
Noey baru saja tiba dikantor setelah menemui Sean dikantor polisi. Dia bergegas naik keruangannya karena Kenzie memintanya untuk segera kembali.
“Deby, apa yang terjadi? Kenapa pak Kenzie memintaku kembali secepatnya?” Noey bertanya pada Deby meja kerjanya yang berada diluar ruangan Kenzie.
“Pak Bimo membuat masalah. Dia masih tidak menyerah untuk menjatuhkan kita” Jawab Deby dengan sikap tenang sambil menunjukkan pernyataan klarifikasi yang dikeluarkan oleh pihak Bimo
“Dia masih ingin seberapa hancur lagi? Tidak cukup dengan saham perusahaannya yang semakin turun saja?” ujar Noey dengan nada bicara yang sedikit mencibir.
“Entahlah, aku juga tidak tahu” Deby menanggapi dengan mengangkat kedua bahunya bersamaan saat dia bicara.
“Ya sudah. Aku akan masuk dan menemui pak Kenzie” Noey langsung kembali melangkahkan kaki menuju ruangan Kenzie.
Tok tok tok
“Masuk!” Noey langsung masuk ketika Kenzie memberikannya izin untuk masuk keruangannya.
“Tadi kamu mengatakan ada pekerjaan untukku. Apa yang harus aku lakukan?” tanya Noey dengan sikap tenang sambil melangkahkan kaki mendekati Kenzie
“Ini masalah Bimo. Sepertinya membuat harga sahamnya turun saja tidak cukup untuknya. Aku ingin kamu mencari semua informasi tentang
kebusukannya dan membuat dia kehilangan semuanya” Zie bicara dengan senyum tipis dan sikap yang tenang
“Oh, bukan masalah. Aku akan mendapatkan informasinya dalam waktu singkat. Tidak perlu khawatir dengan masalah Bimo. Anggap saja itu sudah selesai” Noey menanggapi Kenzie
dengan sikap yang tenang dan penuh rasa percaya diri yang tinggi. Dia sangat yakin kalau dia bisa mengatasi Bimo secepatnya
“Bagus. Aku mengandalkanmu” Kenzie menanggapi dengan senyum manis dibibirnya.
Noey langsung berbalik dan meninggalkan ruangan Kenzie setelah dia mendapatkan tanggapan dari atasannya. Dia langsung kembali ke meja kerjanya dan membuka laptop miliknya untuk mendapatkan apa yang diminta Kenzie. Permintaan Kenzie bukanlah hal yang sulit untuknya, mengingat dia sangat menguasai masalah IT.
“Apa yang kamu lakukan?” tanya Deby dengan rasa ingin tahu yang tinggi karena melihat Noey sangat fokus pada layar monitor miliknya.
“Hanya penjelajahan ringan saja” Noey menanggapi dengan sikap yang tenang tanpa mengalihkan pandangannya dari layar monitor
“Penjelajahan ringan? Apa maksudnya?” Deby berdiri dibelakang Noey dan melihat apa yang sedang dia lakukan.
__ADS_1
“Eh?!” Deby sangat terkejut ketika Noey tiba-tiba berdiri dan saling berhadapan dengannya.
“Apa kamu tidak punya pekerjaan? Apa kamu harus tahu apa yang aku kerjakan?” Noey bicara dengan sikap yang dingin dan menatap Deby
dengan sorot mata tajam.
“Maaf. Aku hanya penasaran saja karena kamu sangat serius melakukannya” Deby menanggapi dengan penuh penyesalan karena dia sudah berbuat lancang.
“Sebaiknya kembali ke meja kerjamu karena kita memiliki pekerjaan masing-masing” ujar Noey yang kembali duduk dan fokus pada pekerjaannya. Deby pun kembali ke meja kerjanya dengan perasaan kesal dan tidak mengerti pada Noey.
“Apa yang salah dengan melihat pekerjaannya Aku hanya ingin tahu saja apa yang dia lakukan. Kenapa dia sampai semarah itu?” gumam Deby sambil berjalan kembali ke meja kerjanya.
Beberapa saat kemudian Noey selesai dengan pekerjaannya. Dia mendapatkan semua informasi yang dibutuhkan dan berniat mencetaknya untuk diberikan pada Kenzie.
“Ah sial. Aku kehabisan kertas!” ujar Noey saat dia melihat kertasnya habis. Diapun beranjak dari tempat duduknya untuk mengambil kertas
dari lemari tempat menyimpan ATK.
Deby yang masih penasaran berusaha melihat apa yang dilakuakn Noey sambil mengendap agar tidak ketahuan olehnya.
“Ini ...? Jadi selama ini Noey yang mencarikan semua informasi yang dibutuhkan pak Kenzie? Bagaimana dia bisa melakukan ini?” Deby tidak
“Apa yang sedang kamu lakukan?” tanya Noey dengan nada bicara yang dingin ketika kembali dengan kertas ditangannya dan melihat Deby
berdiri dihadapan laptop miliknya.
“Kamu ... mencuri data perusahaan mereka?!” tanya Deby dengan raut wajah tak percaya
Noey terlihat tenang saat menatap Deby. Tidak terlihat terkejut maupun merasa bersalah, dia menatapnya dengan tatapan acuh tak acuh lalu duduk kembali di depan laptopnya.
“Apa urusanmu? Aku melakukan apa yang bisa aku lakukan. Mereka orang-orang kotor yang memiliki keserakahan tinggi. Mereka tidak pantas memiliki harta berlimpah, karena hanya akan menginjak orang lemah saja. Aku suka melakukan ini kepada orang-orang seperti mereka dan aku sama sekali tidak merasa bersalah atas apa yang aku lakukan itu” Noey bicara dengan nada yang dingin pada Deby sambil mencetak informasi yang sudah dia dapatkan.
Deby hanya diam menatap Noey dengan tatapan tak percaya dan penuh rasa ingin tahu
“Sejak kapan kamu melakukan ini?” tanya Deby yang sangat penasaran
__ADS_1
“Jauh sebelum aku mengenal Kenzie. Aku mengenal saudara kembarnya lebih dulu. Dan dia sangat berbeda dengan Kenzie”
Deby semakin bingung dan oenasaran. Dia memicingkan mata mendengar apa yang dikatakan Noey
“Saudara kembar?” Noey tidak menanggapi pertanyaan Deby dan beranjak pergi menuju ruangan Zie untuk memberikan apa yang sudah dia dapatkan tentang Bimo
Tok tok tok
“Masuk!”
Noey langsung masuk keruang Kenzie setelah mendapatkan izin darinya
“Apa kamu sudah mendapatkan apa yang aku minta?” tanya Zie dengan sikap yang tenang dan senyum yang ramah
“Semua sudah ada disini. Kita bisa menemuinya lebih dulu atau langsung pergi ke kantor polisi” Noey pun menanggapi Kenzie dengan sikap yang tenang dan dingin sambil menunjukkan dokumen yang dimaksud Kenzie.
“Kerjamu sangat cepat sekali. Apa kamu sangat suka menjadi hacker?”
“Bukan suka. Itu hanya keahlian yang aku kuasai. Kurasa kamu juga suka jika aku melakukan ini untukmu?” Noey pun bertanya dengan nada yang
mencibir
“Kamu benar. Aku suka kalau kamu mau melakukan ini karena aku tidak bisa melakukannya sendiri. Biar aku yang membawa ini untuk menemui Bimo. Aku ingin membuat dia tahu sedang berurusan dengan siapa. Sepertinya hanya kehilangan perusahaan saja tidak cukup untuknya, jadi kita buat saja dia kehilangan
segalanya” ujar Kenzie dengan senyum manis diwajahnya
“Cih! Kamu masih bisa tersenyum saat ingin menghancurkan orang lain” Noey bicara dengan nada yang sedikit mencibir
“Bukan aku yang menginginkan hal itu, tapi dia yang memintanya. Padahal kita sudah berbaik hati hanya membuat sahamnya turun saja”
“Terserah kamu saja. Apa aku perlu ikut denganmu? Apa kamu juga bisa berkelahi?” Noey bertanya dengan tatapan curiga
“Apa kamu pikir aku hanya dibesarkan dengan otak saja?” Kenzie menatap Noey dengan tatapan mencibir
“Oh, kukira kamu hanya pandai berbisnis saja” Noey menanggapi dengan sikap acuh tak acuh sambil mengangkat kedua bahu serempak saat dia bicara.
__ADS_1
“Sudahlah. Aku akan pergi sekarang!” Kenzie beranjak dari meja kerjanya dan bergegas meninggalkan ruangannya.
"Kuharap kamu akan segera menunjukkan taringmu. Tidak baik jika hanya Kenzo yang menunjukkan kemampuan dan menancapkan taringnya saja"