
Kenzie dan Risha menghabiskan waktu makan siang mereka dengan mood yang buruk karena Lana bersikap tidak seperti biasanya. Dia terus bersikap aneh dengan memperhatikan semua tentang Kenzie dan menanyakan tentang Kenzo
"Kenzie, apa kamu mau makan ini? Biar aku kupaskan udang untukmu. O iya Kenzo juga suka udang ga?" Lana terus saja berbicara hingga membuat Kenzie yang biasanya tersenyum ramah kini mulai menekuk wajahnya dan tersenyum paksa.
"Lana sebenarnya apa yang kamu lakukan?" Kenzie masih berusaha tersenyum dengan sikap ramah padanya
"Apa maksudnya? Aku hanya ingin berbuat baik saja dengan mengupaskan udang ini" Lana tetap bersikap polos menjawab Kenzie. Risha pun terlihat mulai tidak suka dengan sikap yang ditunjukkan Lana pada Kenzie
"Zie, sepertinya sudah waktunya kita pulang? Kita masih harus les dan juga ada kegiatan yang lain. Waktu bermain kita sudah selesai" Risha berusaha menarik Kenzie agar pergi darisana dan meninggalkan Lana disana.
"Les? Kalian les apa lagi? Tempatnya dimana?" Lagi-lagi Lana menyela dan berusaha mencari tahu mengenai kehidupan mereka
"Kami punya guru les sendiri dirumah. Dan kami tidak terbiasa mengundang sembarang orang kerumah kami" Risha menjawab dengan sikap yang tenang meskipun dia terlihat sangat kesal
"Oh begitu. Padahal kita ini kan teman, tapi kenapa kalian tidak mau mengundangku kerumah kalian? Apa kalian tidak suka berteman denganku?" Lana bicara dengan raut wajah sedih dan nada bicara yang seakan ingin menangis
"Rumah kami memang tidak terbuka untuk orang luar. Orang tua kami sama sekali tidak menyukai jika ada orang luar yang sembarangan masuk kerumah. Karena itu kami lebih sering membuat acara diluar daripada dirumah" Kenzie pun berusaha menerangkan pada Lana mengenai kondisi orang tuanya
"Tapi kita kan sudah cukup lama berteman, masa kalian masih tidak memperbolehkan aku datang kerumah kalian?" Lana masih terus membujuk Kenzie dan Risha agar mengizinkannya berkunjung kerumah mereka
"Tetap tidak bisa. Ayo Zie, jika kita terlambat kakek bisa marah. Kenzo juga akan semakin marah pada kita" Risha yang sudah kesal langsung berdiri dari duduknya dan menarik Kenzie agar pergi dari sana. Kenzie pun menuruti Risha tanpa mengatakan apapun lagi pada Lana
"Tidak bisa berkunjung sembarangan orang ya? Aku pasti bisa berkunjung kerumah kalian dan bergabung dengan keluarga kalian" Gumam Lana dengan senyum yang terlihat licik
"Hah, aku tidak tahu kalau Lana itu ternyata sangat menyebalkan" Risha mengeluh pada Kenzie mengenai sikap Ilana begitu mereka keluar dari kafe
"Aku juga baru tahu kalau dia semenyebalkan itu" Kenzie pun menanggapi dengan sikap yang tenang
"Hahaha, bagaimana menurut kalian? Apa bersikap ramah dan baik hati itu menyenangkan?" Kenzie dan Risha langsung menoleh begitu mendengar ada suara orang terbahak dibelakang mereka. Disana terlihat Kenzo dengan ponsel ditangannya sudah jelas kalau Kenzo menunggu sambil bermain game
"Kenzo?! Jadi kamu belum pulang?" Tanya Risha dengan mata membelalak
"Belum, aku ingin tahu seberapa tahan kalian dengan anak yang menyebalkan seperti dia? Dia teman dekat kalian di sekolah?" Kenzo bertanya dengan sikap yang tenang namun senyum mengejek masih terlihat di bibirnya
"Jadi kamu sengaja ingin mengejek kami, hah?!" Risha terlihat kesal karena Kenzo menertawakannya
"Aku hanya ingin tahu bagaimana kalian bisa berteman dengan gadis menyebalkan seperti dia? Sudah terlihat jelas kalau dia itu tipe orang yang obsesif dan selalu ikut campur dengan urusan orang lain. Bagaimana bisa kalian tidak mengenali sikapnya padahal kalian sudah lama berteman dengannya?" Kenzo bicara dengan sikap yang dingin sambil melingkarkan kedua tangannya di dada
__ADS_1
"Ini belum lama terjadi. Dia jadi seperti ini sejak bertemu denganmu. Sejak itu sikapnya padaku jadi aneh dan dia juga selalu menanyakan tentangmu" Kenzie menerangkan pada Kenzo mengenai Lana
"Oh, rupanya begitu?" Zo menanggapinya dengan sikap yang santai hingga Zie dan Risha heran melihatnya
"Hanya begitu saja? Kamu tidak aneh dengan sikapnya?" Zie terlihat heran sekaligus kesal dengan sikap Kenzo
"Bodoh, dari situ jelas dia terobsesi pada kita. Dia melihat wajah kita yang sama persis dan sikap kita yang bertolak belakang, jadi itu menimbulkan rasa penasaran yang tinggi mengenai bagaimana cara kita memperlakukannya jika hubungan kita semakin dekat"
Risha dan Kenzie menganggukkan kepala mengerti dengan apa yang dikatakan Kenzo
"Ooh, jadi itu sebabnya sikapnya akhir-akhir ini jadi aneh pada kita?" Ujar Risha setelah mendengar penjelasan Kenzo
"Hah, dengan IQ kalian yang tinggi, bagaimana kalian tidak menyadari kepribadian orang seperti itu? Apa IQ kalian tiba-tiba jongkok?" Kenzo mengejek Kenzie dan Risha dengan senyum manis seakan dia sedang memujinya
"Zo, apa kamu tidak bisa memberitahu kami dengan cara baik-baik? Sebaiknya kamu diam saja dan tidak bicara!" Kenzie bertanya dengan wajah kesal
"Apa aku masih kurang baik? Aku memberitahumu sambil tersenyum manis seperti ini" Kenzo menjawab dengan sikap yang tenang dan menunjukkan senyum yang manis yang justru membuat Kenzie dan Risha semakin kesal
"Percuma saja kamu tersenyum kalau kata-kata yang kamu gunakan membuat orang kesal. Sebaiknya kita pulang sekarang! Kita bisa terlambat untuk jadwal les kita" Jawab Risha dengan sikap acuh tak acuh sambil berlalu daei hadapan Kenzo. Mereka pun bergegas masuk kedalam mobil
"Apa kalian masih ingin bersikap baik dan ramah pada siapapun?"
Kenzo masih terus mengejek Kenzie dan Risha yang sedang kesal dengan senyumnya yang justru terlihat aneh
***
Keesokan harinya rumah keluarga Surendra.
Hari ini Hasna dan keluarganya mengundang Johan untuk makan malam dengan keluarga mereka.
Tuut tuut tuut
Hasna sedang menghubungi Johan untuk memastikan dia datang saat makan malam nanti
"Halo, sayang" Setelah menunggu beberapa lama akhirnya terdengar suara Johan dari seberang telepon
"Halo, Johan. Apa hari ini kamu sibuk? Bukankah hari ini kamu kembali daei luar kota?" Hasna langsung bertanya untuk memastikan keberadaan Johan
__ADS_1
"Ya, hari ini aku kembali dari luar kota. Nanti malam aku akan langsung kerumahmu untuk bertemu dengan keluargamu" Johan menjawab dengan sikap yang lembut seperti biasa agar Hasna percaya padanya
"Baiklah, sampai jumpa nanti malam ya" Ujar Hasna dengan senyum merekah di wajah cantiknya
"Ya, sampai jumpa" Johan pun menutup panggilan telepon dari Hasna
"Apa kamu benar-benar akan datang ke keluarganya dan melamar Hasna?" Seperti biasa, Johan sedang menghabiskan waktu bersama Tia. Meskipun mereka belum menikah, tapi tempat tinggal mereka tidak terlalu jauh. Jadi mereka sering menghabiskan waktu bersama.
"Tentu saja tidak. Bagaimana kalau malam ini kita pergi nonton saja?" Johan mengajak Tia untuk pergi nonton dengannya nanti malam
"Tentu aku setuju" Pasangan kekasih ini pun sepakat untuk menghabiskan waktu mereka bersama nanti malam
Malam hari pun tiba. Keluarga Hasna telah menyiapkan jamuan makan malam karena akan kedatangan tamu dirumah mereka. Hasna pun telah berdandan secantik mungkin untuk menyambut Johan
"Hasna, apa kamu sudah siap?" Tanya sang ibu yang masih berdiri diambang pintu kamar Hasna
"Ya, aku akam segera kesana" Jawab Hasna singkat dengan nada yang dingin
"Baiklah mama tunggu di meja makan" Sanipun beranjak pegi meninggalkan kamar Hasna
Tak berselang lama, Hasna pun turun keruang tamu. Disana sudah ada ayah, ibu dan juga adiknya. sedangkan Astria dan sang suami masih terlihat murung karena kesedihan mereka atas meninggalnya Pras
Waktu berjalan semakin cepat, jam makan malam pun tiba, sedangkan Johan masih beoum terlihat batang hidungnya sekalipun
"Dimana pria yang kamu katakan pada papa sebelumnya?" Tanya Adnan dengan sikap yang dingin
"Mungkin sebentar lagi dia akan datang" Hasna menjawab dengan sikap yang tenang meskpiun harinya juga sedang panik
"Baiklah kita tunggu sebentar lagi!" Adnan pun mengiyakan ucapan putrinya. Waktu terus berlalu makan malam pun berakhir tanpa ada yang menyentuh makanan mereka sendiri
"Sebenarnya kapan dia akan datang?" Tanya Adnan kesal
"Aku juga tidak tahu pah, aku akan menghubunginya lagi"
Tuut tuut tuut
Hasna berkali-kali menghubungi Johan namun gagal
__ADS_1
"Aku tidak bisa menghubunginya. sepertinya ... dia tidak akan datang"