Putra Putri Sang Penguasa 3

Putra Putri Sang Penguasa 3
Interaksi Risha, Kenzo Dan Kenzie


__ADS_3

Tangan pemuda itu berhenti di udara ketika hendak menampar Risha karena pergelangan tangannya di genggam oleh orang lain


"Zo"


"Kenzie?!"


Kenzo menahan tangan pemuda itu namun Ilana yang tidak mengenal kenzo mengira itu adalah Kenzie


"Kenapa kamu diam saja? Kamu mau ditampar tangan kotor ini?" Kenzo bertanya pada Risha sambil menghempaskan tangan pemuda yang bernama Joe itu


"Zo, aku tidak meminta bantuanmu. Kamu saja yang datang disaat yah tidak tepat" Risha bicara dengan sikap acuh tak acuh pada Zo


"Eh, kenapa sikap Kenzie berbeda ya? Biasanya dia akan sangat ramah pada Risha" Pikir Ilana yang memperhatikan perdebatan Kenzo dan Risha


"Hei, sampai kapan kalian akan berdebat? Sebaiknya kalian berikan kami uang dulu, baru lanjutkan perdebatan kalian!"


"DIam!" Kenzo dan Risha sama-sama membentak Joe


"Sampai kapan kalian akan membuat keributan? Tinggal bereskan dia saja" Kenzie datang dengan senyum yang ramah mendekati Kenzo dan Risha


"Ilana, kamu baik-baik saja kan?" Sambungnya bertanya pada Ilana


"Eh, i-iya. Aku baik-baik saja" Ilana menjawab Kenzie dengan wajah yang masih terkejut


"Siapa lagi kamu? Jangan ikut campur urusan kami!" Ujar pemuda satu lagi yang bernama Emil


"Kamu tidak lihat wajah ku yang sama persis dengannya? Aku ini saudara kembar dia" Kenzie bicara dengan wajah kesal sambil menunjuk pada Kenzo


"Zie benar. Ayo keluar dari sini. Kita selesaikan urusan kita secepatnya!" Ujar Risha dengan sikapnya yang santai


"Baik, siapa takut. Ayo ikuti kami!" Joe dan Emil berjalan lebih dulu keluar dari mall. Diikuti oleh Kenzo, Kenzie, Risha dan Ilana


"Risha, apa ini tidak papa? Mereka lebih besar dari kalian. Kalian bisa terluka jika melawan mereka" Ilana terlihat ragu saat bicara pada Risha


"Kamu tenang saja. Tidak akan terjadi apa-apa pada kami" Risha menjawab dengan senyum lembutnya


"Tapi, Risha. Ini semua gara-gara aku, kalian jadi terkena masalah seperti ini" Ilana terlihat berkecil hati saat harus menyebabkan masalah untuk Risha, Kenzo dan Kenzie

__ADS_1


"Tidak perlu dipikirkan. Kami tidak mungkin tinggal diam meskipun orang lain yang diganggu" Risha berusaha meyakinkan Ilana kalau ini sama sekali tidak jadi masalah untuknya


Mereka berjalan bersama keluar dari mall menuju belakang gedung mall yang sepi dan sepertinya tidak terlalu banyak dilalui orang


"Kalian mau pergi sejauh mana lagi? Meskipun pergi keujung dunia, kalian tidak akan selamat dari kami" Kenzo bicara dengan nada bicaranya yang dingin pada Joe dan Emil


"Sombong sekali kamu, dasar bocah ingusan" Emil mencibir Kenzo dengan senyum yang merendahkan


"Kalian ini masih kecil tapi ikut campur urusan orang yang lebih besar. Kalian tidak takut jika kami menjadikan wajah kalian yang tampan dan cantik itu menjadi tidak berbentuk? Hahaha" Kini Joe yang bersikap sombong kepada Kenzo dan menjadikan mereka bahan tertawaan


"Cih, kalian pikir kami ini takut meski kalian lebih tinggi dari kami? Tinggi badan itu tidak menjamin kalau kalian bisa mengalahkan kami" Risha terlihat yakin dan sama sekali tidak terlihat ada ketakutan dari wajah cantiknya


"Risha, sebaiknya kita tidak melawan mereka. Kelihatakannya mereka itu pandai berkelahi dan mereka juga lebih besar dari kita" Ilana terlihat khawatir dan takut pada Joe dan Emil


"Kamu tenang saja. meskipun mereka lebih besar dari kami, itu bukan berarti kalau mereka lebih hebat dari kami. Kita lihat saja siapa yang akan menang diantara kita" Kenzie bicara dengan senyum ramah di wajahnya


"Kalian terlalu banyak bicara. Sini, lawan kami kalau berani!"


"Risha, karena kamu yang memulai dengan mereka. Jadi kamu saja yang olahraga duluan, aku akan menunggu sambil memainkan gameku yang tertunda" Ujar Kenzo dengan raut wajah datar tanpa ekspresi


"Kamu ini, tadi sok sekali membelaku, sekarang malah membiarkan aku maju sendiri" Risha kembali bedebat dengan Kenzo yang dingin padanya


"Baik-baik, aku akan selesaikan secepatnya, tapi nanti kamu tranktir aku ya?" Risha tersenyum dengan kedua alis diangkat bersamaan


"Baik, aku akan traktir kamu eskrim" Ujar Kenzo datar


"Kamu kira aku anak kecil. Aku mau yang lain"


"Lalu kamu mau apa?" Kenzo mendiamkan ponselnya menunggu jawaban Risha


"Traktir kami makan" Risha menjawab dengan senyum ceria


"Ya sudah aku akan mentraktirmu makan kalau kamu berhasil mengalahkan mereka" Kenzo menyetujui Risha dengan senyum tipis dibibirnya


"Oke deal. Aku akan mengalahkan mereka dan akan ku tagih nanti" Ilana terkejut dengan kesepakatan yang dibuat Risha dan Kenzo


"Tapi, Kenzie apa Risha akan baik-baik saja?" Ilana terlihat khawatir dan bertanya pada Kenzie karena dia tidak berani bertanya pada Kenzo

__ADS_1


"Tenang saja. Mereka sudah biasa seperti itu" Jawab Kenzie dengan senyum ramah


"Ayo maju sini, lawan aku!" Ujar Risha yang sudah mengambil aba-aba untuk berkelahi


"Cih, kita lihat apa kamu masih bisa bersikap sombong atau tidak. Hiyaat!" Joe menyerang Risha lebih dulu namun berhasil dihalaunya


"Ooh rupanya kamu pandai beladiri juga ya?"


"Tentu saja. Kamu pikir aku takut? Justru kamu yang harus takut"


Bag bug bag bug


Gubrak


"Wah ternyata kamu oke juga ya. Emil, ayo serang dia" Joe yang kalah akhirnya meminta Emil untuk menyerang Risha bersama-sama


"Kalian tidak tahu malu ya, menyerang seorang gadis bersama-sama? Tapi tidak papa. ini jadi lebih cepat selesai" Kenzie bicara dengan sangat santai sambil tersenyum. Sedangkan Kenzo sibuk dengan gamenya tanpa mempedulikan Risha yang sedang berkelahi


"Jangan banyak bicara. Lawan kami!"


"Kalian lawan aku dulu baru lawan Kenzie. Hiyaat!"


Bag bug bag bug


"Ah..."


"Risha!" Teriak Ilana panik


"Wah, rupanya kalian bisa juga memukulku. Itu bagus, karena aku juga tidak perlu segan lagi. Hiyaat!" Risha bicara dengan nada yang santai disertai senyum tipis sambil menyentuh salah satu ujung bibirnya yang berdarah


Risha terus menyerang Joe dan Emil dengan bertubi-tubi. Dia memukul dan menendang mereka tanpa memberikan kesempatan pada Joe dan Emil membalasnya


"Hanya begitu saja? Payah, sama gadis kecil aja kalah" Kenzie mengejek Joe dan Emil yang terduduk di lantai karena dipukuli Risha


"Sha, apa kamu baik-baik saja? Apa kita langsung kerumah sakit saja? Kita harus segera obati lukamu dan menggunakan disinvektan. Kalau perlu kamu harus disuntik rabies" Zo bicara pada Risha dengan wajah datar dan hanya sekilas menatapnya sebelum kembali menatap ponselnya


"Apa yang dikatakan Zo ada benarnya. Kamu harus membeli pakaian baru juga dan membuang pakaian itu. Sepertinya tadi dia menyentuh pakaianmu juga" Kini Kenzie yang bicara sambil menatap sinis pada Joe dan Emil yang terkapar

__ADS_1


"Sebaiknya cepat pergi sebelum aku pukul kalian lagi!" Risha terlihat sangat serius bicara pada Joe dan Emil hingga mereka berlari ketakutan dengan wajah yang babak belur


Ilana terdiam melihat interaksi ketiga saudara itu yang menurutnya aneh "Mereka bukannya saling mengkhawatirkan, malah menyela orang. Apa begini cara mereka saling memperhatikan?"


__ADS_2