Putra Putri Sang Penguasa 3

Putra Putri Sang Penguasa 3
Keusilan Risha Pada Rendra


__ADS_3

Hari ini Rendra tidak makan siang diluar. Dia memilih menghabiskan waktu makan siangnya dengan tumpukan dokumen yang ada di atas meja kerjanya.


Tok tok tok


"Masuk!" Rendra langsung memberikan izin untuk masuk tanpa mengalihkan pandangannya dari dokumen ditangannya.


"Sepertinya direktur kita ini sangat sibuk sekali, sampai tidak punya waktu untuk makan siang sebentar saja?" Rendra sangat terkejut dan langsung mengangkat kepala untuk menatap gadis yang kini berjalan mendekat kearahnya. Risha meletakkan papper bag yang dia bawa diatas meja


Glek


Dag dig dug


Dia menelan ludahnya sendiri dan menatap dengan wajah panik


"Kenapa dia malah datang kemari?" Pikir Rendra sambil menatap Risha yang mendekatinya dengan senyumnya yang lembut dibibirnya


"Kenapa tidak makan siang? Apa kamu sangat sibuk?" Risha bertanya dengan nada menggoda


"I-iya, seperti yang kamu lihat, pekerjaanku masih sangat banyak. Jadi lebih baik jangan ganggu aku" Rendra menjawab dengan sangat gugup. Dia berusaha tersenyum meskipun senyumnya terlihat aneh. Rendra pun langsung memalingkan wajah dari Risha dan tidak berani menatap matanya langsung.


"Aaa.... Lucunya saat dia sedang panik. Aku jadi ingin terus menggodanya" Batin Risha berteriak menatap Rendra yang salah tingkah sambil berusaha menahan senyum agar Rendra tidak mengetahuinya.


Rendra pikir Risha akan langsung pergi setelah dia mengatakan kalau dia sibuk. Bukan Risha namanya kalau dia langsung menurut begitu saja. Risha berjalan mendekati Rendra, dia menggeser dokumen yang ada di atas meja Rendra, lalu duduk diatasnya tepat dihadapan Rendra


"Apa yang kamu lakukan?" Tanya Rendra bingung dengan keringat dingin yang seakan bercucuran dari keningnya. Risha semakin mendekatkan wajahnya pada Rendra, dan itu jelas membuat Rendra semakin salah tingkah


"Apa kamu berusaha menghindariku?" Wajah mereka sangat dekat, bahkan hampir saja menempel


"A-apa yang kamu lakukan? A-aku sama sekali tidak menghindarimu" Rendra langsung mundur dan hampir saja terjatuh karena panik


"Hahaha ... kamu sangat lucu. Hahaha ... bisa-bisanya kamu ketakutan seperti akan aku makan saja. hahaha" Risha terbahak melihat ekspresi wajah Rendra.  Bahkan dia sampai memegangi perutnya dan terpingkal-pingkal


"Apa yang kamu tertawakan? Memangnya ini lucu? Aku hampir saja terjatuh gara-gara kamu!" Rendra menggerutu kesal melihat Risha menertawakannya


"Hahaha.. salah kamu sendiri kenapa menghindariku? Aku tidak melakukan apa-apa" Risha bicara seakan dia benar-benar tidak bersalah


"Sudahlah hentikan. Sebenarnya untuk apa kamu kemari? Bukannya kamu sendiri yang tidak ingin semua orang tahu kalau kita ini saling mengenal?" Rendra berusaha keras untuk kembali bersikap tenang dihadapan Risha.


"Aku tahu kamu belum makan siang. Jadi aku bawakan makan siang kemari" Risha berbalik dan kembali ke sofa tamu lalu membuka papper bag berisi makanan yang dia bawa


"Kamu membawakan makanan untukku? Bagaimana jika aku sudah makan dan tidak bisa makan makanan yang kamu bawa?" Rendra terlihat penasaran dengan apa yang akan dijawab oleh Risha

__ADS_1


"Kalau begitu aku harus menghabiskan semua makanan itu sendiri. Aku tidak suka membuang-buang makanan" Risha bicara dengan acuh tak acuh sambil mengerucutkan bibir


"Kamu belum makan siang?"


"Tentu saja belum. Kamu pikir untuk apa aku membawa 2 porsi makan siang kemari? Sudahlah, berhenti bertanya dan cepat kemari" Risha memanggil Rendra sambil menyiapkan makan siang yang akan mereka makan. Rendra pun beranjak dari tempat duduknya dan duduk bersama Risha.


"Terimakasih karena sudah membawakan makan siang kemari" Ujar Rendra dengan sikap tenang


"Hemn ..." Risha tidak mengatakan apapun. Namun dia sesekali melirik Rendra


"Uh manisnya... kenapa dia begitu tampan ya?" Risha terus menatap Rendra yang sedang makan. Senyum manis tak pernah hilang dari wajahnya,


"Sampai kapan kamu akan memperhatikan aku makan? Apa dengan melihat aku makan bisa membuat kamu kenyang?" Tanya Rendra yang berhenti mengunyah karena merasa tidak enak setelah terus diperhatikan Risha


"Ya, nafsu makanku tiba-tiba hilang karena aku merasa kenyang dengan wajah tampanmu" Risha menggoda Rendra dengan senyum manis tanpa mengedipkan matanya


"Apa kamu tidak butuh makanan selama bersamaku?" Rendra pun menanggapi candaan Risha


"Euh. karena selama tidak melihatmu mata dan pikiranku hanya akan fokus membayangkan wajahmu saja, jadi aku ingin menatapmu sampai puas untuk persediaan saat tidak bisa melihat wajahmu" Risha menganggukkan kepala dan menjawab dengan terus menatap Rendra


"Tiba-tiba aku juga kehilangan selera makan. Rasanya ingin muntah mendengar gombalan darimu" Rendra yang tidak bisa menghadapi Risha akhirnya menghentikan makannya dan kembali pada pekerjaannya


"Sudah kubilang kalau aku kehilangan selera makanku. Aku mau kembali bekerja jadi keluarlah!" Rendra bicara dengan tenang meskipun terdengar sedikit acuh tak acuh


"Huh! Kamu payah! Kamu membuatku kehilangan kesempatan untuk menikmati wajah tampanmu saat makan. Menyebalkan!" Risha yang kesal terus menggerutu sambil merapikan bekas makan siang mereka lalu pergi dari ruang Rendra tanpa mengatakan apa-apa lagi dan membanting pintu dengan keras


Brak!!


"Akhirnya dia pergi juga. Entah kenapa sejak kejadian malam itu dia jadi aneh" Gumam Rendra setelah kepergian Risha


Brak!


Risha kembali membuka pintu dengan keras hingga Rendra terkejut


"Jangan kamu pikir ini berakhir disini. Ini baru saja dimulai!"


Brak!


Rendra mengerutkan dahi lalu memukul keningnya sendiri melihat Risha yang masuk lagi kekantornya hanya untuk mengatakan itu


"Apa sekarang aku sudah kehilangan ketenanganku sepenuhnya?"

__ADS_1


***


Kenzie dan Meisya berusaha untuk kembali bersikap normal seakan tidak terjadi sesuatu diantara mereka sebelumnya.


"Bagaimana aku menghadapi pak Kenzie? Kemarin dia bersikap manis layaknya kekasih betulan, tapi aku yang jadi malu sendiri karena ini ide gilaku... Kira-kira bagaimana sikap pak Kenzie padaku ya?" Meisya bertanya-tanya mengenai sikap Kenzie padanya, akankah dia bersikap canggung atau biasa saja?


"Meisya, sebaiknya kamu bantu aku untuk menyembunyikan kejadian sebelumnya. Aku tidak ingin sampai ada gosip menyebar tentang kita berdua"


"Baik pak. saya mengerti, saya akan kembali bekerja" Kenzie dan Meisya pun kembali bersikap biasa saja. seakan benar-benar tidak terjadi apa-apa.


Kenzie dan Meisya, benar-benar mengira kalau mereka tidak perlu bertemu lagi dan repot-repot mengurus masalah ini.


"Halo pak. Ada telepon untuk bapak di line satu" Ujar resepsionis dengan sopan pada Kenzie


"Baiklah, sambungkan teleponnya. Terimakasih" Resepsionis langsung menghubungkan sambungan teleponnya


"Selamat siang Pak Kenzie, saya Har"


"Selamat siang"


"Maaf mengganggu waktu anda. Bisakah kita bertemu sebentar?" Har bertanya dengan sopan dan langsung pada inti permasalahannya


"Tidak masalah. Kita bertemu di restoran dekat kantor kami siang ini"


"Baik pak. Terimakasih"


"Ya, sama-sama" Kenzie dan Har pun menutup telpon mereka dan sepakat untuk bertemu di restoran siang harinya


Kenzie berjalan dengan elegan menuju Restoran yang telah disepakati. Dia terlihat elegan dan gagah dengan setelan jasnya.


Direstoran, Har telah menunggu dengan ayah Meisya.


"Selamat siang pak Kenzie, senang bertemu dengan anda lagi" Har menyambut Kenzie dengan sopan


"Ya, selamat siang" Kenzie menanggapi dengan sopan dan tenang


"Silahkan duduk pak Kenzie" Pandangan Kenzie terkunci pada satu pria yang tengah duduk di hadapannya. Har belum memperkenalkan mereka berdua


"Tunggu! Apa yang kamu miliki sampai kamu berani pacaran dengan anak saya?"


"Haah … seperti yang dikatakan Kenzo. Ini akan merepotkan"

__ADS_1


__ADS_2