Putra Putri Sang Penguasa 3

Putra Putri Sang Penguasa 3
Cheva Menolak Tua


__ADS_3

"Zo, apa tidak papa kalau kita langsung pulang begitu saja?" Safira dan Kenzo telah kembali ke hotel setelah bertemu dengan Diaz. Mereka sedang menikmati waktu bersama dibalkon hotel sambil menikmati jus dan juga beberapa cemilan.


"Bukannya kamu masih ada jadwal syuting? Aku tidak ingin terlalu mengganggu jadwalmu. Meskipun aku akan mengawasimu agar kamu tidak terlalu lelah" Kenzo bicara dengan sikap yang tenang.


Safira terdiam sesaat, seakan dia ingin mengatakan sesuatu pada Kenzo


"Ada apa Ra? Apa ada lagi yang kamu sembunyikan dariku?"


Safira langsung menggelengkan kepala  dengan kedua tangan yang digerakkan cepat setelah mendapat pertayaan seperti itu dari Kenzo


"Tidak Zo tidak ada. Aku hanya memikirkan satu hal tetapi aku masih ragu" Safira langsung menundukan kepala setelah dia bicara


"Lalu ada apa?" Tanya Kenzo lagi  yang mulai penasaran dengan apa yang akan dikatakan Safira


"Aku berencana untuk berhenti menjadi artis" Safira kembali menundukan kepala dengan raut wajah sedih. Dia sangat senang menjadi artis, tapi karena penyakitnya, akan lebih baik jika dia berhenti jadi artis


Terlihat dari wajahnya kalau Kenzo sangat terkejut mendengar apa yang dikatakan Safira


"Kenapa kamu ingin berhenti? Apa karena sakitmu itu?" Kenzo bertanya dengan lembut


"Ini keputusan yang berat, tapi jika aku tidak melakukannya, maka aku akan menyusahkan banyak orang. Tiara, kak Mona dan semua staf agensi. Aku tidak tahu kapan bisa kembali setelah sembuh nanti, atau mungkin aku tidak akan bisa sembuh" Safira menjawab dengan kepala tertunduk dan air mata yang mulai mengalir deras


"Kamu pasti sembuh. Begini saja, kamu tidak perlu berhenti, tapi jangan mengambil job apapun selama kamu belum sembuh. Kita akan segera melakukan perawatan agar kamu sembuh. Aku akan melakukan apa saja untuk kesembuhanmu. Setelah kamu sudah pulih total, kamu bisa kembali mengambil pekerjaan apapun" Kenzo bicara dengan sikap yang tenang dan senyum yang tipis


"Lalu bagaimana dengan semua agenku? Mereka tidak akan memiliki penghasilan apapun jika harus menungguku sampai kembali"


Safira tampak sangat sedih dan terpuruk karena harus meninggalkan apa yang sangatt dia sukai


"Sayang, kamu bisa menjelaskn kondisimu pada mereka. Mereka pasti mengerti dengan keadaanmu" Kenzo meraih tangan safira dan menggenggamnya dengan lembut. Dia mencium punggung tangan Safira untuk menghiburnya


Safira menatap Kenzo dengan lembut dan perlahan tersenyum

__ADS_1


"Baklah, aku akan membicarakan ini semua dengan mereka terlebih dahulu"


***


 Rendra sudah kembali dari rumah sakit dan dia sedang makan siang dengan Risha


"Ada urusan apa om Diaz datang kemari? Aku tidak percaya kalau dia hanya sekalian lewat saja dan ada urusan disekitar sini" Rendra bertanya pada Risha disela jam kerja mereka.


"Papi memintaku untuk pulang dan masuk ke perusahaan keluarga kami. Papi mengatakan kalau sudah saatnya kami memegang kendali perusahaan sendiri dan waktu  bermain kami sudah habis" Risha menjelaskan dengan sikap yang tenang mengenai apa yang dia bicarakan dengan Diaz saat di kafe tadi.


Rendra langsung diam. Dia menghentikan sejenak pekerjaannya memeriksa dokumen


"Lalu ... apa yang kamu katakan pada om Diaz? Apa kamu akan pulang?" Rendra bertanya dengan wajah sedih


"Ehm ... aku bilang pada papi kalau aku masih butuh waktu. Karena kamu sedang sakit aku tidak bisa meninggalkanmu sendiri. Jadi, aku akan menunda waktu untuk pulang kerumah dan tetap disini sampai kamu sedikit lebih baik. Setelah keadaanmu membaik, aku akan pulang dan sesekali mengunjungimu ketika aku tidak bekerja. Bagaimana?" Risha bertanya dengan lembut namun Rendra hanya diam dan tidak memberikan tanggapan apapun


"Ren, kenapa kamu diam saja?" Tanya Risha yang tidak mendapatkan tanggapan apapun dari Rendra


"Maksudmu, kamu takut kalau hubungan kita jadi renggang karena jarak yang memisahkan?" Risha mengerutkan dahi memastikan maksud perkataan Rendra


"Ya, kira-kira seperti itu" Rendra menjawab dengan sedikit canggung dan salah tingkah.


Risha tersenyum membayangkan ekspresi Rendra yang saat ini sedang salah tingkah


"Aahh aku bisa membayangkan bagaimana ekspresimu saat ini. Kurasa wajah dan telingamu sudah berubah menjadi merah seperti tomat. Hahaha" Risha menggoda Rendra dengan senyum ceria diiringi gelak tawa


"Berhenti tertawa. Sudahlah kembali bekerja. Aku masih harus memeriksa dokumen. Nanti kita akan makan malam" Rendra yang merasa malu langsung menutup teleponnya dengan Risha


"Ah senangnya bisa menggoda Rendra" Gumam Risha setelah selesai bicara Dengan Rendra


***

__ADS_1


Kenzie baru saja pulang kerumah, dan dia tiba sudah cukup larut karena makan malam dulu bersama Meisya


"Mami dengar ada keributan di kantormu?" Cheva langsung masuk ke kamar Kenzie setelah tahu kalau dia baru saja pulang


"Mami, bisa tidak ketuk pintu dulu, jangan langsung masuk begitu saja?" Kenzie menjawab Cheva dengan sikap yang datar namun lembut


"Maaf, pintu kamarmu juga terbuka, karena itu mami langsung masuk" Cheva langsung duduk di ujung tempat tidur Kenzie tanpa menunggu dia mempersilakan duduk


"Aku rasa mami tahu ulah siapa keributan itu. Mami yang sengaja membuat keributan kan?" Kenzie menatap Cheva dengan tatapan curiga


"Mami hanya mengatakan kalau kamu itu pemuda yang menyenangkan dan pandai, karena itu kamu pantas mendapatkan promosi kenaikan jabatan itu" Cheva menjawab dengan sikap acuh tak acuh dan nada bicaranya yang manja. Seakan dia memang tidak melakukan kesalahan setelah membuat putranya menjadi bahan gosip


"Dan karena kata-kata 'menyenangkan' itu membuat orang berpikir yang tidak-tidak tentangku. Mereka berpikir aku main belakang dan merayu mamiku sendiri. Sungguh konyol" Kenzie bicara dengan nada seakan marah


"Bagaimana reaksi Meisya?" Tanya Cheva yang terlihat penasaran


Kenzie langsung menoleh pada Cheva dengan kedua alis ditekuk hingga hampir menyatu


"Mami melakukan itu untuk melihat ekspresi Meisya?!" Tanya Kenzie dengan nada bicara sedikit tinggi


"Hehe .. Mami hanya ingin tahu reaksinya. Apa dia akan ikut mencurigaimu atau percaya padamu?" Cheva menjawab dengan senyum canggung


"Mami, apa mami lupa kalau Meisya sudah tahu identitasku?"


"O iya, mami benar-benar lupa itu. Berarti percuma saja mami membuat lelucon itu?" Cheva langsung memasang wajah kecewa mendengar kalau Meisya tidak bereaksi apa-apa


"Haah … memang susah kalau punya mami yang sudah tua tapi kelakuannya seperti anak kecil" Kenzie menggelengkan kepala dan mengejek Cheva


"Apa katamu?! Kamu bilang mami tua?! Siapa yang tua?! Mami ini masih muda. Bahkan mami belum mencapai usia 50 tahun!" Cheva terlihat kesal saat Kenzie mengatainya sudah tua


"Ya ya ya. Sebaiknya mami keluar dari kamarku. Aku mau istirahat! Selamat malam!" Kenzie mendorong Cheva pelan keluar dari kamarnya

__ADS_1


"Haah dasar anak ini. Seenaknya saja mengatakan kalau aku sudah tua. Jelas-jelas aku masih cantik begini"


__ADS_2