
Perusahaan Anggara sedang dihebohkan dengan gosip mengenai perombakan petinggi perusahaan. Mereka saling bergosip setelah mendengar kabar dari mulut ke mulut.
"Apa kamu dengar? Katanya para petinggi perusahaan ini akan diganti semua"
"Yang benar saja! Tdak mungkin kan kalau pemimpin baru kita akan melakukan perombakan besar-besaran?"
"Aku juga tidak tahu. Memangnya seperti apa pemimpin baru kita? Aku penasaran orang seperti apa dia, sampai para petinggi perusahaan jadi kalang kabut"
"Aku juga tidak tahu. Yang aku degar dia masih muda dan tampan, tapi auranya menyeramkan"
"Sayang sekali kemarin kita tidak bisa melihat pemimpin perusahaan ini. Aku sungguh penasaran sekarang"
Para karyawan Anggara sedang membicarakan keributan yang terjadi sejak direktur utama baru datang keperusahaan. Tak berselang lama, Kenzo pun datang dengan setelan jas rapih dan cara berjalan yang terlihat gagah dengan sebelah tangan dimasukkan ke dalam saku celana.
"Waah lihat itu! Siapa pria tampan itu?"
Salah seorang karyawan melihat kedatangan Kenzo dan menatapnya dengan tatapan terpesona.
"Aku … tidak tahu. Ini pertama kalianya aku melihat pria setampan dia"
Tak lama setelah Kenzo masuk, beberapa petiggi yang kebetulan baru saja tiba langsung berjalan mendekati Kenzo agar mereka bisa dikenal olehnya.
"Pagi pak Kenzo"
"Hmn ... Pagi. "
Dengan melihat kesopanan yang diakukan para petinggi perusahaan pada Kenzo membuat para karyawannya tahu siapa dia sebenarnya.
"Selamat pagi pak"
"Hmn..."
Kini mereka mulai menyapa Kenzo dengan sopan, namun Kenzo hanya menanggapi dengan anggukan kepala saja dan tetap berjalan menuju ruangannya. Pram sudah menunggu kedatangannya di dekat loby
"Selamat pagi pak. Hari ini kita akan kembali mengadakan rapat. Anda yang bilang sebelumnya kalau anda ingin mendengar seberapa jauh pengetahuan para petinggi mengenai saham"
Pram melaporkan apa yang akan dilakukan Kenzo hari ini
"Ya lakukan pagi ini" Kenzo menanggapinya dengan sikap yang dingin
Mereka pun menggunakan lift bersama karyawan lain untuk pergi ke lantai atas dan menuju ruangan yang mereka tempati. Ada beberapa petinggi yang naik bersama Kenzo, namun dia mengabaikannya. Ada juga karyawan biasa yang sesekali melirik kearah Kenzo. Kenzo pun tidak mempedulikannya dan pandangannya tetap lurus kedepan.
Tring
Sebuah pesan singkat masuk ke ponsel Kenzo dan dia langsung merogoh saku jasnya untuk melihat isi pesan itu.
"Selamat pagi. Bagaimana dengan harimu di kantor? Semoga hari ini berjalan lancar sesuai dengan apa yang kamu inginkan. Aku akan melakukan pemeriksaan lanjutan sebelum melakukan operasi"
Safira mengirimkan pesan singkat dan ada foto dirinya juga yang dia kirimkan. raut wajah Kenzo yang dingin seketika berubah sedih melihat foto Safira dan begitu dia keluar dari lift, Kenzo langsung menghubungi Safira
__ADS_1
Tuut tuut tuut
"Halo ..."terdengar suara Safira yang lemah dari ujung telepon. Kenzo terdiam sesaat sebelum dia menjawab Safira
"Halo, sayang. Apa kamu sudah sarapan? Bagiamana keadaanmu disana?" Kenzo bicara dengan sangat lembut meskipun ekspresinya tetap saja datar. Para petinggi yang berjalan dibelakangnya cukup terkejut mendengar ucapan Kenzo, termasuk Pram
"Rupanya dia bisa bersikap lembut. Ku kira tidak akan pernah melihat ekspresi itu sampai aku mati" Pikir Pram yang kini berjalan di samping Kenzo
"Aku baru saja sarapan bersama Tiara. Kamu tidak perlu mengkhawatirkan aku, aku baik-baik saja disini" Safira bicara dengan senyum tipis dibibirnya. Meskipun dia berusaha ceria, tetap saja Kenzo dapat merasakan dari suaranya kalau Safira berusaha keras untuk tidak membuatnya bersedih.
"Baguslah, kamu harus bisa menjaga dirimu dengan baik. Kamu tahu kan kalau aku tidak ingin ada apapun yang terjadi padamu? Aku sudah mulai bekerja diperusahaan Anggara, jadi akhir-akhir ini aku akan sangat sibuk karena masalah perusahaan ini yang sangat kacau. Setelah kondisi perusahaan stabil, aku akan langsung pergi kesana untuk menemuimu"
Kenzo bicara dengan nada yang lembut dan rendah. Tidak terlihat sama sekali Kenzo yang dingin dan menyeramkan seperi pada rapat sebelumnya.
"Sepertinya suasana hatinya sedang bagus karena telepon itu. Dia terlihat lebih tenang dari sebelumnya"
"Kamu benar. Mungkin rapat hari ini tidak akan terlalu menegangkan seperti rapat yang pertama kali"
"Aku rasa juga begitu"
Beberapa saat kemudian diruang rapat
"Ini yang kalian katakan mengetahui dengan jelas mengenai harga saham? Kalian bilang kalau kalian tahu betul pangsa pasar? Apa yang pangsa pasar? Ini tidak masuk akal sama sekali!"
Kenzo bicara dengan sikap yang tenang, namun nada bicaranya dingin dan sorot matanya tajam. Saat saling bertatapan mata dengannya, terasa seperti menusuk dan membuat bulu kuduk merinding.
"Iya, kupikir dia tidak akan semarah ini"
Para petinggi yang sebelumnya naik lift yang sama dengan Kenzo nampak terkejut karena perkiraan mereka salah. Kenzo yang tadi terlihat tenang saat menelepon, ternyata berbeda dengan Kenzo yang sedang rapat
"Pak Pram, tolong panggilkan orang-orang yang sudah aku minta berkumpul diluar ruang rapat. Suruh mereka semua masuk!"
"Baik pak"
Kenzo bicara pada dengan sikap yang tenang. Dia duduk bersandar dikursinya dengan kedua tangan berada diatas meja. Para petinggi terlihat penasaran dengan apa yang akan dilakukan Kenzo sampai dia mengumpulkan banyak orang.
"Pak, mereka semua sudah disini"
Pram memberitahu Kenzo sambil berjalan masuk diikuti beberapa orang dibelakangnya. Ada sekitar 7 orang yang mengikutinya dari belakang. Anggota rapat yang hadir semuanya menoleh pada orang-orang yang baru saja masuk keruang rapat.
"Terimakasih. Mereka yang berdiri disini akan menggantikan posisi orang-orang yang namanya sudah tertulis dalam daftar ini"
"Apa?!"
Semua orang yang hadir diruang rapat sangat terkejut mendengar ucapan Kenzo. Mereka saling menoleh satu sama lain sebelum akhirnya melihat daftar nama yang telah ditulis Kenzo
"Apa maksudnya ini?! Kenapa anda melakukan ini?! Apa salah kami?! Kami sudah sangat lama mengabdi ke perusahaan ini. Bahkan sebelum pak Lian mengambil alih perusahaan ini!"
"Benar. Anda tidak berhak membuang kami begitu saja setelah apa yang kami lakukan untuk perusahaan"
__ADS_1
"Mereka benar. Anda ini baru saja terjun ke dunia bisnis, sedangkan kami sudah jauh lebih lama daripada anda!"
7 orang anggota rapat tidak terima dengan apa yang telah diputuskan Kenzo. Mereka terlihat sangat marah dan meluapkan semuanya pada Kenzo. Namun Kenzo tetap tenang dan hanya diam melihat apa yang mereka lakukan.
"Apa sudah selesai bicaranya? Kalian mau tahu kenapa aku mengganti kalian semua?" Mata Kenzo menyapu semua aggota rapat. Dia terlihat sangat tenang menghadapi mereka
"Pak Pram, tolong bagikan dokumen yang sudah aku siapkan" Kenzo beralih pada Pram setelah dia menatap para petinggi perusahaan yang wajahnya kini terlihat sangat tegang.
"Baik"
Pram pun membagikan dokumennya sesuai dengan nama yang sudah tertera dibagian depan dokumen.
"Kalian bisa lihat apa saja yang tertulis disana. Jika masih belum jelas aku bisa menjelaskannya lagi pada kalian dengan rinci"
7 orang petinggi perusahaan yang mendapatkan lembar dokumen dari Kenzo terlihat penasaran, mereka langsung membukanya untuk melihat apa isi didalamnya
"Tidak mungkin!"
"Ini semua... "
"Kalian bilang sudah mengabdi sangat lama pada perusahaan ini, tapi dibalik itu kalian juga sudah menggerogoti perusahaan ini untuk mengumpulkan harta pribadi kalian. Apa … kalian lebih suka jika aku menyebarkan perbuatan busuk kalian pada semua karyawan disini?"
Nada bicara Kenzo sangat dingin dengan sorot mata yang tajam. Aura mengintimidasi Kenzo membuat ruangan terasa sangat dingin. Para petinggi yang mengikuti rapat juga tidak bicara lagi. Wajah mereka pucat, dahi mereka berkeringat dingin, mereka juga menelan salifa sendiri untuk menghilangkan rasa tegang mereka.
"Pak Kenzo, kami mohon maaf. Tolong berikan kami kesempatan kedua untuk memperbaiki kesalahan kami"
Kini mereka mendekati Kenzo dan memohon padanya.
"Kesempatan kedua? Sepertinya ada banyak kesempatan untuk kalian berubah menjadi lebih baik sebelum aku datang. Karena seorang Kenzo tidak pernah memberikan kesempatan kedua. Aku ingin memperbaiki perusahaan ini, maka aku harus menyingkirkan para tikus yang bersembunyi diperusahaan. Jadi kesimpulannya, kalian harus membayar kembali apa yang sudah kalian nikmati selama bekerja diperusahaan ini"
Tok tok tok
"Maaf pak mengganggu. Ada beberapa polisi yang datang untuk menemui anda" Seorang satpam datang dengan beberapa polisi dibelakangnya
"Biarkan mereka masuk!"
"Selamat pagi pak. Kami kemari untuk menangani laporan anda" Ujar salah satu polisi
"Ya, bawa mereka pergi!"
"Pak Kenzo! Jangan lakukan ini pada kami!"
"Maafkan kami!"
"Pak Kenzo! Beri kami kesempatan!"
7 orang anggota rapat yang dibawa polisi termasuk Ali terus meronta dan berteriak agar Kenzo membebaskan mereka. Namun Kenzo sama sekali tidak bergeming dari tempat duduknya dan tetap memperhatikan mereka yang perlahan menghilang dari balik pintu ruang rapat dengan seringai dibibirnya dan sorot mata yang tajam.
"Ini harusnya jadi pelajaran untuk kalian. Jika kalian masih ingin bekerja diperusahaan ini dengan aman, maka bekerjalah dengan baik. Jika kalian masih punya keberanian untuk mencobanya, silahkan saja. Aku akan dengan senang hati bermain dengan kalian"
__ADS_1