Putra Putri Sang Penguasa 3

Putra Putri Sang Penguasa 3
Chapter 138 (Kenzo Dan Kenzie Dengan Pekerjaan Mereka)


__ADS_3

Kenzie mulai dengan pekerjaan barunya sebagai manajer. Dia mempelajari mengenai bagian produksi dan laporan yang harus dia siapkan. Dia juga memperhatikan setiap karyawan agar tahu bagaimana karyawannya bekerja. Kenzie sedikit terkejut setelah dia melihat seorang gadis yang sedang mengecek hasil produksi


"Gadis itu … apakah aku pernah melihatnya?" Pikir Kenzie melihat gadis itu. Dia terus menatapnya dan berusaha mengingat dimana mereka pernah bertemu sebelumnya


"Meisya, apa kamu tidak mengerti? Harusnya bagian ini diletakkan disebelah sana. Ini kan bagianmu kenapa malah tercampur dengan bagianku?!" Ujar seorang rekan Meisya bernama Rubi


"Kamu tidak lihat? Jika ini dipindahkan kesana, maka rekan di bagianmu akan kerepotan mengambil barang untuk dikerjakan. Bagian ini dengan milikmu itu kan berurutan, akan lebih mudah bagi kita jika dilekatkan berdekatan seperti ini" Meisya menjawab dengan penuh keyakinan. Dia sama sekali tidak ragu untuk mengeluarkan pendapatnya


"Ada apa ini?" Tanya Luki yang tiba-tiba menyela


"Ini pak, Meisya meletakkan bagian miliknya berdekatan dengan bagian milikku. Bukannya ini malah akan merepotkan karena kita tidak tahu tumpukan mana yang lebih banyak? Dan ini juga membuat timku frustasi" Rubi bertanya dengan manja pada Luki


"Bapak tidak lihat, bentuknya itu berbeda? Ini akan semakin mudah untuk dikerjakan, karena setelah bagian saya selesai, maka akan diteruskan ke bagian Rubi. Harusnya dia senang karena tidak perlu repot bolak balik untuk memgambil barang. Dan timku juga tidak perlu repot menyimpan hasil kerjanya ke tempat lain" Meisya berusaha menerangkan pendapatnya mengenai pengerjaan produknya


Setelah memperhatikan cukup lama Kenzie pun memutuskan untuk mendekati mereka.


"Ada apa ini? Kenapa ribut-ribut?" Tanya Kenzie dengan sikap yang tenang dan wajah yang terlihat ramah


"Ini pak, Meisya mengacaukan pekerjaan saya. Dia mencampur bagian pekerjaannya dengan bagian milik saya. Ini mengganggu karena kami tidak tahu seberapa banyak pekerjaan kami" Rubi pun mengadu kepada Kenzie dengan nada manja


"Hmn … bukannya kamu cukup menyelesaikan bagian yang diberikan Meisya, karena pekerjaanmu dilakukan setelah pekerjaannya? Jika pekerjaanmu menumpuk, artinya hanya ada 2 kemungkinan saja" Kenzie bicara dengan senyum yang tipis sambil mengangkat dua jari tangannya membentuk huruf V. Luki, Rubi dan Meisya menatap Kenzie dengan raut wajah penasaran menunggu apa yang akan dikatakan Kenzie


"Pertama, kamu bekerja lambat dan membuat pekerjaanmu menumpuk" Kenzie menatap Rubi dengan mengangkat 1 jari


"Kedua, tim Meisya yang bekerja terlalu cepat sehingga pekerjaanmu menumpuk" Ujar Kenzie dengan senyum tipis dan alis yang diangkat bersamaan. Meisya berusaha menahan senyum mendengar pendapat Kenzie.


"Tidak bisa begitu dong pak. Kami bekerja sesuai dengan kemampuan kami" Rubi kembali membuka suara dan berusaha membela diri


"Saya tidak mengatakan kalau timmu tidak benar dengan pekerjaannya. Saya hanya mengatakan pendapat saya mengenai apa yang terjadi saja. Ini fakta dan 2 hal tadi adalah kemungkinan yang nyata" Kenzie menjelaskan dengan sikap yang tenang


"Sudah tidak ada masalah lagi kan? Saya harap kalian bisa kembali ke pekerjaan kalian masing-masing" Kenzie mempersilakan mereka kembali pada pekerjaan mereka dengan isyarat kedua tangan disertai anggukan


Rubi beranjak kembali ke pekerjaannya dengan raut wajah kesal


"Ini gara-gara kamu Meisya, pak Kenzie jadi memiliki penilaian buruk terhadapku" Gumam Rubi dengan wajah kesal

__ADS_1


***


Hari ini juga merupakan hari pertama untuk Kenzo masuk keperusahaannya Ji. Karena Kenzo tidak pernah menemui Ji dinegara F, dan selalu bertemu di negara A. Tidak ada yang tahu siapa Kenzo sebenarnya. Seperti yang dikatakan Ji, Kenzo masuk sebagai seorang maintenance


"Kamu maintenance baru disini?" Tanya seorang pria yang sama-sama dari bagian maintenance


"Benar, saya Kenzo. Ini hari pertama saya" Jawab Kenzo dengan sikap yang tenang


"Saya Bram dan ini Dion. Semoga kita bisa bekerja sama kedepannya" ujar orang itu memperkenalkan diri dengan mengulurkan sebelah tangannya


Kenzo menyambut uluran tangan Bram disertai anggukan kepala kemudian berjabat tangan dengan Dion


"Ya, semoga bisa bekerja sama"


"Kita harus berkeliling ke bagian produksi, katanya disana ada mesin yang rusak" Ujar Dion sambil menoleh pada Bram dan Kenzo secara bergantian


"Kita tidak bisa pergi kesana semua. Ada salah satu komputer milik karyawan bagian marketing yang rusak. Kenzo, apa kamu mengerti komputer?" Tanya Bram pada Kenzo


"Ya, itu keahlianku" Bram dan Dia tersenyum mendengar jawaban Kenzo


"Tapi aku tidak tahu ruangannya" Jawab Kenzo dengan sikap tenang


"Kami akan mengantarmu ke ruang marketing setelah itu baru kami akan ke ruang produksi"


"Baik kalau begitu" Kenzo menganggukkan kepala setuju. Kemudian mereka bertiga mulai beranjak pergi ke ruang marketing terlebih dahulu


Ketampanan Kenzo mampu mencuri perhatian banyak orang. Saat mereka melintasi beberapa ruangan, hampir setiap karyawan menoleh kearah mereka


"Aku merasa seperti jadi selebriti mendadak saat berjalan dengan Kenzo" Bram bicara dengan senyum malu karena semua orang menatap kearahnya


"Aku juga begitu. Entah kenapa tiba-tiba aku merasa ikut tampan karena berjalan dengan pria tampan" Dion menanggapi ucapan Bram dengan sikap yang tenang. Namun Kenzo yang sudah terbiasa dengan tatapan semua orang bersikap tenang dan acuh tak acuh


Tak berselang lama mereka tiba diruang marketing. Bram, Kenzo dan Dion langsung masuk ke dalam ruangan dan bertanya mengenai komputer yang rusak


"Kami kesini untuk melihat komputer yang rusak" Ujar Dion pada salah satu penanggung jawab di bagian marketing

__ADS_1


"Oh itu, komputer dimeja yang sudut sana" Jawabnya sambil menunjuk meja yang ada disudut. Kenzo, Bram dan Dion menoleh bersamaan


"Zo, tidak papa kan kalau kami tinggal? Setelah selesai, kamu bisa kembali keruangan kita


"Tentu" Jawab Kenzo singkat disertai anggukan kepala. Bram dan Dion pun pergi meninggalkan Kenzo. Dan Kenzo pun langsung berjalan menuju komputer yang rusak


"Ehm... apa kamu maintenance yang baru?" Tanya penanggung jawab bagian marketing


"Ya" Kenzo menjawab tanpa memalingkan wajahnya dari komputer yang sedang dia perbaiki


"Hai, aki Lili. Aku bagian marketing" Ujar gadis itu berusaha mengambil perhatian Kenzo


"Bu Lili, sepertinya sedang mendekati karyawan baru? Jangan buat dia menangis bu. Kami tidak bisa melihat pria tampan menagis" Ujar salah satu karyawan lain yang melihat Lili berusaha mendekati Kenzo


"Apa maksudmu? Aku hanya berkenalan agar kita mudah untuk memanggilnya saat ada sesuatu yang rusak" Lili berusaha membela diri


"Apa benar? Sepertinya sitampan ini sedikit terganggu dengan kehadiran Bu Lili"


"Anak baru, kamu tidak perlu pedulikan bu Lili. Namaku Dinda. Jika komputerku rusak, aku minta kamu perbaiki ya?"


Mereka terus mengolok Lili dan membicarakan Kenzo. Namun Kenzo tetap fokus pada komputer yang dia perbaiki tanpa menghiraukan para gadis yang sedang berusaha mendekatinya


"Kembali ke pekerjaan kalian. Jika tidak, aku akan buat kalian lembur" Ujar Lili dengan raut wajah serius


"Baik-baik, kami akan kembali ke meja kami" Semua pun bubar dan kembali meninggalkan Kenzo dan Lili


"Sudah selesai. Aku permisi" Ujar Kenzo yang langsung beranjak pergi dari hadapan Lili setelah pekerjaannya selesai


"Tunggu, namamu siapa? Ini tips untukmu" Kenzo berbalik mendengar Lili memanggilnya. Dia menatap uang yang ada di tangan Lili


"Tidak perlu. Ini pekerjaanku" Kenzo berbalik dan melanjutkan langkahnya dengan gagah


"Wah, dia mengabaikan uang yang ditawarkan bu Lili"


"Tapi, wajahnya seperti familiar. Pernah lihat dimana ya?" Para gadis di bagian marketing kembali berbincang membicarakan Kenzo

__ADS_1


"Aku ingat. Bukankah dia yang beberapa hari lalu mendampingi Safira dalam festival film?"


__ADS_2