Putra Putri Sang Penguasa 3

Putra Putri Sang Penguasa 3
Chapter 137 (Hari Pertama Kenzie Bekerja)


__ADS_3

Hari ini Kenzie mulai masuk ke kantor cabang perusahaan Kusuma. Dia bersiap berangkat lebih awal dari yang lainnya karena jarak tempuh yang akan dia lalui melebihi yang lain.


"Mih, aku berangkat sekarang ya" Ujar Kenzie yang pamit pada Cheva sehelum dia berangkat ketempat kerjanya


"Ya, hati-hati dijalan ya" Teriak Cheva pada Kenzie yang sudah berjalan semakin jauh


Kenzie mengendarai mobilnya. Bukan mobil mewah yang biasa dia gunakan bersama Risha, melainkan mobil sedan sederhana yang umum digunakan orang-orang. Kenzie berkendara dijalanan yang masih sepi karena ini masih cukup pagi untuk orang-orang mulai beraktifitas.


"Hemn... cukup tenang juga karena sekarang belum macet" Gumam Kenzie sambil terus berkendara menyusuri jalanan.


Setelah beberapa lama berkendara, akhirnya Kenzie tiba di kota tempat kantor cabang perusahaan Kusuma berada.


"Akhirnya tiba juga. Haah... benar-benar memakan waktu satu setengah jam" Gumam Kenzie setelah dia memarkirkan mobilnya. Kenzie pun merapikan jas dan tas kerja miliknya kemudian turun dari mobil.


Kenzie berjalan dengan elegan memasuki kantor cabang Kusuma. Setelan jas rapi dan tas kerja membuatnya terlihat berwibawa. Kenzie pun memakai kacamata hitam untuk melindungi matanya dari silaunya cahaya matahari pagi.


"Permisi, apa bagian HRD sudah ada yang datang? Saya ingin ke bagian HRD untuk mengurus penempatan saya" Kenzie bicara dengan sopan disertai senyum lembut


"Maaf anda ini siapa?" Tanya resepsionis yang berjaga. Dia juga tengah merapikan meja kerjanya karena belum lama tiba


"Saya Kenzie. Saya akan mulai bekerja disini mulai hari ini" Kenzie menjelaskan dengan tenang


"Ih, sepertinya belum ada yang datang. Anda bisa menunggu disana sebentar. Akan saya beritahu jika sudah ada bagian HRD yang datang" Ujar resepsionis cantik itu


"Kalau begitu terimakasih" Jawab Kenzie yang langsung berbalik dan duduk disofa yang ada di lobby


Drrt drrt drrt


Ponsel Kenzie berdering. Diapun langsung merogoh ponsel yang ada disaku jas miliknya. Rupanya itu telepon dari Risha


"Halo, Sha" Kenzie langsung menyapa Risha begitu dia menerima teleponnya


"Zie, kamu masuk kerja hari ini kan? Apa sekarang sudah berangkat?" Tanya Risha tanpa basa basi terlebih dahulu


"Aku baru saja tiba. Tapi HRD disini belum datang, jadi aku masih menunggu" Jawa. Kenzie yang duduk bersandar di sofa sambil menyilangkan kakinya


"Ini sudah hampir jam 8, masa HRD belum datang? Harusnya kan mereka datang lebih awal?" Tanya Risha dengan heran


"Entahlah. Mungkin sebentar lagi mereka datang. Bagaimana denganmu? Apa kamu sudah tiba ditempat kerja?" Tanya Kenzie pada Risha

__ADS_1


"Tentu saja. Apartemenku kan dekat dari tempat kerja, jadi aku tidak perlu takut kesiangan berangkat kerja" Risha menjelaskan dengan senyum ceria diwajahnya


"O iya Zie, kamu tahu tidak siapa yang aku temui disini?"


"Mana mungkin aku tahu jika kamu tidak memberitahuku" Zie menjawab dengan sikap acuh tak acuh


"Aku bertemu Rendra. Ternyata dia direktur utama perusahaan tempat aku bekerja"


"Apa katamu? Rendra temannya Zo? Seorang direktur? Kamu bercanda kan Sha?" Kenzie terdengar cukup terkejut kemudian dia tersenyum tak percaya dengan apa yang dikatakan Risha


"Aku serius. Jika kamu tidak percaya, tanyakan saja pada Zo!" Jawab Risha dengan sikap yang tenang


"Sepertinya aku harus menutup teleponnya. Banyak orang yang menatapku. Lagipula sebentar lagi kamu masuk kerja kan?" Kenzie menyadari tatapan para karyawan yang baru datang hampir semua mengarah padanya dengan penuh tanya


"Baiklah. sampai jumpa nanti"


"Hmn" Mereka pun menutup panggilan telepon diantara mereka


"Pak Kenzie. Bagian HRD sudah datang, Bapak bisa langsung kesana" Ujar resepsionis pada Kenzie


"Terimakasih" Kenzie tersenyum kemudian beranjak pergi menuju ruang HRD


"Masuk!" Kenzie masuk keruang HRD setelah seseorang mempersilahkan dia masuk


"Ada yang bisa saya bantu?" Tanya seorang pria bernama Bobi


"Saya Kenzie. Hari ini saya mulai bekerja disini " Jawab Kenzie dengan sikap yang tenang


"Oh, pak Kenzie. Anda yang akan menempati posisi manajer produksi?" Tanya pak Bobi dengan wajah terkejut


"Benar" Meskipun Kenzie bersikap tenang dan ramah, namun pak Bobi terlihat cukup gugup saat berdiri dihadapan Kenzie


"Kenapa bapak terlihat gugup? Harusnya saya yang gugup kan?" Tanya Kenzie dengan senyum ramah


"Sa-saya tidak papa. Saya akan antarkan anda ke bagian anda" Jawab pak Bobi dengan tergagap


"Apa anda tahu siapa saya?" Kenzie bertanya dengan sorot mata yang tajam


"I-iya pak direktur sudah memberitahu saya siapa anda" Pak Bobi tertunduk menjawab Kenzie

__ADS_1


"Saya harap tidak ada yang tahu lagi mengenai saya" Ujar Kenzie dengan sikap dingin


"Tentu pak, saya bisa jamin itu. Anda tidak perlu khawatir" Ujar pak Bobi dengan senyum yang terlihat dipaksakan


"Baiklah. Anda bisa antarkan saya ke bagian produksi?" Raut wajah Kenzie kini kembali berubah menjadi ramah


"Baik pak.. Akan saya antarkan" Pak Bobi pun langsung berdiri dan mengantar Kenzie ke bagian tempat dia akan bekerja nanti


Kenzie dan pak Bobi menyusuri lorong untuk menuju bagian produksi.


"Pak Bobi datang dengan siapa?"


"Entahlah. Mungkin karyawan baru"


"Dia sangat tampan"


"Benar. Dia sangat tampan"


Para karyawan terdengar saling berbisik membicarakan Kenzie yang melintasi ruangan mereka. Ada juga yang baru saja tiba. Kenzie menggelengkan kepalanya perlahan sambil sekejap memejamkan mata


"Kita sudah sampai pak" Ujar pak Bobi setelah mereka tiba disatu ruangan produksi dan tidak jauh dari sana ada satu ruangan lagi yang disediakan untuk manajer produksi


"Oh, anda harus bantu memperkenalkan saya pada rekan kerja saya" Ujar Kenzie dengan sikap yang tenang


"Baik pak. Saya akan mengumpulkan semuanya dan memperkenalkan bapak" Pak Bobi pun memanggil semuanya agar berkumpul. Termasuk kepala devisi


"Perhatian semuanya! Disini saya ingin memperkenalkan manajer baru kita. Beliau adalah pak Kenzie Lutherin. Mulai hari ini beliau akan bergabung dengan kita disini" Teriak pak Bobi memperkenalkan Kenzie


"Selamat pagi semuanya. Salam kenal, saya Kenzie. Semoga kita bisa bekerja sama kedepannya" Zie bicara dengan senyum lembut, membuat semua orang terpesona padanya


"Wah manajer kita sangat tampan dan masih muda"


"Benar. Dia sangat tampan"


"Cih apanya yang tampan. Karena dia masih muda, dia pasti belum punya pengalaman. Dia pikir mudah bekerja di bagian produksi seperti ini? Kita lihat saja, sejauh mana dia bisa membawa bagian kita kedepannya"


"Pak Luki, kenapa anda bisa begitu? Bukannya bagus karena sekarang kita punya manajer baru? Dia bisa membantu anda mengerjakan laporan yang selama ini anda keluhkan?" Ujar seorang gadis bernama Meisya


"Meisya, kamu itu hanya karyawan magang jadi lakukan saja pekerjaanmu agar aku memberikan nilai bagus untuk laporanmu nanti!" Ujar Luki yang jadi kepala devisi

__ADS_1


"Saya hanya memberitahu saja. Terserah anda mau mendengarkan saya atau tidak!"


__ADS_2