Putra Putri Sang Penguasa 3

Putra Putri Sang Penguasa 3
Pertemuan Noey Dan Rendra


__ADS_3

Kenzo bergegas pergi dari rumah sakit setelah mendapatkan perawatan. Dia mendapatkan beberapa jahitan dibagian kepalanya lalu diperban. Pemuda yang menolong Kenzo mengantarnya tanpa banyak bicara karena melihat wajah Kenzo yang terlihat sangat tegang dan juga begitu panik. Kenzo pun selama perjalan sibuk dengan teleponnya.


"Noey, aku minta tolong padamu untuk terus mengawasi kediaman Wiguna dan juga perusahaannya. Aku tidak bisa memantaunya sekarang, jadi aku minta bantuanmu" Kenzo saat ini sedang bicara dengan Noey


"Bukannya kamu yang akan melakukannya sendiri?" Noey terlihat heran karena sebelumnya Kenzo mengatakan kalau dia yang akan mnegawasi perusahaan itu sendiri


"Aku sedang dalam perjalanan menuju negara L. Kondisi pacarku sedang menurun dan aku akan menaruh perhatian penuh padanya. Aku takut jika aku tidak bisa mengawasi perusahaan itu mereka malah melakukan hal yang tidak-tidak dibelakangku" Kenzo menjelaskan dengan sikap yang tenang dan dingin


"Pacar? Kamu tidak menceritakannya padaku? Baiklah, aku akan membantumu kali ini. Meskipun aku ini asisten saudara kembarmu" Noey bicara dengan sikap yang acuh tak acuh dan juga menyindir Kenzo


"Itu tidak mempan untukku. Meskipun kamu asisten saudaraku tapi kamu tetap temanku" Zo menanggapinya dengan sikap yang dingin


"Noey, aku tutup teleponnya. Sebentar lagi aku tiba dibandara"


"Ya, baiklah. Sampai jumpa" Kenzo dan Noey pun mengakhiri panggilan telepon mereka


"Permisi. Apa anda sedang mencari asisten?" Pemuda yang menolong Kenzo bertanya meskipun dengan ragu-ragu


"Tidak juga. Aku masih bekum menemukan orang yang cocok jadi aku masih bisa mengerjakan pekerjaanku sendiri" Kenzo menanggapi dengan sikapnya tenang dan dingin


"Apa kamu tertarik jadi asistenku?" Kenzo bertanya pada pemuda yang terlihat penasaran itu


"Ehm ... apa anda menawarkan pekerjaan itu padaku?" Tanya pemuda itu lagi


"Tidak mudah menjadi asistenku. Dia harus serba bisa karena harus mengerjakan berbagai urusanku" Kenzo bicara dnegan sikapnya yang dingin


"Aku bisa melakukan apa saja untukmu" Pemuda itu bicara dengan sangat yakin


"Kamu sekolah lulusan apa?" Tanya Kenzo dengan sikap yang dingin


"Saya pernah kuliah jurusan komunikasi. Saya pernah bekerja sebagai pramugara dan sekarang saya bekerja sebagai penerjemah disebuah perusahaan"


Kenzo yang sejak tadi mendengarkan dengan tenang sambil memegangi kepalanya, kini menatap heran kepada pemuda yang sedang mengendarai mobil untuk mengantarnya ke bandara itu

__ADS_1


"Jika kamu sedang memiliki pekerjaan, kenapa kamu ingin menjadi asistenku?"


"Sebenarnya aku bukan mencari pekerjaan untukku, tapi saudaraku. Dia sudah berkali-kali melamar pekerjaan tapi selalu ditolak hanya karena catatan masa lalunya yang kelam. Padahal dia pemuda yang pintar. Dia juga baik, aku jamin kalau dia bisa membantu anda. Dia pasti akan menerima pekerjaan apapun yang anda berikan padanya. Meskipun itu hanya sebagai pengawl anda saja" Kini pemuda itu terlihat antusias saat menceritakan saudaranya.


"Masa lalu apa yang anda maksud? Tentu aku harus tahu dulu seluk beluknya sebelum aku mempekerjakan dia, iya kan?"


"Dia pernah menjadi pemimpin ketua genk. Dia jiga sempatdi penjara. Tapi itu dulu, sekarang dia sudah bertobat dan ingin mejadi orang baik. Hanya saja orang disekitarnya tidak selalu menerima niat baiknya. Dia selalu dikucilkan, dan masa lalunya yang suram itu membuat orang lain tidak percaya padanya" Pemuda itu bercerita dengan raut wajah sedih


"Lalu apa kamu percaya kalau dia sudah berubah?"


"Tentu saja aku percaya. Aku tahu betul bagaimana dia. Jika dia sudah bertekad, maka dia akan melakukannya dengan baik" Dia kembali menjawab dengan sangat yakin


"Aku harus bertemu dulu dengannya, baru aku akan mempertimbangkan pekerjaan apa yang cocok untuknya. Ini kartu namaku, nanti kamu bisa memintanya menghubungiku. Tapi urusanku di negara L sepertinya memakan waktu cukup lama jadi kamu bisa minta dia mengirimkan CV miliknya melalui emailku. Nanti kuberikan alamat emailnya ketika dia menghubungiku"


Pemuda itu tersenyum mendengar kalau Kenzo akan memberikan pekerjaan pada saudaranya


"Terimakasih. Terimakasih banyak"


"Tidak masalah apapun itu. Dia pasti akan senang. Oh kita sudah sampai. Nanti aku akan memberikan kartu nama ini padanya"


"Ya. Terimakasih karena telah membantuku" Kenzo pun hendak turun dari mobil namun kepalanya terasa berat dan sakit


"Apa anda baik-baik saja. Perlu saya antar ke dalam?" Pemuda itu terlihat khawatir pada Kenzo hingga dia kembali menawarkan bantuan


"Tidak perlu. Aku bisa sendiri. Sekali lagi terimakasih karena telah membantuku" Kenzo bicara dengan sikap yang tenang dan penuh wibawa


"Ya, tidak masakah. Hati-hati dalam perjalanan anda"


"Ya sampai jumpa" Kenzo pun melangkahkan kaki ke bandara dengan gagah meskipun kepalanya menggunakan perban dan ada bercak darah dijasnya, namun Kenzo tidak mempedulikan itu. Tujuannya hanyalah ingin secepatnya bertemu dengan Safira


***


"Hmn... jadi tuan muda ini benar-benar sudah pulang kerumah?"

__ADS_1


Noey berdiri didepan perusahaan Rendra dengan bersandar pada tiang dan kedua tangan dilipat didada. Dia datang ke perusahaan Rendra setelah dia selesai bekerja. Dia meminta izin pada Kenzie untuk pulang lebih cepat agar bisa menemui teman lama yang katanya sakit


"Noey? Kamu disini? Bagaimana kamu bisa tahu kalau aku sudah kembali ke perusahaan ini?" Rendra cukup terkejut melihat Noey. Mereka memang sudah lama tidak bertemu semenjak lulus sekolah karena dia memilih melanjutkan kuliah diluar negri untuk menghindari mendiang ayahnya


"Kenzo yang memberitahuku semua tentangmu. Aku tidak menyangka kalau omnya Bastian bisa melakukan itu. Sepertinya dia memang memiliki Obsesi untuk melenyapkanmu" Noey bicara dengan sikap yang sinis


"Sudahlah, ayo ikut kerumahku. Kita bicara saja disana. Lagipula sudah lama kita tidak bertemu. Tidak mungkin kalau kita berbincang seperti ini kan?" Rendra bertanya dengan senyum tipis dibibirnya


"Baiklah, aku terima undangan sahabat lamaku" Noey menanggapi dengan senyum manis dan nada bicara yang tenang. Mereka pun bergegas pergi dari perusahaan Rendra dan pulang kerumahnya


"Tapi Noey, ada yang aneh dengan penampilanmu. Kenapa kamu menggunakan jas rapih begitu? Apa kamu bekerja disalah satu perusahaan? Tapi yang aku ingat … kamu paling tidak suka bekerja dengan orang lain. Apalagi harus terikat dengan banyak orang" Rendra pun bicara pada Noey dengan raut wajah bingung dan dahi yang berkerut


"Ini semua karena Kenzo. Dia yang memaksaku untuk jadi asisten saudara kembarnya" Wajah Noey terlihat kesal saat dia membicarakan apa yang diminta Kenzo padanya


"Kenzo? Apa yang dilakukan? Dia tidak menceritakan apapun tentangmu padaku" Rendra semakin bingung dengan apa yang dikatakan Noey padanya


"Dia menghubungiku dan memintaku bekerja sebagai asisten Kenzie. Aku sudah menolaknya tapi dia tetap bersikeras memintaku menjadi asisten Kenzie" Noey bercerita dengan malas dan nada yang mencibir.


"Ya … mungkin memang hanya kamu yang pantas menjadi asisten Kenzie. Kamu tahu sendiri kalau Kenzo selalu bisa mengerjakan pekerjaannya sendiri. Mungkin sesekali saja dia menghubungi kita untuk meminta bantuan" Rendra menanggapi dengan sikap yang tenang. Dia berusaha meyakinkan Noey kalau apa yang jadi keputusan Zo adalah tepat untuk mereka


"Entahlah, mungkin juga.. Oh iya, saat ini dia sedang pergi ke negara L. Katanya kondisi pacarnya drop. Memang Kenzo punya pacar? Siapa pacarnya?" Noey terlihat penasaran dengan pacar Kenzo


"Ehm... ya, dia memang punya pacar. Dan saat ini pacarnya sedang menerima perawatan dinegara untuk kesembuhannya" Rendra bicara dengan kepala tertunduk sedih membayangkan Kenzo


"Memangnya sakit apa? Dan siapa pacarnya?" Noey semakin penasaran dengan siapa pacar Kenzo


"Kamu tahu artis muda yang bernama Safira?"


"Ya. Tentu saja aku tahu. Artis muda yang cantik dan bisa melakukan apa saja. Baik itu akting, modeling ataupun bernyanyi. Tapi … apa hubungannya pacar baru Kenzo dengan Safira?"


"Dia adalah pacar Kenzo dan sekarang ini dia sedang melakukan perawatan untuk kesembuhanya" Rendra terlihat tenang dengan raut wajah sedih memikirkan Kenzo


"Apa? Safira adalah pacar Kenzo? Artis muda yang cantik itu pacar Kenzo?"

__ADS_1


__ADS_2