Putra Putri Sang Penguasa 3

Putra Putri Sang Penguasa 3
Rencana Kenzo Untuk Menghancurkan Perusahaan Teknologi


__ADS_3

Kenzo masih menunggu kesempatan untuk  menanyakan alasannya kepada pihak perusahaan yang mencuri software miliknya.


"Zo, apa tidak sebaiknya kamu dekati saja orang itu? Sepertinya sejak tadi dia terus menghindarimu. Bahkan dia juga terus memalingkan wajahnya ketika mata kalian saling bertemu" Safira menyarankan pada Kenzo karena sejak tadi pagi sampai siang hari ini pihak perusahaan sama sekali tidak memiliki niatan untuk menjelaskan apapun pada Kenzo


"Biarkan dulu saja dia menikmati ketenarannya dalam sehari ini. Bahkan besok dia tidak akan memiliki muka untuk bertemu dengan orang-orang yang mendukungnya. Yang lebih penting adalah dia telah merusak kepercayaanku. Aku hanya ingin mendengar penjelasan darinya saja. Aku tidak berniat memberikan pengampunan padanya" Kenzo bicara dengan sikap yang tenang, namun sorot matanya menatap tajam pada direktur perusahaan yang bernama Santoso tersebut


Cukup lama sampai Kenzo dan Safira punya kesempatan untuk berbincang dengan pak Santoso


"Sepertinya anda berhutang satu penjelasan pada saya?" Kenzo bicara dengan sikap yang tenang dan berwibawa


"Maaf saya sibuk. Mungkin besok kita baru bisa bicara" Santoso menjawab Kenzo sambil berbalik dan hendak pergi meninggalkannya


"Ya terlihat jelas kalau hari ini anda sangat sibuk karena launching produk curian. Apa anda tidak berpikir kalau  besok anda akan semakin sibuk?" Kenzo terlihat sangat tenang namun sangat jelas dari senyumnya kalau dia sedang mengejek pak Santoso


"Apa maksudmu?" Pak Santoso menghentikan langkahnya dan bertanya dengan sinis


"Saya bisa merancang software dengan sangat baik, apa anda tidak berpikir kalau saya juga bisa menghancurkannya dalam sekejap mata?" Kenzo tersenyum manis sambil menikmati menuman ditangannya dengan Safira disampingnya


"Kamu mengancamku?" Tanya Santoso dengan mata menatap tajam pada Kenzo


"Saya tidak mengancam anda. Saya hanya mengatakan apa yang bisa saya lakukan. Jadi sebaiknya anda mengklarifikasi masalah ini sebelum saya membuat anda menanggung akibat yang lebih buruk dari apapun" Kenzo bicara dengan sikap yang tenang dan senyum tipis di bibirnya


"Tidak mungkin aku mengatakan semua itu. Semua orag akan mengatakan kalau aku seorang pencuri!" Santoso bicara dengan nada yang panik


"Memang kenyataannya anda adalah seorang pencuri, kenapa harus takut? Itu adalah sesuatu yang seharusnya anda pertimbangkan sejak awal. Dan anda salah jika hanya menganggap saya sebagai anak muda polos yang tidak tahu apa-apa" Kenzo bersikap sangat dingin dengan sorot mata yang tajam


"Kamu tidak akan bisa melakukan apapun. Aku sudah mengklaim kalau itu adalah rancangan perusahaan kami. Dan aku juga sudah memberikan uang kompensasi atas apa yang kamu rancang" Pak Santoso bicara dengan sikap yang sombong pada Kenzo


"Dalam kontrak itu tertulis kalau kita bekerja sama dengan saya sebagai perancang dan perusahaan anda yang akan membantu pemasaran dan promosi. Itu sudah kita sepakati sebelumnya. Anda ingin menipu saya? Saya bisa bawa kasus ini ke meja hijau karena saya punya kontrak yang kita sepakati" Kenzo pun tidak ingin kalah dan dia menjawab dengan sikap yang tegas

__ADS_1


"Silahkan saja. Saya juga bisa melaporkan kamu atas kasus penjiplakan, karena ini sudah lebih dulu dipublikasikan perusahaanku" Pak Santoso tersenyum sinis dengan sorot mata yang terlihat licik


"Ternyata anda sangat menyebalkan. Saya pikir anda hanya orang yang licik, rupanya anda juga tidak tahu malu" Kenzo mencibir sikap pak Santoso yang tidak ingin mengalah


"Jangan kurang ajar kamu! Sayangnya masih banyak wartawan disini, jadi aku tidak bisa membereskanmu. Tapi aku jamin kalau kamu akan menyesal membuat keributan disini" Ujar pak Santoso dengan sombong


Kenzo mendekati pak Santoso dan berbisik di telinganya dengan nada yang dingin


"Karena launching ini berjalan lancar dan banyak juga yang menggunakan software ini. Saya akan memberikan hadiah pada anda besok. Saya jamin anda tidak akan bisa menolak hadiah dari saja"


Setelah itu Kenzo mundur dan kembali merangkul pinggang Safira


"Ayo sayang kita pergi dari sini. Kita harus menyiapkan hadiah besar untuk pak Santoso" Ujar Kenzo dengan mata mendelik tajam pada pak Santoso


"Tentu saja sayang" Safira pun menanggapi dengan senyum lembutnya dan berjalan pergi dengan Kenzo dari tempat acara


"Sebentar" Ponsel Kenzo berdering saat dia dan Safira hendak pergi. dilihatnya panggilan itu berasal dari Rendra


"Halo" Sapa Kenzo menerima telepon dari Rendra


"Zo, software rancanganmu … bagaimana bisa jadi seperti ini?" Rendra terdengar panik saat dia bicara dengan Kenzo


"Mereka menipuku. Kami sudah menandatangani kontraknya, namun saat launching mereka malah mengklaim itu adalah rancangan mereka sendiri" Kenzo menjelaskan apa yang terjadi pada Rendra


"Apa kamu butuh bantuan? Aku bisa membuat mereka membayar semuanya" Rendra menawarkan bantuan dengan sikap yang tenang


"Hei, tenanglah. Tidak perlu khawatir tentang ini, mereka ingin ketenaran, jadi aku akan membuat mereka semakin terkenal" Kenzo tersenyum saat dia menjawab Rendra


"Sepertinya aku salah karena terlalu khawatir padamu. Seharusnya aku lebih khawatir pada perusahaan teknologi itu kan? Apa yang kamu rencanakan?" Rendra bicara dengan sikap yang tenang dan senyum tipisnya yang mempesona

__ADS_1


"Aku akan membobol software itu. Akan ku masukkan sesuatu yang tidak pernah dia bayangkan sebelumnya" Kenzo bicara dengan senyum mencibir yang terlihat licik


"Jika kamu melakukan itu, maka yang menginstal aplikasimu akan jadi korbannya" Rendra terdengar khawatir dengan rencana Kenzo


"Itu tujuanku. Mereka akan datang ke perusahaan Santoso untuk protes dan meminta ganti rugi padanya. Tentu saja aku juga berencana memperbaiki semuanya setelah perusahaan Santoso hancur. Aku akan muncul di depan publik untuk mengklarifikasi kalau itu adalah rancanganku"


"Baguslah jika kamu memikirkan hal itu. Aku akan selalu mendukungmu. Kamu bisa mengandalkan aku jika memang membutuhkan bantuan" Ujar Rendra dengan senyum yakin dibibirnya


"Aku selalu merinding mendengar perhatian yang kamu berikan" Kenzo bicara dengan nada yang acuh tak acuh


"Kamu tidak perlu khawatir, karena posisimu dihatiku tidak akan pernah tergantikan" Rendra semakin menggoda Kenzo dengan kata-katanya


"Hentikan sebelum aku muntah. Daripada mengucapkan kata-kata manis padaku, lebih baik kamu belajar mengucapkannya pada Risha!" Kini Kenzo berbalik menggoda Rendra


"Hei, apa maksudmu? Bagaimana kamu tahu?" Tuut tuut


Kenzo langsung menutup teleponnya sebelum Rendra bertanya banyak hal


"Apa yang Risha katakan pada Kenzo?" Gumam Rendra yang bingung dan penasaran


Safira yang sejak tadi berdiri disamping Kenzo berusaha menahan tawa karena mendengar percakapan terakhir mereka


"Hahaha... aku tidak tahu kalau kamu bisa bersikap manis kepada seorang laki-laki?" Ujar Safira disela rasanya yang tak bisa berhenti


"Hentikan! Dia Rendra, kami sudah lama berteman. Malah aku merasa seperti kami telah bersaudara. Hanya saja sikapnya itu terkadang menyeramkan. Dia tidak pernah dekat dengan gadis manapun dan selalu bersikap dingin pada siapapun, tapi dia bisa bersikap semanis itu padaku. Mungkin orang yang tidak mengenal kami akan mengira kalau kami ini pecinta sesama jenis. Iih membayangkannya saja sudah membuatku merinding" Kenzo menjelaskan dengan sikap yang tenang dan lembut


"Sepertinya dia itu sama persis seperti kamu. Terlihat dingin diluar namun hangat di dalam. Bisa jadi itu juga yang membuat kalian cocok satu sama lain"


"Yah mungkin saja. Ayo pulang!"

__ADS_1


__ADS_2