
Hotel tempat Safira dan Kenzo menginap sedang mengadakan pesta yang diselenggarakan untuk tamu hotel. Mereka membuat pesta privat hanya untuk para tamu saja. Kenzo dan Safira pun memutuskan untuk hadir karena ini acara tertutup dan tidak akan ada wartawan disana.
"Sayang, apa kamu sudah siap?" Kenzo yang sudah selesai lebih dulu bertanya pada Safira yang masih berias sebelum pergi ke ballroom hotel
"Sebentar lagi selesai sayang" Safira menanggapi dengan sedikit berteriak dari dalam kamar
"Ini sudah lebih dari setengah jam. Apa para wanita memang selalu lama dalam melakukan segala sesuatu, terutama berdandan?" Kenzo sudah terlihat tidak sabar menunggu Safira. Akhirnya dia memutuskan menunggu sambil memainkan laptop dan mengecek apa yang perlu dia pantau
"Kamu ini tidak sabaran sekali. Harusnya kamu lebih mengerti tentang perempuan. Kami ini memiliki banyak hal yang harus kami lakukan. Tidak mungkin kami keluar seperti kalian para laki-laki yang hanya mengenakan pakaian dan merapikan rambut saja. Kami harus merias wajah agar kalian para lelaki bisa bertahan disamping kami tanpa menoleh pada wanita lain"
Safira menjelaskan pada Kenzo sambil berjalan menuju ke arahnya. Kini dia sudah siap untuk pergi ke pesta
"Woow tidak sia-sia kamu berdandan selama 1 j lebih. Kamu sangat cantik" Kenzo terpana melihat Safira, diapun berdirian mendekatinya lalu memperhatikan Safira. Kenzo memuji Safira dengan menggelengkan kepalanya tak percaya
"Terimakasih. Sekarang kita sudah bisa pergi. Ayo!" Safira menanggapi dengan senyum kemudian memegang tangan Kenzo dan bersiap pergi
Ballroom hotel sudah dipenuhi banyak tamu. Ruangan yang telah dihias sedemikian rupa kini juga riuh dengan suara musik dan suara orang-orang yang saling berbincang
"Waah ternyata ramai juga ya?" Ujar Safira begitu mereka memasuki ballroom hotel. Tentu saja mereka menjadi pusat perhatian. Selain karena Safira seorang selebriti, Kenzo juga dikenal sebagai programer handal dan ada juga yang tahu kalau dia pemimpin perusahaan Anggara yang baru
"Bukankah itu Safira? Beruntungnya aku karena sedang berada dihotel ini, jadi aku bisa melihat artis cantik seperti dia. Dan ternyata aslinya lebih cantik"
"Ya, dan pria disebelahnya … itu seperti Kenzo, pemuda yang sempat viral karena software yang dia rancang dicuri oleh perusahaan pengembangnya"
"Benar itu dia. Jadi kenapa mereka berdua ada disini? Apa mereka sedang …"
"Hush! Jangan berpikir macam-macam. Mungkin mereka tamu kehormatan hotel ini"
"Ya mungkin juga sih"
"Kamu tunggu dulu disini. Aku akan ambilkan minuman untukmu"
Safira mengangguk dengan senyum lembut dibibirnya
"Baiklah, jangan terlalu lama"
"Hmn …" Kenzo pun beranjak pergi meninggalkan Safira dan berjalan menuju meja hidangan
__ADS_1
"Permisi, bukankah anda pak Kenzo?" Dua orang pria mendekati Kenzo saat dia sedang mengambil minuman
"Ya, anda …?" Kenzo memicingkan mata karena tidak mengenal orang yang menyapanya
"Saya Gerald dari perusahaan Xeon dan ini pak Cahyo dari perusahaan Sutomo" Salah satu dari mereka memperkenalkan diri
"Oh saya Kenzo. Senang bertemu dengan kalian berdua" Kenzo menyapa mereka dengan sikap yang tenang dan penuh wibawa
"Ya kami yang beruntung karena bisa bertemu dengan anda. Kami dengar sekarang anda ditunjuk pak Lian untuk memimpin perusahaan Anggara?" Tanya Gerald dengan senyum yang ramah
"Ya, pak Lian mempercayakan perusahaan Anggara yang disini untuk saya kelola. Tapi beliau masih terus memantau perkembangan perusahaan dan beliau juga masih memantau perusahaan cabang yang dinegara A. Tentu saja papi selalu memantau karena papi selalu menanyakan masalah perusahaan setiap dia menghubungiku, tapi aku tidak membiarkan papi ikut campur dengan urusan perusahaan lagi" Kenzo mengucapkan kalimat terakhirnya dalam hati
"Waah anda sangat mengagumkan. Selain sebagaibprogramer handal, anda juga bisa menjadi pemimpin yang berdedikasi karena perusahaan Anggara perlahan mengalami peningkatan" Ujar pak Cahyo menanggapi Kenzo
"Ya, saya beruntung karena skandal sebelumnya, pak Lian jadi melihat kemampuan saya. Untuk itu saya sangat berterimakasih pada perusahaan yang telah mencuri software saya" Kenzo menanggapi dengan sikap yang tenang disertai senyum tipis dibibirnya
"Ya ada hikmah dibalik bencana. Kurasa itu kata-kata yang cocok untuk anda"
"Ya kurasa begitu"
Sementara Kenzo sedang berbincang dengan pebisnis lain yang tidak sengaja ditemuinya. Safira yang berdiri sendiri menunggu sang suami
"Owh, lihatlah siapa ini. Kurasa sang artis cantik sedang mencari mangsa" Safira menoleh ketika mendengar suara seseorang yang familiar ditelinganya
"Haah … dia lagi" Gumam Safira dengan mata mendelik ketika melihat Catherin
"Sebaiknya tidak usah menggangguku. Kalau kamu ingin mencari kenalan pergi saja sana" Safira menanggapi dengan nada yang malas dan sinis
"Cih! Siapa juga yang ingin mengganggumu? Aku hanya ingin menyapa saja. Tapi kalau kamu mau, aku bisa mengenalkanmu pada produser film ternama. Aku yakin kalau kamu bisa membintangi salah satu filmnya" Catherin bicara dengan nada mencibir dan senyum yang terlihat sombong
"Tidak perlu. Terimakasih" Safira menanggapi dengan sikap acuh tak acuh sambil memalingkan wajah mencari Kenzo
"KaMu mengabaikanku?" Tanya Catherin dengan sinis
"Tidak. Aku tidak mengabaikanmu" Safira menanggapi Catherin tanpa menatap padanya, dia masih terus menoleh kesana kemari
"Catherin, akhirnya aku menemukanmu" Seorang pria paruh baya menyapa Catherin kemudian saling mencium pipi kanan dan kiri.
__ADS_1
Safira tidak memperhatikan mereka berdua dan hendak pergi meninggalkan mereka namun saat dia beranjak pergi pria itu justru menyapa Safira
"Eh bukankah ini Safira? Apa kamu masih mengingatku? Eh tapi kudengar kamu kehilangan ingatanmu? Biar aku perkenalkan lagi. Aku seorang produser film, dulu kita pernah bekerjasama. Sayangnya karena suatu alasan kamu berhenti ditengah proses produksi dan digantikan artis lain, tapi setelah itu kita kembali bekerjasama dalam film lain"
Safira hanya menganggukkan kepala dan tersenyum karena dia memang tidak tahu siapa pria ini. Namun dia tetap bersikap tenang agar tidak membuatnya curiga
"Kamu sedang sibuk apa sekarang? Aku sedang dalam tahap seleksi untuk produksi drama baru, jika kamu berminat … kamu bisa ikut casting nanti. Aku akan merekomendasikanmu secara khusus pada sutradaranya"
Pria itu saat antusias saat bicara, Catherin yang ada disebelahnya pun terlihat antusias mendengarkan, namun Safira terlihat tidak tertarik sama sekali. Dia menatap mereka berdua dengan tatapan acuh tak acuh dan sama sekali tidak menanggapi mereka berdua
"Sampai kapan aku harus mendengarkan cerita mereka yang tidak jelas apa maksud dan tujuannya? Kenzo juga, kemana dia pergi? Kenapa lama sekali, padahal hanya mengambil minum?" Batin Safira menggerutu kesal dengan sikap Catherin dan produser itu yang terus mengajaknya bicara
"Safira. Apa kamu mendengarkan kami? Bagaimana kalau kita bicara ditempat lain saja? Disini terlalu berisik. Kita bisa bersenang-senang tanpa ada gangguan sama sekali"
Catherin membujuk Safira dengan senyum dibibirnya. Dia terlihat mengedipkan mata pada produser tadi seakan bersekongkol
"Maaf, aku tidak bisa pergi dengan kalian. Kalian lanjutkan saja cerita kalian tanpa aku" Ujar Safira yang langsung berbalik pergi hendak meninggalkan mereka
"Tunggu! Kenapa buru-buru? Lagian kamu juga sendiri. Kenapa tidak habiskan waktu dengan kami saja?" Pria itu menahan sebelah tangan Safira dan tidak membiarkannya pergi
"Lepaskan tanganku! Lagipula siapa yang bilang kalau aku sendiri? Aku memiliki pasangan disini!" Safira menepis tangan Catherin dan menanggapi dengan sikap sinis namun tenang
"Benarkah?! Tidak perlu membohongi kami. Katakan saja kalau kamu sendiri disini!" Ujar Catherin yang tidak percaya pada Safira
"Terserah mau percaya atau tidak. Aku sama sekali tidak peduli" Ujar Safira lagi hendak berbalik
"Hei aku tidak akan membiarkanmu pergi!" Produser itu kembali menahan tangan Safira
"Lepaskan tanganku! Aku sudah bilang kalau aku bersama pasanganku" Safira terus berusaha melepaskan genggaman tangan produser itu
"Tidak usah jual mahal begitu. Aku tidak akan membuatmu kecewa"
"Berani sekali kalian mengganggu pasanganku. Kurasa kalian memiliki nyawa lebih dari 1" Kenzo datang dengan gagahnya dan bicara dengan penuh wibawa.
"Zo!" Safira memanggil Zo dengan wajah ceria
"Siapa kamu? tidak usah ikut campur urusan kami!" Ujar produser itu dengan nada sinis
__ADS_1
"Siapa aku? Aku pencabut nyawamu!"