Putra Putri Sang Penguasa 3

Putra Putri Sang Penguasa 3
Rencana Pernikahan Kenzo


__ADS_3

"Halo mih"


"Halo Zo. Bagaimana kabarmu?


"Emn ... Sebenarnya aku ingin mengatakan sesuatu pada mami"


Seperti yang dikatakan sebelumnya. Kenzo menghubungi Cheva untuk mengatakan apa yang telah dia rencanakan dengan Safira.


"Katakan saja. Ada apa? Kenapa nada bicaramu terdengar aneh? Apa semua baik-baik saja?" Cheva bertanya dengan raut wajah penasaran karena Kenzo tidak bersikap seperti biasanya.


"Semua baik-baik saja, tapi ... aku ingin mengatakan sesuatu yang penting pada kalian" Zo kembali  bicara dengan sikap yang dingin dan berusaha tetap tenang


"Katakan saja apa itu? Jangan buat mami semakin penasaran. Baru kali ini mami mendengar kamu ragu untuk mengatakan sesuatu" Cheva semakin tidak sabar mendengar apa yang akan dikatakan Kenzo


"Aku ... ingin menikah dengan Safira secepatnya"


"Apa? Benarkah? Kamu benar-benar akan menikah denganya?Mami tidak salah dengarkan?" Cheva terdengar sangat gembira mendengar apa yang dikatakan oleh Kenzo


"Benar mami. Aku ingin menikah dengan Safira secepatnya" Zo kembali mengulangi apa yang dia inginkan untuk meyakinkan Cheva.


Kenzo bicara dengan suara yang terdengar tenang namun tanpa Cheva tahu Kenzo sat ini sedang gugup dan terus mengetuk meja dengan jari telunjuknya selama dia bicara.


"Mami sangat senang mendengarnya. Mami akan memberitahu semua orang disini. Eh … tapi Zo, kenapa kamu ingin menikahi Safira dengan cepat? Apa karena dia sudah ...?"


Cheva terdengar senang namun setelah itu dia terdengar sedikit ragu saat bertanya pada Kenzo


"Maksud mami ...? Karena Safira hamil?" Kenzo kembali bertanya untuk memastikan apa yang dimaksud oleh sang ibu


"Benar. Apa karena Safira sedang hamil jadi kamu ingin secepatnya menikah dengannya?"


"Jangan bicara sembarangan mih! Aku tidak melakukan itu! Mami tahu kan bagaimana kondisi Safira? Meskipun dia sudah sembuh total, tapi dia harus kehilangan semua ingatannya. Jadi aku ingin membuat semua kenangan baru yang berharga untuk kami berdua"


Kenzo menjawab pertanyaan Cheva dengan raut wajah sedih dan kepala tertunduk mengingat apa yang telah dialami sang kekasih.


"Apa kamu sudah bicara pada Safira tentang masalah ini? Bagaimana pendapatnya? Ini tidak akan mudah baginya untuk menikahi orang yang sama sekali tidak dia ingat. Kamu harus mendengarkan keinginannya juga. Jangan sampai kamu bersikap egois"


Kali ini Cheva terdengar serius dan tenang. Dia tidak bicara dengan nada yang manja atau kekanak-kanakan, melainkan terdengar seperti seorang ibu yang memberi nasehat.

__ADS_1


"Aku sudah membicarakan ini padanya dan dia sudah setuju. Karena itu aku menghubungi mami sebelum nanti aku menemui kakek dan neneknya Safira" Kenzo menjelaskan dengan sikapnya yang tenang pada Cheva


"Mami pasti akan mendukungmu. Katakan pada mami jika kakek dan neneknya Safira sudah setuju, mami akan kesana untuk membantumu menyiapkan semua yang dibutuhkan" Ujar Cheva dengan senyum yang ceria


"Tidak perlu repot mih. Mengingat kondisi Safira sekarang, aku memutuskan tidak akan menyelenggarakan pesta untuk saat ini. Kami hanya akan meresmikan pernikahan saja. Untuk pesta bisa dibicarakan lagi kapan-kapan"


"Hmn ... jadi begitu ya? Mami mengerti. Kabari mami jika kamu sudah menemukan tanggal pernikahannya. Kita hanya akan mengadakan makan malam keluarga saja"


Kenzo pun menganggukkan kepala seraya menjawab


"Baik mami. Akan kuberitahu lagi jika kami sudah memutuskan tanggal pernikahannya"


"Mami tunggu kabar darimu secepatnya"


"Baik. Terimakasih mami, karena mami mau mengerti aku" Kali ini suara Kenzo terdengar lembut pada Cheva. Cheva pun terenyum lembut mendengar ucapan putranya yang biasa bersikap dingin itu


"Sama-sama. Mami senang jika kamu sudah menemukan kebahagiaanmu"


"Ya sudah mih. Aku harus kembali bekerja. Sampai jumpa mami"


"Sampai jumpa" Kenzo dan Cheva pun mengakhiri panggilan telepon mereka.


Tuut tuut tuut


"Halo my princess. Ada apa sayang?" Tak lama terdengar suara lembut Lian menyapa Cheva


"Kak Liaaaan... apa kak Lian tahu? Aku punya sebuah informasi penting" Saking senangnya, Cheva langsung berteriak memanggil nama Lian begitu mendengar suaranya. Alhasil Lian menjauhkan ponselnya dari telinga karena teriakan Cheva


"Apa bisa bicara pelan-pelan?" Ujar Lian setelah Cheva berhenti teriak


"Maafkan aku, ini karena aku terlalu senang jadi sangat bersemangat" Cheva kembali tenang dan bicara dengan senyum ceria diwajahnya


"Apa yang terjadi sampai istriku yang cantik ini sangat bersemangat?" Lian menanggapi Cheva dengan sikap yang tenang dan nada bicara yang lembut


"Zo baru saja menghubungiku. Kak Lian tahu apa yang dia bilang?"


"Hmn …?"

__ADS_1


"Dia bilang, dia ingin menikahi Safira secepatnya. Aaaa aku sangat senang mendengarnya" Cheva sudah sangat antusias saat bicara dengan Lian, namun Lian menanggapinya dengan sikap yang acuh tak acuh


"Oh, baguslah kalau begitu" Jawab Lian dengan ekspresi datar


"Eh? Hanya begitu saja? Kak Lian tidak senang jika putra kita bahagia?" Cheva menggerutu dengan nada yang manja


"Tentu saja aku senang. Mana mungkin aku tidak senang jika putraku bahagia" Lian kembali menanggapi dengan sikap acuh tak acuhnya


"Tapi reaksi kak Lian hanya begitu saja. Kak Lian tidak terlihat senang sama sekali" Cheva kembali menggerutu karena sikap Lian


"Lalu aku harus bagaimana lagi? Aku tidak menunjukkan ekspresi marah padamu kan my princess? Jika aku tidak senang, sudah pasti aku akan melarang rencana Kenzo" Lian berusaha meyakinkan Cheva kalau dia bahagia dengan apa yang direncanakan oleh Zo


"Itu benar, hanya saja reaksi kak Lian diluar ekspektasiku. Ku kira kak Lian akan sangat antusias dan penuh semangat ketika mendengar kabar ini, tapi nyatanya itu tetap tidak terjadi. Haah … memang susah punya suami muka spons. Kaku seperti kanebo kering! Tut tut tut" Cheva yang kesal pada langsung menutup teleponnya


"Sepertinya my princess sedang PMS. Kenapa dia tiba-tiba marah begitu?" Lian mengeluh sambil menatap layar ponsel yang telah mati


***


"Papi, apa papi tahu gosip apa yang beredar di kantor ini?" Risha sedang mengeluh pada Diaz mengenai gosip yang beredar diperusahaan Sanjaya


"Memangnya gosip apa?" Diaz menanggapi Risha dengan sikap yang tenang tanpa terlalu mempedulikannya


"Mereka bilang aku ini simpanan papi. Dan Rendra kemarin datang kesini atas suruhanku untuk memperbaiki imejku diperusahaan. Ini sangat menyebalkan kan? Mereka tidak mengakui kemampuanku dan mengatakan kalau aku menggunakan jalan pintas untuk bisa sampai pasa posisi ini"


Risha terus menggerutu pada Diaz tentang apa yang dia pikirkan


"Apa? Kamu simpanan papi?" Diaz mengulang ucapan Risha untuk memastikan apa yang dia dengar adalah benar


"Iya. Seisi perusahaan ini berpikir aku simpanan papi" Risha menjawab dengan anggukan kepala dan nada yang manja


"Hahaha. Bagaimana bisa gosip seperti itu menyebar? Harusnya mereka berpikir kalau kamu itu seusia dengan anak papi. Daripada berpikir kamu anak papi, mereka malah berpikir kamu simpanan papi? Apa papi terkenal plauboy ya? Rasanya setelah mengenal mamimu, papi tidak pernah bersikap baik pada wanita lain?"


Setelah Diaz terbahak mendengar gosip tentangnya. Dia kemudian berpikir mengenai sikapnya selama ini


"Papi, aku serius. Jangan bercanda disaat seperti ini!" Risha pun memprotes sikap Diaz yang tenang


"Tidak perlu hiraukan mereka. Apapun yang mereka katakan, perusahaan ini tetap akan jadi milikmu nantinya. Mau mereka berkata kamu gadis simpanan atau apapun, kamu tetap bagian dari keluarga Kusuma yang akan mewarisi ini. Kamu hanya perlu membuktikan kalau kamu layak menjadi pemimpin perusahaan kita. Saat ini mungkin tidak akan ada masalah karena papi dan Cheva masih menjadi pemimpin tertinggi perusahaan keluarga kita. Namun sepertinya tidak lama lagi nama kalian akan segera di umumkan. Mengingat kemampuan kalian juga sudah cukup untuk mewarisi perusahaan keluarga kita nantinya" Diaz bicara dengan sikap yang tenang dan bijaksana

__ADS_1


"Papi tenang saja. Aku tidak akan mengecewakan papi. Aku akan tetap menjaga nama keluarga kita agar tidak ada yang berani mengusik kita"


"Papi pegang ucapanmu!"


__ADS_2