Putra Putri Sang Penguasa 3

Putra Putri Sang Penguasa 3
Chapter 148 (Hadiah Untuk Luki dan Willy)


__ADS_3

Semua saling menatap ketika Cheva berdiri dan mulai berjalan ke depan


"Kira-kira hukuman apa yang pantas untuk seorang pengkhianat?" Tanya Cheva dengan senyum yang manis. Dia kemudian berjalan mendekati Luki yang kini hanya tertunduk dengan keringat dingin yang bercucuran


"Apa gaji yang kami berikan kurang? Apa fasilitas mobil, tunjangan jabatan, tunjangan keluarga juga kurang? Apa ada perusahaan lain yang menawarkan gaji lebih tinggi sehingga kamu berani mengambil resiko untuk mengkhianati kami?" Nada bicara Cheva sangat tenang namun sorot mata dan auranya membuat bulu kuduk merinding karena bisikan Cheva


"Maafkan saya bu Cheva. Saya sama sekali tidak bermaksud mengkhianati perusahaan ini. Saya hanya ... hanya ..." Luki terbata-bata saat dia bicara dengan Cheva, dia benar-benar takut dengan sorot mata yang ditunjukkan saat ini


"Kenzie, karena ini masalah yang berhubungan denganmu, jadi saya serahkan semuanya padamu. Kamu bebas memberikan dia hukuman apa saja. Saya tidak suka jika ada orang yang berani menganggap remeh perusahaan Kusuma" Cheva bicara dengan sikap yang dingin dan tegas. Dia menunjukkan aura kepemimpinannya dan sama sekali tidak ada kelembutan atau keramhan yang biasa dia tujukkan


"Apapun? Dengan senang hati saya terima tawarannya" Kenzie menunjukkan senyum yang manis kemudian dia mendekati Luki dan berdiri tepat di depannya


"Kalau dipenjara ... dia akan bebas setelah beberapa tahun dan dia bisa memulai lagi dari awal. Ada kemungkinan juga dia akan balas dendam pada kita. Sebaiknya saya berikan hukuman yang selalu diberikan oleh keluarga Kusuma. Kamu dipecat dan saya pastikan kamu tidak akan mendapat pekerjaan dimanapun. Kamu masih muda dan umurmu mungkin panjang. Tapi karir dan masa depanmu cukup sampai disini. Ini akan jadi pelajaran untuk siapapun yang berani macam-macam diperusahaan ini" Sungguh tidak bisa dipercaya, Kenzie mengatakannya dengan senyum tipis dan nada bicara yang sangat tenang.


Semua orang terkejut karena selama ini mereka melihat Kenzie sebagai atasan yang ramah dan baik hati. Mereka tidak mengira kalau Kenzie akan melakukan itu pada Luki yang sudah bekerja cukup lama di cabang perusahaan Kusuma ini.


"Aku tidak menyangka kalau pak Kenzie ternyata kejam juga"


"Aku juga tidak mengira dia akan memberikan hukuman  yang besar pada Luki. Padahal kalau di penjara, mungkin pak Luki hanya akan dihukum sekitar 5 tahun"


"Pak saya mohon, ampuni saya. Saya tidak akan melakukan kesalahan yang sama. Saya sudah lama bekerja direrusahaan ini, saya minta tolong pak" Luki memohon pada Kenzie agar dia memberikan maaf padanya


"Tapi sayangnya, saya tidak pernah memberikan kesempatan kedua pada siapapun. Apalagi kamu sudah merugikan perusahaan dan juga merusak nama baik Kusuma" Jawab Kenzie dengan senyum yang manis


Karena tidak bisa meminta pertolongan pada Kenzie, kini Luki beralih pada Cheva


"Bu Cheva saya minta maaf bu. Saya mohon berikan saya kesempatan kedua untuk memperbaiki semuanya. Jika saya tidak bekerja, bagaimana dengan keluarga saya?" Luki memohon dengan air mata yang mulai menggenang di pelupuk matanya

__ADS_1


"Saya sudah bilang tadi kalau keputusan ini sepenuhnya saya serahkan pada Kenzie, jadi saya tidak bisa ikut campur lagi" Cheva menjawab dengan senyum manis dan suara yang lemah lembut


"Lalu bagaimana dengan PT Evoty? Apa kamu akan membebaskannya?" Tanya Cheva pada Kenzie dengan mata mendelik tajam


"Tentu saja tidak. Mereka telah merusak kepercayaan kita, bahkan mereka juga berani mencemarkan nama baik perusahaan Kusuma, jadi kita tidak perlu bekerja sama dengan perusahaan itu lagi. Putuskan saja kontrak dengan mereka. Masih banyak perusahaan lain yang ingin bekerja sama dengan kita" Kenzie kembali menjawab dengan senyum manisnya


"Apa iya pak Kenzie orang yang tegas seperti itu? Ku kira selama ini dia adalah orang yang baik hati dan ramah"


"Aku juga tidak menyangka kalau pak Kenzie ternyata orang yag tidak boleh disinggung sama sekali"


Kini mereka semua berbisik megenai sikap Kenzie yang terlihat baik tapi sangat menyeramkan


"Karena semua telah selesai, kalian bisa mulai bekerja kembali. Tidak ada yang perlu kalian khawatirkan" Ujar Cheva dengan sikap yang tenang


"Kenzie, tolong hubungi pihak Evoty dan katakan pada mereka kalau kita memutus kontrak kerja sama dengan mereka. Dan pastikan juga kalau mereka mendapatkan imbalan lain untuk perbuatan mereka" Ujar Cheva dengan senyum tipis dan sorot mata yang tajam


Semua orang mulai meninggalkan aula dan kembali ke pekerjaan mereka masing-masing. Hanya tinggal Kenzie dan Luki yang berada disana.


"Sudah puas kamu? Sudah puas karena sekarang kamu tidak memiliki saingan dalam pekerjaan lagi?" Teriak Luki sebelum Kenzie meninggalkan aula


"Siapa? Aku?" Kenzie menghentikan langkahnya dan membalikkan badan menatap Luki. Dia menunjuk dirinya sendiri dan tersenyum pada Luki


"Jangan pura-pura bodoh Kenzie. Kamu merasa senang kan karena selain menyingkirkan aku, kamu juga jadi dapat perhatian lebih dari bu Cheva? Kamu tidak perlu bekerja keras unruk dapat pengakuan dari dirnya!"


"Kenapa harus seperti itu? Meskipun kamu tidak melakukan apapun, aku tetap akan dapat perhatian dari bu Cheva. Kamu tahu kenapa?" Kenzie dengan sengaja memberikan jeda pada kalimatnya dan itu membuat Luki terlihat penasaran dengan apa yang akan dikatakan Kenzie


"Karena aku adalah Kenzie Lutherin Anggara, Putra dari Chevania Sayna Krisnajaya" Kenzie tersenyum setelah dia mengatakan siapa dia sebenarnya. Sebaliknya, Luki terkejut hingga kedua bola matanya hampir saja lepas dari tempatnya

__ADS_1


"Apa?! Kamu...?"


"Benar sekali. Aku adalah salah satu putra dari bu Cheva, seharusnya kamu sudah tahu kalau tidak baik memiliki sifat iri, karena itu bisa menghancurkan dirimu sendiri. Kalau kamu mau memiliki masa depan, mau jadi manajer atau apapun, kamu harus tunjukkan usahamu  dan kerja keras mu untuk bekerja lebih baik, bukan usahamu untuk menjatuhan orang lain!"


Kenzie langsung berpaling dan pergi meninggalkan Luki yang hanya bisa tertunduk dengan penuh penyesalan. Dia kini menghubungi Willy untuk memberitahukan keputusanya


"Selamat pagi. Saya ingin bicara dengan pak Willy" Ujar Kenzie dengan sikap yang tenang


"Sebentar pak. Akan saya sambungkan" Resepsionis pun langsung menyambungkan telepon dari Kenzie dengan Willy


"Halo, selamat pagi" Sapa Willy begitu bicara dengan Kenzie


"Selamat pagi pak, saya ingin membahas masalah yang terjadi pada kita" Kenzie bicara dengan sikap yang tenang


"Oh iya, bagaimana pak, apa anda sudah menemukan sumber masalahnya?" Willy berusaha bersikap tenang seakan dia tidak tahu apa-apa


"Ya, karena masalah ini mencoreng nama baik perusahaan Kusuma dan perusahaan anda juga mengalami kerugian, akan lebih baik kalau kita akhiri kerja sama ini"


"A-apa?" Willy sangat terkejut dengan apa yang dikatakan  Kenzie. Dia tidak mengira kalau keputusan itu yang diambil Kenzie


"Ta-tapi kita sudah lama menjalin kerja sama"


"Karena itulah, akan lebih baik kalau kita mengakhiri kerjasama ini. Karena saya sudah tidak percaya pada perusahaan anda yang telah berani mengkhianati perusahaan saya"


"Apa maksud anda?" Tanya Willy tidak mengerti


"Saya tahu kalau anda bekerja sama dengan Luki untuk menjatuhkan saya, demi mendapatkan ganti rugi dari perusahaan. Dan karena itu saya akan memberikan hadiah sebagai ucapan selamat atas keberanian anda. Saya akan mengakhiri kontrak kerja kita dan saya pastikan kalau anda juga tidak akan mendapatkan kontrak kerja dengan perusahaan manapun!"

__ADS_1


__ADS_2