Putra Putri Sang Penguasa 3

Putra Putri Sang Penguasa 3
Kedatangan Kenzo Kerumah Safira


__ADS_3

"Sha sepertinya waitress kita yang satu ini sangat sibuk sampai berhari-hari tidak menghubungi kita?" Kenzie menyindir Kenzo yang sudah berhari-hari tidak melakukan video call dengannya


"Ya, aku sangat sibuk mengurusi mantan teman kalian yang gila itu" Kenzo menjawab dengan sikap acuh tak acuh


"Maksudmu Ilana? Apa yang kamu lakukan padanya?" Risha terlihat sangat penasaran dengan apa yang dilakukan Kenzo pada Ilana


"Sejauh ini belum melakukan apa-apa. Aku baru menggertak pabrik ayahnya saja. Aku kan sudah bilang akan memasukkannya ke rumah sakit jiwa agar dia bisa menjalani perawatan mental" Ujar Kenzo lagi menjelaskan


"Bagaimana kamu bisa melakukannya? Tidak mungkin dia mau melakukan pemeriksaan ke psikolog secara sukarela kan?" Kenzie menatap heran pada Kenzo


"Tentu saja tidak mungkin. Karena itu aku akan menggunakan ayahnya untuk melakukan itu. Yang aku amati, ayahnya orang yang cukup baik. Tapi aku bingung bagaimana anaknya bisa gila seperti dia?" Lagi-lagi ucapan Kenzo membuat Risha dan Kenzie tidak mengerti


"Apa kamu tidak bisa menjawab apa yang kami tanyakan langsung pada intinya? Kami benar-benar tidak bisa menebak bagaimana cara kamu menggunakan ayahnya untuk bisa memasukkan Ilana kerumah sakit jiwa"  Kenzie bicara dengan sikap yang sinis karena tidak mendapatkan jawaban dari Kenzo


"Haah ... aku heran bagaimana bisa kalian selalu menjadi murid dengan peringkat  nilai tertinggi disekolah, sedangkan kalian tidak bisa mengerti dengan apa yang aku katakan? Aku merasa berada di dunia ini sendirian tanpa ada yang mengerti" Kenzo mengeluh karena Risha dan Kenzie tidak mengerti dirinya


"Tidak perlu berlebihan seperti itu? Kami tahu kalau IQ mu lebih tinggi dari kami jadi cukup katakan saja menggunakan bahasa manusia yang benar!" Ujar Risha dengan sikap yang sinis


"Belum saatnya. Nanti akan aku beritahu setelah Ilana benar-benar di tahan dirumah sakit jiwa" Kenzo menggelengkan dan berkata dengan sikap acuh tak acuh


"Kamu sangat yakin sekali kalau dia akan masuk kerumah sakit jiwa?" Ujar Kenzie dengan senyum sinis


"Tentu saja. Kalian tahu sendiri jika aku sudah mengatakan sesuatu maka itu harus aku dapatkan" Kenzo tersenyum dengan bangga sambil kedua alisnya diangkat bersamaan


"Ya, kami tidak sabar menunggu itu" Ujar Risha menantang Kenzo


"Sudahlah, aku akan istirahat sekarang"


Kenzie yang merasa aneh langsung menoleh pada dinding dan melihat jam "Eh … ini baru jam 11 malam. Tumben kamu sudah mau tidur? Atau kamu mau main game ya?" Tanya Kenzie bingung


"Besok aku memiliki janji penting, jadi aku harus istirahat. Sampai jumpa lagi" Kenzo langsung menutup sambungan telepeonnya dengan Kenzie dan Risha tanpa menunggu tanggapan dari mereka berdua


"Zie tadi kamu  lihat Kenzo tersenyum? Ada apa dengannya ya?" Risha terlihat bingung melihat Kenzo yang tersenyum hangat padanya sebelum menutup telepon

__ADS_1


"Entahlah. Mungkin dia kerasukan?" Jawab Kenzie dengan senyum mengejek Kenzo


"Benar juga. Kalau tidak kerasukan, tidak mungkin Kenzo menunjukkan senyum seperti itu. Biasanya senyum yang dia tunjukkan itu terlihat menyeramkan"


"Hahaha" Kenzie dan Risha saling terbahak menertawajan Kenzo


***


Hari ini Kenzo berencana pergi  ke rumah Safira. Dia memang libur kuliah diakhir pekan dan menukar hari lbur di restoran. Kenzo telah berangkat menggunakan motornya dan tiba di gerbang perumahan Safira, hanya saja dia tidak bisa langsung masuk karena keamanan yang cukup ketat. Akhirnya dia menghubungi Safira


"Halo, Ra. Aku sudah sampai di gerbang perumahanmu. Hanya saja aku tidak diizinkan masuk ke kawasan rumahmu" Ujar Kenzo saat dia menghubungi Safira


"Oh iya, aku lupa. Tolong berikan ponselnya dulu pada petugas keamanan" Pinta Safira yang langsung dituruti oleh Kenzo


"Pak, ada yang mau bicara dengan anda" Ujar Kenzo sambil memberikan ponselnya pada salah satu petugas keamanan yang berjaga


"Oh, Iya" Petugas itu meraih ponsel Kenzo dan mulai bicara dengan Safira. Entah apa yang mereka bicarakan tapi setelah itu Kenzo di izinkan masuk


"Ini ponsel anda. Anda sudah bisa masuk sekarang. Rumahnya ada di sebelah kanan nomor 5" Kata petugas itu sambil mengembalikan ponsel Kenzo


Ting nong ting nong


Tak lama pintu dibuka dan terlihat Safira dari baik pintu


"Hai Zo, silahkan masuk!" Ujar Safira dengan senyum ceria diwajahnya. Kenzo hanya menganggukkan kepala denga senyum diibirnya kemudian melangkah masuk kerumah Safira


"Silahkan duduk. Mau minum apa?"


"Apa saja"


"Kalau begitu tunggu sebentar, biar aku buatkan minumannya" Safira lalu beranjak ke dapur yang  letaknya memang tidak jauh dari sana


Kenzo terlihat menoleh kesana kemari melihat sekeliling rumah Safira

__ADS_1


"Apa kamu tinggal sendiri?" Tanya Kenzo pada Safira yang sedang membuat minuman


"Ya, orang tuaku tinggal dikota lain. Jadi aku hanya sendiri disini. Biasanya aku bersama Tiara, tapi hari ini dia tidak datang" Safira menjelaskan dengan tenang


"Tiara?" Tanya Kenzo karena dia memang tidak tahu


"Oh dia itu asistenku, biasanya ada disini menemaniku" Jelas Safira sambil membawa dua gelas jus di tanyannya


"Oh" Kenzo pun tanpa sengaja menundukkan kepala dan melihat ada stik game yang tergeletak dibawah meja


"Kamu suka bermain game?" Tanya Kenzo dengan raut wajah penasaran


"Ya, tapi aku tidak terlalu pandai memainkannya" Jawab Safira dengan. bibir mengerucut


"Bagaimana kalau kita main game?" Kenzo menyarankan sambil tersenyum manis


"Tentu saja aku setuju" Safira menerima ajakan Kenzo dengan ceria. Mereka pun mulai duduk dan memegang stik game masing-masing


"Kamu mau main game yang mana?" Kenzo bertanya ada Safira karena dia sudah terbiasa main game jadi apa saja yang dimainkan tentu tidak masalah


"Aku sih apa saja. Aku selalu menang dari Tiara" Safira menjawab dengan sangat yakin dan sombong


"Ooww percaya diri sekali. Aku jadi penasaran sejauh mana kemampuanmu dalam game" Goda Kenzo dengan mata mendelik dan senyum tipis mencibir


"Jadi kamu menantangku? Baiklah, aku juga penasaran sejauh mana kamu kemampuanmu. Main game dan membaca buku itu jauh berbeda loh" Safira tak ingin kalah dalam mengejek Kenzo yang dia pikir adalah seorang kutu buku karena dia selalu melihat Kenzo membawa buku disela aktivitasnya direstoran. Selama ini buku yang Kenzo baca adalah mengenai bisnis kalau tidak ilmu IT


"Baik, kita mulai" Mereka pun mulai asyik dengan pertarungan game mereka. Safira terlihat serius menatap ke layar televisi besar miliknya dimana game itu ditampilkan sedangkan tangannya bergerak lincah diataa stik game


"Sepertinya kamu akan kalah Zo" Ujar Safira dengan sangat yakin


"Jangan senang dulu" Kenzo yang sebelumnya terlihat tenang kini mulai serius dengan gamenya. Tangannya pun bergerak sangat cepat hingga Safira terkejut dibuatnya


"Kamu menipuku ya?" Tanya Safira yang mengira Kenzo tidak bisa main game

__ADS_1


"Aku tidak pernah menipu siapapun. Ini masih awal perkenalan kita, banyak yang tidak kamu tahu tentangku"


__ADS_2