama hukuman yang akan mereka terima dan juga berapa ganti rugi yang harus mereka keluarkan untuk itu?" Kenzo pun tersenyum tipis saat menceritakan apa yang terjadi pada Ilana
"Hah, rasakan itu! Padahal kita sudah memberikanya kesempatan karena masih memandang dia sebagai teman satu sekolah. Ternyata benar kata mami kalau di dunia ini tidak ada yang asli, mereka semua palsu dan tidak pantas untuk terlalu dekat dengan sembarangan orang" Kenzie mencela Ilana dengan nada yang mecibir senang
"Sudahlah. Sudah selesai dengan Ilana, tidak perlu membicarakan dia lagi. Bagaimana dengan kuliah kalian? Tidak ada masalah kan? Zie, apa dosen itu masih mendekati Risha?" Kenzo dengan nada bicaranya yang khas menanyakan kuliah Kenzie dan Risha. Senyum tipisnya yang sesekali terlihat saat bicara, tanpa dia sadari membuat para gadis disekitarnya tersihir dan menatapnya dengan tatapan yang seakan mengeluarkan bunga
"Wah tampan sekali. Sayang dia cuma seorang waitress. Mungkin kalau dia jadi model sudah pasti terkenal"
"Bahkan tanpa dia jadi model saja sudah terkenal sebagai waitress super tampan"
__ADS_1
"Eh kenapa dengannya? Memang salah kalau dia mendekatiku? Kami hanya membahas mengenai makalah saja, tidak ada yang lain" Risha yang mendengar pertanyaan Kenzo menjawab dengan nada sinis yang manja
"Dia masih tidak tahu malu dan selalu saja mendekati Risha. Padahal aku sudah terang-terangan melarang dia mendekati Risha lagi"Kenzie yang sebelumnya bersikap tenang pun kini terdengar kesal setelah membicarakan Panji
"Harusnya kamu katakan padanya jika masih berani mendekati Risha maka dia akan mati!" Kenzo bicara dengan nada bicaranya yang dingin, membuat para gadis kini merasa merinding saat melihat tatapannya
"Hei kalian berdua! Bisa tidak membicarakan hal yang masuk akal saja? Dia itu dosenku tahu?!" Ujar Risha semakin kesal dengan candaan Kenzo dan Kenzie
"Ya, dia dosen pembimbingmu. Tapi kuharap jaga jarak dengannya. Tidak baik untukmu jika terlalu akrab dengan profesor muda seperti dia. Kamu mau jadi cepat tua dan botak karena terlalu banyak berpikir?"
"Ha ha ha itu sama sekali tidak lucu Zo, yang ada aku semakin tua dan keriput jika dekat denganmu, kamu selalu saja membuat kesal dan marah" Risha menjawab dengan nada yang kesal. Sesaat kemudian dia kembali tenang
"Zo, apa kamu sedang dekat dengan seorang gadis? Kami tidak pernah mendengar kamu membicarakan orang lain selain Rendra. Kamu dan tidak ... itu kan?" Risha menggoda Kenzo dengan suara yang terdengar ragu-ragu. Sedangkan Kenzie hanya tersenyum mendengar pertanyaan Risha
"Benarkah? Ada gadis yang dekat denganmu? Dia tidak kesal karena sikapmu yang menyebalkan?Tapi, apa dia tahu tentang statusmu?" Kenzie kini menggoda Kenzo karena sikapnya, tapi dia juga terdengar penasaran dengan gadis yang diceritakan Kenzo
"Tentu saja tidak tahu. Dia hanya tahu kalau aku ini seorang mahasiswa dengan beasiswa dan juga bekerja sabagai seorang waitress. Kadang dia selalu datang ke restoran dan menungguku sampai pulang kerja" Kenzo kembali tersenyum sendiri saat menceritakan mengenai Safira
"Benarkah? Dia tidak masalah meskipun kamu hanya seorang waitress?" Kenzie dan Risha terus saja bertanya dengan bergiliran
"Entahlah, tapi jika dia keberatan maka sudah pasti tidak akan sengaja menungguku sampai selesai bekerja kan, terlebih lagi jadwalnya sangat sibuk untuk sekedar diam direstoran dari siang sampai malam" Kenzo mengernyitkan dahi dan sesekali menggelengkan kepala karena bingung dengan sikap Safira padanya
"Apa kamnu punya fotonya? Tunjukkan pada kami, Zo! Kami benar-benar penasaran dengan gadis itu. Dia bukan gadis biasa kan? Apa dia punya kekuatan super? Rasanya tidak mungkin seorang gadis biasa mampu menggerakkan gunung es yang telah membeku ini, terlebih lagi dia tahan dengan sikap dingin dan juga menyebalkankannya kamu" Risha kembali bicara dengan seenaknya membuat Kenzo yang sebelumnya tenang kini jadi kesal
__ADS_1
"Kalian cari saja sendiri. Sangat mudah untuk melihat siapa dia" Ujar Kenzo dengan sikap acuh tak acuhnya
"Jika kamu tidak memberitahu kami, bagaimana kami mencari tahu tentangnya? Apa IQ mu turun saat menyukai seseorang?" Risha pun dibuat kesal dengan Kenzo yng tidak langsung memberitahunya
"Kalau begitu kalian cari nama Safira Tifania Reitama"
"Eh, nama itu sepertinya tidak asing? Aku pernah dengar dimana ya?" Kenzie dan Risha bertanya-tanya karena nama yang diberikan Kenzo
"Ada banyak tamu direstoran, aku tutup dulu. Kalian harus sedikit bekerja keras untuk tahu gadis yang aku sukai"
"Tuut tuut tuut. Zo ...! Zo ...! Bisa tidak sih sehari saja dia tidak membuat kesal?!" Kenzo langsung menutup teleponnya tanpa menunggu tanggapan dari Zie dan Risha
"Tapi, apa kamu tahu Safira itu? Bagaimana kita bisa tahu mengenai dia?" Risha pun kembali berpikir karena nama Safira sangat tidak asing ditelinganya namun dia lupa pernah mendengar nama itu dimana
"Kamu sudah dengar gosip mengenai Safira? Katanya baru-baru ini dia tertangkap basah bersama seorang pria paruh baya disebuah hotel. KuĀ kira dia itu gadis yang polos karena selalu jauh dari skandal murahan seperti ini, ternyata dia sama saja seperti artis kebanyakan yang menggunakan kecantikan untuk dapat sebuah peran"
"Jangan asal bicara, kita tidak tahu semua itu benar atau tidak"
Kenzie dan Risha saling menatap satu sama lain mendengar nama Safira
"Safira Tiganya Reitama? Apa ... dia yang dimaksud Kenzo?" Kenzie langsung membuka internet dan melihat nama Safira untuk mencaritahu mengenai Safira, dan sangat kebetulan sekali nama safira sedang jadi pembicaraan panas saat ini. Kenzie langsung mengambil tangkapan layar dan mengirimkannya pada Kenzo
"Jika Safira yang kamu maksud adalah Safira ini, maka sebaiknya lihat ini dan selidiki dulu semua mengenai dia. Para artis selalu terlibat dengan skandal"
__ADS_1