
Bimo masih sangat terkejut melihat postingan yang beredar mengenai perusahaannya.
“Sebenarnya ... bagaimana bisa jadi seperti ini? Aku tidak pernah memiliki masalah dengan perusahaan manapun" pikir Bimo yang terlihat frustasi dan bingung karena postingan Noey
"Tunggu. Aku hanya memiliki masalah dengan cabang perusahaan Kusuma. Apa jangan-jangan ... ini ulah mereka? Kenzie, atau mungkin Deby? Tidak tidak tidak. Ini pasti tidak mungkin, tapi ... kerja sama yang saat ini gagal hanya perusahaan itu saja. Jadi tidak mungkin ada perusahaan lain. Pasti Deby telah mengatakan pada Kenzie semua yang aku katakana
padanya sebelumnya” gumam Bimo yang sedang mencari dalang dibalik gosip mengenai perusahaannya
“Pak, apa yang akan kita lakukan sekarang? Harga saham kita terus menurun. Jika terus seperti ini maka sudah pasti perusahaan kita akan gulung tikar” ujar asisten Bimo menanyakan langkah yang akan diambil untuk perusahaannya.
“Kita harus bisa membalikan keadaan untuk menstabislkan kembali harga saham kita. Jika perlu, buat saja mereka menyesal karena telah
membuat kita dalam masalah” ujar Bimo dengan sorot mata yang tajam dan sikap yang dingin
“Baik, Pak. Saya akan membuat balasan atas pernyataan mereka” jawab sang asisten dengan sikap yang tenang dan penuh hormat
“Baiklah. Lakukan pekerjaanmu dengan baik”
“Baik, Pak” Asisten Bimo pun berbalik pergi meninggalkannya setelah mendapatkan anggukan kepala dari sang atasan
"Tidak akan ku biarkan siapapun menghancurkan bisnis yang aku bangun dari susah payah ini"
***
Sementara Itu Risha sedang menemui salah satu artisnya yang sedang memiliki masalah dengan pacarnya. Karena kedatangan Rendra sebelumnya, dia tidak jadi menemui artisnya itu. Dan sekarang, dia meluangkan waktu untuk dapat mengetahui masalah asrtisnya dengan benar
Tok tok tok
Cukup lama Risha menunggu didepan pintu, namun tidak ada seorang pun yang membukanya
Tok tok tok
Ceklek
Setelah Risha kembali mengetuk pintu sampai akhirnya seseorang membukanya. Terlihat seorang gadis berdiri dibalik pintu, dengan tubuh tinggi dan sebagian rambut yang diurai membuatnya menutupi sebelah wajahnya
“Maaf, anda mencari siapa?” tanya gadis itu melihat Risha berdiri didepan pintunya
“Apakah ini rumahnya ... Mariana?” Risha mematung sesaat melihat gadis itu. Dia tahu kalau rambut yang dibuat sebagian kedepan itu untuk menutupi luka memar di sebelah wajahnya
__ADS_1
“Anda siapa ya?” tanya gadis itu dengan ragu ragu
“Apa kamu Mariana?” tanya Risha lagi berusaha memastikan karena selama ini mereka belum pernah saling bertemu.
“Ya, saya Mariana. Anda siapa?” Gadis itu terlihat ragu dan panik saat Risha mulai mencurigainya
“Saya Risha. Direktur baru di perusahaan Sanjaya” Mariana semakin terkejut ketika tahu siapa Risha sebenarnya
“Maaf bu, saya sedang tidak enak badan jadi tidak bisa bicara Panjang lebar. Permisi”
“Tunggu! Kita perlu bicara” Mariana berusaha menutup pintunya lagi, namun Risha dengan cepat memegang pintunya agar tidak ditutup. Mariana pun tidak dapat melakukan apapun lagi. Dia membiarkan Risha masuk dengan kepala tertunduk
“Silahkan masuk” ujar Mariana dengan ragu ragu
“Terimakasih” Diapun mempersilahkan Risha duduk dengan tangannya
Risha dan Mariana pun terdiam cukup lama. Mariana terus menundukan kepala tanpa berani menatap wajah Risha, sedangkan Risha terus
menatap wajah Mariana untuk memastikan apa yang dia lihat saat ini.
“Apa kamu sudah melapor pada polisi?” tanya Risha memecah keheningan yang cukup lama diantara mereka
“Untuk apa aku melapor pada polisi? Ini sudah biasa terjadi dan dia akan selalu mengelak dengan segala macam alasan” ujar Mariana
“Kamu sama sekali tidak memiliki bukti untuk menyeretnya ke penjara? Bagaimana bisa kamu membiakan dia berkeliaran dan mengatakan hal buruk tentangmu sedangkan kamu yang jadi korban malah terkurung dirumah dan tidak
bisa melakukan apa-apa seperti ini?” Risha bicara dengan sikap yang tenang dan
penuh wibawa. Meskipun sebenarnya dia menahan semua amarahnya. Saat ini dia melepaskan predikat sebagai gadis manja dan
lembutnya
“Jika aku mengatakan sesuatu yang buruk tentangnya, maka dia akan memukulku lebih dari ini. Dia bisa saja membunuhku dan juga adikku” jawab Mariana dengan ragu dan sedih
“Kamu punya adik? Dimana dia?” Risha memicingkan matanya saat bertanya pada Mariana
“Adikku ada diasrama, tapi dia juga tahu keberadaannya. Tidak menutup kemungkinan kalau dia akan melakukan sesuatu padanya nanti” ujar Mariana lagi menjelaskan
“Apa kamu masih ingin mempertahankan pria seperti itu?” tanya Risha lagi dengan sikap tegas
__ADS_1
“Aku seperti ini karena aku ingin mengakhiri hubunganku dengannya. Aku sudah berusaha bertahan selama bertahun-tahun ini tapi aku sudah tidak sanggup lagi. Dia tidak ingin kehilangan sumber uang dan juga sumber kepuasannya. Karena dia tidak memiliki pekerjaan tetap dan memiliki hobi mabuk dan judi. Dia memukulku dan mengatakan pada semua orang kalau aku berselingkuh darinya.
Aku tidak tahu lagi apa yang harus aku lakukan agar aku bisa memulihkan nama baikku dan kembali dengan sejumlah kontrak yang sudah aku tanda tangani”
Mariana menceritakan pada Risha dengan derai air mata yang mengalir diwajahnya. Dia
benar-benar tidak tahu lagi harus berbuat apa dengan pacarnya ini.
“Apa dia masih datang kemari?” tanya Risha lagi memastikan
“Ya, dia masih selalu datang kemari. Sepertinya dia akan datang besok, karena kemarin dia baru saja dari sini” jawab Mariana dengan ragu-ragu sambil mengusap air matanya
“Apa kamu benar-benar ingin berpisah darinya?” tanya Risha dengan raut wajah serius dan sikap yang tegas untuk memastikan langkah yang akan dia ambil.
“Ya, aku ingin mengakhiri hubunganku dengannya”ujar Mariana dengan penuh keyakinan.
“Kalau begitu, aku akan membantumu” ujar Risha dengan sangat yakin
"Bagaimana caranya?" Mariana terlihat bingung mendengar ucapan Risha
“Kita akan mendapatkan bukti untuk menjebloskannya kekantor polisi. Kalau begitu aku harus pergi dulu. Aku akan kemari lagi
seccepatnya” Risha langsung beranjak dari duduknya dan melangkahkan kaki pergi
untuk membeli sesuatu. Dia menghubungi Kenzo sambil beranjak pergi
Tuut tuut tuut
“Halo, Sha” sapa Kenzo begitu dia menerima teleponnya
“Halo, Zo. Apa kamu bisa membantuku?” tanya Risha yang kini sedang tergesa-gesa membeli apa yang dia butuhkan.
“Ada apa? Apa terjadi sesuatu?" Kenzo terdengar khawatir mendengar ucapan Risha. Dia takut terjadi sesuatu
“Salah satu artisku sedang mendapatkan masalah. Aku akan memasang CCTV dan penyadap dirumahnya. Apa nanti kamu bisa menyambungkannya ke ponsel atau laptopku?” Risha bicara pada Kenzo sambal berkendara untuk membeli CCTV dan penyadap
“Kamu tidak bisa memasang CCTV untuk mengintai, tapi kamu bisa menggunakan penyadap dan juga kamera pengintai” Kenzo menjelaskan dengan sikapnya yang tenang dan dingin
“Baiklah, aku mengerti. Aku akan menghubungimu lagi nanti” Risha langsung menutup teleponnya tanpa menunggu tanggapan dari Kenzo
__ADS_1
“Ada apa dengannya? Apa yang sedang dia mainkan?” pikir Kenzo setelah menutup telepon dari Risha
“Aku harus bisa memulihkan nama baik artisku. Dengan begitu usahaku tidak akan sia-sia dan perusahaanku juga terhindar dari kerugian. Aku harus membuktikan kemampuanku sendiri" Risha bergumam dengan senyum menyeringai dibibirnya