
Pak Gustian terduduk lemas karena Kenzo mengunggah vidio saat dia sedang bermesraan dengan wanita simpanannya.
"Kenapa kalian melakukan ini? Aku sudah mengklarifikasi pada reporter kalau foto Safira itu hanya salah paham. Tapi kalian malah menghancurkan nama baikku" Pak Gustian mengeluh pada Kenzo dengan sorot mata yang tajam
"Anda pikir nama baik saya bisa langsung pulih begitu saja? Kalau begitu tunggu beberapa hari saja sampai video anda viral baru kita klasifikasi, bagaimana? Bukankah dengan begitu jadi adil?" Safira tersenyum mencibir pak Gustian
"Ayo Zo, kita pergi!" Ujar Safira yang beranjak pergi dari kamar pak Gustian
"Tunggu! Tadi kamu memintaku memakai pakaian seksi untuk apa?" Safira menghentikan langkahnya dan membalikkan badan bertanya dengan tatapan heran pada Kenzo yang berada dibelakangnya
"Awalnya ingin sedikit bermain dengan pria tua itu, tapi tidak jadi. Rasanya pria bernama Gustian itu akan sangat diuntungkan jika membiarkan kamu menggodanya" Kenzo menjawab dengan tenang sambil lalu kembali melangkahkan kaki melewati Safira
"Kenapa? Kenapa kamu merasa seperti itu?" Dengan sedikit berlari Safira mengejar Kenzo untuk menyamai langkahnya
"Bukan apa-apa. Ayo cepat. Ini sudah sangat malam. Aku akan mengantarmu pulang lagi!" Kenzo tidak menjawab dan tetap melangkah pergi mendahului Safira. Jika Safira tahu saat ini wajah Kenzo sudah memerah karena malu
"Ih ada apa dengannya?" Gumam Safira melihat Kenzo yang terus menghindari pertanyaannya
***
Didalam kamar hotel pak Gustian berusaha menahan unggahan Kenzo agar tidak menyebar luas
"Tahan unggahan mengenai videoku. Itu palsu! Jangan biarkan gosip itu menyebar luas!" Ujar Pak Gustian dengan nada kesal dan panik
"Video? Video apa pak?" Tanya salah seorang wartawan media hiburan yang selalu bekerja sama dengan pak Gustian
"Itu, video yang baru saja diunggah seseorang beberapa menit yang lalu" Ujar pak Gustian lagi dengan wajah semakin kesal
"Baik pak. Kami akan segera memeriksa postingan terbaru"
"Terimakasih" Pak Gustian langsung menutup teleponnya dengan wartawan itu
"Tolong tekan video terbaru yang baru saja diunggah mengenai pak Gustian" Wartawan itu meminta seseorang disebelahnya yang merupakan seorang IT untuk memeriksa postingan terbaru yang berbentuk video
__ADS_1
"Baik" Dia pun mulai mencari video terbaru mengenai postingan terpanas pak Gustian
"Apakah yang ini?" Sang IT bertanya pada rekan wartawannya mengenai video yang dia temukan untuk mendapat kepastian
"Benar. Sepertinya yang ini. Hapus saja videonya! Eh tidak, kita salin terlebih dahulu siapa tahu nanti bisa berguna untuk kita" Wartawan itu bicara dengan senyum mencibir di bibirnya
"Baik" Si IT berusaha untuk menyalin video sebelum dihapus
"Aku tidak barhasil membuat salinanya, dan postingannya tidak bisa dihapus" IT itu berusaha berkali-kali menghapus postingan yang sedang viral itu namun tidak berhasil
"Kenpa tidak berhasil dihapus? Bagaimana bisa seperti itu?" Wartawan perempuan itu merasa aneh karena postingan mengenai pak Gustian tidak bisa dihapus meskipun sudah mencobanya berkai-kali
"Ada sandi yang melindungi postingan ini" IT itu terlihat bingung saat berusaha membuka postingan milik Kenzo
"Memang sebuah unggahan bisa dilindungi ya?" Tanya sang wartawan dengan wajah bingung
"Unggahannya memang tidak bisa tapi untuk menerobos akun ini sangat sulit" Ujar si IT yang bingung dengan pemetaan akun sosial media Kenzo
"Sudahlah, besok lagi saja kita coba. Sekarang sudah sangat malam dan aku juga sudah sangat lelah" Rekan IT-nya hanya menganggukkan kepala menanggapi ajakan dari rekannya
***
"Malam sekali, memangnya apa yang kamu lakukan?" Rendra bertanya pada Kenzo yang baru saja pulang hampir jam 12 malam
"Sedikit bermain dengan tikus got" Kenzo menjawab sambil berlalu ke kamarnya tanpa memandang Rendra sedikitpun
Rendra terlihat bingung mendengar jawaban yang diberikan Kenzo
"Tikus got? Sebenarnya apa yang membuat dia selalu bersikap seperti itu?" Yang kemudian kembali membuka laptopnya dan membaca perkembangan mengenai perusahaan miliknya
"Ah iya, aku lupa membahas pekerjaan Kenzo" Rendra baru saja ingat mengenai apa yang sebelumnya Kenzo kerjakan. Dia pun berdiri dan mulai beranjak ke kamar Kenzo
Tok tok tok
__ADS_1
"Masuk!" Kenzo langsung mempersilahkan Rendra masuk meskipun dia baru saja akan mengganti pakaiannya
"Kamu tidak malu kalau aku melihatmu tanpa pakaian?" Tdnya Rendra dengan wajah sedikit sinis
"Untuk apa malu? Toh aku hanya membuka bajuku saja, tidak dengan celanaku" Jawab Kenzo dengan sikap yang tenang
"Ada apa ke kamarku malam-malam begini? Kamu tidak bermaksud untuk tidur denganku kan?" Candaan Kenzo dengan wajah datar dan nada bicara yang dingin begitu sama sekali tidak lucu. Justru itu terdengar seperti dia sedang sangat serius
"Cih, tidak, terimakasih. Aku bukan jeruk yang suka makan jeruk. Aku ingin menanyakan perkembangan kerjasamamu dengan perusahaan asing itu, bukankah kamu sudah mulai mengembangkan software yang kamu rancang?" Tanya Rendra tanpa basa basi sama sekali
"Ya, aku sudah mulai membuatnya kami akan segera mulai pengerjaannya. Hanya saja, kamu tahu sendiri kalau aku tidak suka terikat jadi aku mengerjakannya sendiri dan sesekali aku akan datang keperusahaan itu untuk melihat hasilnya" Zo menjawab dengan sikapnya yang tenang sambil merapikan pakaiannya
"Jadi kamu sudah mulai pengerjaannya?" Tanya Rendra lagi memastikan
"Ya, aku sudah menyelesaikan proposal awal. Rancangan programnya pun sudah aku selesaikan sekarang tinggal menunggu perusahaan itu selesai dengan hasil akhir dan pemasarannya saja" Rendra menggelengkan kepalanya berkali-kali tak percaya dengan kemampuan Kenzo
"Ternyata temanku ini otaknya benar-benar sangat bekerja keras. Kamu sudah mulai menghasilkan uang sendiri dari software yang kamu rancang pada usia yang masih muda, bahkan sebelum lulus kuliah. Apa kamu akan membuka perusahaan berbasis IT sendiri setelah selesai kuliah? Perusahaan keluargamu belum ada yang bergerak dibidang IT kan?" Rendra semakin penasaran dengan apa yang akan Kenzo lakukan setelah kuliah
"Tidak untuk sekarang. Aku sedang menikmati masa-masa menjadi orang biasa. Saatnya tiba nanti aku akan muncul sebagai orang yang luar biasa. Bukan hanya dengan nama keluargaku tapi dengan namaku sendiri" Kenzo tersenyum dengan apa yang ingin dia capai
"Aku percaya padamu. Bahkan saat kamu masih jadi anak SMA saja kamu sudah berhasil menggertak keluargaku, sampai ayah dan juga kakakku langsung patuh dan tidak berani menggangguku dan mereka juga membebaskan apa yang aku ingin lakukan" Ujar Rendra dengan penuh rasa hormat
"Itu sudah bertahun-tahun lalu, kamu... benar-benar tidak ingin pulang dan melihat kondisi ayahmu saat ini? Aku yakin dia sudah sangat tua sekarang" Kenzo bertanya dengan hati-hati, tapi dia juga menunjukkan senyum yang mencibir
"Tidak untuk saat ini. Aku masih menikmati kebebasanku mengikutimu kemanapun. Aku akan terus menempel padamu seperti ekor yang tidak akan pernah putus" Ujar Rendra dengan senyum ceria
"Seperti kemampuan cicak yang melepaskan ekornya saat terancam. Aku juga bisa melepaskanmu kapan saja jika itu mendesak" Ujar Kenzo dengan tatapan sinis
"Kamu benar-benar teman tak berperasaan!"
"Perasaan hanya berguna dalam waktu tertentu saja. Jika selalu menggunakan perasaan, kamu akan kalah dalam perang"
"Terserah, yang jelas perasaanku padamu tidak akan berubah" Rendra bicara dengan senyum tipis dan alis diangkat bersamaan
__ADS_1
"Aku mulai takut saat kamu seperti ini. Cepat keluar dari kamarku!" Kenzo langsung mendorong Rendra keluar dari kamarnya