Putra Putri Sang Penguasa 3

Putra Putri Sang Penguasa 3
Kebingungan Kenzo


__ADS_3

"Sayang, bagaimana kabarmu? Apa hasil pemeriksaan kemarin?" Kenzo sedang melakukan video call dengan Safira


"Aku baik-baik saja dan hasinya juga bagus, tidak ada yang perlu dikhawatirkan. Aku hanya kelelahan saja dan butuh banyak istirahat" Safira menjawab Kenzo dengan senyum lembut dibibirnya


"Apa kamu serius? Wajahmu tidak terlihat baik sama sekali" Kenzo memicingkan matanya dan memandang Safira dengan tatapan tak percaya


"Aku benar-benar tidak papa. Zo, apa urusanmu disana masih lama? Aku merindukanmu" Safira tersenyum tipis menggoda Kenzo dengan nada manja


"Mungkin seminggu lagi. Aku disini hanya seminggu. Setelah itu aku akan pulang. Aku juga sangat merindukanmu. Padahal baru juga 2 hari jauh darimu, tapi rasanya aku sudah melewati berminggu-minggu tanpamu" Kenzo mengatakan kata-kata yang manis tapi ekspresinya benar-benar tidak manis sama sekali.


"Benarkah? Rasanya tidak sabar menunnggumu kembali kemari. Setelah kamu pulang, ada sesuatu yang ingin aku bicarakan denganmu setelah kamu kembali nanti"


"Hmn ... apa itu? Sepertinya sangat penting?" Dahi Kenzo terlihat berkerut karena dia penasaran dengan apa yang akan dibicarakan Safira padanya


"Tentu saja ini masalah penting. Karena itu aku ingin membicarakannya denganmu"


"Kenapa tidak katakan sekarang saja? Toh aku sedang bertatapan mata denganmu sekarang" Kenzo menggoda Safira dengan senyum yang manis agar dia mau memberitahunya sekarang


"Tidak bisa. Aku akan bicara denganmu setelah kamu pulang dan aku juga ingin menghabiskan waktu lebih banyak denganmu"


"Hmn ... baiklah, aku tidak akan memaksamu lagi. Sepertinya aku tidak bisa bersabar, aku harus cepat pulang agar bisa menghabiskan waktu lebih lama denganmu"


"Aku harus pergi dengan Tiara sekarang. Kamu hati-hatilah disana"


"Kamu juga hati-hati, jangan terlalu lelah dan kamu masih butuh banyak istirahat"


"Iya aku mengerti. Sampai jumpa"


"Sampai jumpa"


Kenzo dan safira pun menutup panggilan telepon mereka. Setelah selesai menghubungi Safira, Kenzo kembali ke kamar Rendra dengan raut wajah yang tiba-tiba berubah aneh.


"Kenapa kamu terlihat linglung begitu? Apa ada yang salah?"


Saat ini Kenzie dan Meisya sudah pulang, tinggal Risha yang berada dikamar rumah sakit menunggu Rendra. Rendra terlihat heran melihat Kenzo yang baru saja kembali, wajahnya ditekuk dan dia terus memiringkan sedikit kepalanya seakan memikirkan sesuatu.


"Aku hanya merasa bingung. Ada apa dengan Safira ya? Aku merasa akhir-akhir ini dia bersikap aneh. Sebelumnya dia membicarakan tentang cinta dan jarak, sekarang dia bilang ada yang ingin dia bicarakan setelah aku kembali. Aku benar-benar tidak mengerti"


Rendra dan Risha pun saling menatap satu sama lain mendengar cerita Kenzo. Mereka juga berusaha mencari kemungkinan yang ada pada siutuasi yang dihadapi Kenzo.


"Apa kamu melakukan kesalahan? Mungkin dia ingin putus?" Tanya Risha pada Kenzo.


Dahi Kenzo semakin mengkerut heran dengan pertanyaan Risha


"Mana mungkin. Aku tidak melakukan kesalahan apapun dan kalian lihat sendiri kalau hubungan kami baik-baik saja" Jawab Kenzo dengan tegas.


"Apa dia ada jadwal di luar kota atau luar negeri yang mengharuskannya pergi lama?" Kini Rendra yang mencoba menerka situasi.


"Tidak ada. Aku tahu jadwal Safira. akhir-akhir ini dia tidak mengambil banyak tawaran pekerjaan karena kesehatannya sedang tidak baik"

__ADS_1


"Kalau begitu apa yang terjadi?"


Kenzo, Rendra dan Risha akhirnya semua terdiam dan sama-sama berpikir tentang kemungkinan yang terjadi pada Safira


"Ah mungkin dia bosan padamu" Rendra sedikit berteriak disaat mereka bertiga sedang serius berpikir dan itu membuat Kenzo dan Risha terkejut.


"Konyol, kamu mengatakan hal yang mustahil!" Kenzo menjawab dengan kesal


***


Kenzie dan Meisya langsung pergi ke kantor setelah mengetahui kondisi  Rendra sudah membaik.


"Sya, kenapa kamu seperti buronan begitu? Apa ada yang salah?" Kenzie mnggoda Meisya yang berusaha bersembunyi dengan mengendap dan menoleh kesana kemari seakan menghindari sesuatu.


"Kamu tidak mengerti. Aku bisa diserbu karyawan  wanita dikantor ini jika mereka tahu aku datang denganmu" Meisya menjawab dengan ekspresi waspada. Kenzie hanya bisa mengusap keningnya sendiri sambil melihat kelakuan pacar yang baru ia akui itu.


"Apa aku sangat mempesona atau aku sangat menyeramkan?" Kenzie menanggapi dengan santai apa yang dikatakan Meisya. Dia sama sekali tidam serius dengan apa yang Meisya katakan.


"Bagi orang lain mungkin kamu terlihat mempesona, tapi bagiku kamu terlihat sangat menyeramkan" Meisya kembali menjawab dengan sikap yang masih waspada


"Sudahlah, siapa yang peduli. Yang pasti aku datang  ke kantor bersama pacarku, bukan bersama seorang pencuri"


"Ehh ... tunggu" Kenzie langsung menggandeng tangan Meisya dan membawanya naik keruang kerja mereka. Tentu saja tangan Kenzie yang menggandeng Meisya membuat mereka jadi pusat perhatian


"Itu pak Kenzie dan Meisya …"


"Mereka berdua …"


"Haish, ini semua gara-gara kak Kenzie. Aku kan sudah bilang kalau kita bersikap biasa saja saat dikantor. untuk apa kak Kenzie malah menggandeng tanganku?" Meisya menggerutu kesal ketika mereka sudah memasuki kawasan produksi.


"Yaah mau bagaimana lagi, aku tidak berniat untuk sembunyi-sembunyi" Kenzie menanggapi Meisya dengan sikap yang tenang tak berdosa


"Haah, kamu dan saudara kembarmu itu sama-sama menyebalkan" Meisya yang kesal pada Kenzie langsung pergi ke meja kerjanya dan mengabaikan Kenzie


"Kenapa jadi dia marah-marah padaku?"


***


Fredi sedang menikmati harinya sebagai pemimpin perusahaan. Dia duduk dengan tenang sambil menghubungi teman-temannya


"Ya, aku tidak bisa menghabiskan waktu dengan kalian sekarang. Aku sibuk" Fredi bicara dengan sikap yang sombong


"Sibuk? Memangnya sibuk apa kamu?" Tanya teman Fredi dari ujung telepon


"Aku sekarang jadi direktur utama di Dirga Electronik. Jadi pekerjaanku sangat banyak"


"Direktur utama? Kamu?" Teman Fredi terdengar tak percaya dengan apa yang dia katakan


"Tentu saja aku serius. Kamu pikir aku berbohong padamu?" Fredi bersikeras meyakinkan temannya kalau dia adalah pemimpin perusahaan

__ADS_1


"Bukan begitu, hanya saja … yang aku tahu direktur utama perusahaan Dirga Electronik adalah putra kedua pak Dirga, Rendra Adelio Dirga, bagaimana kamu bisa jadi direktur utama disana?" Teman Fredi semakin meragukan apa yang dikatakan Fredi


"Kalau kamu tidak percaya, datang saja kemari. Kamu bisa melihat langsung bagaimana pekerjaanku disini"


"Apa aku benar-benar boleh datang kesana? itu perusahaan berkelas dan tidak sembarangan orang bisa masuk kesana kecuali dia seorang karyawan"


"Tentu saja kamu boleh datang kemari. Kamu adalah teman dari direktur utama. Tidak ada yang bisa melarangmu masuk" Fredi bicara dengan sangat yakin


"Baiklah, aku akan membawa beberapa orang kesana. Sekaligus ingin membicarakan mengenai undangan balapan liar 3 hari lagi. Hadiahnya cukup menggiurkan, dia menawarkan 500jt untuk siapapun pemenangnya" Teman Fredi menjelaskan ajakan balap yang ditawarkan Kenzo


"Benarkah, kalau begitu aku harus ikut. Jam berapa balapannya dimulai dan dimana lokasinya?" Fredi kini penasaran dengan balapan yang dikatakan temannya


"Balapan dimulai sekita pukul 10 malam di ujung jalan menuju perbukitan"


"Aku pasti akan memenangkan balapannya"


"Sudahlah kita bahas nanti. Aku kesana sekarang "


"Ya, aku tunggu disini. Sampai jumpa"


"Balapan liar ya? Aku tidak sabar mengikutinya, hadiahnya bisa aku gunakan untuk bersenang-senang dengan para gadis"


Brum brum brum


Tak lama berselang, teman-teman Fredi tekah sampai dan membuat kebisingan di sekitar kantor


"Maaf, ada perlu apa kalian kemari? Ini bukan lokasi untuk melakukan trek liar!" Bagian keamanan bicara baik-baik dengan melarang mereka masuk


"Kami sudah membuat janji dengan direktur utama perusahaan ini" Rekan Fredi menjawab dengan tenang


"Tapi pak Rendra sedang tidak ada ditempat" Bagian keamanan tidak tahu kalau Fredi menjadi direktur sementara


"Bukan Rendra tapi Fredi"


"Ada apa ini?" Alan yang mendengar keributan langsung turun ke bawah untuk melihat situasi


"Pak Alan, mereka bilang memiliki janji dengan direktur utama kita. Bapak yakin?" Tanya keamanan pada Alan


"Maaf, tapi ini jam kerja. Pak Fredi sedang sibuk. Anda semua tidak bisa mengganggunya" Alan dengan tegas menolak teman-teman Fredi untuk masuk


"Kenapa kamu menghalangi mereka? Aku sudaj mengizinkan mereka untuk masuk" Semua menoleh mendengar suara Fredi


"Maaf pak Fredi, pekerjaan anda masih banyak. Anda tidak bisa menghabiskan waktu dengan mereka disaat jam kerja" Alan tetap tegas dengan pendiriannya


"Kamu itu hanya sekertaris, tidak usah mengaturku!" Ujar Fredi kesal


"Jika anda tidak mendengarkan saya maka sudah pasti akan terjadi kekacauan di perusahaan ini!"


"Berhenti bicara. Ayo semuanya, kita masuk!" Fredi tetap membawa teman-temannya masuk dan membuat keributan diruang kerjanya

__ADS_1


"Bagus kamu tidak mendengarkan aku. Ini malah bangus untuk pak Kenzo" Pikir Alan melihat sikap Fredi


__ADS_2