Putra Putri Sang Penguasa 3

Putra Putri Sang Penguasa 3
Kenzo Sakit


__ADS_3

Kenzo sedang beristirahat dikantornya setelah dia kembali dari kantor Steve. Dia berbaring di sofa sambil memejamkan mata dengan tangan menutupi matanya.


"Pak, apa perlu saya panggilkan dokter? Atau kita pergi kerumah sakit saja?" tanya Zack yang terlihat khawatir dengan keadaan Kenzo sekarang.


"Aku tidak papa, hanya butuh istirahat saja. Tolong bawakan aku obat demam" ujar Kenzo pada Zack tanpa melihat wajahnya.


"Baik, Pak" Zack pun beranjak pergi dari ruangan Kenzo dengan sangat hati-hati.


Kenzo tidak ingin ada siapapun yang tahu kalau sekarang dia sedang sakit. Namun dia lupa kalau sekarang dia sudah memiliki istri yang bisa menghubunginya kapan saja


Drrt drrt drrt


"Ada apa, sayang?" tanya Kenzo dengan nada bicara yang lemah dan suara sedikit serak.


"Tidak ada apa-apa. Apa yang sedang kamu lakukan? Apa kamu sangat sibuk?" Safira balik bertanya pada Kenzo kemudian mengernyitkan dahi mendengar suara sang suami yang terdengar lemah dan sedikit serak.


"Tentu saja aku sedang bekerja" jawab Kenzo dengan nada yang acuh tak acuh dan sikap yang tenang. Dia berusaha menyembunyikan apa yang dia rasakan saat ini.


"Hemn ... ya sudah kalau begitu. Sampai jumpa, sayang" ujar Safira yang langsung menutup teleponnya. Namun dia langsung menghubungi asisten Kenzo


Tuut tuut tuut


"Halo, Bu". Tidak perlu menunggu lama untuk Safira bicara dengan asisten Kenzo


"Zack, apa yang terjadi pada suamiku?" tanya Safira dengan panik dan khawatir.


"Ehm … itu … badan pak Kenzo sedikit demam. Tapi saya sudah memberikan beliau obat, jadi anda tidak perlu mengkhawatirkan apapun" Safira mengernyitkan dahi mendengar Kenzo sakit. Dia terdiam sesaat sebelum menanggapi Zack.


"Aku akan pergi kesana sekarang!" ujar Safira yang langsung menutup teleponnya tanpa menunggu tanggapan dari Zack


"Ada apa dengan Kenzo ya? Sejak kapan dia sakit? Jangan-jangan semalam …" Safira terus bergumam memikirkan Kenzo. Dia tidak tahu kapan Kenzo sakit dan Kenzo juga tidak menunjukkan tanda apapun. Safira langsung berkendara dengan cepat menuju kantor sang suami.


Setelah menempuh perjalanan beberapa lama, Safira akhirnya tiba dikantor Kenzo. Dia berjalan dengan langkah yang terlihat anggun. Kacamata hitam dan maskernya tidak bisa menutupi kecantikan wajahnya.


"Permisi, saya ingin bertemu dengan pak Kenzo" ujar Safira pada resepsionis yang bertugas


"Maaf, apa anda sudah membuat janji? Dan masker anda …" tanya resepsionis pada Safira. Dia pun meminta Safira menurunkan maskernya

__ADS_1


“Katakan saja kalau Safira datang kemari” ujar Safira dengan sikap tenang dan masker yang diturunkan, yang menunjukkan wajah cantiknya. Safira terlihat khawatir dan tidak sabar lagi untuk segera menemui Kenzo. Mengingat karena sekarang ini sang suami sedang tidak enak badan.


“Bisakah kamu lebih cepat menghubunginya?” pinta Safira lagi yang semakin tidak sabar karena resepsionis itu terus saja menatap wajahnya.


“Mohon tunggu sebentar” jawab resepsionis lagi yang berusaha menghubungi asisten Kenzo


“Halo”. Akhirnya Zack menerima telepon dari resepsionis itu


“Maaf Pak Zack, ada tamu yang datang untuk bertemu dengan pak Kenzo”. Resepsionis itu bicara dengan sopan pada Zack


“Siapa dia?” tanya Zack dengan sikap yang tenang dan sopan


“Dia ... Bu Safira, artis itu” ujar resepsionis memberitahu Zack agar dia dapat mengenalnya.


“Ah, aku akan segera turun sekarang!”. Zack terlihat terkejut dan langsung menutup teleponnya, lalu bergegas turun agar bisa menemui Safira dengan cepat


Tak berapa lama Zack terlihat turun kelobby dengan langkah cepat dan berjalan menghampiri Safira


“Bu Safira!” panggil Zack setelah melihat Safira yang berdiri dengan gelisah.


“Zack, bagaimana keadaan Kenzo? Apa demamnya parah?” Safira langsung menghampiri Zack dengan wajah panik


melarang saya untuk mengganggu istirahat beliau” Zack menjelaskan dengan tenang sambil berjalan menuju ruangan Kenzo diikuti Safira yang berjalan dibelakangnya.


Banyak karyawan yang membicarakan Safira setelah mereka melihat artis cantik itu berjalan dari meja resepsionis


“Bukannya itu Safira? Apa yang membawanya kemari?” tanya seorang karyawan pada gadis resepsionis yang berjaga.


“Dia ingin menemui pak Kenzo”. Sang resepsionis yang tadi melayani Safira menjelaskan dengan sikap yang tenang sambil mengerjakan pekerjaannya.


“Kamu tahu ada hubungan apa diantara mereka berdua?”


“Entahlah. Tapi sepertinya hubungan mereka sangat dekat”


“Waah beruntungnya dia bisa dekat dengan pak Kenzo. Aku jadi iri"


“Aku juga sama. Siapa yang tidak mendambakan pria seperti pak Kenzo? Dia muda, tampan,

__ADS_1


kaya dan tentunya cerdas”


“Kamu benar. Dia memang laki-laki idaman para wanita”


“Ya, pasti akan sangat membahagiakan jika punya pendamping seperti dia”


“Berhentilah bermimpi! Sekarang pria idaman para gadis itu sedang dekat dengan artis muda


yang cantik. Bahkan kalian tidak bisa dibandingkan dengannya”


“Ya, kamu benar. Mereka memang pantas untuk bersama". Akhirnya para karyawan Kenzo berjalan kembali menuju bagian mereka masing-masing .


Tok tok tok


"Sayang, apa kamu baik-baik saja?" Safira mengetuk pintu dan langsung masuk tanpa menunggu tanggapan dari Kenzo


"Fira, kenapa kamu ada disini?". Kenzo terlihat terkejut melihat kedatangan sang istri. Dia langsung berusaha bangun dan duduk


"Kenapa kamu tidak bilang padaku kalau kamu sakit? Kamu tidak menghargai aku? Aku ini istrimu, kamu bisa mengatakan apapun padaku!" Safira terlihat kesal karena Kenzo tidak mengatakan apapun mengenai sakitnya


"Aku tidak papa. Ini hanya sakit ringan saja" Kenzo menanggapi dengan sikap yang tenang dan senyum tipis dibibirnya. Meskipun wajahnya sedikit pucat dan tubuhnya lemah, namun dia sama sekali tidak ingin menunjukkannya pada siapapun


"Zo, aku tahu kalau kamu harus terlihat kuat agar tidak ada yang meremehkanmu, tapi kamu bisa menunjukkan sisi terlemahmu padaku, karena aku pendampingmu. Aku yang akan menemanimu sampai kapanpun. Baik itu susah ataupun senang. Kamu selalu ada untukku selama ini, bahkan saat aku terpuruk sekalipun, jadi biarkan aku merawatmu dan menjadi sandaran untukmu" Safira meluapkan kekesalannya pada Kenzo dan mulai menitikan air mata melihat Kenzo yang saat ini lemah


"Baiklah, maafkan aku. Aku hanya terbiasa melakukan ini sendiri dan tidak terbiasa menunjukkan kelemahanku pada orang lain. Lain kali aku akan menceritakan semuanya padamu. Jadi ku mohon, jangan menangis lagi. Aku tidak bisa melihat air mata berhargamu jatuh karena hal seperti ini" Kenzo bicara sambil mengusap lembut air mata dipipi Safira


"Kamu janji ya. Awas saja jika kamu mengingkarinya". Safira bicara dengan nada sedikit mengancam dan bibir mengerucut karena kesal pada Kenzo


"Iya, aku janji tidak akan ada lain kali seperti ini lagi". Kenzo tersenyum lembut menanggapi kekesalan Safira


"Apa kamu ingin makan sesuatu? Aku akan minta Zack untuk mencarikannya" ujar Safira dengan penuh perhatian


"Kurasa … aku ingin makan … kamu" bisik Kenzo dengan senyum menggoda


"Kamu masih bisa bercanda disaat seperti ini?!". Sabuah cubitan mendarat dipinggang Kenzo karena Safira kesal


"Hahaha … aku tidak bercanda. Aku serius" Ujar Kenzo dengan terbahak melihat reaksi sang istri

__ADS_1


"Berhenti bercanda. Dasar mesum!"


__ADS_2