Putra Putri Sang Penguasa 3

Putra Putri Sang Penguasa 3
Pertarungan Risha Dimulai


__ADS_3

Keesokan harinya


“Bu Risha, aku sudah mendapatkan rekaman videonya. Apa yang akan kita lakukan sekarang?” Mariana sedang menghubungi Risha setelah pacarnya pergi dari rumahnya.


“Bagus. Aku akan kesana untuk mengambil rekamannya. Kita akan laporkan pada polisi setelah itu membuat klarifikasi didepan media” ujar Risha dengan sikap yang tenang. Dia tidak memberitahu Mariana kalau ternyata dia juga memiliki salinannya sendiri karena kamera pengintai yang dia pasang sebelumnya telah tersambung ke ponselnya.


“Baik, Bu. Apa aku harus pergi ke kantor hari ini atau kita langsung bertemu di kantor polisi?” tanya Mariana lagi yang ragu-ragu dan bersemangat karena berpikir akan bebas dari kekerasan pacarnya.


“Aku akan datang ketempatmu, setelah itu kita pergi bersama kerumah sakit terlebih dulu untuk melakukan visum dan memperkuat bukti yang ada” Risha tetap tenang saat menjelaskan langkah yang akan dia ambil. Dia sudah tahu langkah apa saja yang diperlukan setiap kali


ingin mengadukan seseorang pada polisi dengan tindakan kekerasan.


“Baik, Bu. Saya akan menunggu anda dirumah saya” ujar Mariana lagi dengan senyum ceria penuh harap tentang kebebasannya.


“Ya, aku akan langsung kesana sekarang” Risha pun langsung beranjak dari duduknya untuk segera pergi ke tempat Mariana


Drrt drrt drrt


Ponselnya berdering saat dia baru saja keluar dari pintu kantornya. Risha melihat nama yang tertera dilayar ponsel yang tertulis nama ’Rendra’


“Halo, Ren” Sapa Risha begitu dia menerima telepon dan tetap melangkahkan kaki meninggalkan kantor


“Kamu handel dulu pekerjaanku. Aku ada urusan diluar, kalau ada apa-apa langsung hubungi aku saja” ujar Risha pada sekertarisnya sambil berlalu pergi tanpa menunggu tanggapan darinya


“Ada apa dengan bu Risha? Kenapa dia terlihat buru-buru sekali?” gumam sang sekertaris karena Risha pergi dengan Langkah yang cepat


“Kamu mau pergi kemana, sayang? Apa ada sesuatu yang penting?” Rendra bertanya setelah mendengar Risha akan meninggalkan kantornya


“Aku harus pergi kerumah salah satu artisku yang sedang terlibat masalah. Sebelumnya aku sudah memasang kamera pengintai dan juga penyadap. Tadi dia menghubungiku dan katanya siap untuk melapor pada polisi saat ini juga. Jadi aku akan bergegas pergi ketempatnya. Aku takut kalau pacarnya kembali kerumahnya


dan melakukan sesuatu yang gila padanya nanti” Risha menjelaskan sambal berjalan menuju mobilnya


“Risha! Kamu mau pergi kemana, sayang?” tanya Diaz setelah melihat Risha berjalan dengan langkah cepat meninggalkan kantor


“Aku ada urusan sebentar, Pih. Aku akan secepatnya kembali” Risha menanggapi sambil terus berjalan dan masuk ke dalam mobilnya meninggalkan Diaz yang terlihat bingung dan penasaran.


“Ren, aku tutup dulu ya teleponnya. Nanti aku akan menghubungimu lagi setelah kembali” ujar Risha yang akan mengendarai mobilnya sendiri


“Baiklah, jika ada sesuatu langsung hubungi aku. Aku akan menghubungi orangku untuk pergi ketempatmu” Rendra bicara dengan nada yang


panik dan khawatir.


“Aku mengerti. Sampai jumpa” Risha dan Rendra pun langsung menutup teleponnya. Risha langsung menyalakan mesin mobil dan berkendara menuju rumah Mariana


***


Rendra masih terlihat khawatir dengan sang kekasih yang pergi sendiri dengan tergesa-gesa. . Dia pun menghubungi Noey untuk pergi menemani Risha kerumah Mariana.

__ADS_1


Tuut tuut tuut


Tak perlu menunggu lama sampai Noey menerima telepon darinya


“Halo, Ren” Sapa Noey ketika dia menerima telepon


“Noey, apa kamu sibuk?” Rendra langsung bertanya dan mengabaikan sapaan Noey padanya


“Ada apa? Sepertinya kamu sedang panik?” Noey bertanya dengan sikap tenang setelah mendengar nada bicara Rendra yang terdengar


khawatir


“Risha sedang pergi kerumah salah satu artisnya yang bermasalah. Bisalah kamu pergi menemaninya?” tanya Rendra yang terlihat sangat panik


“Artisnya?” Noey mengernyitkan dahi seraya berpikir setelah mendengar ucapan Rendra


“Ya, dia bilang sebelumnya sudah memasang kamera pengintai dan juga penyadap dirumah artisnya itu. Dan sekarang dia pergi untuk mengambil buktinya dan akan melaporkannya pada polisi" Rendra menjelaskan dengan sikap yang tenang


“kamera pengintai dan penyadap?" noey terdiam sesaat


"Oh, yang kemarin . Aku tahu itu” ujar Noey yang mendapatkan titik terang dari apa yang dia pikirkan


“Kamu tahu?” kini Rendra yang terdengar bingung dengan apa yang dikatakan oleh Noey


“Kemarin Risha meminta bantuan Kenzo, tapi karena Kenzo sedang sakit, jadi dia meminta bantuanku untuk menghubungkan kamera pengintai dan penyadap itu ke ponsel Risha” Noey menjelaskan dengan sikap tenang agar Rendra mengerti.


“Ya, aku tahu ala-“


“Bisakah kamu pergi kesana? Aku khawatir jika sesuatu terjadi padanya” Rendra memotong kalimat Noey sebelum dia selesai bicara


“Ini adalah jam kerja, Aku harus bilang dulu pada Kenzie” Ujar Noey dengan sikap yang tenang dan acuh tak acuh


“Baiklah, tolong lakukan sesuatu. Aku khawatir terjadi sesuatu pada Risha” Rendra bicara pada Noey dengan penuh harap. Dia tidak bisa


meminta bantuan orang lain. Apalagi Kenzie adalah seorang direktur yang tidak


bisa meninggalkan pekerjaan begitu saja


“Kamu tenang saja. Aku akan usahakan untuk pergi kesana” ujar Noey berusaha menenangkan Rendra agar tidak khawatir.


“Terimakasih banyak” Rendra dan Noey pun mengakhiri panggilan telepon diantara mereka. Noey langsung bergegas menuju ruangan Kenzie


setelah dia mengakhiri teleponnya dengan Rendra


Tok tok tok


Ceklek

__ADS_1


Terlihat Kenzie sedang sibuk dengan dokumen ditangannya. Dia menoleh sebentar lalu kembali menatap dokumen itu.


“Kamu mengetuk pintu tapi kamu langsung masuk sebelum aku memberikan izin padamu” Kenzie mengeluh pada Noey karena dia lanngsung masuk setelah mengetuk pintu dan belum mendapatkan izin dari Kenzie


“Maafkan aku. Aku ingin izin keluar sebentar” ujar Noey dengan sikap yang tenang


“Keluar? Kemana? Tumben sekali kamu izin keluar saat jam kerja?” tanya Kenzie yang merasa bingung karena Noey ingin izin keluar kantor padahal tidak ada jadwal dinas diluar dan sebelumnya Noey juga tidak pernah pergi keluar tanpa ada pekerjaan.


“Aku ada sedikit keperluan. Aku akan kembali setelah urusanku selesai” Noey menjelaskan dengan wajah yang terlihat khawatir


“Memangnya kamu mau pergi kemana?” Kenzie terlihat sangat penasaran dengan alasan Noey yang akan meninggalkan kantor


“Nanti aku jelaskan. Sekarang aku tidak punya waktu. Aku akan menghubungimu jika terjadi sesuatu” Noey langsung berbalik pergi meninggalkan Kenzie tanpa menunggu jawaban darinya


“Dasar ya. Untuk apa dia izin padaku kalau ternyata dia langsung pergi sebelum mendapatkan izin dariku? Zo, kamu sengaja ingin


membuatku darah tinggi dengan menempatkan orang yang sama menyebalkannya


denganmu ya?” Kenzie menggerutu karena sikap Noey yang sama menyebalkannya seperti Kenzo


Noey meraih ponselnya dan menghubungi Rendra


Tuut tuut tuut


“Bagaimana?” tanya Rendra begitu dia menerima telepon dari Noey


“Aku akan pergi mengejar Risha sekarang. Aku akan menghubungimu jika terjadi sesuatu”


“Ya, hati-hati”


“Hmn ...” Noey langsung menutup teleponnya dan melangkahkan kaki dengan langkah cepat menuju parkiran dan berkendara ke alamat yang Risha berikan untuk melacak kamera pengintai kemarin


***


Risha baru saja tiba dirumah Mariana


Tok tok tok


Dia langsung mengetuk pintu dengan raut wajah khawatir sambil menoleh kesana kemari karena takut pacar Mariana kembali dan justru membahayakan mereka.


“Bu, Risha” ujar Mariana yang baru saja muncul dari balik pintu


“Apa kamu baik-baik saja?” tanya Risha pada Mariana dengan raut wajah khawatir


“Ya, aku baik-baik saja. Aku akan ambil tas dulu setelah itu kita akan pergi kerumah sakit” Mariana menunjukan senyum manis meskipun ada sedikit luka disudut bibirnya


“Baiklah” Risha menanggapi dengan sikap yang tenang dan senyum yang lembut

__ADS_1


"Lihatlah siapa ini. Ternyata Mariana sedang kedatangan tamu"


__ADS_2