Putra Putri Sang Penguasa 3

Putra Putri Sang Penguasa 3
Chapter 130 (Terbongkarnya Identitas Kenzo)


__ADS_3

"Kakek! Nenek!"


"Kakek! Nenek!


Kenzo dan Safira berteriak dengan serempak karena melihat 4 orang tua yang sedang tertawa bersama. Saking terkejutnya melihat mereka, membuar Kenzo bahkan lupa kalau dia sedang menyembunyikan identitasnya


"Kakek, apa maksudnya ini? Katanya nenek sakit?" Tanya Safira yang berjalan mendekati kakek dan neneknya dengan nada yang manja


"Nenek hanya pegal-pegal saja. Kamu sudah lama tidak pulang, karena itu nenek meminta kakek menghubungimu?" Sang nenek menjelaskan dengan senyum dibibirnnya


"Dan ini ...?" Safira terlihat bingung menatap Kenzo juga Ed dan Ji secara bergantian


"Apa yang kakek dan nenek lakukan disini? Aku tidak tahu kalau kalian punya teman dekat seperti ini?" Kenzo bertanya dengan wajah bingung sambil mendekati Ed dan Ji


"Harusnya kami yang bertanya, untuk apa kamu disini? Kami tidak tahu kalau kamu juga bisa bersosialisasi dengan seorang gadis" Ed menjawab Kenzo dengan nada menggoda


"Bukankah ini tuan Edward dan nyonya Jingga? Bagaimana kalian bisa saling mengenal? Tidak mungkin kalau seorang karyawan restoran biasa bisa mengenal pebisnis yang besar di negara ini kan?" Tanya Safira lagi yang sedang menunggu penjelasan dari Kenzo


"Kami hanya ..." Kenzo pun terlihat bingung menjelaskan kondisinya pada Safira


"Sudah-sudah, duduklah dulu disini!" Nenek Safira menengahi dan meminta dia dan Kenzo untuk duduk


"Sebenarnya apa yang kakek dan nenek lakukan disini?" Tanya Kenzo lagi dengan sikap yang dingin karena kesal


"Ini pak Dimas Reitama, dia rekan bisnis nenek, dan ini istrinya bu Galuh" Jingga memperkenalkan kakek dan nenek Safira pada Kenzo


"Ini salah satu cucuku, Kenzo Osterin Anggara. Dia baru saja menyelesaikan kuliahnya" Ji memperkenalkan Kenzo dengan senyum dibibirnya. Safira menatap tajam pada Kenzo. Ada kekesalan dan amarah dalam sorot matanya


"Kenzo Osterin Anggara?" Safira menyebutkan lagi nama Kenzo karena masih tidak percaya


"Haah, kakek dan nenek mengacaukan semua usahaku" Kenzo menghela napas panjang dan bicara dengan wajah datar

__ADS_1


"Kami tidak tahu kalau kita akan bertemu disini" Ed menjawab dengan sedikit senyum dibibirnya


"Haah ... salam kenal, saya Kenzo Osterin Anggara" Kenzo memperkenalkan diri pada kakek dan nenek safira dengan sopan


"Jadi selama ini kamu membohongiku?" Kata Safira dengan wajah kesal dan sikap yang dingin lalu beranjak pergi meninggalkan ruang keluarga


"Safira, tunggu!" Kenzo langsung mengejar Safira yang sedang marah padanya dan ketika dia mendekatinya, dia langsung memegang tangannya


"Dengarkan aku!Aku tidak bermaksud membohongimu!" Kenzo menahan tangan Safira dan berusaha menjelaskan dengan sikap yang tenang


"Hanya seorang mahasiswa dengan beasiswa dan karyawan bekerja sampingan di sebuah restoran? Itu artinya kamu menipuku!" Safira semakin kesal karena merasa dibohongi oleh Kenzo. Dia mulai meninggikan suara saat bicara padanya


"Memang benar aku seorang waitress dan mahasiswa dengan beasiswa kan? Kamu tahu sendiri kalau aku tidak membohongimu dengan hal itu" Kenzo menanggapi dengan sikap yang tetap tenang dan mata sedikit mendelik


"Tapi kamu tidak pernah mengatakan kalau kamu adalah cucu dari seorang konglomerat negeri ini!"  Ujar Safira lagi yang masih tidak terima identitas Kenzo yang sebenarnya


"Apa seharusnya dari awal aku memberitahumu kalau aku adalah bagian dari keluarga Kusuma? Apa dengan begitu kamu akan bersedia jadi temanku? Atau mungkin kamu akan bersikap lebih baik padaku? Tunggu, apa kamu juga bisa menjamin kalau orang-orang disekitarku benar-benar bisa bersikap apa adanya? Maksudku tidak hanya bersikap baik di depanku tapi juga dibelakangku. Selama yang aku tahu banyak orang yang hanya ingin mengambil keuntungan dari identitas kami sebagai anggota keluarga Kusuma"


Kenzo menjelaskan dengan sesekali menunjukkan senyum diwajah tampannya. Suaranya terdengar tenang namun ada sebuah tekanan yang menyudutkan Safira, membuat Safira hanya bisa terdiam mendengar penjelasan dari Kenzo


"Aku sama sekali tidak berniat membohongimu. Aku hanya ingin dilihat sebagai diriku sendiri, bukan sebagai bagian dari keluarga konglomerat yang merajai tangga bisnis. Kamu juga pasti mengerti bagaimana perasaanku, karena kamu juga bisa merasakannya sebagai selebriti terkenal"


Ya, Safira jelas tahu betul bagaimana perasaan Kenzo. Dimana banyak orang yang mendekatinya hanya karena popularitasnya saja. Mereka belum tentu bersikap baik dibelakangnya.


"Kamu benar, ada orang-orang tertentu yang mendekati seseorang berdasarkan sebuah keutungan belaka. Sangat jarang seseorang bersikap tulus setelah tahu identitas kita" Safira menjawab Kenzo dengan kepala tertunduk


"Tapi bukan berarti aku akan memanfaatkanmu setelah tahu identitasmu yang sebenarnya!" Safira mengkonfirmasi sikapnya terlebih dahulu pada Kenzo


"Ya, aku tahu kalau kamu bukan orang yang seperti itu" Jawab Kenzo dengan senyum lembut dibibirnya


"Bagaimana kalau kita kembali ke dalam? Kakek dan nenek kita pasti sedang menunggu" Safira tersenyum lembut mengajak Kenzo kembali masuk ke dalam rumah kakek dan neneknya

__ADS_1


"Sepertinya kalian sudah berdamai lagi" Ujar nenek Safira dengan nada bicara yang lembut. Safira hanya tersenyum menanggapi ucapan sang nenek. Diapun duduk di dekat neneknya sedangkan Kenzo dekat dengan Ji dan Ed.


"Bagaimana kalian bisa saling mengenal satu sama lain?" Tanya Ji dengan raut wajah penasaran


"Safira sering datang ke restoran tempatku bekerja. Dia juga pernah syuting di kampusku" Kenzo menjelaskan dengan sikap yang tenang.


"Kamu tidak malu berteman dengan seorang waitress? Padahal kamu seorang artis papan atas" Ji kembali bertanya pada Safira


"Kenapa malu? Itu hanya pekerjaan saja dan kurasa bukan sesuatu yang harus membuat kita malu. Lagipula Kenzo seorang mahasiswa yang memiliki masa depan cerah, dan dia juga sudah sering kali membantuku" Safira tersenyum lembut menjawab Ji sambil bersikap manja pada neneknya


"Baguslah kalau dia punya teman seorang gadis cantik. Ku kira dia hanya bisa berteman dengan laptop, handphone dan game saja" Ed menggoda Kenzo dengan senyum manis dan mata mendelik pada Kenzo


"Kakek pikir aku tidak punya teman? Kakek salah. Aku punya banyak teman" Zo membela diri dengan sikapnya yang acuh tak acuh


"Banyak katamu?Cih. Bukannya yang mau jadi temanmu hanya satu orang saja? Siapa dia, aku lupa namanya. Ehm... " Ed terdiam sejenak memikirkan nama temannya Kenzo


"Oh Rendra, hanya dia kan yang jadi temanmu?" Ed tersenyum puas setelah menggoda Kenzo


"Sudahlah, hentikan omong kosong kalian berdua!" Ji menengahi Kenzo dan Ed. Safira dan juga kakek neneknya hanya tersenyum memperhatikan mereka.


"Eh Zo, bukannya hari ini kamu wisuda?" Ed bertanya setelah mengingat tanggal wisuda Kenzo


"Benar, acaranya sudah selesai, karena itu aku menemani Safira kemari" Jawab Kenzo acuh tak acuh


"Fira, saya suka dengan setiap dramamu. Apa kesibukanmu sekarang?" Ji bertanya dengan sikapnya yang tenang dan elegan


"Terimakasih nyonya. Saya belum ada jadwal drama baru, jadi sekarang ini saya sedang tidak sibuk. Hanya sesekali menghadiri undangan untuk acara brand atau mungkin syuting iklan saja" Safira menjelaskan dengan sopan


"Hemn... apa kamu pacaran dengan Kenzo?"


"Kakek! Jangan membuatku malu seperti itu!" Kenzo langsung menanggapi Ed dengan sikap yang dingin

__ADS_1


"Kamu kenal dengan gadis cantik tapi tidak mengajaknya berkencan? Sungguh memalukan!" Ed mencibir Kenzo yang tidak menjadikan Safira sebagai pacarnya


"Kakek, meskipun kami tidak berkencan sekarang, tapi dia tetap akan jadi pasanganku dimasa depan"


__ADS_2