Putra Putri Sang Penguasa 3

Putra Putri Sang Penguasa 3
Perdebatan Kecil Kenzo Dan Kenzie


__ADS_3

"Zo, hari ini apa yang akan kamu lakukan?" Kenzo sedang duduk di balkon kamar hotel sambil menerima telepon dari Kenzie


"Tidak ada. Aku hanya ingin diam dihotel saja" Zo menjawab dengan sikap yang acuh tak acuh


"Kenapa begitu? Kamu tidak ingin menghabiskan waktu dengan kami mungpung ada disini?" Zie bertanya dengan nada yang tenang


"Tidak. Aku ingin menghabiskan waktu dengan istriku sebelum kembali bekerja" Kenzo kembali menjawab dengan sikap dingin dan acuh tak acuhnya


"Cih. Kalian sudah menikah sekarang apa tidak bisa menghabiskan waktu dengan kami saja? Kamu kan bisa tiap hari dengannya?" Kenzie berusaha membujuk saudara kembarnya agar mau menghabiskan waktu bersama sebelum kembali ke negaranya


"Tidak mau. Lusa aku kembali ke kantor dan Safira juga akan sibuk dengan pekerjaannya, jadi aku tidak ingin membuang waktu begitu saja" Kenzo bersikeras dengan keputusannya untuk menolak ajakan Zie dan akan tetap berada dikamar hotel bersama sang istri


"Hanya hari ini saja. Besok kami akan kembali ke negara A" Kenzie masih terus berusaha merayu Kenzo agar mau keluar dengannya


"Kalau begitu besok saja kita bertemu. Aku akan ikut mengantar kalian ke bandara" Kenzo tetap menanggapi dengan sikapnya yang dingin dan acuh tak acuh


"Zo, kamu ini benar-benar ya! Kamu sudah tidak peduli pada kami lagi? Sekarang  kamu lebih mementingkan Safira daripada kami?!" Kenzie yang kesal berteriak pada Kenzo hingga Zo menjauhkan ponselnya dari telinga


"Mulai sekarang dia yang akan jadi teman hidupku. Aku tidak mungkin akan selalu bersama denganmu. Toh kamu juga akan menghabiskan sisa hidupmu dengan Meisya nantinya" Kenzie terdiam mendengar apa yang dikatalan Kenzo


"Memang benar kalau kita tidak mungkin bersama selamanya karena memiliki pasangan masing-masing, tapi apa tidak ada waktu untuk menghabiskan waktu bersama?!" Kenzie kembali berteriak kesal dengan apa yang dikatkan Kenzo padanya


"Lalu aku harus menurutimu dihari pertama pernikahanku? Kamu gila? Aku ingin menghabiskan waktu dengan istriku. Jangan ganggu kami!"


Kenzo langsung menutup telepon Kenzie dengan nada yang kesal. Dia pun beranjak dari duduknya dan berjalan  mendekati Safira yang tadi melanjutkan tidurnya. Perlahan Kenzo duduk disamping Safira dan mengecup keningnya dengan lembut.


"Honey, sampai kapan kamu akan tidur? Kamu tidak ingin sarapan dulu? Aku sudah pesankan sarapan untuk kita" Kenzo bicara dengan lembut sambil memegangi tangan Safira dan sedikit membaringkan tubuhnya dengan bersandar pada sandaran tempat tidur


"Eum ... aku masih mengantuk. Rasanya aku tidak bisa bangun, tubuhku sakit semua" Safira mengeluh dengan mata yang masih sedikit terpejam dan nada yang malas, dia memegang tangan Kenzo dan bersikap manja padanya

__ADS_1


"Kalau begitu aku bawakan sarapannya kemari" Ujar Kenzo dengan lembut dan kembali mencium kepala Safira sebelum dia beranjak pergi


Tak lama Kenzo kembali dengan nampan berisi sarapan. Ada sandwich, susu dan kopi yang telah disiapkan untuk sarapan


'Honey, bangunlah dulu. Makan dulu sarapan milikmu" Ujar Kenzo yang duduk disamping Safira


Safira pun memaksakan diri untuk duduk


"Hmn ... apa kamu juga belum sarapan?" Dia bertanya setelah melihat ada 2 porsi sandwich dan  1 gelas susu juga 1 gelas kopi


"Ya, aku menunggumu bangun agar bisa sarapan bersama denganmu" Kenzo tersenyum lembut saat dia bicara dengan Safira


"Apa kamu akan pergi ke suatu tempat? Kamu sudah terlihat rapih?" Safira memperhatikan Kenzo yang telah berpakaian dengan rapih menggunakan t-shirt polos berkerah dengan lengan pendek dan juga celana panjang


"Tidak. Aku hanya ingin menghabiskan waktu denganmu saja. tapi sepertinya kita tidak bisa hanya tinggal diam dihotel ini. Jika kita tetap disini,maka sudah pasti akan ada pengganggu yang datang kemari. Jadi aku ingin mengajakmu pergi ke hotel lain" Kenzo bicara disertai senyum menggoda dan kedua alis yang diangkat bersamaan


"Apa maksudnya akan datang pengganggu?"  Safira memicingkan mata curiga dengan apa yang dikatakan Kenzo


"Tuan muda, aku tidak tahu kelau ternyata kamu ini sangat genit atau mungkin … aku tidak ingat ya?" Safira mendelik tajam menatap Kenzo dsn bicara dengan nada menggoda


"Nona muda Anggara, anda tidak bisa mundur lagi. Mulai sekarang anda harus terbiasa dengan aku yang sangat mempesona ini" Kenzo tersenyum dengan rasa bangga pada dirinya sendiri saat dia bicara


"Cih. dasar tuan muda narsis" Safira pun berdecih sambil mencibir sikap narsis Kenzo


"Sudah-sudah. Habiskan dulu sarapannya, setelah itu kita pergi keluar!" Kenzo mengelus lembut kepala Safira saat dia bicara


"Eum" Safira hanya menganggukkan kepala disertai senyum yang lembut menanggapi ucapan Kenzo


***

__ADS_1


Sedangkan dirumah Ji, semua sedang berkumpul setelah sarapan. Kenzie pun ada disana setelah menghubungi Kenzo


"Katakan pada nenek, kenapa kalian tidak memberitahu kami kalau kalian sudah datang kesini lebih dulu? Kalian tidak ingin bertemu dengan kami?" Ji bertanya dengan sikap yang tenang dan tegas. Mereka kini sedang menginterogasi Kenzie dan juga Risha karena menutupi kedatangan mereka. Rendra dan yang lainnya juga ada disini mendengarkan apa yang dikeluhkan Jingga


"Nenek, kami tidak bermaksud begitu. Kami hanya berniat mengerjai Kenzo. Jika kami memberitahu nenek, maka bisa saja Kenzo tahu kedatangan kami kemari. Lagipula kakek Bi tahu kok kalau kami datang lebih awal" Kenzie menjawab dengan sikap tenang, kini semua menoleh pada Biru yang jadi tersangka karena menyembunyikan kedatangan Kenzie dan Risha


"Kenapa kalian semua menatapku? Aku hanya lupa mengatakannya pada kalian. Aku juga tidak bertemu dengan mereka. Aku hanya mengirimkan mobil saja ke bandara" Biru bersikap tenang saat menjelaskan kejadiannya. Namun Ji terus menatapnya dengan tatapan sinis


"Bi, jadi kamu bersekongkol dengan mereka?" Ujar Ji dengan sinis


"Tidak. Aku sama sekali tidak tahu rencana mereka. Mereka hanya minta kirimkan 1 mobil saja karena mobil Safira tidak cukup untuk menampung mereka semua" Bi menjelaskan dengan canggung karena Ji terus menatapnya dengan sinis


"Om, tante kenapa tidak kalian hukum saja mereka? Jadi kedepannya mereka tidak akan mengulangi hal yang sama" Radit yang memang dekat dengan Kenzie dan Risha justru menyarankan agar Bi dan Ji menghukum mereka berdua. Lalu dia tersenyum lebar sambil menatap Kenzie dan Risha


"Om Radit, bisa-bisanya om menyarankan itu pada kakek dan nenek. Harusnya om membela kami setelah sekian lama tidak bertemu" Risha menggerutu kesal karena Radit malah menjadi kompor diantara keributan ini


"Itu om lakukan karena om sayang pada kalian, jadi nanti kalian tidak akan melakukan hal yang sama lagi" Ujar Radit dengan kedua alis diangkat bersamaan


"Om menyebalkan. Om sama sekali tidak setia kawan! Tante ingat ya, tante Andra harus bisa melawan om Radit. Jika tante terlalu baik, maka om Radit akan memperlakukan tante dengan tidak adil" Setelah Risha merasa dijerumuskan oleh Radit, akhirnya dia beralih pada Andra dan menjelekkan Radit


"Tante tahu, kamu tenang saja. Om kamu ini tidak akan bisa menindas tante seenaknya" Andra menanggapi Risha dengan sikap yang tenang dan senyum yang ramah


"Oh begitu, jadi sekarang kamu minta dukungan dari Andra? Itu tidak akan berhasil. Kamu harus tetep menjalani hukumanmu. Om tidak akan bisa membantu, karena kami harus langsung pergi sekarang" Radit langsung bangun dari duduknya dan memakai jas miliknya dengan dibantu Andra


"Apa … Kalian tidak pernah datang berkunjung, dan sekarang malah ingin langsung pergi begitu saja?" Ji mengeluh pada Vio dan Leo yang juga sudah siap pergi


"Maaf kak Ji. Kami memang harus pergi. Radit dan Andra masih harus mengurusi pekerjaan mereka dan anak-anak juga harus sekolah. Lain kali kita akan berkumpul lagi" Vio bicara dengan senyum lembut dan raut wajah penuh sesal


"Haah … baiklah, kami tidak akan menahan kalian. Jaga kesehatanmu baik-baik. Jika membutuhkan sesuatu, hubungi saja kami" Ji akhirnya mengalah dan tidak memaksa Vio. Dia takut kalau Vio justru merasa terpaksa

__ADS_1


"Ya, lain kali kami akan datang berkunjung lagi. Sampai jumpa kak Bi, kak Ji" Vio memeluk Bi dan Ji secara bergantian kemudian dia pun pamit pada yang lainnya. Sebelumnya dia sudah pamit pada Yudha dan Gina yang berada dikamar mereka. Setelah pamit pada semua orang. Keluarga Vio pun beranjak pergi meninggalkan rumah Ji


"Haah … mereka sangat sulit untuk ditemui, tapi mereka juga yang pergi lebih awal"


__ADS_2