Putra Putri Sang Penguasa 3

Putra Putri Sang Penguasa 3
Chapter 129 (Wisuda Kenzo)


__ADS_3

Saat ini kampus Kenzo juga sedang mengadakan acara wisuda. Banyak para mahasiswa yang ditemani keluarga dan kerabat mereka, namun Kenzo tidak ingin siapapun datang ke acaranya. Jadi dia hanya sendiri. Namun siapa sangka kalau Safira akan datang untuk menemani Kenzo. Awalnya dia memakai masker untuk menutupi wajahnya, namun setelah dia melihat Kenzo, dia membuka maskernya


"Kenzo!" Teriak Safira disertai lambaian tangan


Kenzo mengernyitkan dahi meliha Safira


"Safira? Apa yang kamu lakukan disini?" Tanya Kenzo dengan wajah bingung


"Tentu saja untuk menghadiri wisuda temanku" Safira menjawab dengan senyum manis dibibirnya sambil kembali mengenakan maskernya


"Memangnya kamu tidak ada syuting?" Kenzo bertanya dengan sikapnya yang tenang dan dingin


"Tidak ada. Karena itu aku bisa datang kemari" Safira tersenyum ceria menjawab Kenzo


"Sudahah, apa kamu tidak akan membawaku masuk kedalam? Kamu akan terus membiarkan aku berdiri diluar aula seperti ini?" Kini Safira bertanya sambil mengerucutkan bibirnya manja


"Baiklah. Ayo masuk!" Kenzo mendekati Safira dan sedikit menekuk tangannya agar safira bisa melingkarkan tangannya di bagian lengan Kenzo. Mereka pun melangkah masuk bersama menuju aula diselenggarakannya acara wisuda.


Semua mata tertuju pada Kenzo dan Safira yang baru saja masuk ke aula. Mereka terlihat sangat serasi meskipun Safira sama sekali tidak membuka maskernya lagi.


"Apa sebaiknya aku lepaskan maskernya? Rasannya aneh juga ya diperhatikan banyak orang" Bisik Safira bertanya pada Kenzo


"Tidak perlu. Nanti saja dilepasnya saat kita berdua. Aku tidak mau semua orang mengenalimu" Kenzo menjawab dengan sikapnya yang dingin


"Aku juga tidak mau jika sampai masuk berita karena kamu, huh" Safira pun memalingkan wajahnya dari Kenzo. Kenzo tersenyum melihat sikap Safira


"Itu, Kenzo dengan siapa? Padahal selama ini dia tidak pernah dekat dengan gadis manapun. Ko dia bisa menggandeng gadis disisinya?"


"Mungikin karena dia punya pasangan makanya dia menjauh dari para gadis yang berusaha mendekatinya"


"Bisa jadi sih. tapi masa iya zaman sekarang ada pris yang setia dan tetap berkomitmen diusia semuda itu?"


"Ya, itu dia buktinya" Teman kuliah Zo saling berbisik melihat dia menggandeng gadis bersamanya. Selama ini Kenzo terkenal dingin dan hanya fokus pada kuliahnya. Dia hanya akan duduk di kampus sambil membaca buku atau langsung pulang dengan terburu-buru setelah jam kuliah selesai


"Kamu benar ternyata dia memang sudah pasangan" Mereka pun terus menatap Kenzo dan juga Safira.


Acara pun dimulai satu persatu mahasiswa dan mahasiswi naik keatas panggung untuk penyematan toga dan pemakaian medali tanda kelulusan. Kenzo pun melakukan hal demikian sebagai bukti kalau dia telah lulus.Safura terus menatapnya dengan senyum dan juga ikut bertepuk tangan


"Ayo kita ambil foto!" Safira mengajak Kenzo sambil mengeluarkan ponsel dan bersiap berfoto dengan jasa fotografer


"Jangan disini. Kamu mau melepas masker dan dikerumuni banyak orang?" Kenzo bicara sambil menoleh kepada orang-orang disekitar mereka untuk mengingatkan Safira kalau disana banyak orang yang hadir


"Kamu benar. Kita tidak bisa berfoto disini" Safira menundukkan kepala dan menjawab dengan wajah sedih


"Kita pergi ke tempat lain saja" Kenzo langsung menarik tangan Safira dan membawanya menuju taman belakang dimana tidak ada orang disana karena semua sedang di aula untuk perayaan wisuda


"Kita mau pergi kemana?" Tanya Safira yang sudah mengikuti Kenzo

__ADS_1


"Ke taman belakang. Disana pasti sepi" Tak berselang lama mereka tiba ditaman. Kenzo pun mengeluarkan ponselnya dan hendak mengambil foto


Drrt drrt drrt


Ponselnya berdering saat mereka baru mau mulai


"Ah mami. Nanti saja" Pikir Kenzo yang langsung menolak panggilan video call dari Cheva


"Kenapa tidak diangkat Zo?" Tanya Safira penasaran


"Bukan apa-apa. Ayo mulai lagi!" Kenzo dan Safira pun kembali berdampingan untuk mengambil foto wajah mereka


Drrt drrt drrt


Lagi-lagi ponselnya berdering


"Sebentar ya, aku terima telepon dulu" Kenzo pun menerima telepon dari Cheva setelah Safira menganggukkan kepala


"Halo, mami" Sapa Kenzo begitu dia menerima teleponnya Cheva


"Kenapa kamu menolak video call mami? Kamu tidak ingin melihat mami? Padahal mami ingin memberikan ucapan selamat padamu" Cheva menggerutu kemudian memasang nada bicara yang sedih


"Mami tidak perlu berakting. Aku sedang bersama temanku. Jika video call sekarang, dia pasti tahu siapa mami" Kenzo menerangkan dengan sikap yang tenang


"Baiklah, mami mengerti. Selamat ya kamu sudah lulus dengan 2 gelar sekaligus. Mami harap sekarang kamu bisa mewujudkan apa. yang kamu inginkan" Kali ini terdengar suara Cheva yang begitu lembut


"Apa kamu langsung pulang kemari?" Tanya Cheva penasaran


"Tidak sekarang mih. Masih ada pekerjaan yang harus aku selesaikan. Aku sudah mulai bisnisku disini, tidak mungkin kalau aku meninggalkannya begitu saja" Kenzo menggelengkan kepala dan menjelaskan alasannya pada Cheva


"Jadi kamu tetap akan tinggal disana? Kamu bangun perusahaanmu sendiri disana?"


"Aku akan tinggal disini dulu, tapi aku tidak membangun perusahaan sendiri. Sudah kubilang pada mami kalau aku akan membuat orang-orang mengenal namaku sendiri sebelum aku masuk ke perusahaan. Jadi saat aku menggunakan nama keluarga, mereka sudah mengakui kemampuanku" Kenzo bicara dengan senyum bangga


"Baiklah, mami akan menunggu sampai kamu bisa menggunakan nama keluarga kita dengan bangga"


"Terimakasih mih, aku harus pergi sekarang. Sampai jumpa mami"


"Sampai jumpa, Zo" Cheva dan Kenzo pun mengakhiri panggilan teleponnya


"Apa itu ibumu?" Tanya Safira dengan raut wajah penasaran


"Ya, dia ibuku" Jawab Kenzo singkat


"Beruntungnya kamu"


Drrt drrt drrt

__ADS_1


Saat Safira hendak bicara tiba-tiba ponselnya berdering. Dia melihat nama dilayar ponselnya


"Ah, ini dari kakekku. Halo" Safira memberitahu Kenzo lebih dulu, baru setelah itu dia menerima teleponnya


"Halo, Fira. Apa kamu sibuk?" Tanya sang kakek dengan nada suara yang bergetar


"Tidak kek. Aku tidak sibuk. Aku hanya sedang menghadiri wisuda temanku saja. Ada apa kek? " Safira bicara dengan senyum lembut


"Apa kamu bisa pulang sekarang? Nenekmu tiba-tiba sakit"


"Apa?! Nenek sakit?!" Safira yang terkejut langsung berteriak mendengar ucapan kakeknya


"Iya, sekarang nenek masih tidur. Tapi dia terus memanggil namamu" Ujar Sang kakek dengan nada yang lembut


"Baik kek. Aku akan pulang sekarang. Sampai jumpa kakek"


"Hati-hat" Safira langsung menutup teleponnya sebelum kakeknya selesai bicara


"Ada apa? Apa terjadi sesuatu?" Kenzo langsung bertanya dengan wajah panik melihat Safira yang langsung menitikan air mata


"Nenekku sakit. Aku harus pulang kesana sekarang juga" Jawab Safira dengan air mata yang mulai mengalir


"Aku akan mengantarmu" Kenzo langsung melepas pakaian wisudanya


"Tapi kamu kan... "


"Tidak masalah, acaranya juga sudah selesai" Jawab Kenzo dengan sikap yang tenang. Safira pun mengangguk dan mereka mulai beranjak pergi dari kampus.


Mereka tidak tahu kalau saat Safira membuka masker sejenak dan Kenzo menghapus air matanya, ada seseorang yang mengambil foto mereka berdua


"Ini pasti bisa jadi berita besar" Gumam orang yang mengambil foto itu


Safira terus saja diam selama perjalanan mereka. Air matanya tak kunjung berhenti membayangkan orang yang paling penting dalam hidupnya sedang sakit


"Tenanglah, semua akan baik-baik saja" Safira menganggukkan kepala menanggapi Kenzo yang menghiburnya.


Kenzo terus memacu motornya dalam kecepatan tinggi. Hingga tanpa terasa, mereka telah sampai dirumah kakek, neneknya Safira. Dia berjalan dengan cepat memasuki rumah diikuti Kenzo dibelakangnya


"Kekek! Nenek!" Teriak Safira yang panik.


"Hahaha"


Safira dan Kenzo langsung menuju ruang keluarga, dimana terdengar suara orang tertawa disana. Betapa terkejutnya Safira dan Kenzo melihat ada 2 orang wanita paruh baya dan 2 orang pria paruh baya sedang berbincang dengan ceria disana


"Kakek! Nenek!"


"Kakek! Nenek!"

__ADS_1


__ADS_2