Putra Putri Sang Penguasa 3

Putra Putri Sang Penguasa 3
Penyelesaian Masalah Safira


__ADS_3

"Temui siapa?" Safira terkejut mendengar Kenzo ingin menemui pak Gustian


"Pria gila itu" Jawab Kenzo dengan pasti, dia pun meraih jaket dan mulai memakainya


"Tapi ini sudah malam" Safira melihat jam dan mencoba menahan Kenzo


"Apa mau siang hari saat benyak orang melihat kamu datang ke hotelnya?" Kenzo memicingkan mata bertanya pada Safira dengan senyum tipis


"Ya sudah aku akan bersiap" Safira berdiri dari duduknya dan beranjak pergi ke kamar


"Gunakan pakaian yang sedikit seksi tapi jangan terbuka" Teriak Kenzo pada Safira


"Apa maksudmu? Seksi tapi tidak terbuka? Yang benar saja. Untuk apa aku menemui pria hidung belang seperti dia dengan pakaian seksi? Memangnya mau merayu dia?" Safira menggerutu pada Kenzo dengan nada manja


"Memang kita mau merayu dia kan? Menjadikan kamu umpan agar dia masuk perangkap" Kenzo tersenyum dengan tatapan mata yang terlihat licik


"Jahat sekali. Aku sedang kena masalah karena dikatakan menggunakan kecantikan dan tubuhku untuk mendapatkan peran dan kamu malah ingin aku jadi umpan untuk memancing pria itu? Bukannya itu malah semakin menjerumuskanku ya?" Safira semakin mengerucutkan bibir mendengar saran Kenzo


"Tenang saja, kan ada aku. Jadi kamu tidak perlu khawatir pak tua itu melakukan sesuatu padamu"


"Hah aku mulai bingung dengan apa yang kamu rencanakan" Gumam Safira sambil beranjak pergi ke kamarnya untuk berganti pakaian


Sambil menunggu Safira, Kenzo membaca data yang dikirim Rendra mengenai Gustian


"Bagaimana dengan penampilanku?" Kenzo terpana melihat kecantikan Safira namun kemudian raut wajahnya berubah murung setelah melihat rok pendek yang dikenakannya


"Sepertinya rok pendek kurang cocok. Ini sudah malam dan dingin" Ujar Kenzo dengan wajah datar


"Bukannya kamu bilang harus seksi?" Tanya Safira dengan bibir mengerucut


"Tapi aku pakai motor. Apa menurutmu mudah naik motor pakai rok pendek?" Kenzo tersenyum dengan dengan kedua alis diangkat bersamaan


"baiklah, tunggu sebentar" Safira pun kembali ke kamarnya untuk mengganti pakaiannya


Kenzo kembali memainkan ponselnya dan bermain game


"Apa sekarang sudah bisa?" Safira keluar dengan celana panjang, tangtop dan jaket


"Oke, ayo berangkat! Ah, kamu hubungi dulu produser itu dan tanyakan ada dimana dia!" Safira menganggukkan kepala dan menghubungi pak Gustian


"Halo, saya ingin bertemu dengan anda" Kata Safira setelah panggilan teleponnya tersambung

__ADS_1


"Tentu. Aku masih ada di hotel yang sebelumnya. Kamu langsung kesini saja. Apa sekarang kamu setuju dengan apa yang aku katakan sebelumnya?" Pak Gustian bicara dengan nada menggoda Safira


"Saya langsung kesana!" Safira langsung menutup teleponnya tanpa menjawab pertanyaan pak Gustian


"Cuih, tua bangka gila Kamu yakin ingin pergi kesana?" Safira yang kesal kembali bertanya mengenai ajakan Kenzo


"Bukannya kamu ingin masalah ini selesai? Jadi, ayo pergi sekarang juga!" Kenzo meraih tasnya juga helm dan memberikannya satu pada Safira untuk dia kenakan. Mereka pun mulai beranjak pergi meninggalkan rumah Safira.


Diluar masih banyak wartawan, namun mereka tidak sadar jika Safira keluar dengan menggunakan motor


"Zo, kamu yakin bisa mengatasi pak Gustian? Dia itu punya kekuasaan istrinya. Dia bisa saja menyulitkanmu di restoran" Safira mengingatkan Kenzo mengenai kekuasaan Gustian


"Tidak perlu mengkhawatirkan aku. Tidak akan ada yang bisa menindasku" Kenzo menjawab dengan percaya diri


"Kamu percaya diri sekali" Safira tersenyum menggoda Kenzo


"Aku senang melihat kamu kembali tersenyum. Kamu sangat jelek saat murung" Kenzo bicara dengan sikap acuh tak acuhnya. Safira hanya mengerucutkan bibir mendengar ucapan Kenzo


Tak lama mereka pun tiba ditempat yang mereka tuju


"Kamu yakin Zo, kita akan menemuinya?" Safira terlihat ragu-ragu saat bertanya pada Kenzo


"Kamu mau masalah ini selesai atau tidak?" Kenzo balik bertanya pada Safira mengenai keinginannya


"Kalau begitu ayo naik. Kita pergi ke kamarnya!" Safira pun mengangguk dan mereka langsung masuk ke hotel itu untuk menemui pak Gustian


Didalam salah satu kamar hotel pak Gustian sedang menghubungi seseorang


"Kamu tenang saja sayang. Safira tadi menghubungiku, dia pasti sudah mengambil keputusan dan mau jadi wanitaku, jadi kamu tidak perlu khawatir kalau hubungan kita akan terbongkar. Aku pastikan kalau kamu yang akan jadi artis terkenal dan dia tidak mungkin bisa mengalahkanmu" Ujar Pak Gustian pada seseorang di ujung teleponnya


"Tapi jangan sampai kamu benar-benar jatuh cinta padanya!"


"Kamu tenang saja. Tidak mungkin aku berpaling darimu. Kita hanya akan menggunakan dia untuk menjaga citra baikmu saja"


Ting nong ting nong


Disaat pak Gustian sedang menelepon terdengar suara bel berbunyi


"Sudah dulu ya, sayang. Sepertinya itu Safira yang datang. Nanti akan aku hubungi lagi. Daah sayang"


Ting nong ting nong

__ADS_1


"Ya sebentar!" Pak Gustian menutup panggilan teleponnya dan segera membuka pintu


"Akhirnya kamu datang juga Safira" Ujar Pak Gustian dengan senyum lebar dibibirnya menyambut kedatangan Safira


"Siapa pria ini?" Raut wajahnya langsung berubah ketika melihat Kenzo


"Bukankah anda dingin saya datang kemari? Jadi saya langsung datang kemari" Safira bicara sambil mendorong dada pak Gustian secara perlahan dan mereka akhirnya masuk ke kamarnya


Kenzo duduk disalah satu sofa dengan sangat tenang


"Kami ingin anda mengklarifikasi postingan yang beredar mengenai Safira belakangan ini!" Ujar Kenzo dengan sikap tenang dan berwibawa. Aura dinginnya jelas terasa dari sorot matanya


"Siapa kamu? berani-beraninya memerintahkan seperti itu!" Pak Gustian terlihat kesal dengan sikap Kenzo


"Saya beri 1 kesempatan. Mau klasifikasi gosip yang sedang beredar atau atau aya akan bongkar video asli yang rekaman yang beredar?" Nada bicara Kenzo cukup mengintimidasi. Dia duduk dengan sangat tenang dan kaki yang disilang, jari tangannya terus diletakkan pada pegangan kursi. Safira pun cukup terkejut melihat Kenzo yang sekarang


"Sebenarnya siapa kamu? Seenaknya saja memerintahku!"


Kenzo mengeluarkan ponselnya dan meletakkannya diatas meja


"Lihatlah video itu!" Kenzo menunjukkan 1 video pada Gustian


"Ini kan vidio... " Mata Gustian membelalak tajam ketika melihat vidio diponsel Kenzo


"Bagaimana bisa kamu mendapatkan vidio ini? Ini pasti palsu kan? Aku yang memiliki vidio aslinya, tidak mungkin ada salinan lain dari vidio ini" Gustian bicara dengan nada suara yang bergetar ketika melihat videonya dengan wanita simpanannya ada di ponsel Kenzo


"Aku tidak suka basa basi. Konfirmasi sekarang! Atau video ini akan tersebar luas?"


"Safira, tolong bujuk pacarmu untuk tidak menyebarkan ini, hidup dan karirku bisa hancur jika ini tersebar luas" Pak Gustian memohon pada Safira agar dia membujuk Kenzo


"Lalu bagaimana dengan hidup dan karirku? Pak Gustian telah memfitnahku dengan menyebarkan foto dan video yang sama sekali tidak aku lakukan. Jadi sebaiknya anda beri keputusan sekarang juga!" Safira mendesak dengan sikap yang dingin dan sorot mata yang tajam


"Baik, aku akan klasifikasi. Tapi jangan sebarkan video ini. Kalian berdua harus janji padaku!" Ujar pak Gustian dengan wajah memelas. Diapun berdiri dari duduknya dan meraih ponsel yang diletakkan disamping tempat tidurnya. Lalu menghubungi seseorang


"Halo, reporter Salim? Tolong klasifikasi foto Safira dan katakan kalau semua itu salah paham. Kami hanya sedang membicarakan masalah peran yang sudah pasti dia dapatkan. Ya, itu tidak benar. Ya itu hanya salah paham saja. Terimkasih" Pak Gustian menjelaskan pada reporter kepercayaannya kalau gosip itu tidak benar. Lalu dia menutup teleponnya


"Sudah, aku sudah menghubungi reporternya. sekarang tolong hapus video itu!" Pak Gustian bicara dengan wajah panik


"Tentu saja" Kenzo meraih kembali ponselnya yang diletakkan diatas meja


"Kamu akan menghapus itu, Zo? Kamu akan melepaskannya begitu saja?" Safira bertanya dengan wajah yang kesal

__ADS_1


"Tentu saja aku akan sangat berterimakasih pada anda karena telah mengklarifikasinya. Sebagai hadiahnya, aku akan membuat anda terkenal juga" Dengan senyum menyeringai, Kenzo mengunggah video itu


"Tidak!! Jangan!!" Safira pun tersenyum melihat apa yang dilakukan Kenzo


__ADS_2