
Keesokan harinya Kenzie dan Risha hendak pergi ke kampus bersama menggunakan mobil Kenzie sedangkan Kenzo mengendarai motornya sendiri
"Zo, kamu tidak ingin pergi dengan kami saja? Aku bisa mengantarmu ke kampus dulu baru pergi ke kampus kami" Kenzie menawarkan pada Kenzo sebelum mereka pergi
"Tidak, terimakasih. Aku akan jadi pusat perhatian jika datang dengan mobil mu" Kenzo menjawab dengan sikap yang tenang dan senyum tipis.
"Ya sudah kalau memang kamu tidak ingin pergi dengan kami. Kami duluan ya. Zie, bawa tasku!" Risha ikut bicara dengan sikap yang ceria kemudian melemparkan tasnya pada Kenzie sambil tersenyum pada Kenzo dan mengangkat kedua alisnya
"Kamu kan bisa langsung masukkan ke dalam mobil?" Ujar Kenzie dengan sikap kesal
"Ingat, seminggu ini kamu harus siap menerima perintah dari Risha. Semoga beruntung" Kenzo mengejek Kenzie terlebih dahulu sebelum dia pergi dengan motornya
Broomm
Zo mengendarai motornya dengan kecepatan tinggi hingga dalam sekejap dia sudah terlihat jauh
"Ah dasar Kenzo. Selalu saja kabur seperti itu. Ayo berangkat Zie!" Ujar Risha sambil menggelengkan kepala melihat Kenzo
"Ya sudah. Ayo!" Kenzie pun mulai mengendarai mobilnya menuju kampus mereka
"Sha, ku dengar akan ada dosen baru di fakultas kita. Katanya dia lulusan doktoral diluar negeri" Kenzie membicarakan mengenai dosen yang akan bergabung dengan kampusnya
"Benarkah? Menurutmu dia seperti apa?" Risha bertanya pada Kenzie yang sedang menemudikan mobil
"Mana aku tahu. Kita kan belum bertemu dengannya" Kenzie menjawab dengan sikap acuh tak acuh
"Benar juga. Ya sudahlah, nanti juga kita bertemu dengannya di kampus" Risha pun menanggapi Kenzie dengan santai
Tak berapa lama, mereka tiba dikampus. Semua orang sedang sibuk membicarakan dosen baru yang tampan dan masih muda. Terutama para mahasiswi
"Kamu sudah lihat belum dosen baru kita? Dia itu masih muda dan tampan"
"Benarkah? Aku belum melihatnya. Jika memang dia masih muda dan tampan, maka aku tidak akan bolos kelasnya. Hahaha"
"Tentu saja. Yang aku dengar dia adalah lulusan S3 manajemen bisnis. Dia menyelesaikan kuliahnya lebih cepat. Karena itu dia masih muda"
"Aku tidak percaya. Seorang lulusan S3 bisa diperkirakan berusia 30 tahun lebih meskipun dia lulus lebih cepat dari seharusnya"
Risha dan Kenzie terus saja mendengarkan perbincangan para mahasiswi sambil berjalan melintasi mereka
"Zie, kenapa semua orang membicarakan dosen baru kita? Apa dia begitu spesial?" Risha terlihat penasaran setelah mendengar pendapat orang-orang tentang dosen baru mereka
__ADS_1
"Bukannya kamu udah dengar sendiri kalau dia tampan? Tentu saja itu yang jadi penyebab utamanya" Kenzie menjawab dengan sikap yang tenang.
Kedua saudara itu terus berbincang tanpa memperhatikan jalan. Tanpa mereka tahu saat berada di sebuah tikungan menuju lorong kelas. Seseorang berjalan ke arah mereka
Bruk
"Eh!"
"Maaf maaf. Saya tidak sengaja" Risha yang berjalan sambil menoleh pada Kenzie yang berjalan dibelakangnya tiba-tiba menabrak seseorang yang berlawanan arah dengannya.
Risha hampir saja terjatuh beruntung Kenzie berada dibelakangnya
"Apa kamu baik-baik saja?" Tanya pria itu yang memegang sebelah tangan Risha agar tidak terjatuh.
"Lepaskan tanganmu darinya!" Risha yang masih memandangi pria didepannya tanpa berkedip, tersadar setelah mendengar suara Kenzie yang dingin
"Aku baik-baik saja. Aku tidak papa Zie" Ujar Risha dengan gugup sambil menoleh pada Kenzie
"Ayo masuk ke kalas kita!" Kenzie menarik tangan Risha dan membawanya menuju kelas mereka.
Sementara pria itu masih menatap kearah Risha dan Kenzie yang semakin menjauh
"Gadis itu kan ...? Yang kecelakaan mobil sebelumnya?" Gumam pria itu sabil terus menatap Risha
***
Risha dan Kenzie baru saja tiba dikelas mereka. Zie meletakkan tas Risha dihadapannya
"Zie, kenapa kamu bersikap seperti itu tadi? Ini sama sekali tidak seperti kamu yang biasanya" Tanya Risha pada Kenzie dengan wajah ditekuk karena heran
"Dia sudah bersikap kurang ajar padamu. Berani sekali dia sembarangan menyentuhmu!" Zie menjawab dengan sikap yang tenang namun terlihat kesal
"Ayolah Zie dia itu menolongku. Kalau tadi dia tidak memegangi tanganku, pasti aku sudah jatuh" Risha berusaha menjelaskan pada Kenzie kalau pria itu membantunya agar tidak jatuh
"Aku menahanmu dari belakang, jadi kamu tidak mungkin jatuh!" Kenzie bersikeras kalau pria tadi kurang ajar pada Risha
"Sejak kapan kamu jadi protektif padaku? Bahkan papi saja tidak bersikap seperti itu padaku" Risha mendelik pada Kenzie dengan tatapan curiga
"Sejak kapan aku tidak perhatian padamu? Bukankah selama ini memang aku dan Kenzo yang menjagamu?" Kenzie pun mendelik bertanya pada Risha
"Hei … kamu bicara seperti aku tidak bisa jaga diri saja" Risha mencibir dengan senyum tipis dibibirnya
__ADS_1
Saat mereka berdua sedang berbincang tiba-tiba kelas menjadi riuh
"Wah jadi itu dosen baru kita"
"Dia benar-benar sangat tampan"
Kenzie dan Risha menatap pria yang kini berdiri didepan kelas mereka
"Selamat pagi semuanya. Nama saya Dr. Panji Dhirendra. Saya akan jadi dosen kalian mulai hari ini" Panji memperkenalkan dirinya de8ngan sikap yang tenang.
Panji masih sangat muda. Dia berada dikisaran usia 27 tahunan. Tubuhnya tinggi dan kulitnya putih bersih. Sorot matanya tajam dengan rambut hitam pekat yang ditata rapih
"Jadi pria itu dosen baru kita? Tapi aku rasa wajahnya tidak asing" Risha bicara pada Kenzie dengan sedikit berbisik
"Jelas tidak asing. Dia yang tadi kurang ajar padamu" Kenzie bersikap acuh tak acuh pada Risha
"Hei, sudah kubilang kalau dia menolongku. Tapi aku serius Zie, wajahnya tidak asing bagiku" Risha terus berpikir untuk mengingat wajah panji
"Ah sudahlah aku lupa, mungkin nanti aku akan ingat" Risha pun tidak memikirkannya lagi dan mereka mulai fokus dengan mata kuliah yang diberikan Panji
Setelah jam kuliah selesai. Kenzie dan Risha hendak pergi ke taman sambil menunggu jam mata kuliah selanjutnya. Dalam perjalanan mereka kembali berpapasan dengan Panji. Kali ini Panji berinisiatif menyapa Kenzie dan Risha
"Rupanya kalian kuliah disini. Apa luka di dahimu sudah membaik?" Panji yang bertanya dengan sikap yang tenang dan ramah. Dia membawa buku dan notebook di sebelah tangannya.
Risha dan Kenzie saling menatap heran
"Dahiku tidak papa. Bagaimana pak Panji tahu kalau dahi saya terluka?" Risha memicingkan mata heran menatap Panji. Begitupun dengan Kenzie yang tidak tahu apa-apa
"Hemm… kalian tidak ingat aku?" Panji mengerutkan kening sambil menunjuk pada dirinya sendiri. Risha dan Kenzie menggelengkan kepala mereka serempak mendengar pertanyaan Panji
Risha kembali berpikir "Apakah kami saling kenal sebelumnya? Kapan kami saling ketemu? Aku benar-benar lupa siapa pak Panji ini"
Panji kembali mengerutkan kening. Kali ini dia tersenyum melihat ekspresi Risha dan Kenzie yang kebingungan
"Waktu itu aku yang menemukanmu saat mobilmu menabrak pohon. Kalian benar-benar tidak ingat aku?"
Rishapun menemukan titik terang. Dia akhirnya ingat pada Panji yang menolongnya namun memang saat itu tidak tahu namanya
"Oh iya aya batu ingat. Pak Panji yang kebetulan lewat saat saya menabrak pohon. Zie, waktu aku kecelakaan sebelumnya pak Panji ada di tempat kejadian. Dia yang membantuku keluar dari mobil saat itu. Dia juga yang menemaniku sampai Kenzo datang" Risha akhirnya menjelaskan kejadian waktu itu pada Kenzie. Kenzie hanya menganggapi dengan senyum dan anggukan kepala berkali-kali
"Kenzie? Kenzo?" Kini terlihat ekspresi bingung dari wajah Panji
__ADS_1
"Ini Kenzie, yang saat itu bertemu dengan pak Panji ketika menjemputku adalah Kenzo, saudara kembarnya" Risha memperkenalkan Zie pada Panji dan menjelaskan kalau dia kembar
"Oh pantas saja sikapnya berbeda. Ternyata kembar identik namun sifat bertolak belakang" Ujar Panji dengan senyum tipis