
Safira terdiam mendengar jawaban Kenzo. Mereka berdua saling menatap satu sama lain
"Ehem ehem"
Suara deheman Tiara memecahkan suasana romantis antara Kenzo dan Safira
"Jadi ini yang bernama kak Kenzo?" Tanya Tiara dengan senyum menggoda Safira
"Kakak memang benar. Ternyata dia ini benar-benar tanpan. Jika kak Mona melihatnya, dia pasti akan meminta kak Kenzo untuk debut sebagai aktor atau model" Bisik Tiara dengan nada malu-malu.
Safira hanya tersenyum menanggapi Tiara sambil menyenggol sedikit lengannya. Kemudian dia kembali beralih pada Kenzo
"Apa kamu sudah makan Zo? Karena kamu disini sejak tadi … kemungkinan kamu sudah makan malam sangatlah kecil" Tebak Safira dengan nada lembut
"Karena aku berniar makan malam denganmu, tentu saja aku belum makan malam" Zo tersenyum tipis menjawab pertanyaan Safira
"Ini sudah terlalu malam. Aku tidak bisa makan malam. Jadi, aku temani kami saja ya?" Safira menolak dengan lembut
"Kalau begitu aku hanya akan membawamu ke suatu tempat saja" Sejenak Safira terdiam menatap Kenzo yang tersenyum lembut padanya
"Tiara kamu pulang saja. Aku akan pulang dengannya" Safira bicara pada Tiara sambil menganggukkan kepala pada Kenzo
"Tapi kak Fira, besok kamu ..."
"Tidak perlu. Besok pagi kamu tinggal menjemputku dan kita akan berangkat pagi-pagi"
Safira langsung menyela sebelum Tiara selesai dengan apa yang akan dia katakan. Kemudian Safira tersenyum meyakikan Tiara kalau dia akan pulang dan besok dia juga tidak akan terlambat untuk jadwalnya
"Baiklah. Kalau begitu, aku akan pulang dengan supir.. kak Fira jangan bergadang karena besok masih ada pemotretan
"Iya, aku mengerti" Safira mengangguk dengan senyum lembut. Dengan berat hati Tiara berbalik dan meninggalkan Safira dengan Kenzo
__ADS_1
"Sekarang kita mau kemana?" Tanya Safira pada Kenzo yang memberikan helm untuk dipakai Safira
"Naik saja dulu!" Safira pun menuruti Kenzo dan langsung naik ke motornya. Mereka pun mulai bekerndara menyusuri malam yang sepi ke daerah perbukitan
"Kita mau pergi kemana?" Tanya Safira pada Kenzo. Dia menoleh kesana kemari berusaha mengetahui tempat yang akan mereka tuju
"Aku ingin membawamu ke bukit" Jawab Kenzo yang sedikit menoleh pada Safira
"Untuk apa kita pergi kesana?" Tanya Safira lagi yang semakin penasaran
"Aku ingin menunjukkan keindahan kota pada malam hari. Kamu pasti akan sangat menyukainya" Safira tidak menanyakan apapun lagi. Mereka diam selama perjalanan menaiki bukit
"Kita sudah sampai" Kenzo memarkirkan motornya dan mereka pun mulai turun dari motor
"Waah ... ini benar-benar indah" Safira terpesona melihat cahaya lampu kota yang seperti lautan bintang. Belum lagi bintang dilangit juga saat ini bertaburan.
"Zo, bagaiamana kamu bisa tahu tempat indah seperti ini? Bukankah kamu juga bukan berasal dari sini ya? Zo? ZO? Kamu dimana?!"
" Tidak mungkin dia meninggalkanku sendirian kan? Motornya juga ada disni. Lalu dia kemana?" Gumam Safira yang terus menoleh kesan kemari mencari keberadaan Kenzo dengan wajah panik dan bingung
"Safira!" Safira langsung berbalik setelah mendengar suara Kenzo yang berdiri di belakangnya dengan kedua tangan disebunyikan kebelakang
"Kamu dari mana Zo? Kenapa membiarkan aku sendiri? Kalau ada sesuatu bagaimana?" Safira bertanya dengan manja dan senyum manis diibirnya
"Tidak perlu khawatir. Aku tidak akan membiarkan sesuatu terjadi pada artis kita yang satu ini" Zo menjawab dengan lembut sambil berjalan mendekati Safira
"Aku tidak tahu kalau ternyata kamu ini pandai sekali menggombal ya? Tapi … apa yang ada di belajangmu? Sepertinnya kamu menyembunyikan sesuatu dipunggungmu?" Tanya Safira yang curiga dengan tangan Kenzo yang berada dipunggungnya. Kenzo tidak menjawab, namun setelah semakin mendekati Safira, dia berlutut dihadapannya
"Eh? Apa yang kamu lakukan? Kenapa kamu berlutut dihadapanku?" Safira kini terlihat bingung dengan apa yang dilakukan Kenzo
"Aku belum pernah pacaran. Aku juga belum pernah menyukai gadis manapun. Aku tidak tahu bagaimna caranya mengungkapkan perasaan pada seorang gadis, yang aku tahu saat ini hanyalah aku menyukaimu. Apa kamu mau jadi pacarku?" Kenzo bertanya dengan menyodorkan seikat bunga berwarna merah dan putih yang dia beli dari anak kecil yang memang selalu menawarkan bunga pada pasangan yang datang ke bukit
__ADS_1
Safira terdiam menatap Kenzo dengan mata berkaca-kaca
"Kamu bilang kita hanya akan jadi sahabat? Kenapa sekarang kamu bertanya mau jadi pacarmu atau tidak?" Tanya Safira lagi yang sedikit senyum curiga
"Aku hanya ... tidak ingin kamu jadi milik orang lain. Aku hanya ingin kamu jadi milikku saja" Jawab Kenzo dengan senyum lembut
"Lalu yang kamu maksud kita hanya akan jadi sahabat?" Safira berusaha memastikan mengenai perasaan Kenzo padanya
"Apa kamu lihat hamparan bintang dilangit itu? Kamu terlihat seperti itu dimataku. Seorang artis papan atas yang sangat populer. Indah berkilau dilangit lepas, bisa dilihat sepuasnya tapi sangat sulit untuk menggapainya. Seperti kamu yang berada dilangit sedangkan aku berada di bumi, jadi tidak pantas kalau aku yang bukan siapa-siapa ini mengharapkan kamu jadi pacarku. Awalnya itu yang aku pikirkan karena aku takut tidak bisa menggapaimu. Tapi sekarang aku tidak bisa melepaskanmu lagi. Saat berpikir kalau orang lain yang memilikimu … aku merasa hatiku hancur"
Kenzo menundukkan kepala dengan wajah sedih. Dia membayangkan saat malam festival film, seorang aktor bernama Gilang mendekati Safira padahal ada dia disisinya
"Jadi aku bertekad untuk membuatmu selalu berada disisiku" Kenzo mengangkat kepalanya dan menatap Safira dengan penuh keyakinan
"Jadi maksudmu … aku seperti bintang yang tinggi diangkasa sedangkan kamu berada di bumi? Bukankah kamu seorang Kenzo Osterin Anggara? Aku baru tahu kalau seorang Kenzo bisa merasa berkecil hati" Safira bicara dengan nada yang sedikit mengolok Kenzo
"Zo, aku tidak peduli siapa kamu. Mau kamu orang biasa atau anak konglomerat, aku tidak peduli. Aku hanya merasa nyaman denganmu, saat aku denganmu... aku merasa bisa melakukan apa saja. Jadi, aku juga tidak ingin kehilanganmu))" Safira memegang kedua pipi Kenzo dan bicara sambil menatap kedua matanya agar dia bisa meyakinkan Kenzo atas apa yang dia rasakan
"Kamu tentu tahu kalau sekarang aku tidak memakai nama keluarga. Kamu tidak keberatan kan kalau aku tetap menjadi orang biasa?" Kenzo pun memastikan mengenai status sosialnya
"Tidak masalah. Aku akan tetap mendukungmu. Aku akan sangat bangga saat kamu menjadi programer handal yang tampan" Safira menjawab dengan senyum
"Aku pasti bisa membuatmu bahagia disampingku, meskipun aku tidak menggunakan nama keluarga. Aku tidak akan pernah membiarkan siapapun menyentuhmu" Kenzo bicara dengan sangat yakin dan tanpa ada keraguan dimatanya
"Aku percaya padamu" Kenzo tersenyum lembut sambil meraih tangan Safira dan mencium punggung tangan Safira
"Tapi, kamu dapat bunga ini darimana? Tadi kan kamu tidak bawa apapun" Tanya Safira yang terlihat penasaran
"Itu, disana ada seorang gadis kecil penjual bunga. Jadi Ra, sekarang … kita pacaran?" Kenzo bertanya dengan malu-malu. Safira pun tidak menjawab dan hanya menganggukkan kepala dengan wajah tersipu malu
"Yes"
__ADS_1