Putra Putri Sang Penguasa 3

Putra Putri Sang Penguasa 3
Masalah Yang Dihadapi Safira


__ADS_3

Kenzo membuka pesan singkat yang dikiriman Kenzie padanya


"Jika Safira yang kamu maksud adalah Safira ini, maka sebaiknya lihat ini dan selidiki dulu semua mengenai dia. Para artis selalu terlibat dengan skandal"


Sorot matanya seketika berubah tajam melihat apa yang dikirimkan Kenzie padanya


"Apa-apaan ini?! Harus berapa kali aku menyelesaikan masalah seperti ini? Sepertinya sosial media sudah tidak memiliki pengaruh lagi untuk diselesaikan dengan mudah. Aku tidak mungkin selalu memblokir satu postingan seperti ini karena akan muncul postingan lain di kemudian hari"


Kemudian Kenzo teringat saat kemarin dia mengantarkan Safira pulang


"Berarti ... saat semalam aku mengantarya pulang, dan dia terdengar menangis itu ... apa karena masalah ini?" Kenzo terdiam memikirkan kalau Safira sedang dalam kesulitan


"Pak aku izin keluar sebentar!"


"Eeeh mau kemana Zo?!" Kenzo langsung berlari meninggalkan restoran setelah mengambil helm dan jaket dari lokernya. Dia memacu motonya dengan kecepatan tinggi menuju rumah Safira, tanpa tahu Safira ada jadwal syuting atau tidak


"Apa baik-baik saja? Sebenarnya apa yang terjadi padanya?" Kenzo terus memikirkan Safira selama dalam perjalanan. Dia terus memacu motornya dengan kecepatan tinggi hingga tak butuh waktu lama untuknya sampai di perumahan Safira. Disana banyak sekali reporter yang berjaga dan meminta untuk masuk namun tidak diberikan izin oleh bagian keamanan


"Saya Kenzo, temannya Fira" Ujar Kenzo pada penjaga gerbang. Sebelumnya Safira sudah mengatakan kalau pemuda bernama Kenzo yang datang kerumahnya diizinkan lewat kapan saja. Kenzo pun kembali memacu motornya menuju rumah Safira


Dia bergegas turun dari motor dan langsung menekan bel rumah Fira


Ting nong ting nong


"Kamu ...? Untuk apa datang kemari?" Disana ada Tiara yang membukakan pintu untuknya


"Safira, apa dia baik-baik saja?" Tanya Kenzo yang langsung bertanya mengenai keadaan Safira


"Masuklah dulu! Dia terus mengunci diri dalam kamar sejak semalam. Aku juga tidak mengerti kenapa ini baru mencuat sekarang, padahal ini sudah terjadi beberapa hari yang lalu" Tiara menjelaskan mengenai apa yang terjadi pada Safira


"Maksudmu?" Kenzo bertanya dengan raut wajah bingung dan panik serta khawatir pada Safira


"Aku juga tidak tahu kejadian persisnya seperti apa karena kak Safira tidak mengatakan semuanya padaku. Yang aku tahu kejadian itu terjadi saat dia menemui pria yang katanya produser baru untuk drama yang ditawarkan padanya"


Kenzo terdiam mendengarkan dengan wajah murung


"Hemn... bolehkan aku menemui dia?" Tanya Kenzo yang sudah tidak sabar untuk menemui Safira


"Ya, kamarnya ada di atas" Tiara menoleh keatas menunjuk kamar Safira

__ADS_1


"Kalau begitu aku akan keatas" Kenzo langsung melangkahkan kaki menuju lantai atas setelah Tiara menganggukkan kepalanya


Tok tok tok


"Safira, ini aku, Kenzo" Kenzo mengetuk pintu dan bicara dengan nada yang lembut


Didalam kamar yang gelap, Safira sedang duduk di salah satu sudut dengan memeluk lututnya dan membenamkan kepalanya diantara lutut


"Zo?!" Safira langsung berdiri meskipun dia terhuyung karena tidak tidur semalaman, maupun makan dan minum sama sekali


Ceklek


"Kenzo ..." Dengan mata berkaca-kaca Safira memanggil nama Kenzo dan berdiri di depannya


"Fira! Safira!" Kenzo sangat terkejut ketika Safira tidak sadarkan diri tepat di depannya. Beruntung Kenzo dengan cepat menangkap tubuh Safira sehingga dia tidak jatuh ke lantai. Kenzo pun menggendongnya dan membaringkannya di tempat tidur dengan sangat hati-hati. Hati Kenzo terasa sakit melihat wajah Safira yang biasanya ceria kini terlihat sedih dan badannya juga panas. Sepertinya dia demam karena kelelahan dan setres. Kenzo menyalakan lampu kemudian membuka tirai jendela, lalu dia keluar dan memanggil Tiara


"Tiara! Tiara!" Teriak Kenzo sambil melangkah keluar dari kamar Safira


"Ya, apa kak Safira mau membuka pintu kamarnya?" Tanya Safira yang penasaran


"Ya, tapi sekarang dia pingsan. Bisa tolong ambilkan aku handuk kecil dan juga air dingin? Dia sedikit demam, aku akan mengompresnya" Kenzo bicara dengan sikap yang dingin dan wajah yang datar


"Ini air dan handuknya!" Tiara kembali dengan membawa air dan handuk kecil yang diminta Kenzo dengan tergesa-gesa dan wajahnya panik


"Sejak kapan dia mengunci diri dikamar?" Tanya Kenzo sambil mulai mengompres kening Safira


"Aku tidak tahu pastinya karena saat pagi ini aku datang kemari, kak Fira sudah tidak ingin keluar dan hanya menangis dalam kamarnya" Tiara bercerita sambil menitikan air mata karena sedih melihat keadaan Safira.


"Kak Safira belum terlalu lama jadi artis, baru sekitar 2 tahun ini dia terjun kedunia entertain dan ini pertama kalianya dia menghadapi masalah yang amat berat hingga hampir seluruh dunia menghujatnya. Pasti kak Safira sangat terpukul"


"Kamu tenang saja. Pasti ada jalan keluarnya, aku akan membantu Safira menyelesaikan masalah ini" Kenzo bicara pada Tiara sambil terus menatap Safira


"Boleh aku pinjam laptop Safira? Aku tidak membawa laptopku" Ujar Kenzo setelah melihat sebuah laptop tergeletak diatas meja


"Tentu saja" Tiara pun berdiri dan mengambil laptop itu lalu memberikannya pada Kenzo


"Ini, apa yang anda kamu lakukan?" Tiara terlihat bingung dengan apa yang akan Kenzo lakukan


"Tidak ada. Hanya sedikit mencari informasi saja" Jawab Kenzo dengan tangan yang terus berputar diatas laptop Safira

__ADS_1


"Aku akan keluar membelikan makanan untuk kak Safira. Apa ada yang kamu butuhkan?"


"Tidak ada, terimakasih" Kenzo menjawab tanpa mengalihkan pandangannya dari laptop


"Baiklah. Aku titip kak Safira sebentar"


"Ya" Meskipun ragu-ragu akhirnya Tiara melangkahkan kaki meninggalkan Safira dan Kenzo


Tuut tuut tuut


Kenzo menghubungi Rendra setelah dia mendapatkan data mengenai pria paruh baya yang terciduk bersama Safira


"Halo, Zo" Terdengar suara Rendra setelah beberapa lama Kenzo menunggu panggilannya tersambung


"Halo, Ren. Aku ingin kamu mencari tahu mengenai Gustian Dinata. Aku akan kirim alamatnya padamu" Kenzo langsung bicara pada Rendra tanpa ada basa basi sedikitpun


"Siapa lagi itu?" Tanya Rendra dengan nada yang penasaran dan dahi berkerut


"Jangan banyak tanya. Nanti aku akan beritahu kamu setelah dapat informasi lengkap tentang dia" Ujar Kenzo dengan nada yang tegas


"Ya baiklah. Aku akan beritahu setelah dapat informasi tentang semuanya" Rendra pun menyetujui apa yang diminta Kenzo


"Aku tunggu. Sampai jumpa" Kenzo langsung menutup teleponnya tanpa menunggu tanggapan dari Rendra


"Euh" Safira mulai sadar dan perlahan membuka matanya


"Kamu sudah bangun? Bagaimana perasaanmu? Ini, minumlah dulu!" Kenzo langsung mendekati Safira begitu menyadari kalau dia sudah bangun. Kenzo membantu Safira duduk dan memberinya minum


"Kenzo? Bagaimana kamu bisa ada disini?" Safira cukup terkejut melihat Kenzo ada disampingnya


"Aku khawatir padamu. Apa kamu baik-baik saja?" Nada bicara Kenzo terdengar lebih lembut


"Ya aku tidak papa. Hanya saja.... " Safira kembali terdiam dengan kepala tertunduk


"Kenapa semalam tidak mengatakan apapun padaku? Bukankah aku sudah pernah bilang kalau kamu bisa menceritakan apa saja karena aku tidak akan pernah memberitahukan ceritaku lagu pada orang lain"


"Aku hanya tidak ingin menyusahkanmu" Safira yang biasanya tersenyum dengan ramah dan ceria kini terlihat sedih dan murung. Tidak ada senyum diwajah cantiknya, hanya ada sisa air mata yang membuat matanya terlihat sembab


"Kamu tidak perlu khawatir. Aku percaya padamu dan aku pasti akan membantumu"

__ADS_1


"Terimakasih, Zo"


__ADS_2