Putra Putri Sang Penguasa 3

Putra Putri Sang Penguasa 3
Kami Yang Menyelamatkan Perusahaan Itu, Kami Juga Yang Akan Menghancurkannya


__ADS_3

"Roni, ini data artis yang akan di kontrak oleh perusahaan Surendra. Tarik mereka untuk program acara kita"


Diaz memberikan daftar nama artis dan juga jadwal kegiatan perusahaan Surendra yang dikirimkan Cheva sebelumnya


"Tentu. aku akan mencari penulis skenario handal terlebih dahulu, kemudian sutradara untuk produksi film terbaru kita. Tapi jika kita menggunakan mereka semua, tentu biaya produksi yang dikeluarkan akan sangat tinggi" Roni menjelaskan kemungkinan biaya yang akan dikeluarkan nanti


"Jangan pikirkan biaya. Jika film yang kita produksi bagus, maka biaya itu akan terbayar lagi nantinya" Diaz menjelaskan dengan sikap yang tenang


"Baik, aku mengerti. Disini tertulis kalau perusahaan Surendra akan membuat acara pada minggu ini. Kota bisa membuat pesta dihari yang sama dan mengundang artis-artis serta model untuk mengumumkan kalau kita akan memproduksi film baru"


"Ya, itu ide bagus. Kamu bisa atur semuanya. Aku akan mengundang para pebisnis dan selebriti. Aku yakin tidak akan ada yang menolak jika aku yang mengundang mereka"


"Tentu saja. Menurutmu siapa yang akan berani menolak acara yang dibuat keluarga Kusuma? Ini kesempatan untuk mereka karena bisa bertemu orang-orang penting dan membentuk relasi" Roni bicara dengan sikap yang tenang


"Kalau begitu kita akan mulai mengumumkan rencana kita untuk menarik perhatian pada model dan artis papan atas" Diaz bicara dengan senyum lembut


"Ya, aku akan menghubungi pihak penerbit agar mereka mengumumkannya di media"


Roni pun beranjak dari ruangan Diaz dan melakukan apa yang ditugaskan padanya. Dia menghubungi wartawan dan membuat pengumuman di media


"Perusahaan Sanjaya akan memproduksi film terbaru dalam waktu dekat. Dikabarkan kalau film ini akan menggaet penulis dan sutradara terkenal. Mereka kini akan segera mengumumkan rencananya dan membuka audisi"


Dalam sekejap postingan itu langsung dibanjiri komentar dan menjadi trending topik.


"Benarkah akan ada audisi?"


"Wah, ini pasti akan jadi film yang keren"


***


Sementara itu di perusahaan Surendra


Tok tok tok


"Masuk!"


"Gawat pak, kita dalam masalah besar"


Asisten Adnan langsung berlari mendekat padanya


"Apa yang terjadi? kenapa kamu panik begitu?" Adnan bertanya dengan sikap yang tenang


"Silahkan lihat ini pak?" Dia menunjukkan tablet dan postingan yang ada di dalamnya


"Apa ini?"


Adnan mulai membaca isi postingan itu


"Itu berita mengenai perusahaan Sanjaya"

__ADS_1


"Lalu, apa hubungannya ini dengan kita?"


Adnan mengernyitkan dahi heran dengan maksud dari asistennya


"Yang membuka audisi adalah perusahaan Sanjaya, jadi hampir semua artis yang akan bekerja dengan kita mengatakan akan memikirkan kembali tawaran yang kita berikan. Kemungkinan mereka akan mengikuti audisi ini"


Asisten Adnan menjelaskan dengan rinci masalah yang terjadi karena postingan itu


"Bukankah kita sudah menanda tangani kontrak dengan mereka?"


"Tidak. Kita baru akan membuat kontrak. Dan semua artis yang kita undang untuk audisi memilih membatalkan audisi dengan kita"


"Lalu apa yang harus kita lakukan? Tentu kita harus mencari artis lain kan?"


Adnan tidak pernah mengelola perusahaan sebelumnya, jadi dia tidak terlalu mengerti cara menghadapi masalah seperti sekarang ini


"Kita harus kembali menghubungi artis yang akan kita ajak kerja sama dan meyakinkan mereka untuk memilih bekerja sama dengan perusahaan kita"


Asisten Adnan menjelaskan dengan detil. Dulu dia jadi salah satu asisten Galen yang membantu Rey dengan masalah perusahaan


"Kalau begitu kamu hubungi mereka dan pastikan mereka mau membaca kontrak kita terlebih dahulu. Pastikan juga acara fashion show kita minggu ini sukses. Kita sudah mengundang banyak orang penting untuk memamerkan koleksi rekan kita. Tentu kita tidak boleh membuat mereka kecewa"


Adnan terlihat sombong dan yakin dengan apa yang dia rencanakan


"Baik pak. Saya mengerti" Asisten itu pun beranjak pergi dari ruang Adnan


"Haah... perusahaan ini bisa hancur jika dia yang tangani. Pantas saja sejak dulu selalu mendiang pak Galen dan Rey yang mengontrol perusahaan ini" Guman si asisten setelah dia keluar dari ruang Adnan


***


"Zul, apa semua persiapan sudah selesai? Aku tidak ingin ada kekurangan dalam fashion show kita kali ini. Banyak tamu penting yang akan hadir dan ini juga akan jadi penentu untuk produksi terbaru kita"


Adnan bertanya pada Zul, asisten pribadinya


"Semuanya sudah saya periksa pak dan tidak ada masalah. Tapi kenapa sampai sekarang belum ada tamu yang datang? Sebentar lagi acara akan kita mulai"


Zul terlihat bingung karena belum ada tamu undangan yang datang meskipun 20 menit lagi acara akan dimulai


"Kamu benar juga. Coba periksa kenapa ini bisa terjadi!"


"Baik pak"


Zul bergegas pergi memeriksa jam saat mengundang dan menghubungi beberapa tamu undangan


"Maaf pak Zul. Saya tidak bisa menghadiri fashion show perusahaan Surendra. Saya memiliki acara mendesak yang sangat penting"


"Oh baiklah kalau begitu"


Zul pun menghubungi tamu undangan lain dan jawaban yang mereka berikan hampir sama

__ADS_1


"Maaf pak Adnan. Kita punya masalah besar lagi" Zul ragu-ragu saat hendak memberitahukan pada Adnan


"Masalah apa lagi sekarang?" tanya Adnan dengan wajah kesal


"Para tamu yang kita undang, mereka tidak bisa hadir karena memiliki acara lain"


"Apa?! kamu sudah pastikan semuanya?"


"Sudah pak"


"Satu persatu?"


"Benar pak"


"Kenapa mereka tidak bisa hadir?"


"Mereka memiliki acara lain pak. Katanya acara ini mendesak"


"Bagaimana bisa mereka semua memiliki acara di waktu yang bersamaan? Kita bisa rugi besar karena fashion show kali ini adalah untuk menarik minat mereka agar berinvestasi di produksi film terbaru kita"


Adnan terlihat bingung dengan apa yang harus dia lakukan


"Cari tahu sebenarnya apa yang terjadi hingga semua tamu yang kita undang tidak datang"


"Lalu bagaimana dengan acara kita pak? Ini sudah waktunya dimulai"


"Batalkan saja. Kita tidak mungkin mengadakan fashion show tanpa penonton"


"Baik"


Zul bergegas pergi untuk mencari informasi mengenai apa yang terjadi


"Tapi bagaimana aku bisa tahu apa yang terjadi ya?"


***


Di aula gedung perusahaan Sanjaya.


Diaz sedang menyambut tamu yang hadir dalam pesta yang dibuatnya


"Selamat malam semuanya. Terimakasih karena kalian semua telah menyempatkan hadir diacara yang mendadak ini. Alasan saya mengadakan pesta ini karena saya ingin mengumumkan secara resmi kalau perusahaan Sanjaya akan memproduksi film terbaru dalam waktu dekat. Kami juga berencana untuk menggaet penulis dan artis ternama tanah air. Karena itu pada kesempatan kali ini saya menyatakan kalau audisi pemeran resmi dibuka. Kami juga mempersilakan siapa saja untuk berinvestasi disini. Tentu kalian tahu kalau bekerja sama dengan perusahaan kami tidak akan pernah merugikan"


Aula menjadi riuh ketika Diaz mengatakan membuka investasi. Ini hal yang jarang terjadi karena biasanya perusahaan Kusuma hanya menerima investasi secara privat


"Ini kesempatan untuk kita daripada berinvestasi pada perusahaan Surendra yang belum pasti, lebih baik berinvestasi pada perusahaan Sanjaya"


"Anda benar. Ini kesempatan langka untuk bisa bekerja sama dengan perusahaan besar"


Diaz memperhatikan tamu undangan yang berbisik. Diapun dapat mendengar sebagian yang mereka bicarakan

__ADS_1


"Sepertinya ini berhasil. Adnan, lihat saja, perusahaanmu akan berada di ambang kehancuran. Dulu aku dan Cheva membantu perusahaan itu dari kehancuran karena ada Galen dan Lea. Kini mereka sudah tidak ada, jadi perusahaan Surendra juga harus hancur. Kami yang menyelamatkan perusahaan itu, kami juga yang akan menghancurkannya"


__ADS_2