Putra Putri Sang Penguasa 3

Putra Putri Sang Penguasa 3
Apa Yang Membuat Kak Kenzo Spesial Dimata Kak Rendra Dan Kak Noey?


__ADS_3

"Bagaimana bisa dia melakukan hal seperi itu pada kita?! Harusnya dia kan tidak pergi begitu saja. Bahkan dia tidak memberiktahukan pada kita dihotel mana dia menginap sekarang"


Kenzie masih terus menggerutu setelah dia tidak menemukan Kenzo dihotel tempat dia menginap kemarin. Kenzo juga tidak memberitahu dihotel mana dia menginap sekarang.


"Sudahlah Zie. Toh ini memang waktunya untuk Kenzo menghabiskan waktu dengan istrinya. Harunsnya kamu juga mengerti hal itu dan tidak mengganggu mereka berdua" Noey yang sebelumnya diam kini mulai bicara karena ini menyangkut tentang Kenzo, dan dia tidak menyukai itu


"Aku hanya ingin menghabiskan waktu bersama dengan saudara kembarku saja"


"Tapi ini bukan waktu yang tepat. Dia adalah pengantin baru, tentu dia ingin menghabiskan waktu dengan istrinya.  Harusnya kamu mengerti karena kamu bukan anak kecil lagi!" Rendra pun  kini mulai kesal pada Kenzie yang saat ini bersikap kekanak-kanakan


"Sudahlah. Lebih baik kita habiskan waktu kita disini tanpa mengganggu mereka. Bagaimana?"Rendra pun berusaha memberi pengertian pada Kenzie dan bertanya pada Risha sambil memegang sebelah tangannya dengan lembut.


"Rendra benar. Kenzo juga memiliki privasi sendiri dan ingin bersama dengan istrinya. Lebih baik kita saja yang bermain. Mau pergi kemana kita?" Risha pun akhirnya setuju dengan apa yang dikatakan Rendra


"Ini pertama kalinya aku datang ke negara ini. Apa kalian bisa membawaku ke tempat yang menyenangkan disini?' Meisya pun mulai mengatakan apa yang dia inginkan pada Kenzie.


"Kebetulan sekali. Rendra pernah tinggal lama disini bersama Kenzo. Dia pasti tahu banyak tempat bagus disini. Iya kan Ren?" Risha tidak menyadari kalau Rendra telah mengedipkan mata berkali-kali sambil menggelengkan kepala saat dia bicara tentang Rendra yang tinggal bersama Kenzo namun Risha tidak menyadarinya


"Apa? Kamu tinggal dengan Kenzo?!" Noey langsung bertanya dengan sedikit berteriak karena mendengar kalau Rendra tinggal dengan Zo


"Saat itu kami tidak tahu dimana kamu tinggal. Dan aku tidak terlalu lama tinggal dengan Zo. Hanya beberapa bulan saja setelah aku lulus kuliah, dan itu juga sebelum kembali kerumah kelurga Dirga. Waktu itu juga Kenzo disini kuliah sambil bekerja, jadi kami sama sekali tidak memiliki waktu untuk menghabiskannya bersama"


Rendra menjelaskan dengan tenang pada Noey bagaimana dia tinggal dengan Kenzo. Entah kenapa Noey selalu sensitif jika itu menyangkut tentang Kenzo


"Pada akhirnya dia bisa menemukanku. Kenapa dia tidak mencariku lebih awal?" Noey bicara dengan sikap dingin dan menatap sinis pada Kenzo.


"Tanyakan saja padanya. Kenapa malah marah padaku?" Rendra pun menanggapinya dengan sikap yang sinis


"Dia tidak pernah menjawabnya. Mungkin jika Kenzie tidak mencari asisten pribadi, dia tidak akan pernah mencariku"

__ADS_1


Terlihat dari wajah Noey kalau saat ini dia sedang sangat kecewa. Entah apa yang dia pikirkan sekarang ini. Meskipun nada bicaranya tenang dan dingin tapi wajahnya terlihat sangat sedih.


Rendra mendekati Noey dan bicara dengan tenang padanya


"Noey, aku dan Kenzo pernah bilang padamu kalau kamu tidak terikat pada kami. Kamu bebas melakukan apapun yang kamu mau. Apapun itu kami akan tetap mendukungmu. Lagipula kenapa kamu selalu marah kalau aku dekat Kenzo? Kamu tidak marah pada Safira karena dia telah menikah dengannya"


Rendra pun kembali bicara dengan sikap yang acuh tak acuh


"Itu berbeda. Sejak awal kita ketemu kamu selalu dekat dengannya, sedangkan aku tidak bisa menjadi orang terdekatnya. Tentang Safira yang menjadi istrinya ... tentu saja itu berbeda karena aku masih normal dan tidak menyukai sesama jenis. Aku hanya merasa kalau dia selalu lebih mementingkanmu daripada aku"


Kini Risha, Meisya, Billy dan Kenzie menatap heran pada Noey dan juga Rendra


"Apa ini? Aku seperti sedang melihat Noey yang cemburu pada kasih sayang Zo untuk Rendra"  Bisik Risha pada Kenzie dan Meisya


"Iya, seperti seorang anak yang iri pada ayahnya yang pilih kasih" Zie menanggapi Risha dengan sedikit berbisik juga


"Bukannya kak Zo memang tidak terlalu dekat dengan siapapun ya? Aku selalu takut kalau melihat sikap kak Zo yang dingin dan kaku itu, tapi kenapa mereka malah berebut untuk bisa dekat dengannya ya? Apa yang membuat kak Kenzo spesial dimata kak Rendra dan kak Noey?" Bisik Meisya yang penasaran dengan Noey dan Rendra


"Noey, sebaiknya nanti kamu hubungi Kenzo dan tanyakan kenapa dia selalu menghubungiku lebih dulu daripada kamu. Kamu marah padaku padahal Kenzo juga selalu menghubungimu"


Rendra menanggapi Noey dengan sikap yang acuh tak acuh


"Dia sangat jarang menghubungiku. Dia selalu mengerjakan semuanya sendiri, tapi dia selalu menghubungimu!"


"Haah … berapa kali aku harus bilang padamu. Kalau Kenzo menghubungiku dia hanya akan memintaku menyelidiki seseorang ataupun memintaku untuk menaruh mata-mata ditempat yang sedang dia selidiki. Sedangkan dia meminta bantuanmu saat kamu harus membereskan masalah ataupun membuat masalah dengan orang lain, itu adalah hal yang berbeda"


Rendra pun semakin kesal dengan Noey yang selalu curiga padanya


"Ya sudahlah percuma berdebat masalah ini. Sama sekali tidak berguna. Ayo cepat kita pergi saja dari sini! Aku tidak ingin buang waktu karena besok kita sudah harus kembali" Noey pun mengakhiri perdebatannya dengan Rendra dan beranjak pergi lebih dulu menuju mobil

__ADS_1


"Noey, apa kamu marah padaku?" Tanya Rendra yang mengikuti Noey dari belakang dengan mendorong kursi rodanya sendiri


Noey berbalik dan mendorong kursi roda Rendra karena Billy masih berada dibelakang bersama Meisya, Kenzie dan Risha


"Tidak. Kamu tahu kalau aku tidak bisa marah pada kalian berdua"


"Cih, tidak bisa marah. Lalu sekarang apa namanya?" Rendra berdecih kesal sambil mencibir Noey yang sedang mendorong kursi rodanya


"Apa mereka sudah baikan lagi? Kenapa cepat sekali?" Kenzie mencibir dengan nada berbisik pada Meisya, Risha dan Billy yang berjalan berdampingan


"Entahlah, tadi suasana terasa penas sekarang mereka sudah kembali damai. Haah persahabatan mereka tidak bida ditebak" Risha pun menggelengkan kepala melihat Rendra dan Noey yang berada di depannya


***


Sementara itu Kenzo dan Safira baru saja tiba dihotel baru tempat mereka menginap sekarang


"Zo, apa sekarang kita akan menginap disini? Ku kira kita akan langsung pulang kerumahmu" Safira bertanya dengan raut wajah kecewa


"Kita masih memiliki 1 hari sampai aku kembali masuk kerja. Jadi aku sama sekali tidak ingin menyia-nyiakan waktuku berdua denganmu. Jika kita pulang sekarang pasti banyak setan-setan yang mengganggu kita. Kita tidak akan bisa memiliki waktu untuk berduaan saja"


Kenzo menggandeng Safira dan bicara dengan senyum menggoda dan kedua alis diangkat bersamaan menunjukkan senyum yang nakal


"Siapa yang akan mengira kalau ternyata Kenzo Osterin Anggara yang merupakan pewaris perusahaan Anggara sekaligus programer muda handal di negara F adalah seorang pria mesum!" Safira mendelik sinis pada Kenzo saat dia bicara. Mereka pun melanjutkan langkah kaki mereka menuju kamar yang telah dipesan


"Terimakasih atas pujiannya. Perlu ditambahkan lagi kalau aku juga seorang suami yang sangat menyayangi istrinya. Aku bisa melakukan apa saja untuk menyenangkan istriku. Bukankah aku pria sempurna untuk jadi suami idaman?"


"Cih mulai lagi selalu saja memuji diri sendiri"


Kenzo tersenyum menanggapi Safira yang berdecih kesal

__ADS_1


"Bukan memuji diri sendiri. Itu memang fakta dan kenyataan yang ada"


"Ya ya ya"


__ADS_2