
"Ayo kita pergi sekarang! Tunggu aku diparkiran, kita bertemu disana" Ujar Kenzo pada Safira yang masih menunggunya sampai selesai bekerja
"Tapi Zo, apa tidak papa kalau kamu mengantarku pulang? Aku takut merepotkanmu" Safira terlihat ragu saat Kenzo hendak mengantarkannya pulang
"Apa kamu tidak masalah jika aku mengantarmu pulang dengan motor? Aku tidak punya mobil dan hanya memiliki motor jelek saja" Kenzo balik bertanya pada Safira karena takut dia merasa keberatan
Safira tersenyum mendapatkan pertanyaan dari Kenzo
"Apa masalahnya? Justru aku senang karena selama ini aku belum pernah naik motor"
"Eh, tapi bagaimana dengan mobilmu?" Tanya Kenzo lagi mengingat kalau Safira selalu menggunakan mobil
"Aku tidak bawa mobil, supirku tadi kusuruh pulang duluan" Jawab Safira dengan santai
"Baiklah kalau begitu. Turunlah lebih dulu dan tunggu aku!" Ujar Kenzo sebelum dia berbalik dan pergi untuk mengganti pakaiannya
"Ya. Eh tunggu Zo, aku minta nomor teleponmu dulu. Supaya nanti kita bisa saling menghubungi" Safira menahan Kenzo dan mengeluarkan ponselnya. Mereka pun bertukar nomor telepon, setelah itu Kenzo meninggalkan Safira untuk bersiap pulang. Sedangan Safira membereskan barangnya dan kembali mengenakan masker, coat dan topi agar tidak ada yang mengenali
"Saya pulang dulu pak. Sampai jumpa Sita, sampai jumpa semuanya" Kenzo berpamitan pada Sita dan manajernya juga pada karyawan yang lainnya.
Diluar restoran Ilana yang masih penasaran dengan Kenzo masih tetap mengikuti dia karena ingin tahu seperti apa tempat tinggal Kenzo saat ini
"Apa kenzo memang selalu pulang selarut ini ya?" Pikir Ilana yang belum juga melihar Kenzo meninggalkan restoran
"Eh itu dia" Ilana tersenyum ceria setelah melihat Kenzo melangkah keluar dengan mengenakan jaket, backpack dan helm ditangannya. Kenzo menghubungi Safira terlebih duhulu untuk memberitahunya kalau dia sudah ada diparkiran
Tak lama Safira pun datang mendekati Kenzo yang telah menunggu disamping motornya
"Nih pakai helmnya" Kenzo memberikan 1 helm pada Safira dan membantunya memakaikan helm. Kemudian dia mengenakan helmnya sendiri
"Terimakasih" Jawab Safira lembut
"Siapa itu? Sejak kapan kenzo punya kekasih? Tidak, aku tidak suka jika Kenzo dekat dengan orang lain. Seperti Kenzie dan Risha yang dijauhi orang lain. Aku juga hrus membuat Kenzo tidak disukai oleh orang lain. Aku lebih suka melihat mereka sendiri tanpa ada siapapun disampingnya" Pikir Ilana yang memperhatikan Kenzo dan Safira dari kejauhan. Diapun kembali mengikuti Kenzo dengan mobilnya
__ADS_1
"Dimana rumahmu?" Tanya Kenzo sebelum menjalankan motor sport miliknya
"Perumahan Grand Lucia" Jawab Safira singkat
"Pegangan!" Kenzo pun langsung melajukan motornya dengan kecepatan sedang. Sayangnya SAfira yang baru pertama kali naik motor kebingungan harus berpegangan kemana. Diapun hanya memegang ujung jaket Kenzo
"Harus pegangan kemana? Kenapa Kenzo cepat sekali mengendarainya? Aku kan takut jatuh" Pikir Safira dengan wajah pucat. Kenzo tersenyum menyadari kalau Safira sedang kebingungan, dia pun menarik tangan Safira dengan tangan kirinya dan diletakkan di bagian pinggangnya
"Pegangan disini yang kencang. Jika kamu takut, tidak masalah untuk memelukku dengan erat" Ujar Kenzo dengan sikap yang tenang namun ada senyum dibibirnya
"Wah wah wah ternyata Kenzo yang ku kira pendiam suka cari kesempatan juga ya?" Ujar Safira dengan nada yang menggoda
"Hanya untuk keselamatan orang-orang tertentu. Pegangan!"
"Aaah jangan terlalu cepat!" Kenzo kembali memacu motornya dengan kecepatan tinggi hingga Safira memeluknya degan erat
Kenzo terus melajukan motornya menyusuri gelapnya malam hari negara F, dimana hanya diterangi dengan kemerlap lampu jalan dan gedung, disertai taburan bintang yang terhampar dilangit luas. Setelah sampai dipusat kota Kenzo melihat kearah kaca spion, dia menyadari kalau sebuah mobil terus saja mengikutinya sejak dari restoran. Kenzo pun mulai waspada
"Apa itu mobil salah satu reporter berita hiburan ya? Ku kira tidak ada yang mengenaliku karena berpakaian seperti ini" Ujar Safira bingung
"Entahlah, kita putar arah saja agar dia tidak tahu tujuan kita" Jawab Kenzo yang tidak tahu kalau mobil tersebut adalah mobil Ilana. Mereka pun akhirnya memutar jalan dan mencari alternatif lain. Kenzo yang tidak hapal jalanan pun hanya mengikuti instingnya saja agar tidak lagi diawasi oleh mobil tersebut. Namun karena ini sudah dekat perumahan, tidak terlalu sulit untuk mencari jalan lain.
"Kita mau kemana Zo?" Tanya Safira sambil menoleh kesana kemari karena tidak tahu daerah itu
"Aku juga tidak tahu. Yang penting kita lepas dari mobil itu dulu"
"Mereka mau pergi kemana? Apa Kenzo tinggal di daerah sini? Sekitar sini kan perumahan mewah, jadi pasti dia berbohong mengenai beasiswa itunkan? Aku tahu kalau kamu tidak mungkin bangkrut, Zo" Ilana tersenyum ceria mengira kalau Kenzo tinggal di sekitar perumahan mewah yang tidak jauh dari tempat Safira tinggal
"Eh kemana perginya mereka? Sepertinya tadi benar kearah sini. Kenapa sekarang mereka tidak ada?" Ilana yang sebelumnya sedikit lengah kehilangan jejak Kenzo dam Safira yang sebenarnya bersembunyi di balik sebuah mobil box yang berhenti di tepi jalan
"Itu bukan reposter, tapi itu Ilana. Gadis gila yang sekarang jadi rekan kampusku" Ujar Kenzo yang melihat Ilana saat dia melintas
"Cie ... apa itu mantan pacarmu atau gadis yang suka padamu?" Safira bertanya dengan senyum menggoda dibibirnya
__ADS_1
"Dia wanita gila yang selalu mengikutiku dan saudaraku sejak kami awal masuk SMA" Kenzo bicara dengan nada yang dingin dan kesal
"Apa? Dia mengikutimu sejak awal masuk SMA? Apa dia benar-benar sudah tidak waras? Kamu tidak mengambil tindakan padanya? Itu sangat mengganggu sekali" Safira pun terlihat kesal saat dia mendengar kalau Ilana selalu mengikutinya
"Sebenarnya waktu itu dia sudah berhenti mengikutiku dan kami juga tidak bertemu lagi sejak saat itu, tapi aku bertemu dengannya lagi setelah pindah kesini. Sungguh sial sekali nasibku" Kenzo tersenyum mencibir saat dia menceritakan Ilana
"Lalu kamu akan membiarkannya terus seperti itu? Kamu bisa melaporkan dia kepolisi atas tuduhab perbuatan tidak menyenangkan dan juga ancaman" Ujar Safira dengan sikap kesal
"Tenang saja, biarkan dulu saja dia. Aku tidak akan membiarkan dia begitu saja. Jadi sabar saja dulu" Kenzo tersenyum lembut saat menenangkan Safira
"Tunggu, apa rumahmu masih jauh?"
"Tidak terlalu jauh. Sepertinya hanya beberapa blok dari sini" Jawab Safira setelah melihat papan petunjuk arah yang memang tidak jauh dari tempatnya. Kenzo menganggukkan kepala menanggapi Safira
"Baiklah. Sebaiknya kira berangkat sekarang sebelum semakin malam" Kenzo kembali menyalakan motornya setelah mereka berhasil bebas dari Ilana
Tak berselang lama mereka sampai diperumahan tempat Safira tinggal. Karena ini merupakan kawasan elit, jadi keamanannya cukup ketat. Tidak sembarangan orang bisa masuk ke kawasan ini, jadi sebagai selebriti Safira bisa tenang tinggal disini
"Itu rumahku" Tunjuk Safira setelah mereka memasuki perumahan
"Masuklah, ini sudah malam. Kamu juga harus istirahat" Ujar Kenzo setelah membantu Safira melepaskan helmnya
"Iya, sampai jumpa" Jawab Safira yang hendak masuk ke rumahnya
"Safira tunggu" Langkah Safira terhenti dan dia berbalik kembali menatap Kenzo
"Apa besok kamu datang ke restoran?"
"Tidak bisa. Besok aku ada pemotretan" Jawab Safira terlihat menyesal
"Ya sudah. Selamat malam"
"Selamat malam" Safira pun melangkah masuk kerumahnya sementara Kenzo kembali menyalakan motornya dan meninggalkan rumah Safira
__ADS_1