Putra Putri Sang Penguasa 3

Putra Putri Sang Penguasa 3
Kalian Ingin Bermain Sebagai Mafia? Maka Akulah Yang Akan Jadi Ketua Gengnya


__ADS_3

Kenzo berjalan keruangannya setelah dia bicara sebentar dengan Hardi di pertengahan jalan saat hendak menaiki lift kantor.


"Bagaimana ada pria tua tidak tahu diri seperti si Hardi itu? Dia terang-terangan berani bermain denganku. Dia pikir dia sebanding denganku? Kita lihat nanti. Sampai mana kamu ingin menjadi gelandangan dan kehilangan semuanya" ujar Kenzo yang masih kesal dengan sikap yang ditunjukan Hardi padanya.


Drrt drrt drrt


Tak berselang lama, sebuah panggilan telepon masuk ke ponselnya. Kenzo merogoh saku celananya dan melihat nama orang yang menghubunginya. Disana tertulis nama Zack. Kenzo pun langsung menerina panggilan telepon tersebut


"Halo, Zack" sapa Kenzo saat  menerima telepon dari Zack


"Halo, pak. KIta memiliki masalah besar, Pak" ujar Zack dengan nada bicara yang terdengar panik.


"Masalah apa? Cepat katakan!" Kenzo mengernyit heran kemudian bertanya dengan sikap yang tenang namun dingin


"Ada beberapa pria yang datang ke perusahaan kita dan membuat keributan. Dia mencari anda" Zack menjelaskan dengan panik


"Pria? Membuat keributan?" tanya Kenzo lagi dengan memicigkan mata


"Ya, mereka merusak kantor kita dengan menghancurkan barang-barang yang ada" Zack terus menoleh kesana kesini untuk memperhatikan sekitarnya


"Aku akan kesana sekarang!" Kenzo langsung menutup teleponnya dan bergegas pergi keperusahaan Anggara


"Pak, anda mau kemana? Bukannya kita akan rapat?" ujar sang sekertaris yang melihat Kenzo pergi dengan langkah kaki yang cepat.


"Tunda saja rapatnya. Aku harus pergi keperusahaan Anggara sekarang juga!" ujar Kenzo yang menanggapi sambil berlalu meninggalkan sang sekertaris.


"Yaah, padahal akan ada nona Olivia kesini. Anda pasti akan sangat senang bertemu dengannya karena dia gadis yang sangat cantik" gumam sang sekertaris melihat punggung Kenzo yang kini telah menjauh


***


Sementara itu diperusahaan Anggara.


"Dimana pemimpin perusahaan ini?! Suruh dia keluar sekarang juga!"


Brak


"Aah"


Prang!


"Aah"


Carlos datang keperusahaan Anggara untuk mencari Kenzo. Dia berteriak sambil menghancurkan barang-barang yang ada di lobby, baik itu kaca, vas bunga dan yang lainnya yang ditemui di lobby. Selain suara benda-benda yang jatuh dan pecah, terdengar juga suara teriakan para karyawati yang terus berteriak sambil menutup telinga mereka begitu barang yang dipukul Carlos terjatuh. Akibatnya suasana kantor pun terasa sangat riuh dan mencekam.


"Maaf, pak. Tapi pak Kenzo sedang tidak ada disini" ujar sang resepsionis dengan tubuh dan suara yang gemetar ketakutan.

__ADS_1


"Kalau begitu, hubungi dia sekarang juga dan minta dia datang kemari!" Carlos bicara dengan sorot mata yang tajam menatap sang resepsionis.


"Maaf, tapi …"


Brak


"Aahh!"


Prank


"Aah!"


Carlos kembali menghancurkan barang yang ada disana ketika resepsionis berusaha menolak permintaannya.


"Bisakah anda tidak membuat keributan disini? Saya bisa melaporkan kalian semua atas tindakan pengerusakan. Lagipula, kenapa anda tidak bicara baik-baik saja?" Semua menatap kearah Zack begitu mendengar suaranya. Dia berjalan dengan sikap yang tenang. Semua karyawan yang melihatnya terpana seakan mendapatkan secercah harapan atas bantuan yang mereka butuhkan.


"Siapa kamu?! Apa kamu pemimpin diperusahaan ini?" Carlos bertanya dengan sikap yang tenang. Dia memicingkan mata dengan heran menunggu jawaban Zack.


"Saya Zack. Asisten pribadi pak Kenzo" Zack memperkenalkan diri dengan sikap yang tenang dan sopan.


"Oh, baguslah. Kalau begitu, kenapa tidak kamu panggil saja bosmu dan minta dia menemuiku. Jadi aku tidak perlu membuat keributan seperti ini" Carlos terus bicara dengan sikapnya yang sombong


"Maaf sebelumnya, tapi pak Kenzo sedang tidak ada disini. Anda bisa mengatakan pada saya tujuan anda datang kemari" ujar Zack yang terus bersikap tenang.


"Aku tidak punya urusan denganmu. Aku harus bertemu dengan bosmu sekarang juga!" Carlos bersikeras hanya ingin bertemu dengan Kenzo saja. Bahkan dia memotong kalimat Zack sebelum dia selesai bicara.


"Sudah kubilang kalau aku tidak ada urusan denganmu! Hancurkan tempat ini!"


"Baik!"


Carlos pun terlihat kesal karena Kenzo tidak menemuinya. Lalu dia meminta anak buahnya untuk kembali merusak semua barang yang ada di perusahaan Anggara sambil menggerakan sebelah tangannya kedepan.


"Jangan coba-coba membuat keributan lagi disini" Zack menghadang anak buah Carlos agar tidak membuat kekacauan lagi.


"Minggir! Jangan coba-coba menghalangi kami!" Bentak Carlos pada Zack


"Aku tidak akan pergi darisini. Kalian yang harusnya menyingkir dari perusahaan ini!" Kini Zack mulai kehilangan kesabarannya dan tidak lagi bersikap sopan.


"Jangan salahkan kami! Hajar dia!"


Hiyaat


Bag bug bag bug


Anak buah Carlos Mulai melawan Zack secara bergantian setelah mendapat perintah dari Carlos. Namun tidak ada satupun dari pukulan mereka yang mengenai Zack. Mereka justru terlihat babak belur karena pukulan Zack. Akhirnya mereka menyerangnya secara bersamaan.

__ADS_1


Bag bug bag bug


"Ah!"


"Rasakan ini!"


"Mati kamu!"


Setelah cukup lama melawan, Zack terkena pukulan dipunggung. Ini menjadi kesempatan untuk anak buah Carlos menjatuhkan Zack karena konsentrasinya telah terpecah. Mereka pun terus memukul Zack secara membabi buta. Namun, tidak ada satupun karyawan perusahaan yang berani membantunya. Mereka hanya melihat dengan meringis karena kasihan pada Zack. Sedangkan Zack terus berusaha bertahan sambil meringkuk menahan tendangan dari beberapa anak buah Carlos itu.


Dor!


"Aah!"


"Aah!"


Semua orang terkejut dan berteriak histeris begitu mendengar ada suara tembakan. Sementara anak buah Carlos yang sedang memukul Zack langsung berhenti begitu mendengar suara tembakan itu.


"Siapa kalian? Berani-beraninya membuat kekacauan diperusahaanku?" tanya Kenzo sambil melangkahkan kaki kehadapan Carlos dengan sangat berwibawa. Nada bicaranya terdengar dingin dengan aura yang mengintimidasi, ditambah lagi dengan senjata api ditangannya. Kemudian dia menoleh pada Zack yang terkapar dengan tubuh penuh luka.


"Kalian bahkan berani melukai asisten pribadiku" sambung Kenzo lagi yang kini terlihat menyeramkan karena sorot matanya. Diapun berjongkok disamping Zack


"Apa kamu baik-baik saja?" tanya Kenzo dengan lembut sambil memegangi pundak Zack yang sedang berusaha berdiri


"Saya baik-baik saja, Pak" Zack menjawab sambil berusaha berdiri meskipun kakinya tidak stabil.


"Jadi kamu yang bernama Kenzo?" tanya Carlos dengan sikap sombongnya sambil berjalan kedepan Kenzo.


"Siapa kamu?!" Kenzo tidak menanggapi pertanyaan Carlos. Dia justru balik bertanya padanya


"Aku, Carlos Nugros. Aku adalah kakak dari pria yang beberapa hari lalu kamu penjarakan" ujarnya dengan sorot mata tajam


"Oh, kamu kakak dari pemimpin perusahaan Nugros itu?" Kenzo menanggapi dengan sinis dan senyum mencibir.


"Ya, aku kakak Steve. Aku datang kemari untuk meminta pertanggung jawabanmu karena telah menjebloskan adikku ke penjara" Terlihat dari sorot matanya kalau Carlos sangat marah saat ini.


"Adikmu yang bodoh itu memang pantas mendekam dipenjara. Dia juga telah berani menggangguku. Jika saja dia tidak mengusikku lebih dulu, maka aku tidak akan membuat dia masuk penjara" Kenzo menjawab dengan sikap dingin dan acuh tak acuhnya


"Berani-beraninya kamu mengatakan adikku bodoh! Kamu tidak tahu siapa aku?!" Carlos terlihat sangat kesal karena sikap Kenzo. Namun Kenzo tetap bersikap tenang dan penuh wibawa.


"Apa aku harus tahu siapa kamu?" ujar Kenzo sinis


"Dasar sialan. Hajar dia!" Carlos yang sangat marah meminta anak buahnya untuk memukul Kenzo


Klek klek

__ADS_1


"Kalian sudah membuat perusahaanku berantakan dan asistenku terluka parah, sekarang masih berani melawanku?" Kenzo bicara tanpa menoleh pada mereka. Matanya terfokus pada senjata api ditangannya yang baru saja dia periksa isi pelurunya. Kemudian dia mengarahkannya pada Carlos.


"Kalian ingin bermain sebagai mafia? Maka akulah yang akan jadi ketua gengnya. Aku paling benci jika ada orang yang berani menggangguku. Kalian tidak akan lepas begitu saja dari tanganku!"


__ADS_2