Putra Putri Sang Penguasa 3

Putra Putri Sang Penguasa 3
Kekhawatiran Risha


__ADS_3

Risha sedang duduk dikamarnya setelah Rendra pulang. Dia sedang bercermin sambil tersenyum sendiri dan membiarkan pintu kamarnya terbuka.


Kenzie menoleh ketika dia melintasi kamar Risha dan melihat sepupu cantiknya itu sedang tersenyum sendiri didepan cermin. Diapun langsung masuk tanpa mengetuk pintu terlebih dahulu.


“Sha, apa yang sedang kamu lakukan? Apa sekarang sepupuku ini sudah mulai gila karena akan segera menikah?" ujar Kenzie yang berjalan masuk ke kamar Risha dengan senyum ceria diwajahnya dan nada bicara menggoda.


“Sudah kubilang ketuk pintu sebelum masuk Bagaimana jika aku sedang ganti pakaian?” Risha menyambut Kenzie dengan sinis ketika melihat dia langsung masuk kekamarnya.


“Maaf-maaf, tapi aku sudah terbiasa melakukan ini. Seperti kita baru bertemu saja. Lagipula pintu kamarmu terbuka, karena itu aku langsung masuk” Kenzie pun menanggapi Risha dengan senyum cengengesan dan sikap yang santai sambil berdiri disampingnya


“Iya, tapi sekarang kita sudah sama-sama dewasa. Tetap saja kamu harus mengetuk pintu sebelum masuk" ujar Risha dengan nada yang kesal namun tetap tenang


"Ehm … Zie, bagaimana kalau setelah menikah nanti ... kita tidak memiliki waktu bersama lagi?” Risha menunjukan wajah sedih saat dia bicara pada Kenzie. Diapun terlihat ragu-ragu saat ingin mengatakannya.


“Apa yang kamu bicarakan? Sekarang saja kita sudah sulit untuk menghabiskan waktu bersama karena kesibukan kita masng-masing. Jadi


kurasa, setelah menikah pun semua akan baik-baik saja. Tidak akan ada yang berubah. Kmau tidak perlu khawatir” Kenzie menenangkan Risha dengan sikapnya yang santai dan nada bicara yang lembut. Senyumnya tak pernah hilang dari wajah tampannya.


“Aku hanya khawatir saja kalau kita akan semakin sulit untuk bersama kedepannya. Terlebih lagi ... sudah pasti aku akan ikut tinggal dengan Rendra dirumahnya” Risha menundukkan kepala saat dia mengungkapkan kekhawatirannya pada Kenzie


“Gadis bodoh! Kamu lebih khawatir menjauh denganku daripada orang tuamu? Dengar Sha, cepat atau lambat kita tetap harus membangun rumah tangga. Entah kamu duluan atau aku duluan yang menikah, itu tetap saja akan sama. Tidak mungkin kita akan berdua selamanya. Kamu butuh pendamping dan aku juga sama. Itu hanya merubah status kita, tapi tidak merubah persaudaraan kita. Aku mengerti apa yang kamu khawaturkan, tapi kurasa itu sesuatu yang tidak


masuk akal. Toh kamu tetap saudaraku dan bagian dari keluarga Kusuma. Hanya saja mungkin tempat tinggalmu yang berbeda, tapi kita bisa saling mengunjungi satu sama lain” Kenzie membelai kepala Risha dengan penuh kasih sayang. Dia juga bicara dengan sangat lembut disertai senyum yang hangat


“Tapi Zie ...”


“Sha, apa kamu akan bersama denganku selamanya? Tidak mungkin kan? Kamu mencintai Rendra dan juga mencintaiku. Kamu tahu jelas kalau itu sesuatu yang berbeda. Kamu mencintai dia sebagai seorang wanita pada pria, dan kamu mencintaiku sebagai saudara yang tumbuh bersama sejak kecil. Jadi apa yang harus dikhawatirkan? Aku akan tetap ada untukmu kalau kamu membutuhkanku. Lagipula ... ada Kenzo yang bisa mengatur Rendra jika dia berniat menjauhkan kita. Apa sekarang kamu sudah mengerti?”


“Haha. Kamu benar, kita punya Kenzo yang tidak akan membiarkan persaudaraan kita rusak. Sekarang aku sudah mengerti. Terimkasih, Zie”


Risha pun bersandar pada Kenzie yang berdiri dibelakangnya. mereka terlihat sangat harmonis dan saling menyayangi satu sama lain.


***


Keesokan harinya


“Apa kamu tahu kalau Rendra sudah melamar Risha?”


“Benarkah? Kapan rencana pernikahan akan digelar?” Kenzo dan Kenzie sedang bicara dielepon mengenai lamaran Rendra pada Risha sebelumnya.


“Kami belum membicarakan sampai kesitu sebelumnya, tapi sepertinya mereka akan merencanakannya sendiri. Apa Rendra belum mengatakannya padamu?” Kenzie mengernyitkan dahi saat dia bicara pada Kenzo.

__ADS_1


“Dia belum mengatakan apapun padaku. Aku akan tanyakan padanya nanti, sepertinya dia juga sudah lama tidak menghubungiku” Zo menggelengkan kepala dan menjawab dengan sikapnya yang tenang dan ekspresi yang datar.


“Oh, baiklah kalau begitu. O iya, bukannya hari ini kamu akan masuk keperusahaan nenek?” Zie mengalihkan topik pembicaraan mereka pada pekerjaan


“Ya, aku sudah mempersiapkan semuanya. Dan hari ini aku harus mulai masuk kaperusahaan nenek. Mungkin akan banyak penolakan karena


nenek tidak memberikan pemberitahuan sebelumnya, tapi kurasa ... semua akan baik-baik saja” Kenzo menjelaskan  dengan sikap yang tenang dan acuh tak acuhnya.


“Ya, aku percaya kalau kamu bisa mengatasi semuanya dengan baik”


“Apa kamu akan mengumumkan identitasmu pada semua orang sekarang?” Kenzie terdengar penasaran dengan apa yang akan dilakukan Kenzo untuk mengambil kepercayaan dewan direksi di perusahaan JB Company


“Tidak. Mereka hanya akan tahu kalau nenek percaya dengan kemampuanku didunia bisnis saja”


“Oh, baiklah kalau begitu. Semoga berhasil!” Ujar Kenzie memberikan semangat


“Ya terimakasih”


“Sampai jumpa Zo”


“Hmn ...” Akhirnya mereka berdua pun mengakhiri panggilan telepon diantara mereka.


“Kenzie. Dia memberitahuku kalau Rendra sudah melamar Risha” Zo menjelaskan dengan santai sambil mulai menikmati sandwich yang disiapkan sendiri oleh sang istri


“Benarkah? Kapan pernikahan mereka akan diselenggarakan?” Safira terlihat sangat Bahagia. Dia sangat antusias saat menanyakan kapan rencana pernikahan Rendra dan Risha akan digelar.


“Aku belum tahu. Kenzie bilang mereka belum mengatakan apapun tentang itu” Kenzo menjawab dengan acuh tak acuh sambil mengangkat kedua bahu bersamaan


“Oh, kukira sudah ada waktu dan tanggalnya. Aku senang mendengar mereka sudah ingin meresmikan hubungan diantara mereka berdua” Safira menunjukan senyum bahagia saat membicarakan mengenai Rendra dan Risha.


“Aku juga senang. Semoga saja mereka bisa saling  mengisi kekosongan masing-masing” Mereka terus berbincang sambil menikmati sarapan mereka.


“Apa kamu ada rencana keluar?” tanya Kenzo yang telah selesai dengan sarapannya


“Tidak. Aku hanya akan dirumah saja. Sudah beberapa hari aku tidak menikmati waktu istirahatku, jadi aku ingin menikmatinya sekarang” Safira menggelengkan kepala saat dia menjawab pertanyaan Kenzo


“Baiklah. Jika sempat, kita akan makan siang bersama nanti” Kenzo menanggapi dengan tenang sambil beranjak dari tempat duduknya dan mulai bersiap untuk pergi. Safira pun beranjak dari tempat duduknya dan membantu Kenzo merapikan jasnya. Kemudian mereka berjalan bersama menuju pintu keluar.


“Ya, kamu bisa memberikan kabar padaku lagi setelah kamu selesai dengan pekerjaanmu” Safira pun menanggapi dengan sikap tenang dan


senyum yang manis.

__ADS_1


“Baiklah. Aku berangkat dulu. Sampai jumpa nanti, sayang” Kenzo mengecup kening Safira sebelum dia berangkat. Safira menyaksikan keberangkatan sang suami dari depan rumahnya sambil melambaikan sebelah tangan disertai senyum yang manis. Setelah mobil sang suami semakin menjauh, barulah dia kembali masuk ke dalam rumah mereka.


Kenzo sedang berkendara sambil menghubungi Zack melalui telepon yang tersambung ke mobilnya


Tuut tuut tuut


“Halo, Pak. Selamat pagi” Sapa Zack begitu menerima telepon dari Kenzo


“Ya, selamat pagi. Zack, saya sudah dalam perjalanan menuju JB Company, apa kamu sudah siap?” Zo bertanya dengan sikapnya yang tenang sambil mengendarai mobil.


“Iya, Pak. Saya juga akan sampai sebentar lagi” Zack menanggapi dengan sikap yang sopan dan ramah


“Kamu benar-benar sudah siap jadi asisten pribadi saya? Saya akan mencari asisten lain untuk ditempatkan di perusahaan JB Company jika kamu tidak bisa” Kenzo bertanya dengan sikap yang dingin dan tegas


“Saya siap, Pak. Saya yakin kalau saya bisa melakukannya. Jika memang saya tidak sanggup, maka saya akan mengatakannya langsung pada anda” Zack menjawab dengan sangat yakin karena dia memang merasa cocok dengan cara


kerja Kenzo.


“Baiklah. Kita akan bertemu di perusahaan JB Company. Kamu sudah menyiapkan apa  yang aku perintahkan kan?” tanya Kenzo lagi memastikan


“Sudah pak. Semua data yang anda minta sudah saya siapkan dan saya print. Anda bisa langsung menggunakannya jika memang anda membutuhkannya” Zack pun langsung menanggapi dengan sikap yang tenang


“Kerja bagus. Aku suka cara kerjamu yang cepat”


“Terimakasih, Pak” Kenzo pun langsung menutup teleponnya dengan Zack dan kembali fokus pada jalanan pagi yang masih belum terlalu macet karena dia berangkat lebih awal untuk tiba di perusahaan sang nenek, mengingat


jarak yang dia tempuh untuk tiba diperusahaan Ji cukup jauh karena rumahnya lebih dekat ke perusahaan Anggara.


***


Diperusahaan JB Company, Jingga baru saja tiba di perusahaan sebelum jam kerja dimulai. Dia lagsung meminta para anggota dewan direksi untuk berkumpul di ruang meeting.


“Selamat pagi semuanya. Maaf membuat kalian semua berkumpul disini pagi-pagi sekali. Saya ingin memberitahukan sesuatu pada kalian”. Semua orang terdiam menunggu apa yang akan dikatakan Ji. Mereka terlihat sangat penasaran dengan apa yang akan dirapatkan pagi ini.


“Apa ada masalah sampai anda mengadakan rapat mendadak dipagi hari ini?” tanya salah satu anggota rapat.


“Ini tidak bisa dikatakan sebagai masalah, karena memang bukan masalah. Melainkan pemberitahuan saja” Ji menanggapi dengan sikapnya yang tenang dan elegan. Semua orang semakin penasaran dengan apa yang akan dikatakan Ji pada mereka.


Ji terdiam sesaat dengan pandangan menyapu wajah setiap anggota rapat kali ini.


“Saya akan menyerahkan jabatan saya kepada seseorang yang jauh lebih muda, tetapi memiliki kemampuan yang tidak perlu diragukan lagi dalam hal bisnis”

__ADS_1


__ADS_2