
Cheva melajukan mobil sport miliknya dengan kecepaytan tinggi. Dia tidak terlalu memberikan jarak yang jauh dengan mobil Pras yang berada di belakangnya. Bahkan mobil mereka hampir selalu beriringan. Cheva menatap sinis pada Pras dan sebelah ujung bibirnya sedikit naik membentuk sebuah senyuman yang terlihat sinis
Pras terlihat sangat waspada terhadap Cheva. Mereka terus melaju mengelilingi bukit. Satu persatu mobil melintasi perbukitan dengan kecepatan tinggi. Suasana malam yang hening pun terdengar sangat ramai dengan gemuruh dari suara mesin mobil yang menembus angin malam
Broom … Ckittt … broom
Pras yang merasa tertekan karena Cheva terus menghimpit dengan jarak tipis akhirnya berniat untuk menabrakkan mobil bagian sampingnya dengan Cheva
Dug … sreeet …
"Ah"
Cheva terkejut karena sedikit benturan itu membuat guncangan dan hampir membuat dia kehilangan kestabilan, namun dia kembali mengemudi dengan normal setelah beberapa waktu
"Kurang ajar. Kamu ingin main-main denganku? Baik akan aku berikan apa yang kamu mau. Ini merupakan kesempatan bagus untukku" Ujar Cheva setelah mobilnya berbenturan degan Pras. Cheva yang tertinggal pun kembali mengejar mobill Pras, dan saat di tikungan
Dug
Ckiiitttt
"Aaaaaahhhh!!"
Brak
Cheva menyeringai melihat mobil Pras berputar hingga akhirnya menabrak salah satu pohon besar dipinggir bukit. Kerasnya tabrakan membuat mobil itu ringsek parah di bagian depan
Jarak antara mobil Cheva dan Pras dengan mobil lain cukup jauh. Setelah melihat mobil Pras menabrak, Cheva langsung meninggalkan lokasi, mencari tempat yang bisa mengawasi mobil Pras namun tidak diketahui orag lain. Setelah kira-kira 15 menit ada salah satu mobil yang melintas dan mengetahui mobil Pras mengalami kecelakaan. Pengemudinya terlihat turun dengan cepat dan menghampiri mobil Pras. Dia terlihat mengintip melalui jendela mobil Pras untuk memastikan keadaannya, baru setelah itu dia mengeluarkan ponsel dan menghubungi seseorang. Disaat yang sama ponsel Cheva bergetar
Drrrt drrt drrt
Terlihat nama 'Hubby' yang tertulis di layar ponsel
"Sayang, apa kamu baik-baik saja?!" Terdengar suara Lian yang panik dari ujung telepon begitu dia menerima panggilannya
"Aku tidak papa. Kamu tidak perlu khawatir. Kak Lian ada dimana sekarang? Sudah waktunya kita pulang" Cheva bicara dengan nada yang lembut sambil terus mengawasi beberapa orang yang kini mulai berdatangan untuk menolong Pras
__ADS_1
"Apa kamu sudah selesai bermain? Kamu tidak ingin melihatnya di bawa kerumah sakit?" Lian bertanya dengan nada bicaranya yang datar
"Kak Lian ... tahu kalau bocah itu kecelakaan?" Cheva cukup terkejut dan mencari-cari mobil Lian. Rupanya mobil Lian ada di belakangnya. " Sejak kapan kak Lian ada disitu?" Sambungnya sambil terus menatap mobil Lian dan menyunggingkan senyum manis dibibirnya
"Sudah lama. Aku selalu mengawasimu, bahkan aku tahu kalau sebelumnya mobil Pras hampir saja membuatmu celaka. Apa kamu tahu betapa takutnya aku jika terjadi sesuatu padamu?" Suara Lian kini terdengar sedih. Mungkin dia sangat khawatir karena melihat mobil Cheva bersenggolan sebelumnya
"Hubby, tenanglah. Aku tidak terluka, aku tahu kamu selalu ada disekitarku jadi aku sama sekali tidak panik ataupun takut karena aku percaya kalau kamu akan selalu menjagaku. Sebaiknya kita pulang sekarang! Kita bisa mencari tahu mengenai keadaan Pras besok!" Cheva bicara dengan sangat lembut. Dia berusaha menenangkan sang suami yang sedang sangat khawatir
"Baiklah"
Wiu wiu wiu
Disaat mobil ambulance dan mobil polisi berlalu lalang menuju ke tempat Pras berada, Lian dan Cheva melawan arah karena baru saja dari sana dan hendak pulang kerumah mereka.
***
Semua orang masih panik karena tidak bisa mengeluarkan Pras yang posisi kakinya terjepit oleh bagian mobil yang rusak parah. Pras sendiri tidak sadarkan diri karena syok dan mengalami benturan yang cukup keras di bagain dahinya.
"Kakinya terjepit! Kita harus minta bantuan alat berat!"
"Akan membutuhkan waktu lama jika kita menunggu alat berat. Terlebih ini sudah malam. Polisi dan ambulance juga belum datang padahal kita sudah menghubungi mereka dari setengah jam yang lalu
Wiu wiu wiu
"Permisi, bagaimana situasinya?" Salah seorang polisi mendekati mobil dan bertanya pada orang yang ada di sekitar
"Kami tidak bisa mengeluarkannya pak. Kakinya tejepit badan mobil dan dia sudah tidak sadarkan diri. Kami berusaha menariknya keluar tapi tetap tidak berhasil" Jawab dalah satu peserta balap yang datang lebih dulu dan mengetahui kecelakaan Pras
"Tolong periksa kondisinya dulu dan berikan pertolongan pertama yang memungkinkan selagi menunggu sampai dia dikeluarkan!" Pinta salah satu polisi pada seorang perawat
"Baik!" Perawat pun langsung mengeluarkan peralatannya dan memeriksa kondisi Pras
"Nadinya sangat lemah, darahnya juga terus mengalir. Kita harus cepat mengeluarkannya dan melarikan dia kerumah sakit!" Sambung perawat dengan nada bicara yang panik
"Baik, kami akan usahakan secepatnya" Polisi pun berbalik dan memberi perintah kepada rekannya dan semua orang yang ada
__ADS_1
"Kita harus menarik mobilnya mundur dulu, baru kemudian berusaha mengeluarkannya" Sambung polisi pada rekan sesama polisi
"Baik" Mereka kembali berusaha menarik mundur mobil Pras. Kali ini bagian belakang mobil ditarik dengan mobil lain
Brooom broooom
Cukup sulita menarik mobil Pras, karena yang menariknya bukanlah mobil derek melainkan mobil biasa. Setelah cukup lama akhirnya mobilnya berhasil ditarik mundur.
"Posisi terjepitnya sangat parah. Jika tidak berhati-hati maka kakinya bisa saja patah!"
Ujar salah seorang polisi yang hendak mengeluarkan Pras
"Kalau begitu kita harus mencari sesuatu untuk mencungkil bagian mobil. Setelah ada sedikit jarak di kakinya mungkin kita bisa mengeluarkannya" Sambung polisi lain yang ada disana
"Baik" Semua mulai sibuk mencari alat bantu sementara bantuan lain yang di minta seperti pemadam kebakaran dan juga mobil derek masih belum tiba
"Ada linggis! Bagaimana kalau kita coba ini?!" Teriak salah seorang pemuda
"Tentu" Polisi mencoba menggunakan linggis panjang itu dengan sekuat tenaga. Ada beberapa orang juga yang membantu menggerakkannya
"Sedikit lagi! Ayo coba lagi!" Teriakan memberikan semangat agar mereka bisa melakukan pekerjaan dengan cepat
"Sudah mulai terangkat. Lebih keras lagi!" Sedikit demi sedikit badan mobil yang menjepit kaki Pras mulai terangkat
"Sekarang coba kita keluarkan!" Mereka pun kembali mencoba mengeluarka Pras dengan hati-hati. Setelah memakan waktu yang cukup lama, akhirnya Pras berhasil dikeluarkan
"Kita harus segera membawanya kerumah sakit! Lukanya lebih parah sekarang, nadinya pun semakin melemah" Pras pun dibawa menggunakan tandu menuju mobil ambulance
Wiu wiu wiu
Semua orang baru bubar setelah mobil ambulance pergi dan tidak terlihat. Setelah itu barulah seorang teman Pras menghubungi orang tuanya
Tuut tuut tuut
"Halo. Siapa ini?" Terdengar suara wanita yang terdengar serak seperti baru bangun tidur
__ADS_1
"Halo, tante. Ini Dodi, temannya Pras. Pras mengalami kecelakaan. Dia baru saja dibawa kerumah sakit terdekat" Dodi menjelaskan dengan hati-hati
"Apa?! Pras kecelakaan?!"