Putra Putri Sang Penguasa 3

Putra Putri Sang Penguasa 3
Kerugian Besar Pabrik Tas Pak Rudi


__ADS_3

"Gawat pak. Bahan baku yang akan kita gunakan untuk membuat tas kali ini rusak" Kemarin aku melihat itu masih baik-baik saja, tapi sekarang semuanya tidak bisa digunakan" Pekerja pabrik tas terlihat panik saat dia hendak mengambil kulit reptil yang akan digunakan untuk membuat tas


"Apa?! bagaimana bisa rusak? Kamu yakin kalau itu kualitas bagus?!" Tanya Surya yang jadi manajer pabrik


"Tentu pak. Bahan yang kita pesan memang kualitas bagus. Itu di datangkan langsung dari luar negri dan harganya juga sangat mahal. Kita tidak mungkin bisa memesannya kembali dalam waktu dekat" Jawab pekerja pabrik dengan raut wajah panik


"Kita periksa kesana sekarang!" Surya dan pekerja pabrik pun bergegas ke gudang untuk memeriksa langsung kulit reptil yang akan dijadikan bahan membuat tas


Mereka tiba digudang tempat penyimpanan bahan baku yang akan dibuat tas. Disana terlihat banyak kukit reptil yang rusak. Ada yang sobek dan ada juga yang warnanya pudar seperti tebakar sesuatu yang sangat panas


"Kenapa semua bisa berantakan seperti ini? Kapan ini jadi begini?" Tanya Surya dengan raut wajah bingung dan kesal


"Tadi malam semuanya masih baik-baik saja. Kami memeriksanya sebelum pulang. Tapi saat kami mau menggunakannya semua sudah rusak seperti ini"


Surya terdiam mendengar apa yang dikatakan karyawannya


"Apa kalian sudah mencari penyebabnya?" Tanya Surya lagi yang masih penasaran


"Sepertinya ini bahan kimia yang sangat keras. Tapi kami tidak tahu darimana ini berasal" Jawab pekerja lainnya


"Aww" Semua menoleh ketika seorang pekerja meringis setelah menyentuh air yang sebelumnya digunakan untuk merendam kulit tersebut


"Kenapa dengan tanganmu?" Tanya Surya pada karyawan yang meringis sambil memegangi tangannya itu


"Tangan saya terasa panas setelah memegang air bekas rendaman itu" Tunjuknya pada air itu


"Itu air apa?" Tanya surya yang penasaran


"Itu air bekas rendaman kuit pak. Hanya air putih biasa saja untuk menghilangkan bau dan juga lendirnya" Jawab penjaga gudang


Surya pun mendekati bak besar itu dan melihat airnya. Dia mengamati air tersebut dengan seksama kemudian menyentuhnya dengan ujung jarinya

__ADS_1


"Aw... Ambil sedikit air ini dan bawa ke badan penelitian untuk memeriksa kandungan didalamnya!" Pinta Surya sambil memegangi ujung jarinya yang terasa panas


"Baik pak" Salah satu pekerja mengambil segelas air itu untuk diteliti.


Disaat yang bersamaan pak Rudi datang ke pabrik untuk melihat proses produksi dan mendengar apa yang sedang terjadi dipabrik.


"Surya, bagaimana situasinya?" Tanya pak Rudi pada Surya yang berjalan dengan langkah tergesa-gesa


"Buruk pak. Semua bahan baku kita rusak dan tidak ada yang bisa digunakan. Kita juga tidak bisa memesan kembali bahan ini dalam waktu dekat. Selain harganya yang sangat mahal, kulit jenis ini juga sangat sulit di dapatkan" Surya menjelaskan situasi yang terjadi pada pak Rudi


"Ada apa dengan jarimu?" Tanya pak Rudi setelah melihat Surya terus memegangi jarinya


"Saya menyentuh air ini. Kemungkinan air ini telah dicampur dengan zat kimia yang sangat keras sampai merusak semua bahan kita" Surya kembali menjelaskan dengan sikap yang tenang


"Pergilah obati dulu tanganmu. Takutnya itu akan semakin buruk nanti" Pak Rudi menyarankan pada Surya dengan sikap tenang


"Baik pak. Nanti saya kembali lagi" Ujar Surya sebelum dia beranjak pergi dari hadapan pak Rudi


"Ehm ... kemarin ada pemuda yang kesini pak. Katanya dia diminta oleh bapak untuk memeriksa kualitas bahan baku yang baru saja datang" Ujar penjaga gudang yang sebelumnya bertugas menunggu  disana


"Apa dia karyawan disini?" Tanya pak Rudi lagi dengan mengernyitkan dahi penasaran


"Dia menggunakan seragam pabrik kita, jadi saya tidak curiga padanya sama sekali" Ujarnya lagi menjelaskan


"Apa kamu ingat bagaimana ciri-cirinya?"


"Eum … dia kurus, kulitnya sawo matang, rambutnya hitam. Tinggi badannya kira-kira sama dengan saya" Jelas penjaga itu lagi


"Mungkin kita bisa lihat rekaman CCTV kemarin pak? Pasti ada catatan saat dia masuk dan keluar dari pabrik ini" Pekerja lain menyarankan pada pak Rudi


"Benar, CCTV. Kamu ingat kira-kira jam berapa kemarin dia datang?"

__ADS_1


"Kira-kira jam 2 siang pak" Jawab penjaga itu dengan yakin


"Kalau begitu kamu ikut saya ke ruang kontrol CCTV dan lihat rekamannya. Kamu pasti masih ingat orangnya kan?" Ujar pak Rudi lagi dengan serius


"Tentu pak" Rudi, penjaga gudang dan beberapa orang lainnya pun ikut ke ruang kontro CCTV untuk melihat rekaman sebelumnya


"Tolong tunjukkan rekaman CCTV pukul 2 siang kemarin" Ujar Pak Rudi pada bagian keamanan yang bertugas mengawasi CCTV


"Itu … maaf pak. Kemarin siang tiba-tiba semua CCTV dipabrik ini mati. Saya juga tidak tahu kenapa tapi saya langsung hubungi bagian pemeliharaan dan katanya ada gangguan kemarin" Seketika kaki pak Rudi langsung terasa lemas hingga dia hampir jatuh dan berhasil berpegangan pada meja yang ada di depannya


"Anda baik-baik saja pak?" Tanya penjaga gudang yang berdiri disebelahnya


"Saya tidak papa" Jalas Pak Rudi dengan wajah pucat. Dia perlahan berbalik untuk kembali keruangannya. Dengan berpengan pada dinding, pak Rudi mulai melangkahkan kaki kembali keruangannya.


"Bahan yang digunakan sangat mahal dan langka. Aku sudah mengeluarkan biaya milyaran untuk ini. Sekarang apa yang harus aku lakukan?" Pikir Rudi selama dia berjalan menuju kantornya


"Apa anda baik-baik saja pak?" Tanya Surya yang telah kembali dari ruang kesehatan dan melihat pak Rudi berjalan menuju ruangannya sendiri


"Saya, baik-baik saja. Kira-kira berapa kerugian kita?" Tanya pak Rudi pada Surya


"Ehm … saya belum menghitung jumlah pastinya, tapi diperkirakan puluhan milyar pak, karena dari bahan saja itu sudah jelas harganya sangat mahal dan mencapai milyaran, belum lagi untuk biaya pengiriman bahan, bea cukai dan juga yang lainnya" Ujar Surya menjelaskan


"Kamu benar. Kita tidak mungkin bisa produksi lagi karena tidak ada bahan yang bisa digunakan" Pak Rudi terdiam memikirkan langkah apa lagi yang harus dia gunakan


"Bagaimana jika mengajukan pinjaman ke bank untuk membeli bahan baru pak? Tidak perlu bahan yang sama seperti sebelumnya, cukup bahan baru dengan kualitas sedang jadi kita bisa tetap memproduksi barang baru"


Pak Rudi terdiam mendengar saran yang diajukan Surya


"Kita harus menangkap orang yang menyabotase bahan kita dulu. Saya khawatir jika kita kembali membeli bahan baku maka kejadian serupa akan terjadi" Ujar pak Rudi dengan penuh pertimbangan


"Tapi jika kita terus menunda produksi, maka karyawan disini tidak memiliki pekerjaan sedangkan kita tetap harus menggaji mereka"

__ADS_1


"Biar saya pertimbangkan dulu langkah selanjutnya. Sekarang kita tetap harus fokus menyelidiki terlebih dulu orang yang melakukan sabotase ini" Ujar pak Rudi dengan wajah serius


__ADS_2