Putra Putri Sang Penguasa 3

Putra Putri Sang Penguasa 3
Kehancuran Perlahan


__ADS_3

Hasna menahan lengan Tia yang sudah terangkat dan hendak menampar rekan kampusnya itu


"Kenapa kamu membelanya?! Dia itu menjelekkanmu! Harusnya kamu melawan mereka!" Tia berusaha  meyakinkan Hasna agar membela diri dan tidak diam saja


"Tidak perlu mempedulikan mereka. Lagipula belum tentu mereka lebih baik dariku" Hasna tersenyum ketir saat meyakinkan Tia


"Sudahlah, terserah kamu saja. Aku mau pergi ke kelas" Tia yang kesal meninggalkan Hasna dan berjalan menuju kelasnya. Hasna tidak tahu kalau saat Tia membalikkan badannya dia tersenyum mencibirnya


"Tia, tunggu aku!" Teriak Hasna yang kemudian mengikuti Tia dibelakangnya. Semua orang masih memandang mereka, namun Hasna tidak peduli dan terus berbincang dengan Tia


***


Disekolah Kenzie


Risha dan kenzie sedang duduk bersama sambil membaca materi yang akan dipelajari


"Hai, kalian berdua serius sekali. Ini aku bawakan cemilan untuk kalian. Masih belum ada guru yang datang, jadi tidak masalah jika membaca sambil makan" Ilana datang mendekati mereka berdua dengan beberapa makanan ringan yang dibawa dalam kantong plastik


"Terimakasih. Tapi kami tidak biasa melakukan itu" Kenzie menolak Ilana dengan senyum yang ramah


"Kalau kamu tidak mau, maka buatku saja. Bolehkan Lana?" Risha mengambil cemilan yang diberikan Alana dengan senyum yang ceria


"Tentu saja. Aku membawanya untuk kalian berdua" Ilana menunjukkan senyum yang terpaksa pada Risha


"Terimakasih" Risha dan Kenzie menyadari senyum itu namun mereka hanya saling menatap kemudian mengabaikannya


"Kenapa kalian sangat serius sekali? Teman-teman yang lain sangat santai sebelum mulai belajar. Apa kalian memng perlu membacanya dengan sangat teliti?" Lana bertanya dengan rasa penasaran yang tinggi dengan jawaban yang akan diberikan Kenzie, matanya terus menatap wajah Kenzie yang sangat tampan


"Kami memiliki alasan kami sendiri dan tentu saja ini adalah taruhan kami bertiga" Risha sedikit menjelaskan dengan senyum ramah


"Kalian bertiga? Maksudnya dengan Kenzo juga?" Lana semakin penasaran dengan apa yang dimaksud Risha. Tentunya dia penasaran karena ini berhubungan dengan Kenzo dan Kenzie

__ADS_1


"Tentu saja. Kami selalu bertaruh dengan nilai yang paling tinggi. Ini kesempatanku untuk meminta sesuatu dari Kenzo" Risha tersenyum menyeringai memikirkan apa yang akan dia minta saat nilainya lebih tinggi dari Kenzo


"Memang kamu bisa mengalahkannya? Mengingat selama ini nilaimu selau dibawah kami" Kenzie bicara dengan sikap yang tenang sambil terus membaca buku pelajarannya dan hanya sedikit menoleh sebelum dia kembali fokus pada bukunya


"Setidaknya aku selalu berusaha. Kamu juga tidak pernah bisa mengalahkan Kenzo" Risha mencibir Kenzie karena dia juga tidak pernah bisa mengalakan Kenzo


"Kamu benar. Itu membuatku kesal, meskipun kami kembar tapi kemampuanku tidak bisa sama dengannya. Dia benar-benar sigila sempurna" Kenzie membenarkan sikap Kenzo yang harus selalu sempurna dalam segala hal


"Pffttt. Maaf-maaf, sepertinya kalian ini memiliki hubungan yang sangat  baik. Aku senang melihatnya" Lana menertawakan sikap Risha dan Kenzie


"Tentu saja. Kami ini kan saudara. Tidak mungkin hubungan kami rusak begitu saja" Risha menjawab dengan ceria sambil menyandarkan kepala di bahu Kenzie


"Memangnya Kenzo sekolah dimana? Yang aku tahu itu setiap anak kembar tidak pernah ingin dipisahkan satu-sama lain. Tapi kenapa kalian malah tidak bersama?" Lana terus mengulik informasi mengenai Kenzo. Dia terlihat sangat penasaran dengannya. Kenzie dan Risha saling menatap satu sama lain karena Lana terus saja membicarakan Kenzo


"Kenapa kamu selalu menanyakan Kenzo?" Kenzie meletakkan bukunya dan bertanya dengan wajah serius pada Lana


"Tidak ada, aku hanya ingin tahu saja. Sebelumnya kalian telah menolongku, jadi aku merasa berhutang budi pada kalian. Aku ingin mentraktir kalian makan bersama" Dengan senyum kaku Lana berusaha membuat alasan agar bisa tahu dimana sekolah Kenzo


"Ah benar, Zie. Siang ini kita ada janji makan dengan Kenzo. Jangan sampai terlambat! kalau tidak kamu tahu sendiri kan apa akibatnya?" Risha mengingatkan Kenzie kalau mereka sudah janji makan bersama Kenzo untuk mengganti janji mereka yang tertunda sebelumnya


"Siap bos!" Risha menyetujui apa yang disarankan Kenzie


"Ehm ... bolehkan aku ikut dengan kalian?" Dengan nada yang ragu dan pelan, Lana menyela dan ingin ikut dengan acara mereka. Dia menunjukkan wajah polos untuk mengambil simpati Kenzie dan Risha


"Maaf Lana. kami tidak bisa mengajakmu. Kenzo tidak pernah suka jika ada orang lain yang bergabung dengan acara kami" Dengan wajah penuh penyesalan Kenzie menolak keinginan Lana


"Oh begitu. Ya sudah tidak apa. Kita bisa makan bersama lain kali" Lagi-lagi Lana menunjukkan senyum terpaksa. Kini terlihat lebih jelas kalau dia sangat kecewa


***


Adnan sedang berada di kantornya menyelesaikan dokumen yang menunpuk diatas meja kerjanya, sedangkan asistennya sedang sibuk dengan telepon untuk menanggapi akibat dari skandal yang dibuat Hasna semalam.

__ADS_1


"Pak, perusahaan kita sudah tidak bisa tertolong lagi. Bank akan menyita semuanya dalam waktu 1 minggu jika kita tidak membayar tunggakan" Adnan terdiam mendengarkan ucapan asistennya


"Pak, apa anda mendengarkan saya?" Asistennya bertanya dengan ragu untuk memastikan


"Tentu saja aku mendengarmu! Jadi diamlah, aku sedang berpikir!" Bentak Adnan dengan sangat kasar


"Sial! … sial! … aku tidak bisa menemukan jalan keluarnya. Bagaimana aku bisa menyelesaikan masalah ini?!" Adnan terlihat semakin kesal. Berkali-kali dia memegangi kepalanya karena pusing


"Aku akan keluar dulu untuk mencari udara segar. Kamu selesaikan saja pekerjaanmu!" Adnan beranjak dari tempat duduknya dan berlalu pergi meninggalkan semua kekacauan di kantornya


"Beginilah jadinya jika orang serakah tanpa kemampuan apapun memegang kendali perusahaan. Hanya akan jadi bom waktu yang bisa meledak kapan saja!"


***


Sementara itu Cheva kembali berkunjung kerumah sakit untuk menemui Pras


Tok tok tok


Tanpa menunggu izin untuk masuk Cheva langsung membuka pintu


"Rupanya tuan muda kita masih beristirahat ditempat tidur. Sampai kapan kamu akan terus bersantai seperti itu? Oh aku lupa kalau sekarang kamu hanya bisa duduk saja" Dengan senyum tipis dan nada bicara yang tenang, Cheva bicara pada Pras


"Untuk apalagi kamu datang kemari?! Kamu belum puas melihatku begini? Masih ingin menertawakanku?!" Pras terlihat sangat kesal dan penuh amarah


"Tenang dulu. Aku hanya ingin memberikan dukungan semangat untukmu. Meskipun kamu tidak punya kaki dan tidak bisa hidup mewah tapi kamu harus tetap bertahan hidup. Kamu masih tergolong orang yang beruntung karena hanya kaki saja yang diambil bukan nyawamu yang melayang karena kecelakaan itu" Dengan nada bicaranya yang khas Cheva menyudutkan Pras


"Apa maksudmu?" Pras mengernyitkan dahi karena bingung mendengar apa yang dikatakan Cheva


"Kamu tidak tahu kalau perusahaan Surendra sedang berada dalam krisis? Ditambah lagi dengan masalah yang dibuat Hasna … sepertinya perusahaan itu tidak akan tertolong" Pras terlihat semakin bingung dengan perkataan Cheva


"Maksudku, kamu harus bersyukur meskipun nantinya kamu harus pergi kesana kemari dengan menggunakan kendaraan umum, atau berkeliaran di jalan tanpa tujuan maupun tempat tinggal, mungkin juga mencari makanan sisa dari tumpukan sampah. Kamu harus tetap menghargai itu karena itu adalah hadiah yang diberikan keluargamu"

__ADS_1


"Keluargaku?"


"Ya keluargamu. Hanya demi memiliki harta, ibu dan pamanmu itu merencanakan kecelakaan Galen dan Rey bahkan adikku Lea juga ikut jadi korban. Sekarang, setelah mereka mendapatkan hartanya … mereka bahkan tidak bisa mempertahankan perusahaan yang sebelumnya sangat mereka inginkan. Bukankah itu lucu? Kamu pun akan merasakan akibatnya. Pemuda yang dulu bisa melakukan apa saja dengan harta keluarga yang dia pamerkan, sekarang cacat dan tidak bisa melakukan aktivitas apapun secara normal. Bagaimana kamu akan beradaptasi dengan hidup barumu? Tanpa kaki dan tanpa uang"


__ADS_2