
"Zo, kapan kita akan kembali ke negara F? Bukannya nenekmu terus menghubungimu ya?"" Safira dan Kenzo kini sudah kembali ke hotel dan sedang berbincang di depan televisi
"Benar. Mungkin besok atau lusa kita akan pulang. Mami juga sudah menghubungiku untuk segera membawamu kembali dan mempersiapkan pengobatanmu" Kenzo bicara dengan sikap yang tenang sambil merangkul Safira dalam dekapannya yang lembut dan hangat
"Maaf, karena aku sakit, aku jadi menyulitkanmu" Safira semakin mendekap erat Kenzo
"Ra, kenapa kamu selalu meminta maaf padaku? Apa kamu yang membuat sakit ini? Atau kamu yang sengaja membuat dirimu sakit?" Safira menanggapi setiap pertanyaan Kenzo dengan menggelengkan kepalanya
"Kalau begitu kamu tidak perlu memikirkan hal-hal yang tidak pebting. Kamu hanya perlu memikirkan aku saja, apa itu cukup untuk memotivasi dirimu sendiri?" Kenzo menatap lembut Safira dan tersenyum tipis padanya.
"Tentu, memiliki masa depan bersamamu akan jadi motivasi untukku melakukan pengobatan dan kembali pulih seperti sebelumnya. Aku ingin selalu berada di sampingmu"
"Aku akan memegang ucapanmu" Kenzo menjawab dengan nada bicara yang lembut dan dikhiri dengan kecupan penuh kasih sayang dikening Safira
***
Keesokan harinya
"Zie, apa kamu sudah siap dengan rapat dewan kita? Ini adalah kesempatanmu untuk membuat mereka yakin dan menjadi salah satu direktur diperusahaan Kusuma. Mami akan perlahan memberikan jalan padamu untuk naik ke direktur utama perusahaan cabang kita" Kenzie sedang bicara degan Cheva melalui panggilan telepon
"Jangan terburu-buru mih. Jika mami terlalu bersemangat maka semua orang akan mengira kalau aku menggunakan jalur belakang untuk mendapatkan posisi itu. Mami sendiri sudah tahu kan mengenai kekacauan yang sedang terjadi saat ini?"
Kenzie mengeluh dengan nada yang malas. Dia benar-benar kewalahan dengan ibunya yang galak namun selalu mengguanakan wajah memelas dan polosnya untuk mendapatan dukungan dari sang ayah
"Menggunakan jalur belakang? Apa maksudnya? Maksudmu merayu ibu kandung sendiri diatas tempat tidurnnya? Apa kamu gila? Kamu pernah memiiki niat untuk menjadi gigolo ya? Atau berniat mencari tante -tante yang kesepian?" Cheva mengutarakan kemungkinannya dengan sedikit kesal
"Mami, mereka tidak tahu kalau kita ini adalah ibu dan anak. Lagipula aku sama sekali tidak mirip dengan mami. Mami jelas tahu kalau aku dan Zo lebih mirip dengan wajah papi. tentu saja mreka bisa memikirkan semua ilusi yang ada dibenak mereka" Kenzie tetap tenang saat menanggapi Cheva
"Apa maksudmu mereka akan sadar jika kamu berada dekat dengan ayahmu?" Kini Cheva bertanya dengan senyum menggoda dibibirnya
"Jangan membuat trik macam-macam lagi. Mami, kita sudah sepakat untukku memulai semua dari bawah" Kali ini Kenzie bicara dengan nada yang serius
__ADS_1
"Baiklah-baiklah. Mami tidak akan menganggumu lagi. Mami hanya akan menjadi penonton saja sekarang" Cheva akhirnya berhenti menggoda Kenzie dan menutup teleponnya
"Akhirnya selesai" Kenzie kembali menekan nomor Kenzo untuk menanyakan kepulangannya
Tuut tuut tuut
"Halo" Setelah beberapa kali dering, terdengar suara Kenzo dari ujung telepon
"Ada apa Zie?" Kenzo menjawab dengan sikap yang tenang sambil mengemasi barang miliknya
"Kapan kalian akan berngkat?" Kenzie langsung bertanya mengenai kepergian Zo dan Risha
"Sore ini. Aku sudah mengatur semuanya untuk kembali ke negara F sekarang juga" Kenzo menjelaskan dengan tenang
"Ya sudah nanti sore kami akan mengantarmu ke bandara" Ujar Kenzie dengan sikap yang tenang
"Baiklah. Terimakasih"
***
"Aku sudah bilang kalau kalian tidak perlu ikut. Lihatlah, keberadaan kita terlalu mencuri banyak perhatian orang lain!"
Kenzo bicara dengan sikap yang dingin sambil memperhatikan orang-orang disekeliling mereka yang terus memandangi kearah mereka.
"Tentu saja mencuri perhatian. Kalian berdua terlalu menonjol. Yang satu artis terkenal di negara F, yang satu lagi programer terkenal di negara F. Meskipun kalian berdua berusaha menyamar dengan mengenakan masker dan kacamata, tapi ada Kenzie yang wajahnya sama persis denganmu"
Risha bicara dengan nadanya yang sedikit sinis
"Karena itu aku bilang jangan ikut" Kenzo bersikeras malarang saudaranya untuk mengantar mereka
"Kami juga ingin mengantar kepergianmu. Entah kapan kita bisa bertemu lagi. Meskipun kita saudara, tapi sekarang kita selalu disibukan dengan urusan pekerjaan sehingga tidak memiliki banyak waktu untuk dihabiskan bersama" Kenzie bicara dengan sikapnya yang tenang dan ramah. Dia berusaha menengahi kedua saudaranya
__ADS_1
"Aku tahu. Pesawat kami akan segera berangkat. Jaga kesehatan kalian. Ren, kamu harus berusaha untuk kembali pulih seperti sebelumnya" Kenzo bicara pada Kenzie dan Risha setelah itu beralih pada Rendra
"Tentu, aku akan melakukan terapi dengan baik untuk melatih kedua kakiku. Kalian juga harus jaga kesehatan kalian dan semoga cepat sembuh Safira. Kamu juga tidak boleh menyerah!" Rendra menanggapi Kenzo dengan sikap yang tenang dan senyum tipis
"Terimakasih. Meskipun kita baru saling mengenal, tapi aku senang bisa mengenal kalian semua" Safira bicara dengan sikap tenang dan senyum tipisnya
"Jika Kenzo menindasmu, katakan pada kami. Kami akan dengan senang hati membalasnya untukmu" Risha bicara dengan wajah serius pada Safira. Mereka semua tersenyum dengan apa yang baru saja Risha katakan
"Sejak kapan kamu bisa membalasku? Kamu bahkan selalu jalah jika melakukan duel denganku" Kenzo menanggapi dengan sikap yang sombong dan dingin
"Kami pasti bisa mengalahkanmu. Selama ini kami memang selalu kalah darimu, tapi kali ini kamu pasti yang akan dikalahkan" Risha bicara dengan percaya diri
"Bagus kalau kamu sangat percaya diri . Tapi Sha, percaya diri juga harus lihat kemampuan sendiri. Jika kamu bersikap sombong seperti itu tanpa yakin dengan kemampuanmu, maka itu hanya akan berakhir membuatmu sangat malu sampai ingin bersembunyi" Kenzo bicara dengan sikap yang dingin
"Kita lihat saja nanti. Aku pasti akan terkenal sebagai pebisnis wanita" Risha tetap bersikeras dengan apa yang dia yakini
"Kalau begitu, aku menunggumu. Kita akan lihat siapa yang lebih terkenal diantara kita" Kenzo dan Risha saling berjabat tangan dengan sorot mata yang tajam
"Hei, kalian berdua melupakan aku? Tentu aku juga akan ikut berkompetisi dengan kalian berdua" Kenzie menyela perdebatan Risha dan Kenzo sambil meletakkan tangannya diatas tangan Kenzo dan Risha yang sedang berjabat
"Kalau begitu kita sepakat. Kita lihat siapa yang lebih terkenal dan berpengaruh di bidang bisnis nantinya" Ujar Risha dengan senyum bangga an percaya diri
"Tentu. Ini akan jadi persaingan yang menyenangkan untuk kita setelah lama tidak bersaing lagi" Kenzie menanggapi dengan sikap yang tenang
"Ya, kita akan menikmati proses kita bersama. Setelah ini kita buat dunia bisis gempar" Ujar Risha penuh semangat
"Sepetinya kalian sudah harus berangkat. Pesawat kalian akan segera lepas landas" Rendra mengingatkan Kenzo dan Safira setelah mendengar pengumuman keberangkatan pesawat mereka
"Ya, kami akan pergi sekarang. Sampai jumpa" Kenzo dan Safira pun mulai berbalik dan melangkahkan kaki mereka ke dalam bandara sambil sesekali menoleh dan melambaikan tangan
"Sampai jumpa"
__ADS_1