
"Katanya Kenzo akan menghubungi kita? Kenapa sampai jam segini dia belum juga menghubungi kita?" Kenzie dan Risha sedang menunggu telepon dari Kenzo
"Aku juga tidak tahu. Memangnya jam berapa restoran tutup?" Risha balik bertanya pada Kenzie
"Lalu aku harus bertanya pada siapa? Kamu pikir aku tahu jam berapa restoran tutup?" Kenzie menjawab dengan sikapnya yang ramah dan tenang namun nada yang sedikit sinis
"Kamu benar juga. Kita hanya suka nongkrong di restoran tapi tidak pernah menunggu sampai mereka tutup" Risha membenarkan sambil memalingkan wajah dari Kenzie
Drrt drrt drrt
Tak lama ponsel Kenzie berdering. Dilihatnya panggilan itu berasal dari Kenzo
"Akhirnya kamu menghubungi kami juga. Kenapa sangat lama?" Tanya Kenzie dengan nada yang kesal, dia membuka speaker ponselnya agar Risha juga bisa mendengar
"Aku baru saja pulang, dan sekarang langsung mengubungi kalian" Kenzo menjawab dengan sikapnya yang dingin
"Memangnya restoran tutup sampai jam 12 malam?" Risha terdengar sangat penasaran dengan jawaban dari Kenzo
"Tidak, restoran tempatku bekerja hanya buka sampai jam 10 malam saja. tapi tadi ada kejadian yang benar-benar menyebalkan sampai membuatku terlambat pulang" Kenzo bicara degan sikap yang tenang namun terdengar dingin.
"Apa yang terjadi?" Kenzie dan Risha yang mendengarnya kini semakin penasaran dengan apa yang terjadi pada Kenzo
"Ilana membuntutiku dari restoran. Sepertinya dia ingin tahu dimana tempat tinggalku"
"Apa?! Ilana mengikutimu?!" Kenzie dan Risha yang terkejut bertanya dengan serempak hingga berteriak, membuat Kenzo mengernyitkan dahi dan meringis karena kupingnya terasa sakit
"Bisa pelankan suara kalian sedikit? aku memakai earphone dan rasanya gendang telingaku hampir saja pecah mendengar teriakan kalian berdua" Keluh Kenzo kesal
"Maaf maaf, kami sangat terkejut mendengar kalau saat ini gadis itu benar-benar sudah lebih gila dari sebelumnya. Bisa-bisanya dia sampai mengikutimu begitu?" Ujar Kenzie yang juga kesal mendengar cerita tentang Ilana
"Lalu, apa yang akan kamu lakukan padanya Zo? Kamu akan terus membiarkan dia menerormu?" Kini Risha yang bertanya pada Zo
__ADS_1
"Entahlah, jika aku meladeninya maka itu akan membuatnya semakin senang. Aku harus mencari cara agar apa yang dia lakukan bisa berbalik padanya. Setidaknya aku harus buat dia masuk rumah sakit jiwa untuk mendapatkan terapi kejiwaan. Sepertinya selain cara itu dia tidak akan pernah berhenti menggangguku"
"Kamu benar. Sepertinya memang ada yang salah dengan salah satu fungsi otaknya"
Tak tik tak tik
Kenzie dan Risha mendengar suara keyboard yang sedang digunakan dengan cepat
"Apa kamu sedang membuat tugas Zo? Ini sudah malam, kamu tidak istirahat dulu saja?" Kenzie terdengar mengkhawatirkan Kenzo karena dia pasti sudah lelah setelah bekerja dan kuliah.
"Tidak, hanya ada sedikit pekerjaan mendesak yang harus aku lakukan sekarang" Jawab Kenzo yang menelepon sambil memainkan laptop miliknya
"Sudah dulu ya. Nanti aku akan telepon kalian lagi. Aku cukup sibuk saat ini" Kenzo berusaha mengakhiri panggilan teleponnya dan akan menyelesaikan apa yang ingin dia lakukan dengan masalah Safira
"Baiklah kalau begitu. Sebaiknya kamu tidak membiarkan Ilana terlalu lama. Kamu tahu dia itu gadis gila. Aku takut kalau ternyata dia merencanakan sesuatu padamu" Kenzie mengingatkan Kenzo agar lebih berhati-hati dan segera menyelesaikan urusannya dengan Ilana
"Ya, aku mengerti. Sampai jumpa" Kenzo langsung mengakhiri panggilan teleponnya dengan Kenzie dan Risha
"Wah media sosial itu memang sangat berbahaya ya? Kenapa mereka tidak menekan berita ini sebelum menjadi trending topik?"
Artis muda berbakat dengan segudang prestasi. Mulai dari penghargaan sebagai pendatang baru terpopuler, pemeran pendamping terbaik, pemeran utama terbaik, artis paing populer dan banyak iklan yang dibawakan olehnya menjadi produk laris dipasaran
Kenzo membuat postingan itu disertai dengan kolase foto saat Safira menerima semua penghargaan itu. Dia juga menjadikan postingan itu sebagai pencarian populer agar semua orang bisa melihatnya dengan jelas
"Dengan begini aku bisa segera melihat senyumnya lagi dan juga tingkahnya yang ceria juga aneh" Gumam Kenzo dengan senyum tipis diwajahnya
***
Ditempat lain Safira baru saja selesai membersihkan diri saat Mona tiba-tiba menghubunginya
"Ra, kamu darimana saja seharian ini? Kenapa aku tidak bisa menghubungimu? Kamu tidak tahu kalau aku sangat panik ketika Tiara bilang kamu tidak ada? Pak Lukman juga kamu suruh pulang begitu saja. Bagaimana jika terjadi sesuatu padamu?" Mona langsung menceramahi Safira begitu telepon mereka tersambung
__ADS_1
"Maaf kak. Aku hanya ingin sendirian saja untuk menenangkan pikiranku. Aku tidak papa dan kurasa aku sudah bisa menerima gosip itu. Lagipula, aku memang tidak pernah melakukan apa yang mereka tuduhkan padaku. Jadi untuk apa aku harus merasa rendah diri?" Safira menjawab dengan nada bicara yang ceria. Meskipun dia masih memikirkan masalahnya, namun Safira tidak ingin jika Mona tahu kesedihannya
"Kamu ... benar-benar tidak papa Ra? Tidak perlu berbohong seperti itu padaku. Katakan saja apa yang ada dikepalamu" Mona terdengar sangat khawatir pada Safira. Dia sudah lama menjadi manajer Safira
"Ya, aku tidak papa. Kak, kapan syuting film terbaruku dimulai?" Tanya Safira mengalihkan perhatian mona
"O iya, lusa kamu akan mulai membaca naskah dan syuting akan dimulai 3 hari lagi" Mona menjelaskan agenda syuting Safira
"Baiklah kalau begitu aku akan istirahat sekarang kak. Rasanya melelahkan sekali" Ujar SAfira berusaha mengakhiri panggilan teleponnya
"Baiklah. besok pagi Tiara akan datang menjemputmu untuk sama-sama pergi ke launching produk keantikan yang kamu bintangi" Mona meningatkan untuk acara Safira besok
"Baik kak. Sampai jumpa" Mona dan Safira pun mengakhiri panggilan telepon mereka
Keesokan paginya Tiara sudah datang kerumah Safira dan membawakan sarapan untuknya
Ting nong ting nong
Berkali-kali Tiara membunyikan bel namun tidak ada tanggapan dari Safira, akhirnya dia menggunakan kunci cadangan dan membuka pintu sendiri
"Kak Safira! Kak Safira!" Teriak Tiara setelah dia masuk kedalam rumah mewah milik Safira. Safita tinggal sendiri, sedangkan orang tuanya di kota yang terpisah dengannya. Tidak ada pembantu disana tapi akan ada pembersih rumah yang datang setiap 2 hari sekali
"Owh ... kamu sudah datang?" Sapa Safira yang baru bangun dan melihat kalau Tiara sudah ada di dapurnya
"Kak Safira baru bangun? Ini aku bawakan sarapan. Kita akan berangkat jam 9, jadi sebaiknya sekarang kakak sarapan dulu setelah itu cepat mandi dan bersiap. Kita tidak punya banyak waktu" Tiara memberitahu Safira sambil menyiapkan sarapan untuknya
"Ya, kamu cerewet sekali" Ujar Safira sambil duduk di hadapan Tiara dan mulai menikmati sarapan miliknya
"Aah kak Safira, lihat ini!" Teriak Tiara melihat postingan yang viral saat ini
"Kenapa kamu membuatku terkejut? Memangnya ada gosip apa lagi?" Safira bertanya dengan nada malas
__ADS_1
"Ini lihat dulu!" Tiara pun menunjukkan ponselnya pada Safira
"Apa? Bagaimana bisa?"