
"Jadi kenapa kamu memutuskan untuk bekerja di perusahaan lain padahal keluargamu memiliki banyak perusahaan? Apa kalian memang tidak puas dengan perusahaan sendiri ya?" Rendra bertanya pada Risha dengan wajah serius sambil menikmati makan siang mereka
"Aku hanya ingin mencoba dengan kemampuanku sendiri saja. Meskipun orang-orang tidak mengenal kalau kami berasal dari keluarga kusuma, tapi para petinggi perusahaan kami tentu mengenal kami karena pernah bertemu sekali atau dua kali" Risha menjelaskan dengan sikap yang tenang
"Kamu juga, aku tidak tahu kalau kamu berasal dari keluarga kaya. Apa karena terlalu lama berteman dengan Kenzo jadi kamu tertular olehnya?" Risha memicingkan mata menatap Rendra dengan tatapan heran
"Aku punya sedikit masalah keluarga saat itu, karena itu aku menyembunyikan identitasku" Rendra menundukkan kepala menjawab pertanyaan Risha
"Apa sekarang sudah selesai, jadi kamu bisa kembali pada keluargamu? Atau mereka memang sengaja membuangmu dan sekarang kembali memintamu pulang?" Tanya Risha lagi dengan ragu-ragu
"Kamu pikir aku ini anak kucing yang sengaja dibuang oleh orang tuanya dipinggir jalan, lalu kembali dipungut lagi? Sudahlah. Selesaikan makanmu, sebentar lagi waktu makan siang akan habis" Rendra menjawab dengan nada yang terlihat kesal. Risha hanya tersenyum menanggapi Rendra. Mereka pun kembali fokus dengan makanan mereka masing-masing
Tring
Sebuah pesan masuk diterima oleh Rendra, dilihatnya itu adalah pesan dari sekertarisnya, Alan
"Pak, kita ada rapat dengan perusahaan lain setelah jam makan siang, setelah itu kita harus melihat bazar yang diadakan sebuah mall yang menjual barang kita"
Alan menulis jadwal kerja Rendra yang akan dilakukan setelah jam makan siang
"Baiklah, sebentar lagi saya kembali ke kantor"
Balas Rendra dalam pesan singkatnya
"Ren, aku mendengar kalau kamu tidak ingin sekertaris wanita, dan katanya kamu juga bos galak, kenapa bisa seperti itu?" Risha baru teringat mengenai rumor yang beredar di kantornya mengenai Rendra dan langsung bertanya padanya
"Aku hanya tidak suka saja. Aku tidak terbiasa berada disekitar para gadis. Lagipula mereka yang melakukan kesalahan, karena itu aku keras pada mereka" Jawab Rendra dengan acuh tak acuh
"Kenapa saat denganku sikapmu biasa saja? Apa karena aku terbiasa menghadapi Kenzo yang sikapnya sama denganmu, atau memang kamu bersikap baik saat dengaku?" Risha bertanya dengan sneyum tipis dan nada bicara yang menggoda, diapun menaikkan kedua alisnya bersamaan saat tersenyum
"Karena kamu sepupunya Kenzo, jika aku tidak memperlakukanmu dengan baik, bisa saja aku digantung olehnya. Lagipula aku tidak perlu bersikap canggung padamu, kamu pasti sudah tahu tentangku dari Kenzo jadi untuk apa berpura-pura didepanmu?" Risha terdiam mendengat ucapan Rendra
"Sudahlah cepat makan. Aku tidak bisa kembali ke kantor denganmu. Para karyawanku itu pasti akan bergosip melihat kita"
__ADS_1
"Cih, siapa juga yang mau pergi denganmu. Mereka sudah bergosip, aku bisa ditelan mereka hidup-hidup jika mereka melihat kita makan siang bersama. Harusnya kamu pura-pura tidak mengenalku tadi, jadi mereka tidak akan membicarakan kita" Risha menggerutu dengan bibir mengerucut namun Rendra tidak menanggapinya
"Oh"
"Apa? Oh? Hanya oh saja tanggapanmu? Pantas saja mereka mengatakan kamu bos yang dingin dan menyebalkan" Gerutu Risha lagi dengan sikap Rendra, namun kali ini Rendra tida kk menanggapinya lagi
***
Kenzo sudah kembali kerumah setelah dari rumah Ji. Dia sedang duduk dengan laptop dihadapannya dan mempersiapkan softwere yang akan dia serahkan secepatnya pada perusahaan teknologi untuk mulai di pasarkan. Namun pikirannya terganggu karena dia memikirkan permintaan Ji yang ingin dia bekerja di perusahaannya mulai besok
"Jadi maintenance? nenek ini bercanda atau bagaimana ya? Aku kan tidak bisa melakukan semua hal, aku hanya mengerti komputer saja, bagaimana jika yang rusak itu mesin atau apapun itu? Bagaimana jika aku melakukan kesalahan saat memperbaiki sesuatu?" Gumam Kenzo memikirkan kemungkinan terburuk
"Ah lupakan. Aku tidak mungkin melakukan kesalahan. Seorang Kenzo Osterin Anggara selalu bisa melakukan apapun, jadi aku juga pasti bisa melakukan apa yang nenek katakan" Kenzo meyakinkan dirinya sendiri kalau dia bisa melakukan semuanya
Drrt drrt drrt
Ponsel Kenzo berdering, kali ini panggilannya kembali berasal dari Safira
"Halo Ra" Sapa Kenzo begitu menerima telepon
"Ah aku lupa tentang itu?" Jawab Kenzo dengan nada yang datar
"Kamu ini selalu lupa padahal aku sudah memberitahukan padamu sejak jauh-jauh hari. Sebenarnya apa yang kamu ingat?" Safira terdengar kesal sekali pada Kenzo
"Yang aku ingat itu hanya kamu. Aku tidak mungkin melupakanmu walau deketik saja" Jawab Kenzo dengan sikap yang tenang
"Berhenti menggombal. Apa sekarang kamu sedang sibuk? Aku ingin membawamu ke butik agar kita bisa mencocokkan pakaian kita untuk besok" Ujar Safira dengan sikap yang sedikit sinis
"Tidak. Tapi … apa harus mencocokkan pakaian? Karena aku akan tetap terlihat sangat tampan mengenakan pakaian apapun" Kenzo menjawabnya dengan sikap yang tenang
"Kenzo, kenapa semakin lama kamu semakin narsis ya? Apa selama ini kamu juga berbohong mengenai sifatmu itu?" Safira sedikit mengernyit mendengar ucapan Kenzo
"Aku tidak pernah berbohong. Ini adalah sebuah fakta kalau aku ini pemuda yang tampan. Jika tidak mana mungkin aku dikenal sebagai waitress tampan?"
__ADS_1
"Baiklah-baiklah. Kenzo yang sangat tampan, kamu jemput aku di lokasi syuting ya? Sebentar lagi aku selesai syuting" Safira mengalah dan meminta Kenzo menjemputnya
"Baiklah, aku akan menjemputmu. Kirimkan lokasinya padaku"
"Oke. Sampai jumpa" Safira dan Kenzo pun menutup telepon mereka
"Dasar, bisa-bisanya dia begitu bangga memuji dirinya sendiri" Gumam Safira sambil menggelengkan kepala disertai senyum setelah dia menutup telepon dari Kenzo
Kenzo langsung bergegas ke lokasi syuting yang Safira kirimkan padanya. Seperti biasa, dia pergi menggunakan motor sport miliknya. Kenzo mulai mengendarai motornya.
Tak berselang lama dia tiba Dilokasi. Kenzo menunggu diatas motor tanpa membuka helmnya. Dia mengirimkan pesan singkat pada Safira
"Aku sudah tiba"
Tulis Kenzo dalam pesannya
"Baik, sebentar lagi aku kesana"
Safira pun membalas pesan Kenzo dengan cepat
Kenzo kembali menunggu, hingga tak berapa lama Safira datang dengan mengenakan masker agar tidak ada yang mengenalinya. Dia sedikit berlari mendekati Kenzo.
"Maaf membuatmu menunggu" Kata Safira dengan nafas sedikit terengah-engah begitu mendekati Kenzo
"Tidak papa. Aku juga belum lama tiba. Kita berangkat sekarang?" Tanya Kenzo sambil memberikan helm pada Safira kenakan
"Tentu saja" Safira menjawab dengan ceria sambil menerima helm yang Kenzo berikan padanya
Dari kejauhan Tiara dan Mona, manajer Safira melihat mereka berdua
"Tiara, apa itu yang namanya Kenzo? Kita sudah tahu sejak lama kalau mereka dekat, tapi Safira tidak pernah memperkenalkannya pada kita" Ujar manajer Safira dengan menatap Tiara penuh tanya
"Sepertinya iya. Aku juga belum berkenalan secara langsung. Kami pernah bertemu beberapa kali, tapi aku tidak pernah memperhatikannya jadi aku juga belum tahu bagaimana dia" Jawab Tiara dengan lembut
__ADS_1
"Baiklah. Mungkin nanti dia akan memperkenalkan kita padanya"