
"Anda sudah selesai menghubungi saudara kembar anda yang tercinta itu kan? Sekarang waktunya anda untuk istirahat!"Ujar Meisya setelah Kenzie menutup teleponnya dengan Kenzo
"Aku masih harus memeriksa laporan ini sebentar. Ini akan langsung dikirim ke gudang sebagai data untuk pengiriman barang nanti kan?" Kenzie menjawab dengan tenang tanpa menatap Meisya. Dia hanya fokus pada laporan ditangannya.
"Baiklah, hanya ini. Setelah ini anda harus istirahat meskipun sebentar" Meisya bicara dengan sikap yang tegas tanpa ada kelembutan maupun senyum dibibirnya.
Kenzie melanjutkan memeriksa dokumen yang tadi dibawa Meisya untuk segera diperiksa, sesekali dia melirik Meisya yang berdiri di sebelahnya sambil mengawasinya
"Apa yang kamu lakukan disini? Bukannya kamu kemari hanya untuk memberikan laporan ini saja? Jadi kamu harus kembali ke meja kerjamu kan?" Kenzie bertanya pada Meisya karena dia masih berdiri disana menatapnya dan itu membuatnya sedikit canggung karena tatapan Meisya terus berfokus padanya.
"Bukannya bapak bilang saya suster pribadi anda? Jadi saya akan mengawasi anda sampai istirahat" Meisya bicara dengan sikap yang tegas
"Ayolah, aku dan Kenzo hanya bergurau saja. Itu hanya candaan kami berdua dengan saling menyombongkan seseorang di dekat kami. Sama sekali tidak ada maksud lain" Kenzie menjawab dengan senyum canggung dibibirnya
"Terserah bapak. Yang pasti sekarang, anda harus segera memeriksa dokumen itu, kemudian istirahat dan menunda pekerjaan yang lain" Meisya menatap dengan tajam pada Kenzie
"Saya ini atasan kamu. Kenapa jadi kamu yang lebih galak dan berani memerintah begini saya?" Tanya Kenzie dengan nada bingung
"Saya pacar bapak, jadi wajar bagi saya kalau peduli dengan kesehatan bapak. Ups"
"Apa? Kamu siapa saya?"
Meisya menjawab dengan reflek sehingga dia tidak menyadari apa yang dia katakan, lalu dengan cepat dia menutup mulutnya sendiri dengan kedua tangannya. Kenzie hanya tersenyum menggoda Meisya
"Pokonya bapak harus periksa itu secepatnya. Saya akan langsung antarkan ke bagian gudang" Ujar Meisya yang sengaja mengalihkan pembicaraan untuk mengurangi rasa malunya
"Baiklah-baiklah. Akan ku selesaikan sekarang" Zie langsung menuruti permintaan Meisya dengan senyum tipis dibibirnya
"Selesai. Kamu bisa membawa ini kebagian gudang" Kenzie menyerahkan dokumennya setelah dia selesai memeriksanya
"Biklah, Sekarang anda harus tidur meskipun hanya sebentar" Meisya menarik tangan Kenzie dan memintanya untuk berbaring di sofa
"Saya akan kembali setelah pekerjaan saya selesai" Meisya langsung pergi dari ruangan Kenzie tanpa menunggu jawaban darinya
"Gadis aneh. Dia yang bilang kalau kita hanya pura-pura pacaran di depan ayanhnya, sekarang malah dia menggunakan itu sebagai alasan padaku. Sungguh merepotkan. Ah aku lelah, aku harus tidur. Pekerjaanku biar nanti saja dikerjakannya. Aku tidak bisa meminta bantuan pada orang lain karena aku belum menemukan orang yang bisa aku percaya untuk dijadikan sebagai asisten pribadi. Apa sebaiknya aku minta bantuan pada Kenzo? Meskipun dia orangnya dingin, tapi dia punya banyak teman yang berbakat dan bisa dipercaya. Dia juga pandai menilai orang. Sebaiknya nanti aku bicarakan ini dengannya" Kenzie memikirkan rencana yang akan dia lakukan sampai akhirnya dia tertidur
Beberapa saat kemudian
Meisya kembali keruang Kenzie setelah dia mengirimkan dokumen ke bagian gudang dan menyelesaiakan pekerjaannya. Kini dia tinggal menunggu sampai waktu pulang kerja saja
"Permisi pak ..." Ujar Meisya dengan hati-hati sambil mengintip kedalam ruangan. Dia pun berjalan mengendap karena melihat Kenzie masih tertidur di sofa. Meisya menatap lekat wajah Kenzie yang sangat tampan
__ADS_1
"Bagaimana bisa ada orang setampan ini? Saat sedang tidur ... dia terlihat seperti pria yang polos. Tidak akan ada yang mengira kalau dia sebenarnya adalah pria yang licik. Dan bagaimana bisa aku terjebak dengannya?"
"Bukannya kamu yang membuatku terjebak denganmu?"
Meisya terus menatap wajah Kenzie sambil bicara padanya meskipun dengan suara pelan. Dia sangat terkejut ketika mendengar Kenzie menjawab apa yang dia tanyakan pada dirinya sendiri dengan mata yang masih terpejam
"Kamu .... sejak kapan anda bangun? Apa anda sama sekai tidak tidur?" Meisya bertanya dengan wajah panik. Bahkan dia sedikit meninggikan suaranya pada Kenzie
Perlahan Kenzie bangun dan mulai duduk dengan bersandar pada kursi
"Aku tadi tidur, tapi aku mendengar suara pintu yang dibuka, karena itu aku bangun" Jawab Kenzie dengan suara yang masih lemah
"Apa anda sudah merasa baikan?" Meisya bertanya dengan nada yang khawatir. Dia duduk disamping Kenzie dan memeriksa dahinya
"Masih sedikit demam. Apa sebaiknya kita pergi kerumah sakit?" Tanya Meisya lagi dengan sangat lembut
"Tidak perlu. Ini hanya karena aku lelah saja" Kenzie menjawab dengan senyum tipis
"Kalau begitu anda harus makan dan minum obat. Tadi saya belikan bubur setelah dari gudang" Meisya membuka bungkusan berisi bubur dan perlahan meniupnya sebelum diberikan pada Kenzie
"Apa sekarang kamu juga akan menyuapiku?" Kenzie bertanya dengan senyumnya yang menggoda
"Kenapa kamu bicara dengan formal begitu? Bukannya kita sudah setuju saat sedang berdua kamu akan memanggil saya kak Kenzie?"
"Ini dikantor dan anda juga bicara formal pada saya" Meisya menjawab sambil menundukkan kepala dan menyuapi Kenzie
"Kamu tidak pulang? Ini sudah waktunya pulang kerja" Kenzie beranjak dari duduknya dan berjalan menuju meja kerjanya. Lalu dia mulai merapikan barang-barang dan dokumen yang menumpuk diatas meja kerjanya
"Sebentar lagi saya akan pulang. Apa anda juga sudah selesai?" Meisya bertanya dengan ragu-ragu
"Ya, aku hanya harus merapikan ini saja" Kenzie pun mengenakan jas dan dengan sigap Meisya mendekat padanya dan membantu Kenzie memakai jasnya
"Terimakasih" Ujar Kenzie sambil menoleh pada Meisya yang berdiri dibelakangnya
"Hemn... "
Kenzie pun beranjak dengan dokumen-dokumen ditangannya
"Biar saya bantu"
"Tidak perlu aku masih bisa membawa ini sendiri"
__ADS_1
Meisya hendak membawakan dokumen ditangan Kenzie namun dia menolaknya dengan senyum lembut. Mereka pun berjalan keluar dari kantor dengan tenang karena karyawan lain sudah pulang kecuali bagian keamanan
"Apa anda akan menyetir sendiri?" Tanya Meisya dengan raut wajah khawatir dan juga penasaran
"Ya, tapi aku tidak pulang kerumah. Aku akan mencari hotel di sekitar sini saja" Jawab Kenzie sambil memasukkan barangnya ke mobil
"Bagaimana jika saat menyetir kepalanya tiba-tiba sakit? Bagaimana kalau dia mengalami kecelakaan" Meisya melamun dengan pikirannya sendiri
"Biar aku yang mengantarmu! Aku tidak ingin terjadi sesuatu saat kamu mengendarai mobil sendiri" Meisya langsung bicara dengan cepat sebelum Kenzie bertanya
"Aku hanya mengemudi sebentar saja. Lagipula didekat sini kan banyak penginapan" Kenzie berusaha menolak dengan senyum yang lembut
"Tidak papa. Tidak ada yang tahu jika terjadi sesuatu padamu" Meisya langsung duduk di kursi kemudi dan bersiap mengantar Kenzie ke hotel terdekat
"Baiklah" Kenzie kembali menuruti keinginan Meisya dengan senyum manis lalu duduk dikursi sebelah Meisya. Meisya pun mulai mengendarai mobil Kenzie
"Apa kamu baik-baik saja?" Tanya Kenzie sambil memperhatikan Meisya yang sedang mengemudi
"Ya, aku baik-baik saja. Kenapa?" Meisya memicingkan mata dan menatap Kenzie dengan tatapan heran
"Tidak ada, hanya mungkin kamu sakit?" Kenzie bertanya dengan ragu-ragu
"Aku tidak sakit. Tidak panas juga" Meisya memegang keningnya sendiri memastikan ucapan Kenzie
"Ya apa kamu terbentur atau apa mungkin saat pagi tadi?" Kenzie masih terus bertanya pada Meisya mengenai apa yang terjadi padanya
"Tidak. Aku baik-baik saja. Tidak ada yang salah denganku" Meisya bersikeras kalau dirinya baik-baik saja
"Kalau memang baik-baik saja, kenapa sikapmu hari ini terasa aneh?" Kenzie bertanya sambil menatap Meisya dan tersenyum lembut, tentu saja itu membuat Meisya salah tingkah
"Aku hanya … hanya … tidak tega melihat bapak sakit dan wajahnya pucat. Aku tidak ingin terjadi sesuatu pada bapak, karena nanti mungkin tante Cheva akan mengalahkanku karena tidak memperhatikan bapak dikantor"
"Owh jadi begitu. Sayang sekali, padahal aku mengira kalau kamu memang perhatian padaku sebagai pacar dan ingin mengakhiri status pacar palsu kita" Kenzie bicara dengan nada sedikit acuh tak acuh
"Maksud bapak. Kita putus? Baiklah, kita putus dan bapak tidak perlu khawatir tentang papa saya. Saya akan mengatasinya" Ujar Meisya dengan senyum yang Justri terlihat sedih
"Ya kita putus. Dan mulai hari ini, kita tidak lagi pacaran bohongan. Kita jadi pacar nyata" Kenzie bicara dengan wajah serius tanpa ada senyum sedikitpun diwajahnya
Ckiiiiit
"Apa?!"
__ADS_1